LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 314 DALAM HUTAN


Jarak antara Benua Utara dan Benua Timur sangat jauh. Jika berjalan biasa, membutuhkan waktu kurang lebih tiga hari dan jika menggunakan bantuan seekor Beast atau kuda, maka jarak itu bisa di tempuh hanya dalam waktu satu hari.


Akan tetapi Heilong tidak bisa mengeluarkan Gremlin di tempat sini karena saat ini masih siang hari dan masih banyak penduduk yang menjalankan aktivitasnya. Dia takut bentuk tubuh Gremlin yang sangat besar dan wajah yang begitu buas, akan menakut-nakuti penduduk di sekitar sini.


Heilong memutuskan untuk berjalan melewati permukaan salju yang sangat tebal sampai akhir dia sampai di sebuah jalan setapak yang merupakan jalan penghubung antara Benua Utara dan Benua Timur.


Sebelum sampai ke Benua Timur, jalan setapak ini akan membawanya ke Hutan Northland yang merupakan hutan perbatasan antara Benua Utara dan Benua Timur. Di hutan inilah Heilong akan mengeluarkan Gremlin karena hutan itu sangat sepi dan luas, jadi sangat mudah bagi Heilong untuk menghindari perhatian penduduk sekitar.


Dia menggunakan sedikit kekuatan energi anginnya untuk berjalan, sehingga langkah kakinya menjadi semakin ringan dan menjadi lebih cepat dari orang biasa.


Hanya dalam waktu dua jam saja, Heilong sudah sampai di depan jalan yang membawa masuk ke dalam Hutan Northland. Padahal dua tahun yang lalu yaitu saat dia baru pertama kali menginjakkan kakinya di Benua Utara ini, dia membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk perjalanan antara Hutan Northland dan Sekte Giok Salju ataupun Makam Es Seribu Pedang.


“Jadi seperti ini rasanya berjalan menggunakan kekuatan energi angin. Aku seperti berjalan dia atas awan saja. Sama sekali tidak terasa capek dan perjalananku menjadi semakin cepat,” ucap Heilong sambil menarik kembali kekuatan energi angin yang ada di kedua kakinya.


“Anda akhirnya sampai di sini juga. Aku sudah berhari-hari menunggu kedatangan anda di sini.”


Tiba-tiba suara seorang laki-laki muncul dari dalam Hutan Northland dan terlihat sesosok pria sedang berjalan menuju ke arah tempat Heilong berdiri.


Heilong tidak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas karena keadaan di hutan ini sangat gelap. Saat ini sudah sore hari dan banyak sekali pohon yang besar dan menjulang tinggi sehingga membuat suasana di dalam hutan menjadi sangat gelap seperti malam hari.


“Lin Chong Wei,” ucap Heilong sedikit terkejut saat pria itu sudah berada dengan jarak satu meter di depannya.


“Salam Tuan,” ucap Lin Chong Wei memberikan salam.


“Kenapa kamu ada di sini? Bukankah seharusnya kamu sudah berada di Benua Timur bersama dengan Yang Shuo karena aku mendapatkan informasi bahwa saat ini Paman Yang Zhu dan Yang Shuo sedang membangun Pavilliun Saung Bambu di Benua Timur,” tanya Heilong.


“Benar. Tuan Yang Zhu dan juga Yang Shuo saat ini sedang berada di Benua Timur. Aku sengaja menunggu Tuan di sini agar aku bisa membantu mengamankan perjalanan anda kembali ke Benua Timur. Tadinya aku ingin langsung menyusul anda saat anda berada di dalam Sekte Giok Salju, tapi aku merubah niatku itu saat aku melihat semua penghuni sekte itu adalah seorang wanita,” jawab Lin Chong Wei.


“Apakah ada orang lain yang ikut bersamamu?” lanjut Heilong bertanya saat dia melihat Lin Chong Wei membawa dua kantung minuman yang terbuat dari kulit seekor Beast.


“Dia memang muridku, tapi murid dalam pendidikan memasak. Di mana dia sekarang? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya,” tanya Heilong yang tidak melihat kehadiran Lu Zhan di sekitar sini.


“Dia sedang memanggang daging di tengah Hutan. Sebelum aku pergi mengambil air untuk minum, aku sudah meninggalkan seekor daging rusa hasil buruanku hari ini. Aku tidak menyangka bahwa di hutan ini banyak sekali rusa tanduk emas. Aku jadi untung banyak karena aku bisa menjual tanduk dan kulit rusa itu saat aku sampai di Benua Timur nanti,” jawab Lin Chong Wei.


“Jadi kami membuat kemah di tengah hutan?” lanjut Heilong bertanya.


“Benar. Karena aku jadi lebih mudah untuk berburu saat berada di tengah hutan. Jika kami membuat kemah di pinggir hutan, aku akan sedikit kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan karena sayur-sayuran di sekitar sini adalah milik para penduduk yang tinggal di pinggir hutan ini,” jawab Lin Chong Wei sambil menunjuk pemukiman penduduk yang terlihat seperti baru di bangun karena saat dia datang ke Benua ini, pemukiman itu belum ada.


“Sejak kapan ada pemukiman penduduk di sekitar wilayah perbatasan? Apakah itu adalah tempat tinggal para prajurit penjaga perbatasan?” ucap Heilong melihat pemukiman penduduk yang ada di dekatnya.


“Sepertinya Kaisar Xuan Wu telah meningkatkan penjagaan di wilayah perbatasan sejak pasukan dari Kerajaan Klan Iblis penyerang ke Benua Utara,” balas Lin Chong Wei.


“Sepertinya perkataanmu itu benar. Ayo kita segera ke tempat Lu Zhan. Aku ingin segera mencicipi rasa daging rusa bakar yang dia buat. Jika rasanya tidak enak, aku akan memberi dia hukuman,” ucap Heilong tersenyum.


Lin Chong Wei dah Heilong langsung berjalan untuk memasuki Hutan Northland lebih dalam dan mengabaikan pemukiman para prajurit Benua Utara karena dia sama sekali tidak tertarik dengan apapun yang ada di sana.


Heilong dan Lin Chong Wei sengaja berhenti agak jauh dari tempat Lu Zhan, kira-kira masih sejauh lima meter dan mereka berdua mengamati semua yang dilakukan oleh Lu Zhan dari atas sebuah pohon yang sangat besar yang ada di sekitar sana.


Dari atas sini, Heilong bisa melihat dengan sangat jelas saat Lu Zhan membakar sebuah daging rusa utuh di atas sebuah api unggun. Aroma harum dari daging bakar itu langsung menyebar ke seluruh bagian dalam hutan saat dia mulai mengoleskan bumbu dari daging bakarnya itu saat dia sedang membalik daging itu.


“Keahlian memasak yang dimiliki Lu Zhan sudah banyak mengalami peningkatan. Sepertinya dia telah berlatih degan sangat keras dan berhasil menguasai semua resep masakan yang ada di catatan yang aku berikan padanya sebelum aku pergi bertarung melawan pasukan Kerajaan Klan Iblis,” ucap Heilong sambil terus mengamati Lu Zhan.


“Selama beberapa hari tinggal bersamanya di dalam Hutan ini, Lu Zhan selalu membuatkan aku berbagai macam makanan yang sangat enak. Apakah kemampuan memasak yang dimiliki oleh Lu Zhan sebelumnya tidak sehebat ini?” tanya Lin Chong Wei penasaran.


“Sebelum menjadi muridku, kemampuan memasaknya sudah cukup baik. Sebenarnya Lu Zhan adalah koki utama di Restoran Bulan Merindu milik paman Yang Zhu. Tapi kemampuan memasak yang dia miliki saat itu tidak sebaik sekarang. Sepertinya dia sudah berlatih teknik memasak dengan sangat keras beberapa bulan ini,” jawab Heilong.


Dao Xue Lian yang sedang beristirahat dengan santai di dalam Dunia Jiwa Heilong, tiba-tiba membuka matanya. Dia bisa merasakan ada suatu energi yang aneh di luar dunia jiwa Heilong.