LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 330 MEMBAKAR PENJARA


Kesadaran Guru Yi Shu secara perlahan mulai pulih. Dia menggerakkan jari-jari kedua tangannya secara perlahan dan terlihat agak berat. Long Bai yang khawatir dengan keadaan Gurunya, terus memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada tubuh Guru Yi Shu.


“Jangan terlalu khawatir, Gurumu itu sudah benar-benar pulih karena dia sama sekali tidak mendapatkan luka yang serius di tubuhnya. Aku akan menghancurkan rantai yang membelenggu kedua tangan dan kaki Gurumu ini agar Qi yang ada di dalam tubuhnya bisa cepat membantu proses pemulihan tubuhnya,” ucap Heilong yang berusaha menghilangkan kekhawatiran Long Bai.


Heilong langsung menggunakan kekuatan esnya untuk membekukan rantai yang membelenggu Guru Yi Shu sampai benar-benar membeku menjadi es, lalu dia menghancurkan bongkahan es itu dengan sekali pukul. Dia tidak berani menggunakan kekuatan apinya karena takut apinya akan melukai tubuh Guru Yi Shi.


Setelah semua rantai yang membelenggu tubuh Guru Yi Shu itu hancur, Qi yang ada di dalam tubuhnya bisa mengalir kembali dengan lancar. Qi itu memenuhi dantiannya lalu berjalan menuju ke titik-titik meridiannya. Titik-titik meridian Guru Yi Shu yang tadinya sudah tertidur, kini mulai berdenyut kembali dan bisa digunakan untuk menyerap energi alam. Aura energi petir mulai memancar dari tubuhnya dan membantu proses pemulihan tubuhnya.


Long Bai akhirnya mulai merasa tenang setelah melihat Guru Yi Shu mulai membuka matanya. “Guru apakah keadaanmu sudah baikan?”


Guru Yi Shu yang baru saja membuka matanya, sempat terkejut saat melihat Long Bai ada di depannya karena dia sudah lama sekali tidak bertemu Long Bai.


“Long … Long Bai!? Benarkah itu kau muridku?” ucap Guru Yi Shu gugup.


“Benar Guru, ini aku Long Bai. Murid yang paling lemah di Perguruan Awan Biru sehingga harus selalu kau jaga setiap hari,” jawab Long Bai.


“Kemarilah … Mendekatlah padaku, aku ingin melihat sudah sejauh mana perkembangan tingkat kultivasimu. Karena aku mendengar dari Shen Yu bahwa kau pergi berkelana ke Benua Utara untuk mencari kekuatan,” seru Guru Yi Shu.


Long Bai langsung duduk di depan gurunya dan membiarkan gurunya itu untuk memeriksa tingkat kultivasinya saat ini.


“Lapis King Emperor tingkat ketiga .. ?! Sungguh luar biasa, hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun kau bisa menaikkan tingkat kultivasimu sebanyak dua lapis. Sekarang tingkat kultivasi yang kau miliki, jauh lebih tinggi dari tingkat kultivasiku yang hanya berada di lapis Emperor tingkat delapan,” ucap Guru Yi Shu tersenyum bangga pada Long Bai.


“Meskipun sekarang tingkat kultivasiku lebih tinggi dari Guru, tapi itu tidak akan merubah status hubungan kita. Karena Guru Yi Shu selamanya akan tetap menjadi Guruku dan tidak akan ada yang bisa merubah semua itu,” ucap Long Bai.


“Bagus, kau adalah muridku yang paling baik,” ucap Guru Yi Shu menepuk pundak Long Bai.


“Guru, sebenarnya apa yang terjadi pada Guru? Kenapa Guru bisa sampai di penjara di dalam penjara bawah tanah milik prajurit penjaga pintu gerbang perbatasan?” tanya Heilong penasaran karena Gurunya ini termasuk orang yang cukup di hormati di Benua Timur.


“Kita bicarakan itu nanti saja. Sekarang kita harus segera keluar dari tempat ini lalu pergi ke tempat Divine Beast Seiryu dan membuat rencana untuk menyelamatkan bibimu Shen Ai Zi dan juga Shen Yu,” jawab Guru Yi Shu.


“Apa mereka juga melakukan hal yang sama pada Shen Yu dan juga bibi Shen Ai Zhi?” tanya Heilong sedikit memaksa.


“Tidak. Mereka hanya mengurung Shen Yu di suatu tempat tersembunyi untuk mengancam bibimu Shen Ai Zhi. Aku akan menceritakan semuanya dengan detail saat kita berada di Kediaman Divine Beast Seiryu karena hanya dia yang bisa membantu kita saat ini,” ucap jawab Guru Yi Shu.


“Baik, kalau begitu mari Guru. Aku akan membawa Guru keluar dari Penjara ini dengan aman,” ucap Long Bai.


“Kita harus menggunakan jurus membelah raga dan berbagi tugas karena jumlah orang yang harus kita selamatkan kali cukup banyak,” ucap Heilong pada Long Bai dari dunia pikiran.


“Lakukan dengan cepat dan jangan banyak bicara. Jangan sampai membuat Guru Yi Shu curiga,” jawab Long Bai.


Heilong langsung mengambil alih kendali tubuh Long Bai setelah mendapat persetujuan dan langsung menggunakan jurus membelah raga.


Guru Yi Shu langsung terkejut saat melihat ada dua Long Bai di depannya. “Ka-kamu … Kenapa kamu bisa berubah menjadi dua? Apa mungkin aku salah lihat?”


“Guru tidak salah lihat. Ini adalah jurus bayangan yang aku dapatkan dari Seorang Dewa yang ada di Benua Utara. Bayangan ini mirip dengan tubuhku yang asli baik kekuatan dan kemampuan, selain itu bayangan ini juga memiliki pikiran dan kemampuan bertarung sendiri. Jumlah orang yang harus kita selamat di tempat ini cukup banyak karena itu aku memutuskan untuk menggunakan jurus ini agar bisa membagi tugas,” jelas Long Bai menyembunyikan keberadaan Heilong.


Saat sampai di tempat para anggota Pavilliun Saung Bambu, Heilong langsung mengeluarkan Pedang Taring Putihnya dan menghancurkan semua rantai yang membelenggu para anggota Pavilliun Saung Bambu dengan sekali tebasan saja.


“Kalian semua pergilah ke pintu keluar dari penjara bawah tanah ini. Di sana sudah ada bayanganku yang akan membawa kalian keluar dari penjara bawah tanah ini,” perintah Heilong.


Semua orang itu bergegas pergi menuju ke pintu keluar dari penjara bawah tanah ini kecuali Lin Chong Wei dan Lu Zhan.


“Apakah tuan memiliki rencana?” tanya Lin Chong Wei.


“Aku ingin kalian berdua mengambil semua barang bawaan kita yang sudah diambil oleh para prajurit penjaga pintu gerbang itu lalu simpanlah semua barang-barang itu ke dalam gelang galaxy kalian,” ucap Heilong.


“Baik. Kami akan melakukan sesuai perintah Guru,” jawab Lu Zhan.


“Biarkan aku saja yang mengambil semua barang-barang kita. Ini terlalu berbahaya untukmu karena tingkat kultivasi dan ilmu beladirimu sangat rendah,” sahut Lin Chong Wei.


“Tidak usah khawatir, biarkan Lu Zhan ikut karena kalian berdua akan aman saat mengambil semua barang-barang itu. Sebelum kalian mengambil barang-barang itu, aku dan bayanganku akan menghilangkan semua prajurit penjaga gerbang yang telah berkhianat itu,” seru Heilong menyeringai.


Mereka bertiga langsung berjalan menuju ke pintu keluar penjara bawah tanah ini setelah mengatur strategi.


Di depan pintu gerbang itu, Long Bai, Guru Yi Shu dan para anggota dari Pavilliun Saung Bambu sedang menunggu kedatangan mereka.


Saat melihat Heilong sudah datang, Long Bai langsung mengeluarkan Pedang Tarian Petir miliknya dan menghancurkan pintu masuk penjara bawah tanah itu dengan kekuatan petirnya.


“Tebasan Dewa Petir.”


“Boom …. ”


Pintu masuk penjara bawah tanah yang terbuat dari besi yang sangat tebal itu'pun akhirnya hancur seketika saat terkena kekuatan sabetan pedang miliki Long Bai.


“Kalian semua pergilah dulu dan tinggalkan aku di sini sendirian. Aku akan menghancurkan penjara bawah tanah yang terkutuk ini agar tidak di salah gunakan lagi oleh para prajurit penjaga pintu gerbang yang berikutnya,” seru Heilong.


Long Bai langsung memimpin rombongan itu untuk keluar dari penjara bawah tanah dan meninggalkan Heilong sendirian di sana.


Heilong langsung mengeluarkan Pedang Bintang Api dan memegang pedang itu dengan erat di tangan kirinya.


“Amukan Badai Api.”


Heilong langsung mengayunkan pedangnya yang sudah diselimuti dengan energi api yang sangat kuat ke arah penjara bawah tanah itu.


Seketika, sebuah angin tornado api yang sangat besar muncul dan membakar semua ruangan yang ada di dalam penjara bawah tanah ini sampai menjadi abu.


Heilong langsung bergegas menyusul Long Bai dengan menggunakan jurus Super Sonic Dance miliknya sebelum penjara bawah tanah ini runtuh.


Semua prajurit penjaga pintu gerbang perbatasan sudah berkumpul di depan bangunan yang mereka jadikan sebagai penjara karena mereka mendengar suara keributan yang berasal dari penjara bawah tanah. Semua prajurit itu sudah bersiap untuk membunuh siapa'pun yang keluar dari bangunan itu.