
"Tanpa aku sadari, ternyata selama ini ada dua ekor succubus yang menyusup ke dalam sekteku dan menyamar sebagai murid sekte. Katakan apa yang kalian incar dari sekteku?" tanya Xue Xian Hou setelah mendengar pengakuan dari succubus Lily.
"Benda yang paling berharga di Planet ini. Benda itu adalah Batu Pelangi Matahari yang di simpan di salah satu tempat rahasia yang ada di sektemu dan sepertinya sekarang ratu kami sudah menemukan tempat dimana batu itu kalian sembunyikan," jawab succubus Lily.
"Jadi rupanya Klan Iblis memang benar-benar mengincar batu pelangi matahari. Terimakasih karena telah memberikan informasi yang sangat penting ini. Sekarang saatnya kau ucapkan selamat tinggal pada dunia ini," ucap Xue Xian Hou.
"Apa yang akan kau lakukan..!! Bukankah aku sudah menjawab semua pertanyaanmu." ucap succubus Lily ketakutan.
"Kau pikir aku akan membiarkan penyusup yang berani memasuki sekteku pergi begitu saja dengan tenang," ucap Xue Xian Hou dingin. Lalu dia mulai melakukan gerakan tangan untuk mengaktifkan musim dingin pada segel empat musim.
"Musim Dingin," teriak Xue Xian Hou.
Secara perlahan tubuh naga api yang merupakan jelmaan dari succubus Lily mulai membeku. Di mulai dari ujung kakinya lalu terus naik dengan perlahan sampai ke atas kepala naga.
Selama proses pembekuan tubuh naga dalam penjara es, succubus Lily beberapa kali memohon dan mengumpat pada Xue Xian Hou. Tapi, dia tidak sama sekali menanggapinya.
Setelah tubuh succubus Lily benar-benar membeku, Xue Xian Hou lalu mengembalikan koneksi dari segel empat musim pada keempat guru pembimbing tadi.
"Kalian jaga penjara es ini baik-baik sampai aku kembali. Aku akan pergi mencari ratu succubus itu," ucap Xue Xian Hou.
"Baik.Master Sekte," jawab keempat guru kompak.
"Haha … Jangan khawatir gadis kecil karena aku akan membantu menjaga penjara es ini," suara seorang pria tua tiba-tiba terdengar di udara.
"Boom ..."
Tiba tiba seekor beruang putih raksasa dengan tinggi dua puluh meter turun dari langit.
"Mons ... Monster..." ucap guru Jing Yu terkejut lalu dia berlari untuk menyerang monster beruang itu.
"Berhenti. Dia bukan monster, dia adalah temanku emperor white bear penjaga makam es seribu pedang," seru Xue Xian Hou menghentikan Jing Yu yang sudah berlari untuk menyerang emperor white bear.
Guru Jing Yu menghentikan langkahnya dan segera meminta maaf sambil memberi hormat. "Jadi anda adalah emperor white bear. Maafkan atas ketidaktahuanku."
"Tidak apa-apa. Lupakan saja, itu cuma kesalahpahaman saja," ucap emperor white bear santai.
"Ada apa kamu datang kesini?" tanya Xue Xian Hou.
"Beberapa waktu yang lalu saat sedang bermeditasi, tuan dewa tiba-tiba merasakan hawa iblis yang sangat besar sedang menuju ke Sekte Snow Moon karena itu dia memerintahkan aku datang kemari untuk membantumu menjaga sekte ini," jawab emperor white bear.
"Jadi Divine Beast Genbu juga merasakan hal ini. Karena kamu sudah ada di sini maka aku minta bantuanmu untuk membantu keempat muridku menjaga penjara es ini, tenang saja mereka berempat sudah menjadi guru pembimbing di sekte ini. Jadi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mereka memiliki kemampuan untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Aku harus segera pergi mencari penyusup yang satu lagi," ucap Xue Xian Hou.
"Baiklah, serahkan semua masalah yang disini padaku. Kau cepatlah temukan penyusup yang satu lagi," ucap emperor white bear.
Xue Xian Hou lalu terbang meninggalkan mereka dan bergerak menuju ke Ice Snow Palace karena di sana terdapat satu-satunya pintu masuk menuju ke makam es milik sekte snow moon.
Pesawat MX-Z1 Max Lightning.
Sementara itu di tempat yang berbeda.
Heilong merasa cemas dalam hatinya karena pesawat yang di naikinya belum juga sampai ke Benua Utara.
Akhirnya dia memutuskan untuk bertanya pada komputer pintar yang ada di pesawat itu.Dia benjalan mendekati sebuah tabung kaca yang ada di tengah-tengah komputer.
"Mito, butuh waktu berapa jam lagi untuk sampai ke Benua Utara?" tanya Heilong sambil melihat hologram seorang gadis kecil yang ada di dalam tabung kaca.
"Menurut hitungan dari sistem, kita membutuhkan waktu empat jam lagi untuk sampai ke Benua Utara," jawab Mito.
"Apa tidak ada cara untuk mempercepatnya." seru Heilong.
"Ada tuan. Pesawat ini dilengkapi dengan 30 mesin jet turbo untuk menambah kecepatannya. Setiap mesin jet turbo yang menyala akan menambah kecepatan pesawat ini sebesar 10%. Jadi jika semua mesin jet turbo menyala maka kecepatan pesawat ini akan bertambah sebesar 300 % atau empat kali lipat dari kecepatan normalnya," jawab Mito.
"Kalau begitu cepat nyalakan mesin jet turbo karena aku harus segera sampai ke Benua Utara secepat mungkin," ucap Heilong.
"Tidak bisa karena saat ini kita kekurangan sumber energi untuk dapat menyalakan mesin jet turbo," jawab Mito.
"Heilong cepat kamu ambil Batu Pelangi Matahari yang kamu simpan di gudang pusaka," ucap Li Ziqi yang sejak tadi sudah duduk dengan santai di sebuah kursi yang ada di sudut kokpit sambil menikmati minuman dingin buatan Heilong.
"Benar, aku punya batu pelangi matahari pemberian master sekte snow moon. Baik guru, aku akan segera mengambilnya," ucap Heilong sambil bergegas lari menuju ke gudang pusaka untuk mengambil batu pelangi matahari.
Setelah sampai di gudang pusaka, Heilong segera mengambil batu pelangi matahari dan bergegas meninggalkan gudang pusaka untuk kembali ke kokpit pesawat. Tapi, ketika dia akan menutup pintu gudang pusaka tiba-tiba dia mendengar suara benda jatuh di salah satu rak.
Dia segera berjalan ke rak itu untuk mencari tahu benda apa yang jatuh. Setelah sampai di rak itu, dia menemukan sebuah kotak kardus berwarna putih sudah jatuh di atas lantai dan bagian sebelah kanan kardus sudah penyok.
Heilong lalu membuka kardus itu untuk melihat apakah benda di dalamnya rusak atau tidak.
"Ini..!!?? Bukankah ini adalah perlengkapan untuk memainkan game VR," Heilong terkejut setelah membuka kotak kardus itu dan ternyata isinya adalah sebuah kaca mata yang biasa digunakan untuk memainkan game virtual reality atau biasa di singkat VR. Lalu disebelah3 kaca mata VR itu dia menemukan disk yang betuliskan "The Power Of Java."
"Sepertinya ini game yang bagus. Aku akan memainkannya nanti setelah masalah di Benua Utara selesai." ucap Heilong lalu dia menyimpan kardus putih di dalam cincin galaxynya.
Dia lalu pergi meninggalkan gudang pusaka setelah menyimpan kotak kardus itu.
Setelah sampai di kokpit pesawat, Heilong segera memberikan batu pelangi matahari pada Li Ziqi.
Li Ziqi berjalan menuju sebuah mesin pemindah yang ada di dekat komputer dan meletakkan batu pelangi matahari di sana.
"Mito coba kamu periksa apakah batu ini cukup untuk untuk menyalakan dua buah mesin jet turbo," ucap Li Ziqi.