
“Apakah mungkin Dewi Teratai Putih kenal dengan Xin Ye,” gumam Nero setelah mendengar penjelasan Gurunya. Nero kemudian melirik Xin Ye lalu bertanya. “Xin Ye, apakah kau pernah bertemu dengan Dewi Teratai Putih?”
“Aku tidak pernah bertemu dengan Dewi Teratai Putih, bahkan ini adalah pertama kalinya aku mendengar nama Dewi itu,” jawab Xin Ye menggelengkan kepalanya
“Mungkin semua ini hanya kebetulan saja. Dewi Teratai Putih adalah seorang manusia yang baru saja di angkat menjadi seorang Dewi oleh Dewa Tertinggi. Dia juga belum pernah turun ke dunia manusia, jadi bagaimana mungkin Xin Ye bisa mengenal Dewi Teratai Putih,” sahut Divine Beast Lambda.
Kecurigaan Nero pada Xin Ye langsung menghilang setelah mendengar ucapan dari Divine Beast Lambda. “Yang Guru katakan memang benar. Umur Dewi Teratai Putih dan Xin Ye juga jauh berbeda jadi mustahil mereka berdua pernah bertemu saat masih menjadi manusia.”
"Kalau begitu kita kesampingkan dulu masalah tentang Dewi Teratai Putih. Sekarang, aku akan mulai mengajari Xin Ye jurus-jurus dari elemen kegelapan karena dia sudah memiliki senjata pusaka untuk menggunakan jurus-jurus itu,” ucap Divine Beast Lambda.
“Akhirnya Guru akan mulai mengajariku jurus-jurus ilmu beladiri dari elemen kegelapan. Aku sudah lama menantikan saat ini,” ucap Xin Ye senang.
Divine Beast Lambda menatap Nero. “Nero apakah kau akan tetap di sini dan membantuku mengajari adik seperguruanmu atau mau akan kembali ke Pagoda Raja Api?”
“Aku akan kembali ke Pagoda Raja Api, Guru. Aku harus menata ulang Pagoda itu bersama dengan para Raja Api yang lain sebelum Heilong datang ke Benua ini,” jawab Nero.
“Baiklah kalau begitu, kau boleh pergi sekarang. Jika semua urusanmu sudah selesai, maka datanglah ke sini karena Xin Ye membutuhkan lawan bertarung untuk menguji semua jurus-jurus yang telah dia pelajari,” seru Divine Beast Lambda.
“Baik Guru. Aku pasti akan kembali ke sini setelah semua urusanku selesai. Jika Guru mengijinkan maka aku ingin membawa Bianca dan Lilla datang ke tempat ini karena aku rasa Xin Ye akan lebih mudah berlatih jika lawannya adalah seorang wanita,” ucap Nero.
“Baiklah, aku ijinkan kau membawa mereka datang ke Istanaku tapi kau tetap harus bertarung melawan Xin Ye karena seorang kultivator elemen kegelapan hanya bisa mengeluarkan kekuatannya secara maksimal jika bertarung melawan musuh yang memiliki kekuatan elemen cahaya atau elemen kegelapan,” jawab Divine Beast Lambda.
“Baik, saya mengerti Guru. Sekarang saya minta ijin untuk meninggalkan Istana ini,” ucap Nero memberi hormat sambil membungkukkan badannya.
“Pergilah. Dan ingat pesanku ini baik-baik, kau harus selalu waspada ketika kau berada di dalam Pagoda Raja Api karena di puncak Pagoda Raja Api, ada sebuah senjata pusaka yang sangat diincar oleh bangsa Iblis. Meskipun Benua Atlantis ini dijaga oleh aku dan juga Shen Long tapi bukan berarti bangsa Iblis tidak bisa menyusup masuk ke dalam Pagoda Raja Api. Kau pasti sudah tahu identitas asli dari raja iblis dari dunia tengah saat ini. Jika ada bangsa Iblis yang bisa menyusup masuk ke dalam Pagoda Raja Api, maka hanya dia'lah orangnya. Karena dia adalah bagian dari bangsa Iblis yang pernah hidup di Benua Atlantis,” ucap Divine Beast Lambda mengingatkan Nero.
Nero langsung ingat pada adiknya yang bernama Zero. Tadinya dia sudah hampir melupakan tentang adiknya itu karena apa yang telah di perbuat oleh adiknya itu telah mencemarkan nama baik dari Ras Naga Cahaya Kegelapan dan membuat Ras Naga Cahaya Kegelapan di curigai sebagai mata-mata dari bangsa Iblis.
Nero mengepalkan tangannya saat mengingat tentang Zero karena dia berusaha untuk menahan amarahnya. “Baik, Guru. Aku akan mengingat semua pesan Guru dan akan memperketat penjagaan di sekitar Pagoda Raja Api terutama jalan-jalan rahasia yang ada di bawah Pagoda Raja api.”
Divine Beast Lambda menjawab dengan anggukkan kepala dan membantu Nero untuk berdiri. Nero'pun langsung terbang pergi meninggalkan Istana kediaman Divine Beast Lambda setelah mendapat ijin dari Gurunya.
“Aku mengerti sekarang. Jadi kultivator yang memiliki elemen kegelapan harus menggunakan jurusnya dari jarak jauh karena energi kegelapan ini mengandalkan kecepatan pergerakan elemen,” ucap Xin Ye yang mulai memahami karakteristik dari energi kegelapan ini.
“Benar. Semakin jauh kau menggunakan jurus yang mengandung energi kegelapan, maka kekuatannya akan menjadi semakin besar. Itu juga yang menjadi alasan kenapa para kultivator elemen kegelapan selalu menyerang secara sembunyi-sembunyi dari jarak jauh. Tapi bukan hanya itu saja kemampuan yang dimiliki oleh elemen kegelapan,” ucap Divine Beast Lambda membuat Xin Ye penasaran.
“Apa energi kegelapan ini memiliki kemampuan lain selain digunakan untuk menyerang musuh dari jarak jauh?” tanya Xin Ye yang menjadi semakin tertarik dengan energi kegelapan.
“Jika energi cahaya memiliki kemampuan lain untuk menyembuhkan dan membuat perisai pelindung untuk dirinya sendiri ataupun pada rekan-rekannya. Maka energi kegelapan memiliki sifat yang berlawanan, energi kegelapan ini bisa membuat jebakan yang bisa melukai lawan secara terus-menerus seperti sebuah racun dan bisa melemahkan kekuatan pertahanan dari lawan termasuk juga kekuatan dari perisai pelindung yang dibuat musuh,” jelas Divine Beast Lambda.
“Guru. Bisakah anda tunjukkan padaku salah satu jurus dari elemen kegelapan?” pinta Xin Ye.
“Kalau begitu kita harus pergi ke tempat lain karena di sini tidak ada Beast yang bisa aku serang agar kau bisa melihat sendiri seberapa kuat kemampuan dari jurus elemen kegelapan.”
Divine Beast Lambda yang sejak tadi muncul dengan wujud manusianya, langsung memegang tangan Xin Ye dan membawa Xin Ye terbang keluar dari Goa Kirin Tanduk Emas.
Divine Beast Lambda membawa Xin Ye terbang ke arah selatan menuju ke Hutan Hijau Atlantis.
Di Hutan ini Xin Ye bisa melihat beberapa macam pohon yang sangat unik. Pohon-pohon ini belum pernah dia lihat saat dia berada di Planet Dreamland atau'pun Planet Bumi.
“Guru di mana kita sekarang?” tanya Xin Ye.
“Hutan ini adalah Hutan Hijau Atlantis. Hutan ini adalah ujung bagian selatan dari Benua Atlantis. Bangsa Iblis sering menggunakan Hutan ini untuk menyusup ke dalam wilayah Benua Atlantis karena penjagaan di Hutan ini tidak terlalu ketat. Kau pasti bertanya kenapa aku membawamu pergi ke Hutan ini,” ucap Divine Beast Lambda.
“En,” Xin Ye menjawab dengan anggukan kepala.
“Saat berada di Istanaku tadi, aku merasakan hawa iblis yang muncul secara samar-samar dari Hutan ini. Sepertinya ada iblis yang sedang bersembunyi di dalam Hutan ini. Inilah saat yang tepat untuk memperlihatkan padamu seberapa kuat kekuatan dari jurus-jurus elemen kegelapan yang akan aku ajarkan padamu,” jawab Divine Beast Lambda.
“Aku akan mengingat semua jurus-jurus yang Guru gunakan. Mungkin saja aku bisa lebih mudah mempelajari jurus-jurus itu setelah aku melihat Guru menggunakan jurus itu secara langsung,” jawab Xin Ye semangat.
Divine Beast Lambda mulai menggunakan jurus mata dewanya untuk mencari keberadaan iblis yang sedang bersembunyi itu.