
Sesosok Pria paruh baya tiba-tiba datang ke tempat pertarungan antara Divine Beast Seiryu dan Raja Iblis Dao Gi dengan mengendarai seekor Naga Cahaya.
Pria paruh baya itu adalah Dewa Tertinggi Li Ting. Sedangkan Naga Cahaya yang menjadi kendaraannya adalah Divine Beast Shen Long.
Di alam Dewa mereka berdua memiliki status yang hampir sama. Li Ting adalah Dewa Tertinggi para manusia, sedangkan Divine Beast Shen Long adalah Dewa Tertinggi para Beast.
Mereka berdua memiliki hubungan pertemanan yang sangat erat. Sehingga membuat Divine Beast Shen Long sama sekali tidak keberatan saat memberikan tumpangan gratis pada Li Ting dengan cara naik ke punggungnya.
Raja Iblis Dao Gi langsung menoleh ke atas tempat perbatasan antara Dunia Tengah dan Dunia Atas. Setelah dia merasakan kehadiran Dewa Tertinggi Li Ting, sebab Dewa Tertinggi Li Ting adalah musuh bebuyutannya.
“Apakah kalian berdua sengaja datang ke tempat ini karena dipanggil oleh Seiryu? Ternyata para Dewa juga sama seperti Bangsa Iblis. Kalian juga suka sekali main …”
“Tutup mulutmu! Aku adalah seekor Naga. Dan Bangsa Naga selalu menjunjung tinggi harga diri mereka. Jadi, mana mungkin aku memanggil bantuan saat kita berdua sudah sepakat untuk berduel.”
Divine Beast Seiryu langsung memotong ucapan Raja Iblis Dao Gi sebelum Raja Iblis Dao Gi menginjak-injak harga dirinya lebih jauh lagi.
“Kami berdua datang kemari karena pertarungan kalian berdua telah mengguncang seluruh Planet yang ada di Dunia Tengah. Jika kami berdua tidak segera muncul, kemungkinan Dunia Tengah ini akan hancur jika pertarungan kalian berdua terus berlanjut,” ucap Li Ting menatap Divine Beast Seiryu dan juga Raja Iblis Dao Gi.
“Yang dikatakan Li Ting memang benar. Sang Pencipta telah menciptakan Dunia Tengah ini agar kita semua bisa menjaga tempat ini. Jika tempat ini sampai hancur dan semua kehidupan yang ada di tempat ini menjadi binasa, Sang Pencipta pasti akan marah besar dan menghukum kita semua dengan hukuman yang sangat berat,” tambah Divine Beast Shen Long.
“Apa kalian pikir aku takut setelah mendengar peringatan yang kalian ucapkan. Dengar baik-baik! Kami Bangsa Iblis tidak pernah takut pada apapun. Karena aku berani datang dan bertarung di Dunia Tengah ini, itu berarti aku sudah siap menanggung semua konsekuensinya,” seru Raja Iblis Dao Gi arogan.
“Dasar Raja Iblis keras kepala! Pantas saja semua iblis yang ada di Dunia Bawah menjadi sangat Arogan. Ternyata pimpinan mereka juga sangat arogan, Bahkan sifatnya lebih rendah daripada seekor Beast karena dia berani menantang Sang Pencipta,” seru Divine Beast Shen Long geram.
“Biasanya makhluk yang memiliki sifat arogansi yang sangat tinggi. Akan menangis minta ampun saat dia akan mati karena teringat dengan semua sifat buruknya itu,” sahut Divine Beast Seiryu mengejek Raja Iblis Dao Gi.
“Kalian berdua sangat kurang …”
Raja Iblis Dao Gi menjadi sangat marah saat Divine Beast Shen Long dan Divine Beast Seiryu mengejeknya secara bersama. Dia kemudian menunjuk mereka berdua dengan tangan kanannya dan balas mengejek.
Namun, Dewa Tertinggi Li Ting segera berjalan di tengah-tengah mereka untuk melerai agar perdebatan ini tidak semakin berlanjut.
“Dao Gi, Kembalilah ke tempat asalmu. Ingatlah! Kau jangan sampai memancing amarah dari Sang Pencipta karena tubuhmu tidak akan sanggup menahan hukuman darinya. Lagipula kau dan aku masih memiliki sebuah taruhan yang harus diselesaikan,” seru Dewa Tertinggi Li Ting.
Dewa Tertinggi Li Ting segera naik ke punggung Shen Long setelah memberikan peringatan pada Raja Iblis Dao Gi karena mereka berdua masih harus membersihkan energi kegelapan yang menyebar ke seluruh wilayah yang ada di Dunia Tengah.
“Teknik Gabungan Cahaya Surga.”
Dewa Tertinggi Li Ting segera mengangkat Pedang yang ada di tangannya tinggi-tinggi, sambil memasukkan energi cahaya miliknya ke dalam pedang itu.
Cahaya yang sangat terang langsung memancar dari pedang itu laki masuk ke tanduk Divine Beast Shen Long.
Divine Beast Shen Long kemudian menggunakan kemampuan yang ada di dalam tanduknya untuk menyebarkan cahaya itu ke seluruh wilayah Dunia Tengah.
Raja Iblis Dao Gi sangat tidak senang dengan tindakan yang telah dilakukan oleh Dewa Tertinggi Li Ting dan Divine Beast Shen Long. Dia kemudian mengumpulkan kekuatan api hitam di tangan kanannya untuk membentuk sebuah anak panah yang terbuat dari api hitam.
“Panah Api Iblis Neraka.”
Raja Iblis Dao Gi langsung melemparkan anak panah itu untuk menyerang Divine Beast Shen Long dan juga Dewa Tertinggi Li Ting yang sedang lengah.
“Awas!”
Divine Beast Seiryu yang berada di dekat Raja Iblis Dao Gi, langsung memberi peringatan pada Dewa Tertinggi Li Ting dan Divine Beast Shen Long saat dia melihat serangan tiba-tiba yang dilakukan Raja Iblis Dao Gi. Dia juga mencoba untuk menghalangi serangan itu. Namun, usahanya itu ternyata gagal.
"Whosh …”
Panah api berwarna hitam itu berhasil lolos dari hadangan Divine Beast Seiryu dan melesat dengan kecepatan tinggi untuk menyerang jantung Dewa Tertinggi Li Ting dan Divine Beast Shen Long.
Dewa Tertinggi Li Ting dan Divine Beast Shen Long yang memusatkan semua kekuatan untuk mengusir energi kegelapan yang ada di Dunia Tengah ini, tidak sempat membuat sebuah medan pelindung untuk melindungi tubuhnya.
“Sial! Dao Gi rupanya memanfaatkan momen saat kita menghilang energi kegelapan ini untuk menyerang kita berdua karena dia tahu bahwa kita tidak akan memperhatikan setiap gerakan yang dia lakukan.”
“Itu memang sifat alami dari Bangsa Iblis, Li Ting. Kau tenang saja karena Sang Pencipta pasti akan melindungi kita karena kita melakukan semua ini untuk melindungi Dunia yang telah Beliau ciptakan.”
Tadinya Dewa Tertinggi Li Ting sempat khawatir saat dia merasakan Panah Api berwarna hitam itu mulai mendekat ke arahnya. Namun, ucapan dari Divine Beast Shen Long telah membuatnya sadar bahwa Sang Pencipta akan selalu melindungi makhluknya yang berbuat kebenaran.
Panah api berwarna hitam itu sudah semakin dekat dengan tubuh mereka berdua dan hanya kurang sepersekian detik saja untuk menyentuh jantung Dewa Tertinggi Li Ting.
Namun …
“Clang …”
Sebuah tombak berukuran Raksasa dan mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan, tiba-tiba turun dari langit dan menghantam panah api berwarna hitam itu sampai hancur berkeping-keping.
Sinar yang memancar dari tombak raksasa itu sangat murni dan sangat terang. Sinar ini bahkan sanggup mengusir semua energi kegelapan yang tersisa di Dunia Tengah.
“Siapa yang berani menghancurkan anak panah api neraka milikku dan menggagalkan seranganku. Keluarlah! Tunjukkan wujudmu,” teriak Dao Gi marah.
“Sepertinya makhluk yang akan memberimu hukuman sudah tiba,” ucap Divine Beast Seiryu menatap sinis ke arah Raja Iblis Dao Gi.
“Apakah kau kenal dengan pemilik tombak ini Seiryu?” tanya Raja Iblis Dao Gi penasaran.
“Jika tebakanku benar, pemilik tombak cahaya ini adalah utusan dari Sang Pencipta. Bersiap-siaplah untuk menghadapi kematianmu karena kekuatan yang dia memiliki lebih besar dari pada semua Dewa yang ada di Dunia Atas,” jawab Divine Beast Seiryu.
“Omong kosong! Aku tidak akan pernah percaya dengan ucapanmu. Sepertinya sia-sia saja aku bertanya padamu,” balas Raja Iblis Dao Gi geram karena dia merasa Divine Beast Seiryu telah berbohong.