LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 69 JURUS MEMBELAH RAGA


Setelah dua belas jam, Heilong akhirnya terbangun.


Dia bisa merasakan bahwa tubuhnya menjadi lebih kuat dan lebih bertenaga dari sebelumnya. Tentu saja semua ini karena dantian di tubuhnya telah di kuatkan sehingga dia dapat menyimpan lebih banyak Qi.


Saat Heilong masih tertegun melihat kekuatan tubuhnya yang baru, tiba-tiba sebuah tamparan mengejutkannya.


"Plak ..."


"Kenapa kamu selalu menamparku!" Protes Heilong.


"Untuk mengetahui roh siapa yang saat memegang kendali tubuh ini," jawab Li Ziqi dingin sambil menunjuk tubuh Heilong.


"Untung saja kamu adalah Guruku. Kalau tidak aku akan …" ucap Heilong lirih.


"Akan apa?!" ucap Li Ziqi sambil menatap tajam ke arah Heilong.


"A-Akan aku buatkan makanan yang lebih enak dari kemarin," ucap Heilong gugup.


"Kedengarannya sangat bagus. Baiklah, aku akan menantikannya," ucap Li Ziqi tersenyum lalu lanjut bertanya. "Kapan kamu akan mulai melatih Jurus Membelah Raga?"


"Kapanpun aku siap," jawab Heilong.


"Baik. Aku akan memberimu petunjuk. Pertama kamu harus menggunakan energi air yang ada di dalam tubuhmu untuk mengubah tubuhmu menjadi seperti air, lalu gunakan energi angin milikmu itu untuk membelah tubuhmu yang sudah seperti air menjadi dua bagian. Pada saat proses itu terjadi, kamu harus berkonsentrasi penuh. Jika sampai gagal maka kamu akan mati. Apakah kamu sudah siap menanggung resikonya?" tanya Li Ziqi sambil menatap Heilong dengan serius.


"Aku siap." jawab Heilong.


"Baiklah, mari kita mulai," seru Li Ziqi.


Heilong segera duduk dan memusatkan konsentrasinya untuk memulai meditasi. Dia berusaha sekuat tenaga agar konsentrasinya tidak terganggu selama dia melakukan jurus ini.


Perlahan-lahan aura energi air mulai memancar dari tubuhnya. Aura berwarna biru ini secara perlahan mulai menyelimuti seluruh tubuhnya.


Li Ziqi terus memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada tubuh Heilong. Jika dia merasakan sesuatu yang aneh akan terjadi, maka dia akan menggunakan kekuatannya untuk menghentikan proses pembelahan raga itu dengan paksa.


Sudah hampir satu jam Heilong terus dalam keadaan bermeditasi dan belum menandakan tanda-tanda bahwa dia akan berhasil


"Fiuh ... Sepertinya anak ini tidak akan berhasil, mungkin aku harus memintanya untuk meningkatkan tingkat kultivasi miliknya terlebih dahulu," ucap Li Ziqi menarik nafas panjang.


Tiba-tiba sesuatu terjadi pada tubuh Heilong.


Aura berwarna biru yang selama ini memancar dari tubuhnya, secara perlahan mulai menelan tubuh Heilong dan merubahnya menjadi seperti air. Di mulai dari ujung kaki perlahan naik sampai ke ujung kepala sampai seluruh tubuhnya telah berubah menjadi seperti air.


Angin mulai berhembus dengan perlahan dari tubuh Heilong. Angin ini tiba-tiba berubah arah dan berbalik menghantam tubuh Heilong yang telah berubah menjadi seperti air.


Air itu langsung terbelah menjadi dua bagian kemudian berubah wujud menjadi dua orang manusia yang memiliki wajah yang sama persis seperti anak kembar.


Heilong kemudian segera memindahkan roh Long Bai ke tubuh bayangan air itu sebab Heilong adalah pemilik dari energi air ini, Jadi dia tetap harus berada di tubuh utama agar Jurus ini tidak hancur.


"Sepertinya kami berhasil menggunakan jurus ini. Bukankah begitu guru?"


Heilong dan Long Bai secara bersama-sama bertanya pada Li Ziqi untuk melihat bagaimana reaksi Li Ziqi.


"Bagus. Kamu memang hebat. Hanya dalam sekali percobaan saja, kamu bisa menguasai jurus ini," jawab Li Ziqi tersenyum. "Sekarang tunjukkan padaku kekuatan kalian."


Long Bai dan Heilong masing-masing mengulurkan kedua tangannya.


Seketika di tangan Heilong memancarkan aura energi es, angin dan air. Sedangkan di tangan Long Bai muncul energi es, api dan petir.


"Kami mengerti, Guru." jawab Heilong dan Long Bai secara bersamaan.


"Waktu kita yang tersisa di dalam penghalang ini tinggal sebelas bulan lagi. Selama sisa waktu ini, aku ingin kalian melatih jurus ini setiap hari selama delapan jam agar kalian lebih cepat menambah durasi waktu penggunaan dari jurus ini," perintah Li Ziqi.


**


Ice Snow Palace.


Xue Xian Hou hatinya merasa semakin gelisah, dia tidak bisa tenang karena perasaannya selalu dibayang-bayangi oleh bahaya besar yang sedang mendekati Sektenya.


"Sebenarnya bahaya macam apa yang sedang mendekati sekteku. Kenapa aku menjadi sangat gelisah?" gumam Xue Xian Hou.


Dia lalu menuju ke sebuah meja dan mengambil sebuah kertas untuk menulis sebuah surat untuk meminta bantuan pada seseorang yang sangat dia percaya.


Kakak belakangan ini aku selalu gelisah. Aku merasakan sebuah bahaya yang sangat besar sedang menuju ke Sekteku.


Aku sangat yakin bahwa bahaya ini adalah ulah sari Bangsa Iblis yang sedang mengincar batu pelangi matahari yang sudah sejak lama di simpan oleh leluhur Sekte Snow Moon.


Aku meminta kakak mengirimkan beberapa prajurit untuk membantu menjaga keamanan Sekte Snow Moon.


Setelah selesai menulis surat, Xue Xian Hou langsung mengirimkan surat itu kepada Kaisar Xuan Wu melalui burung elang perak.


"Aku tidak bisa berdiam diri saja di sini. Aku juga harus memperkuat kultivasiku dan segera menerobos ke tingkat grand emperor," ucap Xue Xian Hou.


Dia mulai duduk di atas sebuah batu berbentuk persegi yang terbuat dari es dan mulai bermeditasi.


Dalam keadaan meditasi, Xue Xian Hou mulai menyerap energi alam yang ada di Ice Snow Palace dengan sangat cepat.


Kabut es yang sangat tebal secara perlahan mulai muncul dan menutupi setiap bagian ruangan ini. Termasuk pakaian yang di gunakan Xue Xian Hou juga sepenuhnya telah membeku menjadi es.


**


Istana Green Tortoise.


Hanya dalam waktu tiga puluh menit, burung elang perak sudah sampai di istana kaisar Xuan Wu.


Kaisar Xuan Wu segera mendatangi elang perak itu karena dia tau hanya Xue Xian Hou yang mempunyai elang perak di Benua Utara ini. Sebab, Kaisar Xuan Wu sangat memahami sifat adiknya yang tidak akan pernah menulis surat jika tidak ada sesuatu yang sangat penting.


Kaisar Xuan Wu lalu mangambil surat yang ada di tubuh elang perak dan membaca.


Setelah membaca isi surat itu dia sangat terkejut dan segera memanggil jendral terkuatnya.


Tidak lama kemudian seorang jendral dengan pakaian perang lengkap datang menghadap kaisar Xuan Wu.


"Semoga yang mulia panjang umur," Jendral itu bersujud dan memberi hormat pada Kaisar Xuan Wu.


"Bangunlah. Jendral Lian Zhou aku memanggilmu kemari untuk memberimu semua misi khusus," ucap Kaisar Xuan Wu.


"Hamba siap melaksanakannya meskipun nyawa hamba taruhannya," jawab Jendral Lian Zhou.


"Aku minta kamu membawa lima ratus prajurit untuk membantu menjaga keamanan di Sekte Snow Moon," Perintah Kaisar Xuan Wu.


"Siap Laksanakan," Jawab Jendral Lian Zhou