
Heilong langsung mengambil kedua sarung pedang itu dan memakainya lalu bertanya pada Dao Xue Lian. “Cocok tidak kalau aku memakai sarung pedang ini di punggungku?”
“Coba kau keluarkan Pedang Taring Putih dan Pedang Bintang Api lalu masukkan ke dalam sarung pedang itu,” jawab Dao Xue Lian.
Heilong langsung mengeluarkan kedua pedangnya dan langsung memasukkan ke dalam kedua sarung pedang yang ada di punggungnya. “Apa begini sudah cukup?”
“Masih belum. Sepertinya masih ada yang kurang. Coba sekarang kau keluarkan juga baju perang naga eternal biar lebih kelihatan gagah dan mirip dengan seorang jenderal pasukan militer,” ucap Dao Xue Lian sambil memegang dagunya.
“Baik. Tunggu sebentar,” jawab Heilong semangat.
Heilong langsung menggambar simbol sihir untuk memanggil baju perang naga eternal di dadanya. Tubuh Heilong langsung diselimuti dengan aura berwarna yang berwarna gelap. Setelah beberapa detik, aura itu kemudian berubah menjadi baju perang naga eternal.
“Apa begini sudah bagus?” Heilong bertanya kembali dengan agak malas.
“Sempurna. Baju perang itu sangat pas sekali jika di padukan dengan kedua sarung pedang yang ada di punggungmu. Mulai sekarang kau bisa membawa kedua pedang pusaka itu dengan bebas dan tidak perlu cemas karena tidak ada orang yang bisa mengambil kedua pedang itu darimu,” jawab Dao Xue Lian tersenyum.
“Kenapa bisa begitu? Mana mungkin aku tidak merasa cemas. Kedua pedang pusaka ini memancarkan aura yang sangat kuat dan sarung pedang ini juga sangat bagus, jika ada orang yang melihatnya sudah pasti mereka akan berniat untuk mengambilnya dengan cara apa'pun,” balas Heilong yang tidak mengerti maksud perkataan Dao Xue Lian.
“Ada dua alasan kenapa tidak ada orang yang bisa mencuri pedang itu darimu. Pertama, sarung pedang itu memiliki kemampuan untuk menyembunyikan aura yang keluar dari pedangmu. Jadi setiap orang yang melihat pedang itu, maka mereka akan melihat pedang biasa saja yang tidak memiliki aura atau'pun keistimewaan apa'pun,” jawab Dao Xue Lian.
“Lalu apa alasan yang kedua?” sahut Heilong tak sabar.
“Yang kedua adalah berat sarung pedangmu itu akan bertambah sampai sepuluh ribu kali lipat jika orang lain yang memegang sarung pedang itu karena aku telah membuat sebuah simbol sihir khusus yang menghubungkanmu degan sarung pedang itu. Selain itu hanya kamu saja yang bisa mencabut pedang itu dari sarung pedangnya,” jawab Dao Xue Lian mengakhiri penjelasannya.
“Menarik kalau begitu aku tidak perlu menyembunyikan kedua pedang ini ke dalam Dunia Jiwaku,” ucap Heilong tersenyum lebar setelah mendengar penjelasan Dao Xue Lian.
“Bukankah aku tadi sudah mengatakan hal yang sama. Kamu saja yang tidak percaya,” ucap Dao Xue Lian sedikit cemberut.
“Hehe … Maaf. Apakah kau bisa mengajariku untuk membuat sebuah pisau dengan teknik penempaan tadi? tanya Heilong berharap.
“Bisa. Tapi ada yang harus kau tahu. Menempa sebuah senjata yang memiliki sisi tajam di salah satu bagiannya, bukanlah suatu hal yang mudah. Kau harus menggunakan energi yang lebih besar dan konsentrasi yang ekstra karena harus membuat diagram pengasahan. Jika konsentrasimu sampai terganggu maka pisau yang kau buat itu akan menjadi tumpul,” jelas Dao Xue Lian.
“Dengan kemampuanku saat ini, kira-kira aku bisa membuat berapa pisau?” lanjut Heilong bertanya.
“Aku rasa kau hanya bisa membuat dua buah pisau saja, itu'pun kau harus menggunakan semua kekuatan yang ada di dalam dirimu. Kenapa kau tiba-tiba ingin membuat sebuah pisau? Apakah kau sudah menemukan bahan yang bagus untuk membuat pisau itu?” tanya Dao Xue Lian penasaran.
“Apakah kau yakin jika bahan yang kau miliki itu akan sanggup menahan tekanan dari kekuatan Diagram Penempaan Empat Tingkat. Aku peringatkan padamu, tekanan kekuatan energi alam yang ada di dalam diagram penempaan itu sangatlah kuat. Jika bahan yang kau miliki tidak mampu untuk menahan tekanan itu makan bahan itu akan langsung hancur saat memasuki proses pembentukan. Ini juga merupakan bagian dari seleksi kualitas bahan pembuat senjata,” jelas Dao Xue Lian.
“Aku sangat yakin bahwa benda ini akan mampu menahan tekanan dari diagram penempaan itu karena benda itu merupakan hadiah dari seorang Dewi. Kau bisa melihatnya sendiri jika kau masih ragu,”
Heilong langsung mengeluarkan sebuah balok es berukuran 100 cm X 30 cm dari gelang galaxynya. Balok es ini memancarkan hawa dingin yang tidak lebih lemah dari Pedang Taring Putih. Dalam sekejap suhu udara di sekitar tempat Heilong dan Dao Xue Lian berdiri menjadi turun.
Dao Xue Lian mengangkat alisnya, karena terkejut saat melihat benda yang ada di tangan Heilong. “Apakah itu adalah balok es abadi? Darimana kau mendapatkan benda itu? Benda seperti itu seharusnya tidak ada di Planet ini.”
“Seorang Dewi yang bernama Shen Bing memberiku benda itu saat aku bertemu dia di dasar sebuah sungai yang ada di Planet ini,” jawab Heilong. ( Yang lupa coba di baca ch 190 )
Heilong tidak bisa menunjukkan di mana lokasi dia bertemu dengan Dewi Shen Bing karena dia sudah berjanji akan menyembunyikan informasi tentang keberadaan Dewi Shen Bing dari orang lain.
“Kau beruntung meskipun benda itu tidak termasuk benda yang langka di alam dewa ataupun alam iblis tapi benda itu lebih keras dari baja yang ada di dunia manusia. Bahan itu cukup mampu untuk menahan tekanan dari Diagram Galaksi Empat tingkat, kapan kau akan mulai membuat pisau yang kau inginkan?” tanya Dao Xue Lian.
“Secepatnya, kalau bisa sekarang,” jawab Heilong.
“Duduklah di depanku aku akan mengajarkanmu mantra dan cara membuat diagram simbol sihir dari Diagram Penempaan Galaksi Empat Tingkat,” perintah Dao Xue Lian.
Heilong langsung duduk di depan Dao Xue Lian tanpa banyak bicara lagi. Dao Xue Lian menyentuh dahi Heilong dengan jari tulunjuk kanannya. Jari telunjuk Dao Xue Lian langsung bersinar dengan cahaya kegelapan dan mulai memasukkan semua pengetahuan tentang Diagram Penempaan Galaksi Empat Tingkat ke dalam dunia pikiran Heilong.
Butuh waktu kurang lebih satu jam bagi Heilong untuk menguasai semua pengetahuan Diagram Penempaan Galaksi Empat Tingkat yang baru diberikan Dao Xue Lian.
“Apakah kau sudah membaca dan memahami semuanya?” tanya Dao Xue Lian saat melihat Heilong membuka matanya.
“Aku sudah memahami semua tentang diagram penempaan itu, tapi aku rasa kekuatanku belum cukup untuk membuat gambar diagram penempaan dengan ukuran yang sangat besar seperti apa yang telah kau tunjukkan padaku saat membuat sarung pedang ini,” jawab Heilong.
“Tunjukkan padaku seberapa besar ukuran diagram penempaan yang bisa kau buat dengan kekuatanmu saat ini,” perintah Dao Xue Lian.
Heilong langsung memusatkan konsentrasi dan energi elemen api miliknya untuk membuat gambar diagram penempaan galaksi empat tingkat yang baru saja diajarkan Dao Xue Lian.
Heilong mulai menggerakkan kedua tangannya dan menggambar empat buat diagram sihir yang di susun secara bertingkat. Dia terus memusatkan konsentrasinya untuk menggambar diagram itu sampai selesai dan memakan waktu kurang lebih lima belas menit.
Dao Xue Lian langsung mengerutkan keningnya dan menutup mulutnya menggunakan tangan kanannya saat melihat gambar diagram penempaan yang di buat Heilong.