
Ratusan tombak angin yang terbentuk dari jurus Tombak Bayangan Kematian berbeda dengan tombak angin yang terbentuk dari jurus Tombak Seratus Bayangan. Semua tombak angin yang terbentuk dari jurus Tombak Bayangan Kematian ini adalah tombok asli bukan bayangan.
Pusaran angin tornado kematian yang dibuat oleh Lin Chong Wei terlebih dahulu ternyata memiliki kemampuan untuk menyelimuti setiap bayangan tombak angin yang tercipta dari jurus Tombak Seratus Bayangan agar bisa menjadi bentuk nyata. Sehingga terciptalah seratus tombak angin asli yang membentuk jurus Tombak Bayangan Kematian.
“Boom … Boom … Boom …”
Ratusan tombak angin menabrak penjara es yang dibuat oleh Heilong tanpa henti sampai menyebabkan suara ledakan beruntun.
“Penjara Es yang sangat kuat. Tuan benar-benar sangat hebat,” ucap Lin Chong Wei saat melihat jurusnya tidak mampu untuk menghancurkan Penjara Es yang dibuat Heilong.
“Ini karena tingkat kultivasi dan pemahamanku tentang hukum energi es semakin meningkat. Bukankah kau juga mengalami hal sama, tingkat kultivasi dan pemahaman tentang hukum energi anginmu juga semakin meningkat. Dan satu hal lagi, bukankah sudah sejak lama aku melarangmu untuk memanggilku Tuan. Panggil saja aku dengan namaku,” seru Heilong.
“HeHe …, Aku lebih nyaman memanggil anda dengan sebutan Tuan daripada langsung memanggil nama anda karena biar bagaimanapun juga anda telah menyelamatkan nyawaku,” jawab Lin Chong Wei.
“Baiklah kalau itu memang maumu. Kau bebas memanggilku sesuai kemauanmu,” ucap Heilong kehabisan kata-kata.
Dari kejauhan tanpa disadari oleh Heilong dan Lin Chong Wei, Lin Meylin sudah mengalirkan energi cahayanya kedalam tongkat sihir cahaya surga sambil membaca sebuah mantra.
Cahaya menerangi jiwa.
Matahari menerangi kehidupan.
Matahari tengelam di waktu senja.
Membentuk sebuah kekuatan mematikan.
“Teknik Matahari Pemusnah Kegelapan”
Lin Meylin mengarahkan tongkat sihirnya yang sudah dipenuhi dengan energi cahaya yang menakutkan kearah penjara es. Sebuah simbol sihir raksasa muncul di atas Penjara Es dan memunculkan empat buah matahari yang sangat panas dan menyilaukan. Empat buah matahari itu langsung melelahkan setiap dinding es yang membentuk Penjara Es.
Lin Meylin tersenyum mengejek ke arah Heilong. “Hehe … Bagaimana dengan kekuatanku kakak?”
“Kau lagi gadis kecil. Kau selalu mengganggu momen-momen berhargaku untuk sedikit menyombongkan diri,” ucap Heilong sedikit kesal saat melihat Penjara Esnya dapat dengan mudah di hancur Lin Meylin.
“Siapa yang gadis kecil? Umurku sekarang sudah tujuh belas tahun. Aku bukan gadis kecil lagi! Coba kakak tunjukkan mana bagian tubuhku yang masih kecil,” balas Lin Meylin dengan nada sedikit kesal karena selama ini Heilong masih menganggap Lin Meylin sebagai seorang anak kecil.
“Otakmu yang masih kecil karena kau masih sangat kekanak-kanakan,” jawab Heilong seenaknya.
“Hmph!!” Lin Meylin terlihat semakin kesal lalu dia mengarah tongkat sihirnya ke arah Heilong.
“Cahaya Penghancur Bulan,”
Sebuah bola cahaya seukuran kepala orang dewasa muncul dari tongkat sihir Lin Meylin dan menembak ke arah Heilong.
Heilong langsung menggerakkan pedang taring putih yang ada di tangan kanannya untuk membuat Perisai Es.
“Boom …”
Tubuh Heilong sedikit terdorong kebelakang saat Bola Cahaya Lin Meylin membentur Perisai Esnya.
“Apa yang kau lakukan gadis kecil? Kau ingin membunuhku ya!” ucap Heilong menatap Lin Meylin.
“Mana ada hal seperti itu! Tongkat sihirmu itukan sama sekali tidak memiliki roh senjata di dalamnya jadi mana mungkin bisa bergerak sendiri,” seru Heilong membantah.
“Mungkin ada tapi dia sedang tertidur saat ini dan akan terbangun jika Tuannya sedang mengalami kesulitan. Jika kakak mau membuktikannya coba saja serang aku, mungkin saat itu roh senjata yang ada di dalam tongkatku ini akan terbangun sekali lagi,” balas Lin Meylin santai menutupi kebohongan.
“Baiklah. kalau begitu aku ingin lihat seperti apa bentuk roh senjata yang ada di dalam tongkatmu itu.” seru Heilong.
Heilong segera mengeluarkan pedang baja hitam dan memegangnya dengan menggunakan tangan kirinya. Dia kemudian meledakkan semua energi elemen api dan elemen angin yang ada di dalam tubuhnya dan langsung menyalurkan energi itu ke dalam pedang baja hitam.
Angin dan api yang sangat kuat langsung muncul dan mengelilingi pedang baja hitam. Rupanya Heilong menggunakan jurus Amukan Badai Api untuk melawan Lin Meylin.
“Lagi-lagi kakak mau menggunakan jurus itu untuk melawanku. Apa kakak lupa bahwa jurus itu tidak pernah mampu untuk menembus perisai cahayaku,” seru Lin Meylin.
“Itukan dulu. Sekarang tingkat kultivasi dan pemahamanku tentang hukum energi api dan angin sudah meningkat,” jawab Heilong.
“Kalo begitu mari kita buktikan.”
Lin Meylin langsung mengangkat tongkat sihir cahaya surga yang ada ditangan kanannya dan memutar-mutarkan tongkat itu di sekitar tubuhnya lalu melemparkan tongkat itu ke atas.
“Perisai Cahaya Matahari,”
Tongkat sihir itu langsung mengeluarkan sebuah bola cahaya yang sangat menyilaukan mata seperti sebuah matahari yang terbang di langit. Bola cahaya itu kemudian menyinari daerah di sekitar Lin Meylin berdiri dan membentuk sebuah perisai cahaya yang lebih tebal dari sebelumnya. Dari sini bisa terlihat bahwa pemahaman Lin Meylin tentang hukum energi Cahaya juga mengalami peningkatan.
“Cobalah kakak hancurkan jurus perisai cahayaku yang baru ini,” tantang Lin Meylin.
Heilong menyipitkan matanya dan bergumam. “Bocah kecil itu sekarang sudah lebih kuat dari sebelumnya. Jika aku tidak bisa menghancurkan perisai cahayanya aku pasti akan sangat malu.”
“Hei … Kak. Apa yang kakak lamunkan? Apakah kakak sudah berniat untuk menyerah,” ejek Lin Meylin sekali lagi.
“Siapa yang menyerah! Aku justru memikirkan bagaimana caranya untuk menahan kekuatanku agar tidak melukaimu saat aku menghancurkan perisai cahayamu itu,” jawab Heilong mengelak.
“Oh … Benarkah!!?? Sejak kapan kakak menjadi perhatian terhadapku. Apa jangan-jangan kakak mulai memperhatikanku saat aku mulai tumbuh menjadi seorang gadis dewasa yang cantik. Aku jadi terharu.”
Lin Meylin terus mengejek Heilong untuk membuatnya semakin kesal sehingga dia bisa mengeluarkan semua kekuatan yang ada di dalam dirinya. Dari jauh Lin Chong Wei hanya melihat sambil tersenyum adu mulut antara putrinya dengan Heilong karena hal ini sudah hampir setiap hari terjadi tapi setelah itu mereka akan berbaikan kembali. Seperti sudah terjalin suatu ikatan khusus antara mereka berdua.
“Diam kau anak kecil.”
Heilong kemudian mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan menebaskan ke depan secara vertikal.
“Whoost ...”
Angin tornado api yang tadi menyelimuti pedang baja hitam langsung menyerang ke arah Lin Meylin dan membakar semua benda yang dilewatinya.
“Boom …”
Kekuatan angin tornado api menghantam dengan sangat keras Perisai Cahaya Matahari sehingga menimbulkan suara ledakan yang sangat dahsyat.
Ledakan yang muncul dari serangan ini lebih besar daripada saat serangan Tombak Bayangan Kematian Lin Chong Wei mencoba menghancurkan Perisai Es Heilong.