
Sebelum Heilong datang ke tempat ini, rupanya Long Yuyin sudah menandai peta itu setelah Shen Ai Zhi menunjukkan semua lokasi dari jalan rahasia yang ada di dalam Istana ini.
“Kita akan melewati jalan rahasia yang telah aku tandai dengan garis berwarna merah ini untuk keluar dari Istana Giok Biru. Selain jaraknya yang cukup dekat dengan kamar ini, jalan rahasia ini akan membawa kita menuju ke Hutan Naga Biru,” ucap Long Yuyin sambil menunjuk garis merah pada peta dengan jari telunjuknya.
“Kenapa kau memilih jalan itu? Saat di dalam Hutan, kita kesulitan untuk melarikan diri karena ada banyak sekali pohon dan tanaman merambah yang akan menghalangi kita. Belum lagi jika kita bertemu dengan seekor Beast liar,” tanya Shen Ai Zhi yang terlihat tidak setuju dengan pilihan Long Yuyin.
“Bibi Shen salah. Hutan itu tidak menghambat kita tapi malah akan membantu kita. Di sana banyak sekali tempat yang bisa kita gunakan untuk tempat persembunyian sementara. Kita juga bisa menyembunyikan diri kita dibalik pohon-pohon besar itu jika ada prajurit Jenderal Long Yun yang mengejar kita. Dan yang terpenting adalah Hutan itu adalah jalur terdekat untuk menuju ke Mansion Keluarga Long ataupun Istana Kerajaan Blue Dragon.”
Heilong yang setuju dengan pemikiran ibunya, langsung menjawab pertanyaan yang dilontarkan Shen Ai Zhi.
“Jangan-jangan saat di kebun belakang dapur tadi, sebenarnya kau sedang mencari jalan rahasia ini,” ucap Shen Wei sambil menunjuk Heilong.
“Benar sekali. Sebenarnya aku juga sudah membuat rencana yang sama dengan ibuku sebelum aku memasuki Istana ini. Karena itu aku harus memastikan bahwa keadaan jalan rahasia yang aku pilih ini benar-benar aman dan jauh dari pengawasan prajurit penjaga milik Jenderal Long Yun,” jawab Heilong sambil mengeluarkan peta yang dia bawa, lalu meletakkan peta itu di atas meja.
Semua orang menjadi terkejut saat melihat peta itu karena Heilong telah menandai jalan rahasia yang sama seperti jalan rahasia yang sudah di pilih Long Yuyin.
“Ternyata kalian ibu dan anak sama-sama pandai menganalisis sebuah peta dan mengatur strategi yang sangat bagus. Baiklah, aku setuju dengan rencana ini,” ucap Shen Ai Zhi.
“Karena kau sudah setuju maka kita harus melakukan rencana ini secepat mungkin. Aku memberimu waktu sepuluh menit untuk berkemas-kemas. Setelah sepuluh menit kau harus segera keluar dari kamar ini,” ucap Long Yuyin menatap Shen Ai Zhi.
“Aku tidak memerlukan waktu untuk berkemas-kemas karena semua benda berhargaku sudah aku simpan di dalam kalung penyimpanan milikku ini,” jawab Shen Ai Zhi sambil memegang liontin kalung yang ada di lehernya. “Aku ingin meminta waktu sebentar untuk berbicara dengan Putramu karena aku ingin mengetahui bagaimana keadaan Shen Yu saat ini.”
“Putraku, kau tetap di sini dan temanilah Bibi Shen Ai Zhi mengobrol sebentar,” ucap Long Yuyin menepuk memegang pundak Heilong.
“Baik Ibu,” jawab Heilong.
Long Yuyin kemudian mengarahkan pandangannya pada Shen Wei. “Kau ikut denganku karena Selain Kakakmu, kau juga orang yang paling familiar dengan keadaan Istana Giok Biru. Aku akan menjadikanmu ketua dalam misi penyelamat Shen Ai Zhi ini.”
Long Yuyin dan Shen Wei akhirnya keluar dari kamar Shen Ai Zhi, sekarang hanya ada Shen Ai Zhi dan Heilong saja yang ada di dalam Kamar ini.
“Kenapa aku berada dalam keadaan seperti ini lagi. Kalau saja aku tidak ingat bahwa wanita di sebelahku ini adalah ibu dari kekasih Long Bai, pendirianku sudah pasti goyang karena kecantikan yang dia miliki lebih cantik dari putrinya,” pikir Heilong dalam hati.
“Kenapa kau tiba-tiba melamun? Apakah kau merasa canggung jika mengobrol di dalam kamarku,” ucap Shen Ai Zhi sambil menepuk pipi Heilong agar dia tersadar.
Heilong segera tersadar dari lamunannya dan berbicara dengan gugup. “Tidak … Ak-Aku tidak sedang melamun. Aku hanya memikirkan benda pusaka yang telah dikatakan Shen Yu sebelum dia memberikan peta ini padaku.”
“Hmm … Ternyata Shen Yu juga memberitahumu tentang Mata Naga Es. Baiklah, aku akan menunjukkan benda pusaka itu padamu setelah kau menceritakan padaku bagaimana keadaan Shen Yu saat ini,” ucap Shen Ai Zhi.
“Lebih baik Bibi mengobrol secara langsung dengan Shen Yu. Sebab pikiran Bibi tidak akan bisa tenang hanya dengan mendengarkan cerita dariku,” jawab Heilong.
Mata Shen Ai Zhi langsung berbinar-binar seperti anak kecil yang melihat sebuah permen. Tanpa sadar dia memegang tangan kanan Heilong sambil berkata. “Jika kau bisa membuatku mengobrol dengan Shen Yu, aku akan memberikan Mata Naga Es itu padamu. Lagipula sebentar lagi kau juga akan menjadi menantuku. Jadi cepat atau lambat, benda pusaka itu juga akan jatuh ke tanganmu.”
Shen Ai Zhi sama sekali tidak tahu bahwa yang ada di dalam tubuh ini bukan Long Bai, tapi Heilong. Pikiran Heilong seperti melayang saat telapak tangan halus Shen Ai Zhi menyentuh tangan kanannya.
Heilong buru-buru melepaskan pegangan Shen Ai Zhi karena dia takut tidak bisa menahan godaan seindah ini. Dia kemudian mengeluarkan sebuah medali yang terbuat dari Giok berwarna hijau dari balik bajunya. Lalu memberikan Giok itu pada Shen Ai Zhi.
“Bibi bisa menggunakan Medali Bambu Hijau itu untuk mengobrol dengan Shen Yu secara langsung karena aku juga sudah memberi Shen Yu sebuah Medali Bambu Hijau.”
Setelah Heilong memberikan Kotak Tongxun pada Yang Shuo. Yang Shuo segera memerintahkan para penempa senjata untuk mempelajari kotak itu sehingga dia berhasil membuat Medali Bambu Hijau tidak hanya mengeluarkan suara saja, tapi bisa memunculkan wajah dari lawan bicaranya dalam bentuk sebuah hologram.
( Info tentang Kotak Tongxun ada di CH 113 )
Heilong kemudian mengajari Shen Ai Zhi bagaimana cara untuk menggunakan Medali Bambu Hijau itu.
“Apa semudah itu cara menggunakan benda ini?” tanya Shen Ai Zhi tak percaya.
Shen Ai Zhi kemudian memasukkan energi murninya pada Medali Bambu Hijau. Dan sebuah hologram yang berisi daftar nomor langsung muncul.
Shen Ai Zhi menjadi kebingungan lalu bertanya kembali para Heilong. “Apa yang harus aku lakukan sekarang?”
“Bibi tekan tabel yang bertuliskan angka 32 karena medali yang dibawa Shen Yu adalah medali nomor 32,” jawab Heilong.
Shen Ai Zhi langsung menekan angka yang disebutkan Heilong. Dan satu menit kemudian wajah Shen Yu langsung muncul dalam bentuk hologram.
“Ibu,” ucap Shen Yu.
Shen Ai Zhi langsung merasa sangat bahagia karena dapat berbicara dan melihat kembali wajah putrinya.
“Syukurlah, ternyata kau benar-benar selamat,” jawab Shen Ai Zhi.
Heilong meninggalkan ibu dan anak itu mengobrol berdua karena dia masih harus mempersiapkan rencana untuk melindungi semua orang saat mereka akan menuju ke pintu rahasia.
Heilong berjalan sedikit menjauh dari tempat Shen Ai Zhi dan kembali mencoba untuk memanggil Long Bai tapi Long Bai masih belum memberikan respon, dia seperti tenggelam dalam meditasinya.
Tidak lama kemudian, Long Yuyin kembali masuk ke dalam kamar Shen Ai Zhi karena dia merasa tidak enak jika terlalu lama meninggalkan Heilong bersama dengan Shen Ai Zhi.
“Benda apa yang ada di tangan Shen Ai Zhi itu? Ibu bisa melihat wajah Shen Yu muncul dari benda itu. Benda itu seperti cermin komunikasi yang ada di kediaman Divine Beast Seiryu,” tanya Long Yuyin pada Heilong saat melihat Shen Ai Zhi sedang asyik mengobrol dengan Shen Yu dengan menggunakan bantuan sebuah medali yang sangat aneh.
“Benda itu adalah Medali Bambu Hijau dari Pavilliun Saung Bambu. Apakah Yang Shuo tidak memberi ibu benda seperti itu?” jawab Heilong sambil bertanya.
“Tidak. Sebenarnya ibu jarang bertemu dengan Yang Shuo karena ibu sering pergi ke Istana Blue Dragon untuk membantu pekerjaan Kakekmu sejak Kakekmu mengetahui bahwa Jenderal Long Yun sedang merencanakan pemberontakan. Mungkin Yang Shuo menitipkan medali itu pada ayahmu,” jawab Long Yuyin.
Shen Ai Zhi akhirnya pergi menghampiri Heilong dan Long Yuyin setelah dia puas mengobrol dengan putrinya. Dia segera mengembalikan medali itu pada Heilong.
“Terima kasih karena kau sudah menyelamatkan Shen Yu dari penjara bawah tanah yang ada di Sekte Awan Biru. Sesuai janjiku, aku akan menunjukkan Mata Naga Es padamu,” ucap Shen Ai Zhi sambil mengulurkan telapak tangan kanannya.
Dalam sekejap, suhu udara di dalam ruangan ini menjadi turun dengan sangat drastis. Butiran salju mulai muncul dan menutupi semua bagian kamar ini.
Sebuah bola es seukuran kepala orang dewasa mulai muncul di telapak tangan Shen Ai Zhi.
“Jadi itu adalah benda yang selama ini diincar oleh Long Shui. Sampai dia memaksamu agar mau menikah dengannya,” tanya Long Yuyin menatap bola es yang ada di tangan Shen Ai Zhi.
“Benar sekali. Ada sebuah rumor yang mengatakan jika ada seorang kultivator elemen api yang mampu mencairkan benda pusaka ini, maka orang yang meminum air yang berasal dari benda pusaka ini akan memiliki kekuatan elemen air. Sepertinya Long Shui mengincar benda ini agar dia bisa memiliki kekuatan elemen air. Karena itu dia juga bekerjasama dengan Klan Naga Api,” jawab Shen Ai Zhi.
“Mungkin Anggota dari Klan Naga Api yang bekerja sama dengan paman Long Shui adalah Paman Long Sha. Karena orang yang menyamar menjadi Patriarch Yi Long adalah Long Chen. Dan aku telah membunuh dia saat aku menyelamatkan Shen Yu dari Sekte Awan Biru,” sahut Heilong.
“Orang itu memang Long Sha. Dan Patriarch Long Bao telah membunuh Long Sha beberapa jam yang lalu saat mereka berdua bertarung di Hutan Naga Biru karena Long Sha bercoba untuk membunuh Guru Yi Shu yang sedang melindungi Shen Yu. Sepertinya keputusan kalian berdua untuk memilih Hutan Naga Biru sebagai tempat pelarian kita, memang keputusan yang sangat tepat karena pasukan dari Kerajaan Blue Dragon sedang berada di sana,” ucap Shen Ai Zhi.
Tiba-tiba Mata Naga Es yang ada di telapak tangan Shen Ai Zhi terbang melayang di udara. Mata Naga Es itu juga menarik secara paksa Pedang Paus Biru yang ada di dalam Dunia Jiwa Heilong untuk keluar.
Kedua benda pusaka itu sekarang melayang secara berdampingan di atas kepala mereka bertiga.
Shen Ai Zhi langsung melirik Heilong. “Dari mana kau mendapatkan pedang pusaka itu? Pedang pusaka itu seperti memiliki hubungan dengan Mata Naga Es.”
“Aku mendapatkan pedang pusaka itu dari Makam Naga Air Es,” jawab Heilong.
“Pantas saja. Mata Naga Es sebenarnya adalah mata dari Naga Air Es. Dan Pedang Paus Biru adalah pedang pusaka yang terbuat dari cakar Naga Air Es,” ucap Shen Ai Zhi.