LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 247 GUILD HEROES


Saat Heilong sedang mengobrol dengan Xue Xian Hou, tiba-tiba tubuh Putri Xin Ye yang ada di dekat Kaisar Xin Feng kembali menunjukkan ke anehan. Suhu tubuh Putri Xin Ye menjadi lebih dingin dan warna kulitnya berubah menjadi pucat.


“Gawat. Energi es yang aku gunakan untuk membekukan Dantiannya telah menghilang saat aku berhenti mengalirkan energi esku ke dantiannya karena aku tadi harus membuat sebuah formasi pelindung agar tidak terkena jurus apimu,” ucap Xue Xian Hou pada Heilong sambil melihat tubuh Putri Xin Ye.


“Jadi maksudmu ini salahku?” tanya Heilong kesal.


“Siapa lagi kalo bukan kamu,” balas Xue Xian Hou dingin.


“Sudah hentikan. Kalian berdua jangan berdebat lagi,” ucap Kaisar Xin Feng melerai, lalu dia mengangkat tubuh putrinya yang ada di atas punggung Raja Harimau Salju. “Sekarang keadaan Putriku semakin memburuk karena energi Yin yang ada ditubuhnya kembali menyerang dan tak terkendali. Kita harus masuk ke makam itu sekarang juga dan segera mendapatkan Tongkat Pusaka Phoenix Angin untuk menyelamatkan nyawa Putriku sebelum semuanya terlambat.”


Kaisar Xin Feng langsung membawa Putrinya masuk ke dalam makam diikuti dengan Xue Xian Hou dan Heilong. Mereka bertiga berjalan menuju ke sebuah danau es yang ada di tengah-tengah makam.


Sedangkan Raja Harimau salju yang tidak bisa berenang, memutuskan untuk pergi setelah mendengar bahwa untuk sampai di pulau bagian dalam harus berenang menyelam sampai ke dasar danau es yang sangat dingin karena pintu gerbang menuju ke pulau bagian dalam berada di dasar danau.


Di tengah perjalanan mereka bertiga menemukan sebuah gerbang es yang sangat besar padahal belum sampai ke danau es, tapi yang membuat mereka sedikit terkejut adalah pintu gerbang es itu sudah rusak.


“Apakah di balik pintu gerbang es ini adalah pulau bagian dalam? tapi bukankah seharusnya pintu gerbang itu ada di dasar danau es,” tanya Kaisar Xin Feng pada Heilong yang sudah pernah masuk ke tempat ini.


“Tidak. Gerbang ini adalah pintu masuk menuju ke makam,” lalu Heilong menunjuk sebuah papan nama yang ada di atas makam. “Karena papan nama itulah maka dulu aku menyebut makam ini sebagai makam Kaisar Xin Wu dan menganggap tengkorak yang ada di dalam adalah pendekar angin Xin Wu.”


Kaisar Xin Feng dan Xue Xian Hou melihat ke papan nama yang di tunjuk Heilong dan mereka memang melihat sebuah papan nama bertuliskan Makam Pendekar Angin Xin W.


Tanpa basa-basi lagi mereka melewati pintu gerbang itu dan sampai'lah mereka di ruang utama dari makam ini. Kaisar Xin Feng bisa melihat sebuah danau es yang ada di tengah-tengah ruangan ini. Dia juga bisa melihat sebuah tengkorak yang ada di sudut ruang seperti yang dikatakan oleh Heilong.


Kaisar Xin Feng berjalan mendekati tengkorak itu karena dia ingin memastikan identitas sebenarnya dari tengkorak itu. Apakah memang benar tengkorak itu adalah sisa-sisa dari pandai besi yang menempa Tongkat Pusaka Badai Angin karena menurut surat yang di tulis Kaisar Xin Wu, hanya pandai besi itu'lah yang keluar dari pulau bagian dalam selama beberapa ratus tahun ini tapi waktu itu dia keluar dengan luka yang cukup parah karena dia sempat mendapat serangan dari Tongkat Phoenix Angin saat mencoba untuk mengambil tongkat pusaka itu.


“Itu..!!? bukankah itu adalah simbol dari Guild Heroes,” ucap Kaisar Xin Feng terkejut.


“Guild Heroes? perkumpulan seperti apa itu? Selama aku berada di sini, aku belum pernah mendengar ada nama perkumpulan seaneh itu,” tanya Heilong.


“Guild Heroes adalah sebuah perkumpulan rahasia yang anggota adalah para penempa senjata paling hebat yang ada di seluruh planet ini. Pemimpin mereka menamakan perkumpulan ini dengan nama Guild Heroes karena menurut sejarah siapapun yang di dukung oleh Guild ini pasti akan selalu menang dalam setiap pertempuran,” jawab Kaisar Xin Feng.


“Bagaimana bisa seperti itu?? Mereka seperti seorang pahlawan saja padahal mereka Tidak ikut bertempur di garis depan dan hanya menempa senjata saja di baris belakang,” balas Heilong.


“Senjata-senjata yang di buat dengan tangan mereka'lah yang seperti pahlawan. Senjata-senjata yang mereka buat memiliki kualitas yang terbaik. Kualitas dari senjata buatan mereka bahkan bisa menyaingi kualitas dari senjata yang di buat oleh para penempa dari Benua Selatan,” jawab Kaisar Xin Feng.


“Jika memang mereka sehebat itu kenapa sekarang nama mereka seperti menghilang?” tanya Heilong penasaran.


“Guild itu mengalami kemunduran setelah pemimpin mereka yang bernama Qiu Feng dikalahkan oleh kakekmu Kaisar Long Jin,” jawab Kaisar Xin Feng.


“Kakek?!” ucap Heilong terkejut.” Seperti anda sangat mengetahui tentang pertarungan antara Kakekku dengan pendekar Qiu Feng. Apakah anda bersedia menceritakannya padaku?”


“Baiklah, aku akan menceritakan sedikit tentang pertempuran antara mereka berdua karena kita tidak memiliki banyak waktu.”


Kaisar Xin Feng diam sejenak untuk mengingat setiap kejadian itu dengan detail sebelum mulai bercerita.


“Sebelum mendirikan Guild Heroes, Qiu Feng adalah pendekar pedang terhebat di Planet Dreamland ini selama beberapa ratus tahun terakhir, bahkan sampai saat ini masih belum ada yang bisa menyaingi kehebatan ilmu pedangnya meskipun dia sudah menghilang sejak dikalahkan oleh Kakekmu. Meskipun ilmu pedangnya sangat hebat tapi dia tidak memiliki pedang yang cocok dengannya, setiap kali dia menggunakan jurus pedangnya maka pedang itu akan langsung hancur. Karena itu dia mendirikan sebuah Guild penempaan senjata dengan tujuan untuk mengumpulkan para penempa terbaik yang ada di Planet ini dan meminta mereka untuk membuat sebuah pedang terhebat untuk dia gunakan. Para penempa itu akhirnya membuat sebuah pedang berwarna emas yang sangat hebat yang selalu di gunakan oleh Qiu Feng di setiap pertarungannya karena itu dia dijuluki dengan sebutan pendekar pedang emas Qiu. Konon pedangnya itu adalah hasil terbaik yang pernah di buat oleh Guild Heroes karena bahan pembuatan dari pedang itu adalah sebuah batu meteor di campur dengan emas dan logam kualitas terbaik yang ada di planet ini.”


Heilong merasa sedikit aneh dengan cerita Kaisar Xin Feng karena itu bukanlah jawaban yang dia inginkan. “Aku tadi bertanya mengenai pertempuran antara Kakekku dengan Qiu Feng. Kenapa anda malah bercerita tentang identitas Qiu Feng.”