
“Lalu bagaimana dengan dewi Xi Shi, apakah keadaannya juga sama terpecah menjadi dua bagian sama seperti kami?” tanya Heilong.
“Tidak! Keadaan Dewi Xi Shi tidak seberuntung kalian karena keadaannya jauh lebih parah. Saat proses pembangkitannya sudah hampir selesai, dia sudah mendapatkan kesadarannya kembali walaupun tubuhnya masih belum selesai di bangkitkan. Karena semua inderanya sudah berfungsi maka dia bisa merasa datangnya serangan itu dan berusaha untuk mengerakkan tubuhnya yang belum sempurna untuk menghadang serang api hitam dari Dari Etheroz. Pada akhirnya roh dari Dewi Xi Shi terpecah menjadi dua belas bagian dan tersebar ke seluruh alam semesta,” jelas bola cahaya itu kepada Heilong.
“Apa?! dua belas bagian..!! berarti dia telah menjadi dua belas wanita.”
Heilong menjadi sangat kaget ketika mendengar jawaban yang di ucapkan oleh Bola Cahaya itu tapi dia juga merasakan suatu kebahagiaan dalam dirinya karena dia mengetahui bahwa Dewi Xi Shi masih selamat dan menjadi dua belas orang wanita.
“Benar sekali. Dia telah menjadi dua belas orang wanita yang sangat cantik dengan sifat yang berbeda satu sama lain. Tapi kamu tidak perlu khawatir karena kamu masih akan bisa mengenali para wanita itu dengan mudah saat kamu bertemu dengan mereka. Ketika kamu berada di dekat mereka maka kalung itu akan memberimu sebuah tanda dengan memancar sebuah cahaya yang berwarna ungu karena setiap reinkarnasi dari dewi Xi Shi juga membawa pecahan dari pasangan kalung Pure Heart dan memakainya di leher mereka.” jawab Bola cahaya itu.
“Apakah mereka bisa besatu kembali menjadi dewi Xi Shi jika kami dapat menemukan kedua belas wanita itu?” tanya Long Bai.
“Itu tergantung keinginan mereka seperti keadaan kalian berdua sekarang. Meskipun kalian telah mengetahui bahwa kalian berasal dari tubuh satu orang. Tapi masing-masing dari kalian tidak ada yang mau menghilang meskipun kalian sekarang sudah berada di dalam satu tubuh. Tapi jika salah satu dari mereka ada yang mati maka roh mereka akan bergabung dengan tubuh yang lainnya,” jawab bola cahaya.
“Sebelum aku pergi aku akan memberi kalian sedikit petunjuk sekarang hanya ada sebelas wanita saja karena sudah ada dua orang gadis dari reinksrnasi dari Dewi Xi Shi yang mati yaitu Sherly dan Putri Xin Ye, namun Dewa menyatukan kembali roh mereka kedalam tubuh Putri Xin Ye. Sedangkan untuk sepuluh sisanya harus kalian cari sendiri di tiga dunia. Ha... Ha...,” Bola cahaya itu langsung menghilang.
“Sepertinya aku sangat beruntung, di kehidupanku kali ini aku akan mempunyai banyak istri.. Ha.. Ha..,” Heilong tertawa.
“Apa yang kamu katakan cintaku hanya untuk Shen Yu seorang dan tubuh ini adalah tubuhku! aku tidak mengijinkanmu menggunakan tubuhku untuk mendekati wanita lain,” Seru Long Bai.
“Baiklah saat kamu bersama Shen yu aku akan tertidur tapi saat bersama wanita lain kamu harus tertidur. Tubuh ini sekarang adalah tubuhku juga. He .. . He ... ,” Heilong tersenyum licik.
“Terserah padamu, yang penting saat di dekat Shen yu kamu harus tertidur dan aku akan mengambil kendali tubuh ini secara penuh,” ucap Long Bai menatap Heilong.
“ Baiklah aku setuju, saat di dekat Shen yu aku akan tertidur dan tidak akan muncul jika tidak kamu panggil. Tapi jika dalam keadaan normal kita dapat muncul secara bersamaan,” ucap heilong santai.
Long Bai adalah seorang pria yang setia ini berbeda dengan Sifat Heilong yang sebenarnya adalah seorang playboy. meskipun selama ini dia selalu mengingat sherly tapi di dalam hatinya yang paling dalam sebenarnya dia masih menginginkan wanita lain.
“Aku setuju, jika dalam keadaan normal kita akan muncul secara bersamaan. Aku akan mengambil tubuh bagian kiri dan kamu bagian kanan. Dan mereka tetap mengenal kita sebagai Long Bai karena ini adalah tubuhku,” ucap Long Bai.
“Sepakat mari kita tos,” Heilong mengangkat tangan kirinya mengarah pada Long Bai yang ada di sebelah kirinya dan Long bai pun mengangkat tangan kirinya lalu mereka melakukan tos.
Saat kedua tangan mereka saling bertemu cahaya yang menyilaukan muncul dan membawa mereka keluar dari dunia pikiran Long Bai.
**
Di dalam istana es seribu pedang.
Tubuh Long Bai yang sudah pingsan sehari semalam, tiba-tiba memancarkan sinar yang menyilaukan mata.
Setelah cahaya itu hilang, tubuh Long Bai mulai tersadar dan perlahan-lahan bangun, tapi ada yang aneh di matanya.
Kedua mata di tubuh Long Bai menjadi berwarna biru. Itu artinya saat ini, Heilonglah yang memegang kendali penuh atas tubuh Long Bai.
“Sepertinya kamu sudah berhasil menyatu dengan belahan jiwamu yang lain,” sahut Roh Divine Beast Genbu menatap Heilong.
“Tidak. Kami memutuskan untuk saling berbagi tubuh karena kami tidak ingin salah satu dari kami ada yang menghilang,” jawab Heilong.
“Itu adalah keputusan yang sangat tepat. Sekarang aku ingin melihat kekuatan barumu,” seru Divine Beast Genbu menatap Heilong tajam.
“Baiklah.”
Heilong mengulurkan kedua tangannya dan mulai menyalurkan semua energinya ke telapak tangannya.
Seketika di tangan kanannya muncul energi air, es dan angin. Sedangkan di tangan kirinya muncul energi petir dan api.
Melihat kejadian ini, Li Ziqi menjadi sangat terkejut sampai kedua matanya tak bisa berkedip. Sebab, meskipun dia seorang Dewi. Dia hanya menguasai empat macam elemen saja yaitu api, angin, petir dan cahaya.
“Kau sangat beruntung. Tapi, kekuatan yang kau miliki masih sangat lemah. Setelah ini, kau harus lebih sering berlatih,” ucap roh Divine Beast Genbu.
"Terima kasih sarannya, aku pasti akan berlatih dengan rajin karena sekarang aku memiliki guru yang sangat cantik,” ucap Heilong.
“Hump!! kamu mulai lagi,” Li Ziqi mendengus kesal dan menggerakkan tangannya ke arah Heilong.
Heilong menyadari bahwa Li Ziqi akan menamparnya. Dia langsung bertukar tempat dengan Long Bai sebelum tampar Li Ziqi mengenai wajahnya.
“Plak …”
“Aduh sakit guru, kenapa kamu tiba-tiba menamparku begitu keras?” ucap Long Bai kesakitan.
Li Ziqi menjadi terkejut dan menatap Long Bai karena tidak biasanya Long Bai mengeluh sakit meskipun dipukul dengan petir atau pun dibakar dengan api.
“Jadi kamu adalah jiwa yang tertidur itu. Sebagai seorang laki-laki kamu jangan terlalu mengeluh hanya karena pukulan tanpa tenaga seperti itu.”
Li Ziqi menatapnya dengan dingin dan mulai memancarkan hawa membunuhnya. Dia lalu mengeluarkan Fire Thunder Storm di tangannya.
“Atau aku akan membakarmu dengan badai api milikku dan memukulmu dengan petirku.”
Long Bai yang ketakutan segera tertidur dan sekarang tubuhnya sepenuhnya dikendalikan Heilong karena kedua matanya kembali berubah menjadi biru.
“Benar-benar bocah penakut,” ejek Li Ziqi dan dia menarik kekuatannya kembali.
“Guru, sekarang kita harus pergi. Roh Divine Beast Genbu kami mohon pamit,” ucap Heilong.
Li Ziqi kembali ke dalam dunia jiwa Heilong dan Heilong pun melanjutkan kembali perjalanannya untuk keluar dari Makam Es Seribu Pedang yang sempat tertunda.