LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 24 — Takdir.


"Demi untuk melawan Bangsa Iblis yang ada di Planet ini. Kami para Divine Beast yang ada di planet ini sepakat untuk melatih seorang kultivator yang sangat kuat. Namun, sebelum dia mampu mencapai Lapis God, teror dari Bangsa Iblis menjadi semakin meluas. Pada akhirnya aku mengijinkan dia pergi untuk melawan para iblis. Dan, di saat akhir hidupnya, dia berhasil menggunakan seluruh kekuatan yang ia miliki untuk menyegel pemimpin dari Bangsa Iblis itu yang bernama Dark Etheroz."


"Aku baru tahu jika ada cerita seperti itu di Planet ini. Lalu apakah segel itu akan bertahan selamanya?" tanya Heilong sambil memegang dagunya.


"Tidak! Segel itu akan segera menghilang beberapa tahun lagi. Sebelum segel itu menghilang, kami semua harus melatih seorang kultivator lain untuk menghadapi bencana ketika pemimpin dari Bangsa Iblis itu bebas,” jawab Roh Divine Beast Genbu.


“Apakah ada persyaratan khusus bagi para kultivator yang akan kalian pilih untuk dilatih?” lanjut Heilong terlihat semakin antusias seakan-akan ia ingin mengajukan diri untuk menjadi kultivator pilihan para Divine Beast.


“Karena ini adalah tugas yang berat dan cukup berbahaya. Maka dibutuhkan seorang kultivator yang kuat baik tubuh dan jiwanya. Inilah alasan kenapa kami harus menguji dulu seseorang sebelum orang itu mendapat warisan kami. Selain itu, orang yang berhasil membunuh pemimpin dari Bangsa Iblis akan mendapatkan posisi khusus ketika dia berhasil naik ke Dunia Atas."


Roh Divine Beast Genbu menjelaskan dengan rinci tentang tujuan diadakannya ujian para Divine Beast di Planet Dreamland ini.


Roh Divine Beast Genbu menatap Heilong lalu bertanya. "Anak muda apakah kamu sudah siap untuk menerima ujian ini?"


"Sebenarnya aku datang kesini bukan untuk mengikuti ujian. Tapi aku hanya kebetulan saja lewat sini ketika akan menghindari badai salju yang terjadi di sekitar tempat ini," jawab Heilong.


"Lalu apa sekarang maumu?" lanjut Roh Divine Beast Genbu bertanya.


"Setelah aku mendengar cerita dari anda bahwa sebenarnya Planet ini sedang dibayang-bayangi oleh bahaya yang menakutkan dari Bangsa Iblis, maka aku bersedia menerima ujian ini karena ini mungkin saja takdir yang digariskan oleh Sang Pencipta padaku," jawab Heilong dengan tegas.


"Haha … Bagus … Bagus .... "


"Sebelum aku memberimu ujian ini, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu. Apa tujuanmu berlatih ilmu beladiri?"


Dengan pandangan yang tajam, Roh Divine Beast Genbu bertanya pada Heilong. Tatapan ini sampai membuat Heilong menjadi bergetar karena tatapan ini juga mengandung tekanan yang sangat kuat.


"Tentu saja untuk menjadi kuat sehingga dapat merubah takdirku," jawab Heilong dengan suara lantang tanpa ragu sedikitpun.


"Merubah takdir?! apa kau sedang bercanda? Dewa tertinggi saja tidak dapat merubah takdir seseorang. Lalu bagaimana a caramu untuk merubah takdir?"


Roh Divine Beast Genbu seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar. Diapun menanyakan pada Heilong bagaimana caranya agar dia bisa meraih keinginannya itu.


"Tentu saja yang ingin aku rubah bukanlah takdir tentang Hidup dan Mati karena itu adalah ketetapan dari Sang Pencipta dan tidak akan pernah bisa dirubah. Yang ingin aku rubah adalah takdir yang berkaitan dengan sebab akibat atau yang biasa di sebut nasib. Contohnya, seseorang yang terlahir miskin jika dia mau bekerja keras maka dia bisa menjadi kaya. Begitu juga sebaliknya orang kaya jika malas bekerja cepat atau lambat kekayaannya akan habis juga. Jika takdir seperti ini adalah suatu ketetapan yang tidak bisa dirubah, untuk apa orang-orang bekerja. Untuk apa juga ada orang yang belajar untuk mencari ilmu. Mereka lebih baik diam di rumah menerima takdirnya. Sama hanya dengan aku yang terlahir sebagai orang yang lemah. Karena aku ingin menjadi kuat aku harus berlatih dan berkultivasi dengan keras."


Semangat yang kuat bisa terlihat di mata Heilong saat dia menjelaskan tentang takdir yang ingin dia rubah.


Semangat yang ada di dalam mata Heilong mampu meyakinkan Roh Divine Beast Genbu bahwa Heilong benar-benar layak untuk menjadi pewarisnya.


"Haha … Sangat menarik," Roh Divine Beast Genbu tertawa puas mendengar jawaban Heilong.


"Anak muda jawabanmu benar-benar menarik. Aku sangat terkesan setelah melihat bahwa seorang anak berusia lima belas tahun memiliki pemikiran yang sangat luas. Kau memang benar-benar layak untuk mengikuti ujian dan menerima warisan dari Divine Beast. Aku akan bertanya sekali lagi. Apakah kamu benar benar sudah siap untuk menerima ujian dariku?" Roh Divine Beast Genbu menatap Heilong dengan tajam.