
Simbol sihir bergambar naga emas yang ada di punggung telapak tangan jendral Zed Bai Lian langsung bergetar dan berpindah tempat ke depan telapak tangan kanan jendral Zed Bai Lian. Simbol sihir naga emas itu terus membesar sampai seukuran tubuhnya. Simbol sihir itu terus berputar-putar di depan tubuh jendral Zed Bai Lian sambil memancar aura berwarna emas dan hitam yang sangat kuat.
Sinar berwarna hitam dan emas dengan kekuatan yang sangat menakutkan tiba-tiba keluar dari simbol sihir naga emas dan langsung menembak lurus kearah Last seperti sebuah meteor yang siap menghancurkan sebuah planet.
“Gawat!! Last bisa mati jika terkena serangan sekuat itu. Aku harus segera menolongnya untuk menghindari serangan itu,” pikir Jiro yang mengkhawatirkan keadaan Last karena Last adalah satu-satunya sahabat yang dia miliki sejak kecil.
Jiro mulai memusatkan kekuatan angin dan kegelapan ditangan kanannya, lalu dia mengarah kekuatan yang ada di tangan kanannya ke kedua kakinya untuk memindahkan kekuatan itu ke kakinya.
“Teknik serigala pemburu kegelapan.”
Rupanya Jiro langsung menggunakan teknik kecepatan andalannya dan berlari secepat kilat menuju ke tempat Last berada.
“Untung saja masih sempat,” ucap Jiro saat tiba di belakang Last.
“Serigala bau, untuk apa kau ada disini. Aku bisa mengatasi serangan ini sendirian,” ucap Last saat melihat Jiro yang tiba-tiba muncul di belakangnya.
“Diam kau vampire bodoh.”
Tanpa basa basi lagi, Jiro langsung mencengkram bahu kanan Last dan menarik tubuh Last untuk bergerak menjauhi arah lintasan dari serangan jendral Zed Bai Lian.
“Boom …!!!”
Tembakan dari jurus meriam raungan naga emas yang dikeluarkan oleh jendral Zed Bai Lian langsung mengenai empat buah gunung yang ada di samping istana Kerajaan Klan Iblis karena Last sudah pergi menghindar. Ledakan yang sangat besarpun terjadi dan dapat disaksikan oleh semua penghuni jurang kegelapan, ledakan ini sangat mirip dengan ledakan beberapa waktu yang lalu saat batu ilusi bunglon yang dibuat oleh Li Ziqi meledak di wilayah Kerajaan Klan Iblis.
Setelah kabut asap dari ledakan itu menghilang, seluruh penghuni jurang kegelapan dibuat terkejut karena empat buah gunung yang ada di samping istana telah rata dengan tanah.
*
Semua prajurit penjaga istana menjadi terkejut dan langsung berlari menuju ke aula istana kerajaan karena sinar yang menyebabkan ledakan besar itu berasal dari sana.
Ignis menjadi terkejut ketika melihat semua prajuritnya datang ke aula istana dengan panik. Dia kemudian bertanya pada pemimpin dari para prajurit penjaga.
“Ada apa kalian semua datang kemari dengan panik? Apakah ada yang sedang menyerah kerajaan kita?”
“Lapor Patriarch, kami semua melihat sebuah kekuatan besar yang menyebabkan ledakan yang sangat dahsyat. Dan kekuatan yang dahsyat itu berasal dari tempat ini, karena itulah saya mengajak semua prajurit yang sedang berjaga untuk menuju ketempat ini.”
“Kalian semua kembalilah ketempat kalian masing-masing karena tidak terjadi apa-apa disini. Itu semua hanya latih tanding yang dilakukan oleh para jendral iblis.”
“Siap Patriarch.”
Para prajurit itu langsung kembali ketempat mereka masing-masing setelah mendapat perintah dari Patriarch Kerajaan Klan Iblis.
Kerajaan Klan Iblis adalah satu-satunya kerajaan di planet ini yang di pimpinan oleh seorang Patriarch karena raja dari kerajaan ini yaitu Dark Etheroz tidak sedang berada di Kerajaannya. Sebelum Dark Etheroz pergi meninggalkan kerajaannya dia telah menitipkan semua tanggung jawab yang berkaitan dengan kerajaan Klan Iblis pada sahabatnya yang merupakan Patriarch dari Klan terkuat yang ada di jurang kematian ini yaitu Klan Iblis.
Dark Etheroz juga menjadikan sahabatnya menjadi seorang perdana menteri agar dia lebih mudah mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan kerajaan. Ignispun menerima jabatan itu dengan satu syarat, setelah dia menjadi seorang perdana menteri, dia tetap ingin di panggil sebagai Patriarch karena jabatan perdana menteri ini hanya sementara baginya. Ignis berencana untuk mengembalikan jabatan ini setelah Dark Etheroz kembali sehingga bisa fokus untuk mengurus Klannya lagi.
*
“Hehe … Kau lihat itu vampire bodoh. Jika aku tidak segera datang menolongmu, tubuhmu pasti sudah hancur seperti keempat gunung itu,” ejek Jiro sambil menyeringai.
“Aku adalah vampire yang abadi. Meskipun tubuhku hancur, aku bisa kembali hidup lagi. Aku sama sekali tidak membutuhkan bantuan serigala bau sepertimu,” bantah Last.
“Itu jika jantung jiwa vampiremu tidak hancur. Apakah kau yakin jantung jiwa vampiremu itu tidak akan ikut hancur jika dihantam kekuatan sebesar itu,” sahut Jiro sambil menatap keempat gunung yang telah rata dengan tanah.
“ … ”
Last hanya terdiam tidak bisa berkata apa-apa karena semua yang dikatakan Jiro memang benar. Mustahil jika jantung jiwa vampirenya akan tetap untuk jika dihantam kekuatan sebesar itu dengan telak. Seandainya selamatpun kemungkinan besar jantung jiwa vampirenya akan mengalami kerusakan yang cukup parah.
“Dasar bodoh!! Apa yang sedang kalian berdua lakukan! Sampai kapan kalian akan terus mengobrol. Apa kalian tidak sadar bahwa saat ini kalian sedang dalam sebuah pertarungan. Jika kalian tidak menyerangku maka aku yang akan menyerang kalian.”
Jendral Zed Bai Lian langsung menegur Last dan Jiro yang sedang asyik mengobrol di tengah pertarungan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka berdua kurang waspada atau mereka berdua telah meremehkan musuhnya. Jenderal Zed Bai Lian sangat membenci hal seperti itu.
“Hei vampire bodoh lawan kita kali ini bukanlah lawan biasa. Kekuatannya lebih besar dari lawan-lawan kita yang sebelumnya, kekuatan yang dia miliki hampir setara dengan yang mulia Dark Etheroz. Kita harus menggabungkan kekuatan kita untuk melawannya,” ucap Jiro yang sudah mengeluarkan senjata pusakanya berupa kapak.
“Yang kau katakan kali ini memang benar serigala bau karena aku juga merasakan hal yang sama. Kali ini aku setuju dengan rencanamu, aku akan menyerang dia dari jauh menggunakan rantaiku sambil membuat sebuah celah untukmu menyerang. Saat kau melihat celah yang ada pada tubuhnya, langsunglah kau serang dia menggunakan kapakmu itu,” jawab Last.
“Tarian mawar berdarah.”
Last melemparkan rantai yang ada di kedua tangannya ke arah jendral Zed Bai Lian. Rantai itu kemudian berubah menjadi ribuan kelopak bunga mawar yang sangat tajam dan terus menari-nari di sekitar tubuh jendral Zed Bai Lian untuk mengacaukan perhatiannya.
“Serigala bau, sekarang saatnya kau menyerang. Perhatiannya saat ini sedang terpecah karena dia harus menghindari serangan rantaiku yang telah berubah menjadi ribuan pisau kelopak bunga mawar.”
Jiro langsung berlari untuk menyerang jendral Zed Bai Lian sambil menyelinap di balik kelopak-kelompok bunga mawar yang dibuat oleh Last. Saat tiba di belakang jendral Zed Bai Lian, Jiro langsung melompat sambil menebaskan kapaknya ke punggung jendral Zed Bai Lian.
Hembusan angin yang kuat beserta energi kegelapan yang mengerikan langsung menyelimuti kapak pusaka yang ada di tangan Jiro.
“Roar …”
Suara raungan seekor naga tiba-tiba kembali terdengar dan tubuh jendral Zed Bai Lian kembali di selimut dengan aura berwarna keemasan. Rupanya Jendral Zed Bai Lian kembali menggunakan jurus tubuh absolut naga emas miliknya untuk menahan gabungan serangan dari Last dan Jiro.
“Clang …”
Kapak taring putih Jiro berhasil menghantam baju perang emas jendral Zed Bai Lian dengan sangat keras. Tapi ada yang aneh!
Tubuh Jiro langsung terpental saat kapaknya menghantam baju perang jendral Zed Bai Lian. Rupanya jurus tubuh absolut naga emas ini bukan hanya melindungi dari serangan musuh, tapi jurus ini juga mempunyai kemampuan untuk membalikkan serangan musuhnya.
“Naga emas membelah angkasa.”
Kedua kaki jendral Zed Bai Lian langsung memancarkan aura yang berwarna hitam pekat dan dalam sekejap tubuh jendral Zed Bai Lian langsung menghilang dan muncul di depan Last. Rupanya ini adalah teknik kecepatan elemen kegelapan tingkat tinggi yang dimiliki oleh jendral Zed Bai Lian, kecepatannya bahkan lebih cepat dari teknik kecepatan yang dimiliki Jiro. Jendral Zed Bai Lian langsung meninju muka Last dengan kepalan tangan kanannya sampai dia tersungkur menabrak dinding istana.
Jendral Zed Bai Lian Kemudian berlari menuju ke arah tubuh Jiro yang akan mendarat di tanah. Dia langsung menangkap kaki kanan Jiro dengan tangannya lalu melemparkan tubuh Jiro ke tempat Last.
“Buk …”
Tubuh Jiro menghantam tubuh Last dengan keras sampai dinding yang ada di belakang mereka menjadi hancur.
“Ha ... Ha ... Jadi cuma sebatas itu keturunan dari ras vampire taring perak dan ras manusia serigala cakar hitam saat ini. Kalian berdua benar-benar membuat malu leluhur kalian, raja vampire taring perak Lenox dan raja manusia serigala cakar hitam Jesper.” ejek jendral Zed Bai Lian sambil tertawa.
Last dan Jiro tidak bisa berkata apa-apa dan terdiam. Vanes yang melihat Last dan Jiro diperlukan oleh jendral Zed Bai Lian menjadi sedikit geram, dia kemudian membalas ejekan jendral Zed Bai Lian.
“Aku akui ras naga kegelapan mata darah memang lebih kuat dari pada ras lainnya, terlebih lagi di dalam darahmu juga mengalir darah dari ras naga emas yang dikenal sebagai ras naga yang memiliki pertahanan paling kuat. Tapi apakah kekuatan dari ras campuran sepertimu bisa mengalahkan ras murni seperti kami,”ucap vanes.
“Jika kau sangat penasaran, kenapa kau tidak maju untuk melawanku. Aku sama sekali tidak keberatan untuk melawan wanita cantik sepertimu. Tapi jika kau kalah maka kau harus menemaniku makan malam ini,” seru jendral Zed Bai Lian.
Vanes merupakan jendral iblis tercantik. Wajahnya sedikit lebih cantik dari Minmei yang merupakan keturunan dari ras succubus pemikat mimpi yang terkenal sering memikat para pria dengan kecantikannya. Mungkin ini karena dulunya ras rubah ekor pelangi adalah makhluk yang tinggal di alam dewa sebelum mereka memberontak dan bergabung dengan para iblis.
“Kau sangat kurang ajar!! Kau pikir aku ini wanita seperti apa!”
Vanes menjadi sangat marah ketika mendengar ucapan dari jendral Zed Bai Lian yang sudah menjatuhkan harga dirinya dimata para jendral iblis yang lain dan juga Patriarch Klan Iblis.
Sedangkan Patriarch Klan Iblis hanya tersenyum saja mendengar Vanes diejek oleh jendral Zed Bai Lian di depan umum karena ini juga bagian dari perintahnya untuk memberi pelajaran kepada kelima jendral iblis yang lainnya agar mereka berlima mau berlatih kultivasi lebih keras lagi.
Vanes yang marah langsung menggunakan tujuh ekornya yang memiliki warna yang berbeda-beda seperti warna pelangi untuk menyerang jendral Zed Bai Lian.
Jenderal Zed Bai Lian hanya menanggapi serangan dari Vanes dengan santai. Dia hanya menggunakan satu tangan saja untuk menangkis semua serangan yang dilakukan oleh Vanes menggunakan ekornya. Jendral Zed Bai Lian seperti bisa menebak kearah mana Vanes akan menyerang.
“Aku tahu kau memang seorang wanita, jadi kau pasti akan sangat marah jika diejek seperti itu. Tapi ingatlah dengan statusmu di Kerajaan Klan Iblis, kau bukan hanya seorang wanita biasa tapi kau adalah seorang jendral iblis dari kerajaan Klan Iblis. Kau harus bisa mengendalikan emosimu saat berperang. Jangan biarkan dirimu jatuh kedalaman emosi dan menyerang musuhmu secara membabi buta seperti ini. Apakah kau tidak sadar bahwa serangan yang dilakukan secara membabi buta akan lebih mudah di tebak oleh lawanmu kemana arah seranganya.”
Vanes langsung tersadar dan menghentikan serangannya karena dia melihat serangan yang dia lakukan dapat ditangkis dengan mudah oleh jendral Zed Bai Lian.
“Apa sebenarnya tujuan dari jendral naga emas ini. Dia menantang kami berlima untuk bertarung melawannya dan mempermalukan kami dengan ejekaannya yang kasar, tapi di sisi lain dia juga sedikit memberi bimbingan kepada kami. Apakah tujuannya yang sebenarnya adalah untuk menguji sejauh mana kemampuan kami?” gumam Vanes dalam hati.
“Siapa yang membiarkanmu melamun,” ucap jendral Zed Bai Lian sambil mengibaskan tangan kanannya kearah Vanes sehingga menciptakan hembusan angin yang cukup kuat untuk membuat tubuh Vanes sedikit tersungkur ke belakang.
Vanes berusaha mengendalikan emosinya dan memfokuskan pikirannya untuk menyerang jendral Zed Bai Lian. Vanes menggerakkan kedua tangannya untuk membuat sebuah gerakan segel sihir.
“Teknik rubah memakan bulan,”
Aura kegelapan yang begitu kuat memancar dari tubuh Vanes dan membuat daerah di sekitarnya menjadi gelap karena tertutup oleh cahaya berwarna hitam pekat. Dalam kegelapan, Vanes mulai bergerak untuk menyerang jendral Zed Bai Lian.
“Bak … Buk … Bak … Buk”
Serangan-serangan ekor Vanes berhasil mengenai tubuh jendral Zed Bai Lian, tapi serangan itu tidak berdampak apa-apa bahkan tubuh jendral Zed Bai Lian tidak bergeser sedikitpun dari tempatnya berdiri.
“Mengejutkan sekali. Kau rupanya memiliki jurus yang cukup unik seperti ini, tapi sayangnya jurusmu yang hebat ini tidak didukung dengan kemampuan fisik yang kuat. Ini hanya seperti seekor semut yang bersembunyi di dalam kegelapan untuk menggigit seekor gajah,” jendral Zed Bai Lian kembali mengejek Vanes.
Vanes yang sudah mengerti apa tujuan dari jendral Zed Bai Lian yang sebenarnya sama sekali tidak menanggapi ejekaan itu dan lebih memilih untuk fokus membuat serangan berikutnya.
“Cahaya naga emas,”
Sinar berwarna emas memancar dari tubuh jendral Zed Bai Lian dan mematahkan jurus dari Vanes.
Vanes sama sekali tidak panik. Dia langsung melemparkan lima buah formasi sihir berbentuk bulan dalam lingkaran di sekitar tempat jendral Zed Bai Lian berdiri. Vanes kemudian menggerakkan tangannya dan gambar-gambar sihir berbentuk bulan itu mulai terhubung satu sama lain dan membentuk sebuah formasi berbentuk bintang dalam lingkaran dengan gambar bulan di setiap sudut formasi itu.