
“Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau berteriak-teriak histeris seperti melihat hantu saja. Kita berdua aman-aman saja di sini, lihatlah aku yang sedang berdiri di hadapanmu.”
Ucapan Divine Beast Lambda ini langsung menyadarkan Xin Ye dan membuatnya berhenti berteriak lalu dia melihat daerah sekelilingnya untuk memastikan bahwa dia tidak benar-benar terjatuh seperti apa yang telah di ucapkan Divine Beast Lambda.
“Kenapa bisa begini?!” ucap Xin Ye terkejut. Kemudian dia menatap Divine Beast Lambda dengan tatapan sedikit aneh. “Apakah kita benar-benar terbang di atas awan?! Tadi aku merasa bahwa aku benar-benar jatuh terjatuh ke bawah saat jembatan mutiara hitam itu anda hilangkan.”
Divine Beast Lambda langsung berubah ke wujud manusianya sebelum menjawab pertanyaan Xin Ye. Dia berubah menjadi sesosok wanita cantik, kulitnya berwarna putih dan sehalus giok. Yang paling indah dari penampilan wujud manusia Divine Beast Lambda adalah rambut panjangnya yang berwarna hitam dan terdapat kilauan yang sangat indah mirip seperti langit malam yang dihiasi bintang-bintang.
“Hehe … Apa yang kau katakan! ini semua hanya ilusi yang aku ciptakan. Awan-awan ini sebenarnya adalah lantai dari Goa ini dan jarak dari jembatan mutiara hitam dengan lantai ini hanyalah setengah meter saja. Kau sama sekali tidak akan terluka jika terjatuh dari jarak yang hanya setinggi itu, lagipula bagaimana mungkin aku membunuh muridku sendiri,” ucap Divine Beast Lambda.
Xin Ye menjadi terpana saat melihat penampilan Divine Beast Lambda. “Apakah anda benar-benar Divine Beast Lambda?!”
“Iya, ini adalah wujud manusiaku. Apakah aku terlihat jelek dengan wujud manusiaku?,” jawab Divine Beast Lambda bertanya balik.
“Anda terlihat sangat cantik dengan wujud manusia anda, mirip sekali dengan wujud seorang Dewi yang pernah aku lihat di TV saat aku masih ada di Planet Bumi. Andai saja aku memiliki rambut seindah itu, Kak Long pasti tidak akan mungkin tertarik dengan gadis yang bernama Xue Xian Hou itu,” ucap Xin Ye dengan raut wajah sedikit murung saat mengingat hubungan Heilong yang begitu dekat dengan Xue Xian Hou.
Divine Beast Lambda menjadi tertawa saat mendengar jawaban Xin Ye. “Haha … Kamu ini ada-ada saja. Aku bukan mirip seperti Dewi, tapi aku ini memang adalah seorang dewi. Apakah kau telah lupa bahwa di depan namaku ada kata-kata Divine?! Awalan nama Divine ini hanya di miliki oleh Dewa atau Dewi yang memilih kedudukan yang lebih tinggi daripada Dewa dan Dewi biasa.”
“Benar, aku menjadi lupa dengan nama depa anda karena aku begitu terkejut saat melihat wujud anda yang berubah menjadi wujud manusia,” jawab Xin Ye tersenyum.
Divine Beast Lambda mengulurkan tangan kanannya ke depan Xin Ye. “Peganglah tanganku, aku akan membawamu terbang menuju ke Istanaku. Bukankah kamu ingin cepat-cepat memiliki warna rambut yang sama seperti dengan warna rambutku. Itu artinya kamu harus segera memulai latihanmu agar saat Heilong sampai ke Benua Atlantis ini, kamu sudah memiliki warna rambut seperti seorang Dewi.”
“En,” Xin Ye menganggukkan kepalanya.
Xin Ye mengulurkan tangan kanannya dan menggenggam tangan kanan Divine Beast Lambda dengan erat. Setelah itu Divine Beast Lambda langsung membawa Xin Ye terbang menuju ke Istananya yang terbang di atas awan ilusi ini.
Hanya dalam sekejap mata mereka berdua sudah mendarat di halaman istana Divine Beast Lambda. Divine Beast Lambda langsung melepaskan tangan kanan Xin Ye dan membiarkan dia melihat-lihat istana ini sebelum dia memberikan latihan pada Xin Ye.
Batu kristal Kalsedon memang bahan nomor satu untuk membuat lantai-lantai istana yang ada di Alam Dewa karena memang selain bentuknya yang indah, batu ini juga memiliki ketahanan yang sangat luar biasa. Mungkin karena alasan ini juga di Alam Dewa tidak ada rayap karena giginya pasti hancur duluan sebelum menggigit lantai ini.
Divine Beast Lambda merasakan bahwa Xin Ye sangat penasaran dengan apa yang ada di dalam Istana ini kemudian dia berkata. “Kau boleh berkeliling untuk melihat semua yang ada di Istanaku ini untuk menghilangkan rasa penasaranmu. Aku akan menunggumu di sini sampai kau selesai. Saat kau kembali ke sini, aku akan memberitahumu tentang program latihan yang akan aku berikan padamu.”
“Baik. Terima kasih …” jawab Xin Ye tapi dia berhenti sebelum kata-katanya selesai karena dia bingung harus memanggil Divine Beast Lambda dengan sebutan apa dan akhirnya dia'pun memutuskan untuk bertanya. “Apakah aku sudah bisa memanggil anda Guru sekarang?”
“Kau boleh memanggilku Guru setelah kau memberikan penghormatan padaku,” jawab Divine Beast Lambda.
Xin Ye langsung bersujud tiga kali untuk memberikan penghormatan pada Divine Beast Lambda. “Terimakasih Guru karena mau menerima saya menjadi murid. Mulai saat ini saya akan berlatih dengan keras di bawah bimbingan anda.”
“Bagus. Murid yang baik, sekarang berdirilah dan berkeliling'lah sesukamu di Istanaku ini. Aku akan menunggumu di sini,” ucap Divine Beast Lambda sambil mengulurkan kedua tangannya untuk membantu Xin Ye berdiri.
Xin Ye langsung berjalan untuk mengelilingi istana ini setelah mendapat izin dari Gurunya. Di sekitar halaman istana ini, Xin Ye bisa melihat banyak sekali tanaman langkah yang sebagian besar belum pernah dia lihat di Planet Bumi atau'pun Planet Dalamnya.
“Sepertinya Guru sangat suka sekali dengan tanaman karena hampir tujuh puluh persen halaman istana ini dipenuhi dengan berbagai jenis tanaman langka dan bunga-bunga yang sangat indah,” gumam Xin Ye dalam hati.
Kemudian dia berbalik dan melihat Istana kristal berlapis emas yang ada di depannya tapi dia tidak berani masuk ke dalam istana itu, dia hanya melihat-lihat istana itu dari Luar.
“Jadi ini adalah istana yang dimiliki oleh seorang Dewi. Benar-benar istana yang sangat indah. Sepertinya tidak ada istana yang bisa menyaingi keindahan istana ini di tempat tinggal para manusia,” pikir Xin Ye.
Andai saja Xin Ye pernah memilih istana Li Ziqi dan Heilong yang ada di dalam pesawat Max Lightning maka dia pasti akan memiliki penilaian yang lain terhadap semua istana yang ada di tempat tinggal para manusia.
Setelah puas melihat-lihat isi dari Istana Divine Beast Lambda, Xin Ye langsung kembali ke tempat Gurunya berada untuk menerima perintah darinya.