
“Bagaimana kau tahu jika Kaisar Feng Cheng menyuruhku untuk menikahi Feng Tzuyu?”
Heilong balik bertanya pada Xue Xian Hou karena setelah kembali dari Benua Selatan, dia tidak pernah membicarakan hal ini dengan siapapun. Dan seingatnya hanya Yang Zhu saja yang mengetahui hal ini tapi tidak mungkin Yang Zhu mengatakan ini pada Xue Xian Hou karena mereka berdua tidak begitu akrab. Terlebih lagi saat ini seharusnya Yang Zhu masih berada di Benua Selatan karena Heilong tidak mengajaknya kembali ke Benua Utara waktu itu.
“Kenapa aku bisa tahu? Sebenarnya dulu Kaisar Feng Cheng pernah memasang pengumuman tentang sebuah sayembara yang dia sebar ke lima Benua yang ada di Planet ini. Di pengumuman itu tertulis, siapapun yang bisa mengambil Mustika Air Buaya Salju untuk mengobati penyakit yang ada di tubuh putrinya maka dia berhak untuk menikah dengan putrinya. Tapi jika yang mendapatkan mustika Itu adalah seorang wanita maka dia akan menjadikan wanita itu sebagai bagian dari keluarga Kerajaan Red Phoenix dan membangunkan sebuah istana khusus untuk wanita itu,” jawab Xue Xian Hou.
“Ternyata ada sayembara seperti itu. Kenapa aku sama sekali tidak pernah melihat pengumuman tentang sayembara itu? Padahal aku sudah mengunjungi banyak tempat selama pengembaraan ini,” tanya Heilong mengerutkan keningnya.
“Karena Kaisar Feng Cheng telah mencabut semua pengumuman tentang sayembara itu setelah terjadi banyak sekali korban jiwa. Belakangan dia tahu bahwa Buaya yang memiliki mustika itu bukanlah buaya biasa tapi buaya yang memiliki kekuatan iblis. Kaisar Feng Cheng mengetahui hal ini setelah dia bertarung satu lawan satu melawan buaya itu tapi buaya itu berhasil kabur melarikan diri,” sahut Xue Xian Hou.
“Lalu apakah kau menyetujui jika aku menikah dengan Feng Tzuyu? Mungkin sebentar lagi aku akan membicarakan pernikahanku dengan Feng Tzuyu pada ayahku. Aku berencana untuk menikahi Feng Tzuyu setelah aku menikah denganmu,” tanya Heilong serius sambil menatap mata Xue Xian Hou. Dia juga mengatakan tentang semua rencana pernikahannya.
“Tidak, aku sama sekali tidak setuju kamu menikah dengan Feng Tzuyu,” jawab Xue Xian Hou yang membuat Heilong sedikit kecewa.
“Apakah ada sesuatu pada diri Feng Tzuyu yang membuatmu tidak suka karena seingatku kamu pernah mengatakan bahwa aku boleh memiliki istri lain asalkan setiap istriku nanti tidak tinggal satu atap. Saat kamu mengetahui hubunganku dengan Xin Ye kamu juga tidak menentang hubungan itu dan mau membantu Xin Ye untuk mendapatkan Tongkat Phoenix Angin,” tanya Heilong penasaran.
“Kamu tidak bisa membandingkan situasi antara Xin Ye dan Feng Tzuyu karena mereka berdua memiliki hubungan yang berbeda denganku. Feng Tzuyu adalah gadis yang sangat baik dan wajahnya juga sangat cantik. Aku sama sekali tidak memiliki masalah dengan sifatnya. Seandainya saja gadis itu bukan Feng Tzuyu, aku tidak akan keberatan kamu menikah dengannya,”jawab Xue Xian Hou.
“Lalu apa yang membuatmu tidak setuju?” lanjut Heilong bertanya.
“Meskipun aku sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan Feng Tzuyu tapi dia sudah aku anggap seperti keponakanku sendiri dan dia'pun juga menganggapku sebagai bibinya. Ini semua terjadi karena Kakakku telah menjadikan Kaisar Feng Cheng sebagai saudara angkatnya setelah peperangan besar melawan Dark Etheroz waktu itu. Dia juga sering datang berkunjung ke sini saat dia masih berada di Benua Utara jadi hubungan kami berdua juga sangat akrab. Seharusnya Feng Tzuyu juga sudah menceritakan hal ini padamu,” ucap Xue Xian Hou.
Heilong akhirnya ingat bahwa Feng Tzuyu pernah mengatakan hal ini saat mereka berdua berada di pulau salju hijau. “Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?”
“Kamu harus memikirkannya sendiri karena kamu'lah yang memulai semua ini. Aku rasa Kaisar Feng Cheng juga tidak akan menyetujui pernikahannu dengan putrinya setelah dia tahu bahwa kamu akan menikah denganku,” jawab Xue Xian Hou.
Heilong menarik nafas panjang karena saat ini pikirannya sedang kacau. Dia harus mencari cara untuk mengatakan hubungannya dengan Xue Xian Hou pada Kaisar Feng Cheng dan Feng Tzuyu.
“Lebih baik kita minum dulu mungkin setelah minum ini pikiranmu akan kembali jernih sehingga kamu bisa berpikir dengan tenang,” ucap Xue Xian Hou mengajak Heilong minum kelapa muda yang di campur air rebus jahe dan ginseng.
Setelah menghabiskan minumannya, Xue Xian Hou mengajak Heilong untuk berjalan ke tepi danau es yang ada di bawah bukit. Di dasar danau itu terdapat inti energi es, jika mereka berdua berkultivasi di sana maka akan membawa manfaat yang sangat besar bagi energi elemen es yang mereka miliki.
“Baiklah. Mungkin setelah berkultivasi, aku akan bisa menemukan jalan keluar untuk menyelesaikan semua masalah ini,” jawab Heilong.
Heilong dan Xuan Xian Hou duduk bersila di tepi danau es itu dan mulai menyerap energi es yang keluar dari Danau ini. Mereka berdua bisa merasa bahwa energi es yang memancar dari danau es ini sangat murni sehingga memudahkan energi masuk ke dalam dantian mereka tanpa membebani titik-titik meridian yang ada di tubuh mereka berdua.
**
Istana es seribu pedang.
Divine Beast Genbu dan Kaisar Xuan De sedang mengobrol santai di dalam halaman istana itu.
“Ada apa Dewa mengajakku kemari? Bukankah kita bisa mengobrol di halaman rumah yang ada di atas bukit tadi,” tanya Kaisar Xuan De.
“Apakah kau tadi juga merasakan energi es yang sangat kuat yang berasal dari Istana Cucumu?” Divine Beast Genbu balik bertanya.
“Aku memang merasakan energi es itu dengan sangat jelas karena itu aku merasa sedikit khawatir. Tapi Dewa mengatakan bahwa energi es itu sama sekali tidak berbahaya setelah Dewa pergi melihatnya sendiri,” jawab Kaisar Xuan De.
“Memang saat ini energi itu sama sekali tidak berbahaya karena energi es yang sangat besar itu berasal dari tubuh salah satu murid Cucumu. Dan jika dilatih dengan benar maka itu akan membawa keuntungan yang sangat besar bagi sekte yang di pimpin oleh Cucumu. Tapi bagaimana jika bangsa iblis mengincar gadis itu dan berhasil menculiknya,” seru Divine Beast Genbu.
Ucapan Divine Beast ini membuat Kaisar Xuan De sedikit cemas. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana jika kekuatan energi es sekuat itu di kuasai oleh bangsa iblis.
“Lalu apa yang dapat kita lakukan?” tanya Kaisar Xuan De.
“Aku berencana untuk meminta Xue Xian Hou melatih gadis itu di Danau Es Seribu Pedang karena aku juga bisa ikut menjaga keamanan gadis itu saat gadis sedang berada di sana. Tapi aku membutuhkan seseorang untuk menjaga Danau Es Seribu Pedang karena aku tidak akan bisa selalu berada di danau itu,” jawab Divine Beast Genbu.
“Bukankah Danau Es Seribu Pedang sudah memiliki seorang penjaga. Kalau tidak salah, danau itu di jaga oleh Raja dari Beast Beruang Salju yang bernama Emperor White Bear,” balas Kaisar Xuan De.
“Emperor White Bear ya,” ucap Divine Beast Genbu dingin.
Divine Beast Genbu kemudian memukulkan ujung tongkatnya ke lantai Istana Es Seribu Pedang sehingga membuat lantai itu berubah menjadi transparan seperti kaca yang bisa langsung melihat ke Danau Es Seribu Pedang.