LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 218 DUEL DUA KAISAR


Lembah Embun Salju.


“Scree ....”


Seekor Beast Elang Putih yang berasal dari arah selatan, terbang melesat masuk ke wilayah benua utara dengan sangat cepat.


Di atas punggung Beast Elang Putih itu, berdiri dengan tenang sesosok pria paruh baya yang mengenakan jubah berwarna putih dan menutupi wajahnya dengan sebuah topeng berwarna emas. Pria ini adalah Kaisar Fu Hao yang sengaja pergi ke benua utara untuk menjemput menantu dan cucunya yaitu Lin Chong Wei dan Lin Meylin, dia sengaja menyembunyikan identitasnya agar para anggota dari Klan Iblis yang sedang mengintai di sekitar wilayahnya tidak mengetahui bahwa saat ini dia sedang meninggalkan Kerajaan Sky Empire.


Setelah terbang beberapa jam, akhir Kaisar Fu Hao sampai di Lembah Embun Salju yang merupakan perbatasan antara Benua Tengah dan Benua Utara.


Tiba-tiba.


“Benteng Tombak Langit.”


Ratusan tombak berukuran raksasa turun dari langit dan membentuk sebuah benteng raksasa yang menghalangi arah perjalanan Kaisar Fu Hao.


Sesosok Pria mengenakan pakaian kerajaan berwarna hijau dengan simbol kura-kura emas didadanya terbang di atas benteng tombak langit yang menghalangi perjalanan Kaisar Fu Hao. Pria ini menunggangi seekor beast berbentuk singa berwarna emas dengan sepasang sayap di tubuhnya.


Di Tangan kanan pria itu ada sebuah tombak berwarna biru dengan motif naga yang mengitari tombaknya, sedangkan di tangan kirinya ada sebuah perisai berwarna emas dengan bentuk seperti cangkang kura-kura.


Pria ini adalah Kaisar Xuan Wu. Dia sengaja terbang sendirian ke wilayah perbatasan dengan menunggangi Beastnya yang bernama Lion O karena merasakan sebuah kekuatan yang sangat besar sedang melesat dengan sangat cepat memasuki wilayah kekuasaannya.


Sejak terjadinya peperangan besar melawan Klan Iblis yang berhasil menyusup ke wilayahnya beberapa minggu yang lalu, Kaisar Xuan Wu menjadi semakin waspada dan lebih memperketat penjagaan di wilayah sekitar perbatasan. Dia tidak ingin hal seperti itu terjadi lagi di wilayahnya.


“Siapa kau sebenarnya? Katakan apa tujuanmu menerobos masuk ke wilayah Kerajaan Green Tortoise tanpa izin. Jika kau tidak mau mengatakan tujuanmu yang sebenarnya datang ke wilayah Kerajaanku, maka jangan salahkan aku jika aku harus bertindak kasar.”


Kaisar Xuan Wu menatap pria itu dengan tajam. Dia sama sekali tidak mengetahui bahwa pria itu adalah Kaisar Fu Hao karena memang Kaisar Fu Hao saat ini sedang menyembunyikan identitasnya. Terlebih lagi Kaisar Fu Hao memasuki wilayah Benua Utara tidak melewati pintu gerbang yang sudah di sediakan tapi dia memasuki wilayah Benua Utara dengan cara terbang menerobos masuk melalui jalur udara.


Terlintas sedikit kejahilan di pikiran Kaisar Fu Hao untuk sedikit menguji kemampuan bertarung dari Kaisar Xuan Wu. Jika dia menantangnya dengan menggunakan identitas aslinya, sudah pasti Kaisar Xuan Wu tidak akan mengeluarkan semua kekuatannya karena semua Kaisar di benua ini menganggap mereka adalah saudara satu sama lain.


“Aku akan mengatakan identitasku yang sebenarnya jika kau mampu mengalahkanku,” jawab Kaisar Fu Hao.


“Jadi kau menantangku. Baik aku terima tantanganmu. Kau mau bertarung di udara atau di atas tanah?” Kaisar Xuan Wu menjawab tantangan dari Kaisar Fu Hao dengan suara lantang.


“Jika kita bisa bertarung di udara untuk apa kita harus bertarung di atas tanah. Apa kau mau merusak tanah yang ada di bawah?” jawab Kaisar Fu Hao yang menyisakan sedikit pertanyaan.


Kaisar Xuan Wu langsung melompat dari punggung Lion O dan terbang kearah Kaisar Fu Hao yang berada di bawah. Kaisar Fu Hao pun melakukan hal yang sama, dia melompat dari punggung Eangle W dan terbang ke atas menuju ke tempat Kaisar Xuan Wu.


“Boom”


Benturan yang sangat keras terjadi di udara dan menimbulkan hembusan angin yang sangat kuat. Kaisar Fu Hao rupanya mengarahkan tinjunya yang sudah dipenuhi dengan kekuatan cahaya ke dada Kaisar Xuan Wu tapi Kaisar Xuan Wu dapat menahan serangan itu dengan mudah menggunakan senjata pusaka perisai cangkang kura-kura emas yang ada di tangan kirinya.


Perisai Kaisar Xuan Wu ini sangat keras karena perisai itu adalah salah satu dari dua belas harta langit. Kaisar Xuan Wu kemudian menghunuskan tombak yang ada di tangan kanannya untuk menyerang ke arah jantung Kaisar Fu Hao.


Kaisar Fu Hao menyadari serangan itu, lalu dia segera melompat kebelakang untuk menghindari serangan itu. Namun serangan tombak Kaisar Xuan Wu sedikit lebih cepat sehingga meninggalkan luka goresan memanjang di dada Kaisar Fu Hao.


“Kau rupanya juga suka menyerang musuhmu secara tiba-tiba ya?”


Kaisar Fu Hao melontarkan ejekan ke Kaisar Xuan Wu tapi langsung di balas dengan ejekan oleh Kaisar Xuan Wu.


Kaisar Fu Hao menaruh tangan kanannya di depan dahinya sambil membacakan sebuah mantra pemanggil. Sebuah simbol naga cahaya yang sangat menyilaukan mata muncul di dahi Kaisar Fu Hao dan mengeluarkan sebuah busur panah berwarna emas dengan motif naga.


Kaisar Xuan Wu menyipitkan matanya saat melihat busur panah. “Busur itu sepertinya tidak asing. Rasanya aku pernah melihat busur panah seperti itu tapi aku lupa dimana aku pernah melihatnya.”


Kaisar Fu Hao menarik tali busurnya ke arah langit, sebuah anak panah dengan bentuk naga berwarna emas langsung muncul di busur panah itu. Kaisar Fu Hao lalu menembakkan anak panah itu ke langit.


“Hujan Seribu Naga Penghancur Benua.”


Sebuah simbol sihir berbentuk Hexagram raksasa muncul di langit dan langsung menghujani tempat Kaisar Xuan Wu berdiri dengan ribuan anak panah cahaya yang memancarkan aura cahaya berbentuk naga.


“Ju … Jurus itu! Tidak. Aku tidak bisa membiarkan panah-panah itu menghancurkan tempat ini. Aku harus menahan panah-panah itu saat mereka masih di udara,” ucap Kaisar Xuan Wu terkejut sambil mengangkat alisnya.


Kaisar Xuan Wu kemudian mengangkat perisai kura-kura emasnya ke arah ribuan anak panah yang turun dari langit dan langsung meledakan energi es yang sangat besar dari dalam tubuhnya lalu mengalirkannya kedalam perisai kura-kura emas.


“Seribu Dinding Es Penahan Meteor.”


“Boom … Boom … Boom …”


Ribuan dinding-dinding es muncul dari dalam perisai kura-kura emas dan menahan semua anak panah cahaya yang mengarah ke arah Kaisar Xuan Wu sehingga menimbulkan suara ledakan secara beruntun yang sangat keras dan menciptakan kabut asap yang sangat tebal.


Kaisar Fu Hao menggunakan penglihatan mata cahayanya untuk melihat menembus ke dalam kabut asap dan menghantam tubuh Kaisar Xuan Wu dengan tinjunya.


“Boom”


Tubuh Kaisar Xuan Wu langsung terpental ke bawah dan menabrak sebuah batu yang sangat besar saat menerima serangan dari Kaisar Fu Hao karena tidak dapat melihat dari mana datangnya arah serangan itu akibat dari kabut ini.


Kaisar Xuan Wu segera berdiri dan mengalir energi es yang sangat besar ke dalam tombak naga es yang ada di tangan kanannya. Lalu terbang kearah Kaisar Fu Hao sambil mengeluarkan jurus tombaknya.


“Liukan Naga Es Menerjang Badai,”


“Roar …”


Aura berbentuk Naga Es muncul dari tombak Kaisar Xuan Wu dan langsung menyerang dengan ganas ke arah Kaisar Fu Hao.


Kaisar Fu Hao menyipitkan matanya dan langsung meledakan energi cahayanya lalu membuat sebuah perisai yang terbuat dari cahaya.


“Perisai Sayap Naga Cahaya.”


Aura cahaya dengan bentuk sayap naga yang sangat besar muncul dan langsung menutupi tubuh Kaisar Fu Hao untuk melindunginya dari segala macam serangan.


“Boom …”


Kekuatan serangan dari Tombak Naga Es menghantam Perisai Sayap Naga Cahaya dengan kuat sampai membuat tubuh Kaisar Fu Hao tersungkur ke belakang dan membuat topeng yang dipakai Kaisar Fu Hao terlepas.