
“Apa?! Padahal aku sangat berharap batu ini adalah Batu Permata Phoenix karena batu ini memancar energi yang sangat kuat. Di ruang rahasia yang selalu digunakan Kakekku selama dia berada di Kerajaan ini, aku hanya menemukan batu ini saja dan tidak melihat ada batu yang lain. Kemana lagi aku harus mencari keberadaan Batu Permata Phoenix itu karena Kakek sama sekali tidak meninggalkan petunjuk dimana dia menyimpan Batu Permata Phoenix itu,” ucap Kaisar Xin Feng sedikit kecewa.
“Kamu tidak usah kecewa. Batu ini memang bukan Batu Permata Phoenix tapi batu ini memiliki kekuatan yang hampir sama dengan Batu Permata Phoenix. Nama batu ini adalah Batu Pelangi Matahari. Batu ini bisa digunakan untuk menghancurkan bongkahan es yang mengurung tubuh putrumu dan menjaga hawa Yin yang ada di dalam tubuhnya untuk sementara waktu,” jawab Divine Beast Byako yang membuat pikiran Kaisar Xin Feng menjadi sedikit tenang.
“Berapa lama Batu Pelangi Matahari itu bisa menjaga energi Yin ada di dalam tubuh putriku sebelum energi itu kembali meledak lagi?” tanya Kaisar Xin Feng.
“Satu Minggu,” jawab Divine Beast Byako.
“Satu minggu rasanya sudah cukup, akhirnya Putriku bisa selamat. Setelah tubuhnya terbebas dari bongkahan es itu maka aku akan segera pergi ke Benua Utara untuk mencari Long Bai dan membawanya kemari agar dia bisa menikahi putriku saat itu juga,” ucap Kaisar Xin Feng dengan mata penuh semangat karena dia akhirnya menemukan harapan untuk menyelamatkan nyawa putri kesayangannya.
“Sayang sekali jalan pernikahan sudah tidak bisa digunakan lagi untuk menstabilkan energi Yin yang ada di tubuh putrimu. Akibat dari ledakan energi Yin yang ada di dalam tubuh putrimu sebulan yang lalu, saat ini setiap organ-organ tubuh putrimu sudah di gerogoti oleh energi Yin seperti racun yang sangat mematikan,” jawab Divine Beast Byako yang mematahkan harapan Kaisar Xin Feng.
“Jadi maksud anda satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa putriku adalah aku harus mendapat Batu Permata Phoenix itu sebelum waktu satu minggu itu habis,” tebak Kaisar Xin Feng.
Divine Beast Byako menganggukkan kepalanya. “Benar sekali. Kau hanya memiliki waktu satu minggu saja untuk mendapat Batu Permata Phoenix.”
“Lalu apa yang harus aku lakukan jika aku berhasil menemukan Batu Permata Phoenix itu? Ada kemungkinan aku akan menemukan batu itu saat waktu satu minggu itu hampir habis, jadi aku tidak memiliki waktu untuk kembali dan meminta bantuan anda,” lanjut Kaisar Xin Feng bertanya.
“Saat kau sudah mendapatkan Batu Permata Phoenix itu maka mintalah putrimu untuk langsung menelan batu itu dan menyerap kekuatan yang ada di dalam batu itu meskipun suhu batu itu sangat panas. Hawa panas yang ada pada batu itu tidak akan mampu untuk membakar tubuh putrimu karena hawa energi Yin yang ada pada tubuh bulan esnya memiliki suhu yang sangat dingin,” jelas Divine Beast Byako.
“Jadi rupanya hanya cukup menelan batu itu saja. Baik, saya akan selalu mengingat pesan anda. Bisakah sekarang anda menggunakan Batu Pelangi itu membebaskan Putriku,” pinta Kaisar Xin Feng sambil menyerahkan Batu Pelangi Matahari yang ada padanya ke Divine Beast Byako.
Divine Beast Byako langsung membuat simbol sihir bergambar harimau putih berada di dalam lingkaran api berwarna emas di atas bongkahan es yang mengurung Putri Xin Ye. Lalu Divine Beast Byako meletakkan Batu Pelangi Matahari di atas simbol sihir itu.
“Formasi apa itu Dewa? Aku merasa formasi itu mirip dengan Formasi Pertahanan Harimau Api, ” tanya Kaisar Xin Feng saat melihat formasi di atas putrinya.
“Ini adalah Formasi Penyerangan Harimau Api Emas. Hawa panas yang memancar dari formasi ini lebih panas dari Formasi Pelindung Harimau Api karena formasi ini adalah formasi penyerangan,” jawab Divine Beast Byako.
Divine Beast Byako kemudian menggerakkan tangannya untuk mengaktifkan formasi itu. Sesaat kemudian Batu Pelangi Matahari yang ada di atas formasi itu memancarkan cahaya lima warna yang lebih terang dari sebelumnya. Cahaya dari batu itu bahkan bisa dilihat oleh penduduk yang tinggal di sekitar lereng Gunung Angin Harimau Putih.
Cahaya berwarna emas yang membawa hawa panas seperti matahari mulai muncul dari Formasi Penyerangan Harimau Api Emas dan menyinari bongkahan es yang mengurung tubuh putri Xin Ye. Secara perlahan bongkahan es itu mulai mencair karena di kuat menahan dari hawa panas yang memancar dari formasi penyerangan yang dibuat oleh Divine Beast Byako.
Akhirnya bongkahan es yang mengurung tubuh putri Xin Ye benar-benar menghilang setelah berada di dalam Formasi Penyerangan Harimau Api Emas selama kurang lebih tiga puluh menit.
“Ayah,” ucap Putri Xin Ye saat melihat ayahnya berada di depannya dengan wajah yang terlihat sangat cermas.
“Oh. Anakku kau akhirnya bisa selamat. Terimakasih kasih dewa.”
Kaisar Xin Feng langsung mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Divine Beast Byako dan segera berlari mendekati putrinya dan memeluknya.
“Anakku syukurlah kau bisa terbebas dari kurungan es itu. Aku sudah hampir kehabisan cara untuk bisa mengeluarkanmu. Untung saja Divine Beast Byako selalu mendampingi ayah dan mencarikan cara agar bisa membebaskanmu.”
Putri Xin Ye menatap wajah ayahnya yang terlihat sangat senang setelah mengetahui keadaan putrinya tidak apa-apa. Meskipun terkurung di dalam bongkahan es, tetapi semua indra Putri Xin Ye masih berfungsi dengan baik dan tidak terpengaruh sedikitpun oleh hawa dingin jadi dia bisa melihat dan mendengar secara langsung bagaimana Kaisar Xin Feng sangat mencemaskan keadaannya.
“Ayah jangan terlalu cemas. Energi Yin itu sudah lama berada di dalam tubuhku. Aku sudah terbiasa menahan hawa dingin itu. Yakinlah putrimu ini tidak akan mati hanya karena terkurung di dalam bongkahan es,” ucap Putri Xin Ye mencoba menenangkan pikiran ayahnya.
Saat pertama kali dirinya dibangkitkan di Planet ini setelah jatuh dalam keadaan koma yang sangat lama. Sikap Putri Xin Ye menjadi sangat dingin dan terkesan tertutup terhadap semua orang bahkan terhadap ayahnya sendiri. Itu karena roh yang ada di tubuh Putri Xin Ye saat ini adalah roh Sherly.
Sikap dinginnya itu bisa dipahami karena dia merasa asing di tempatnya yang baru. Tidak ada seorangpun yang dia kenal di Planet ini. Satu-satunya harapan yang membuat dia bisa bertahan sampai saat ini adalah dia berharap agar suatu hari dia bisa bertemu lagi dengan Heilong meskipun dia tidak tau Heilong ikut direinkarnasikan ke Planet ini atau tidak.
Sikap Sherly akhirnya secara perlahan mulai berubah saat dia mendapatkan kembali ingatan dari Putri Xin Ye. Dalam ingatan Putri Xin Ye, Sherly bisa melihat betapa sayangnya Kaisar Xin Feng pada putrinya. Hal ini bisa dilihat Sherly secara langsung saat dia baru saja terbangun di Planet ini.
Hampir setiap hari selama dua tahun penuh, Kaisar Xin Feng selalu menjenguknya dan menjaganya disampingnya dengan penuh perhatian seperti seorang ibu. Hal terjadi karena ibu dari Putri Xin Ye yaitu Permaisuri Xin Yi, meninggal dunia saat melahirkan putri Xin Ye. Sejak saat itu Kaisar Xin Feng melimpahkan semua kasih sayangnya kepada putrinya. Terlebih lagi putrinya ini tidak terlahir dengan kondisi tubuh yang normal.
“Terimakasih Dewa karena selama ini selalu menjagaku dan menolongku. Aku tidak tahu bagaimana caraku untuk bisa membalas kebaikan dewa ini.”
Divine Beast Byako mengangkat tangan kanannya untuk memintanya berdiri. “Bangunlah. Sudah menjadi kewajibanku sebagai Dewa penjaga Benua Barat untuk menjaga anggota keluarga Kerajaan White Tiger. Ini aku lakukan agar kalian para anggota Kerajaan bisa menjaga dan memperlakukan rakyat kalian dengan baik dan adil.”
“Baiklah. Untuk membalas kebaikan anda selama ini maka aku berjanji, mulai saat ini aku akan selalu menjaga rakyat Kerajaan White Tiger agar selalu nyaman dan tidak jatuh dalam kesengsaraan,” ucap Putri Xin Ye tegas.
Kaisar Xin Feng Feng menjadi terharu dengan sikap putrimu itu dan segera berdiri disampingnya dan meletakkan tangannya di kepala putrinya.
“Belum saatnya kamu untuk memikirkan tentang rakyat. Biarkan ayah saja yang memikirkan para rakyat untuk saat ini karena saat ini ayah masih menjadi seorang Kaisar. Pikiranlah bagaimana caranya agar tubuhmu bisa pulih karena ayah tidak sanggup jika harus kehilangan satu-satunya putri ayah.”
Putri Xin Ye tersenyum untuk menghibur ayahnya. “Bukankan masih ada Kak Xin Bao dan keempat kakak laki-laki yang lain yang bisa menemani ayah jika aku sedang tidak ada di tempat.”
“Mereka semua tidak bisa di bandingkan denganmu. Mereka berlima selalu tergoda dengan harta dan tahta, bahkan Kakak tertuamu yang bernama Xin Bao itu selalu terbuai dengan rayuan wanita. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Kerajaan ini jika tahta dari kerajaan ini bisa jatuh ke tangan salah satu mereka,” jawab Kaisar Xin Feng sedikit gelisah saat mengingat ke lima putranya yang tidak berguna.
Putri Xin Ye mengangkat alisnya karena terkejut tidak percaya saat mendengar perkataan ayahnya, sebab dia sudah beberapa kali bertemu dengan Xin Bao selama berada di Planet ini dan dia merasa Xin Bao orangnya sangat baik dan penuh perhatian.
“Apa benar Kak Xin Bao seperti itu ayah. Jujur saya aku sudah sering bertemu dengan Kak Xin Bao dan menurutku Kak Xin Bao itu orangnya sangat pintar, baik dan bijaksana,” ucap Putri Xin Ye menatap ayahnya.
Kaisar Xin Feng menarik nafas panjang dan menatap ke langit-langit Goa yang ada di dalam Gunung Angin Harimau putih.
“Dulu sifat Xin Bao memang sangat baik. Dia sangat pintar dalam mengatur strategi perang dan sangat bijaksana saat ayah perintahkan untuk mengatur Departemen Hukum. Dia juga tidak tega saat melihat ada rakyat yang sengsara, saat melihat ada rakyat yang kelaparan maka dia tidak akan segan-segan untuk memberikan sebagian harta pribadinya agar digunakan oleh rakyat yang membutuhkan. Dulu Ayah sangat bangga padanya dan berniat untuk mewariskan tahta ayah padanya, tapi semua sifat-sifatnya baiknya itu berubah sejak dia bertemu dengan seorang wanita yang bernama Cao Xi Yue.”
“Cao Xi Yue??!!” ucap Putri Xin Ye terkejut. “Siapa dia ayah? sepertinya aku tidak pernah mendengar nama ini sebelumnya.”
“Beberapa bulan yang lalu, di Kerajaan White Tiger terjadi sebuah peristiwa yang sedikit aneh. Sebuah Sekte yang sudah lama menghilang, tiba-tiba muncul kembali dengan kekuatan yang lebih kuat,” jawab Kaisar Xin Feng.
“Aku jadi tertarik mendengar cerita tentang Sekte itu. Bisakah ayah menceritakan padaku tentang Sekte itu. Aku merasa Sekte ini pasti ada hubungannya dengan wanita yang bernama Cao Xi Yue,” ucap putri Xin Ye.
“Aku juga ingin mendengar cerita tentang Sekte itu, Xin Feng. Sebenarnya aku sudah mendengar kabar tentang kemunculan Sekte dan aku juga merasa ada yang aneh dengan Sekte itu,” sahut Divine Beast Byako.
“Sekte itu bernama Sekte Angin Ribut. Sesuai dengan namanya, dulu Sekte itu selalu membuat keributan dimana-mana sampai akhirnya Kakekku Kaisar Xin Wu memutuskan untuk turun tangan dan menekan kekuatan dari sekte itu. Kakekku menghukum mati Cao Ren yang merupakan Master Sekte Angin Ribut saat itu, karena dia telah membunuh ribuan murid dari sekte yang lebih lemah tanpa alasan yang jelas dan menghancurkan Sekte yang tidak sejalan dengan pemikirannya. lambat lain nama Sekte Angin Ribut mulai meredup dan akhirnya menghilang saat di tinggal mati oleh Master Sekte mereka.”
Kaisar Xin Feng mengambil nafas sebentar sebelum lanjut bercerita.
“Enam bulan yang lalu Sekte Angin Ribut ini muncul kembali dengan perubahan yang sangat besar. Di bawah perintah Master Sekte mereka yang bernama Cao Xi Yue. Semua anggota dari Sekte Angin Ribut yang dulunya adalah laki-laki, semuanya telah diganti menjadi perempuan.”
“Lalu bagaimana Master Sekte Cao Xi Yue bisa berhubungan dengan Kakak?” lanjut Putri Xin Ye bertanya.
“Lima bulan yang lalu saat Kakakmu Xin Bao pulang dari medan perang. Dia mengalami luka yang sangat parah dan terjatuh di sekitar wilayah Sekte Angin Ribut. Cao Xi Yue menemukan Kakakmu yang tergeletak di tanah dan membawanya masuk ke dalam Sektenya untuk diobati. Setelah keadaan Xin Bao mulai membaik dia secara pribadi mengantarkan Xin Bao untuk kembali ke Istana saat itu aku sendiri yang menyambut kedatangannya dan sedikit mengobrol dengannya.” jawab Kaisar Xin Feng.
"Setelah ayah mengobrol dengannya apakah ayah mendapati sesuatu yang aneh pada diri Cao Xi Yue. Apakah dia memiliki sifat yang jahat?” tanya Putri Xin Ye penasaran.
“Dia sama sekali tidak jahat, malah sebaliknya dia sangat baik dan sangat cantik. Jika dia jahat mana mungkin dia mau untuk mengobati Kakakmu dan mengantarkannya secara pribadi ke Istana tanpa imbalan seperserpun,” jawab Kaisar Xin Feng.
“Jadi ayah sama sekali tidak memberinya imbalan seperserpun karena sudah menolong Kakak dan mengantarkannya kembali pulang ke Istana. Ayah ternyata sangat pelit,” ucap Putri Xin Ye mencibir.
“Bukan begitu. Ayah sudah menyiapkan sepuluh peti emas dan lima peti perhiasan yang terbuat dari berlian sebagai hadiah karena sudah menolong Kakakmu. Tapi saat ayah akan memberikan hadiah itu, dia menolak dan langsung pergi meninggalkan istana.” jawab Kaisar Xin Feng meluruskan keadaan.
“Jika dia sangat baik dan cantik lalu kenapa sifat kakak bisa berubah menjadi seperti itu setelah bertemu dengannya. Apa jangan-jangan Kakak mengetahui kalau ayah diam-diam juga suka pada Cao Xi Yue dan berniat untuk menjadikannya sebagai pengganti ibu?” tanya Putri Xin Ye.