LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 241 MERUBAH TUJUAN


“Baiklah, sekarang aku akan segera membawa tubuh Xin Ye ke Hutan Northland karena semakin lama kita menghabiskan waktu untuk mengobrol di sini maka kesempatan untuk Xin Ye kembali pilih menjadi lebih sedikit.”


Heilong tidak ingin membuang banyak waktu lagi karena sekarang dia sudah mengetahui ke mana dia harus pergi untuk mengambil Batu Permata Phoenix yang sekarang sudah menjadi sebuah senjata pusaka.


“Tunggu dulu aku akan ikut. Bagaimana'pun juga aku adalah Ayahnya dan aku juga ingin bertemu dengan Kakekku. Aku akan menemanimu pergi ke pulau bagian dalam Hutan Northland untuk mengambil Tongkat Phoenix Angin,” ucap Kaisar Xin Feng yang menahan Heilong agar menunggunya.


“Baiklah kalau begitu kita bertemu di Hutan Northland. Aku akan menunggu anda di depan danau yang menjadi pintu masuk untuk menuju ke pulau bagian dalam,” jawab Heilong mengakhiri pembicaraan dan mematikan cermin komunikasi itu.


Kaisar Xin Feng'pun segera berpamitan pada Divine Beast Byako untuk pergi ke Hutan Northland. Dia juga tidak lupa untuk menitipkan keamanan Kerajaan White Tiger pada Divine Beast Byako. Tapi Divine Beast Byako tiba-tiba menghentikannya saat dia akan mengeluarkan Beastnya.


“Tunggu Xin Feng! Aku ingin kau memberikan ini pada Long Bai karena aku rasa dia pasti akan membutuhkan ini saat pergi untuk mengambil Tongkat Pusaka itu. Tongkat Phoenix Angin ini bukanlah sebuah senjata pusaka biasa karena sampai saat ini dua orang mantan penguasa dari dua Benua belum bisa menaklukkan senjata pusaka itu meskipun mereka berdua sudah mencoba menaklukkannya selama ratusan tahun,” seru Divine Beast Byako sambil memberikan sebuah kotak berwarna putih pada Kaisar Xin Feng.


“Apakah mungkin di dalam senjata itu ada sebuah roh senjata yang sangat kuat dan ganas?” tanya Kaisar Xin Feng.


“Kemungkinan besar penempa senjata itu memang memasukkan sebuah roh senjata yang sangat ganas melalui Batu Angin Barat. Aku sangat mengenal karakteristik dari Batu Permata Phoenix karena batu itu adalah batu suci yang dimiliki oleh Ras Phoenix yang merupakan salah satu ras dari hewan suci jadi batu itu tidak akan memiliki sifat yang jahat meskipun sudah di tempat menjadi sebuah senjata,” ucap Divine Beast Byako.


“Baik. Saya mengerti. Saya akan segera memberikan kotak ini pada Long Bai saat aku bertemu dengannya di Hutan Northland,”


Kaisar Xin Feng pun segera menerima kotak putih itu dan menyimpannya di dalam batu kecubung ungu yang ada di mahkotanya. Kaisar Xin Feng memang terkenal tidak suka memakai cincin ataupun kalung karena itu dia menempatkan batu kecubung ungu yang biasa digunakan sebagai bahan untuk membuat cincin atau'pun kalung penyimpanan ke dalam mahkotanya.


Kaisar Xin Feng lalu memanggil Beast kontraknya yang berwujud seekor Harimau Angin Sayap Perak dan langsung memerintahkan Beast itu untuk mengantarnya ke Hutan Northland.


“Tiger S, Antarkan aku ke Hutan Northland. Ada urusan yang sangat penting yang harus aku selesaikan di sana. Aku harap kau bisa mengantarku ketempat itu lebih cepat dari biasa,” seru Kaisar Xin Feng.


“Naiklah ke punggungku, Tuan. Aku akan mengantarkan anda ke Hutan Northland dengan kecepatan penuhku,” jawab Tiger S.


Kaisar Xin Feng'pun langsung naik ke punggung Beastnya dan Beast itu langsung terbang dengan kecepatan tinggi setelah mengaum beberapa kali untuk mengumpulkan kekuatannya.


**


Hutan Jati Bersalju.


“Paman Wei, aku minta Paman untuk pergi ke Pavilliun Saung Bambu terlebih dahulu untuk membangun beberapa mesin yang kita butuhkan. Paman tidak usah khawatir karena aku sudah menggambar semua mesin-mesin itu di buku ini. Dan sampaikan pada Yang Shuo bahwa aku akan membayar semua biayanya secara langsung saat semua pekerjaan selesai. Aku akan segera menyusul ke Pavilliun Saung Bambu setelah urusanku di Hutan Northland selesai,” ucap Heilong pada Lin Chong Wei sambil memberikan sebuah buku yang sangat tebal.


“Tapi Tuan, aku sudah berjanji akan terus mendampingi anda dan menjaga keselamatan anda. Bagaimana jika tiba-tiba anggota dari Kerajaan Klan Iblis datang untuk membalas dendam pada anda,” jawab Lin Chong Wei yang merasa masih sangat berat untuk membiarkan Heilong pergi sendirian.


“Kau jangan khawatir aku tidak akan pergi kesana sendirian. Bukankah kau juga sudah mendengar sendiri bahwa Kaisar Xin Feng akan menemani perjalananku untuk mengambil tongkat pusaka itu dan kami berdua akan bertemu di Hutan Northland,” ucap Heilong mencoba menghilangkan kekhawatiran Lin Chong Wei.


“Tapi Tuan, aku masih tidak tega untuk meninggalkan Tuan pergi sendirian. Biar aku menemani Tuan pergi ke Hutan Northland,” balas Lin Chong Wei tanpa berpikir panjang.


“Kita harus membagi tugas agar aku bisa lebih cepat menyelesaikan proyek pembuatan bola cahaya ini sehingga aku bisa lebih cepat untuk pergi ke Benua Atlantis. Jika kau juga ikut pergi denganku ke Hutan Northland, itu berarti kita telah menunda proyek pembuatan bola cahaya ini selama beberapa hari yang berakibat membuat kepergianku ke Benua Atlantis akan manjadi semakin lama,” ucap Heilong memberi sedikit pengertian.


“Sebenarnya untuk apa Tuan ingin sekali memproduksi bola cahaya ini secara besar-besaran. Bukankah untuk menerangi rumah-rumah penduduk tidak memerlukan bola cahaya dengan jumlah yang sebanyak itu,” tanya Lin Chong Wei yang masih bersikukuh untuk ikut Heilong pergi ke Hutan Northland.


“Aku ingin menggunakan bola cahaya itu untuk memerangi para iblis” jawab Heilong singkat tapi membawa banyak pertanyaan di pikiran Lin Chong Wei.


“Apa maksud Tuan?Bagaimana mungkin kita berperang melawan para iblis hanya dengan menggunakan bola cahaya saja,” bantah Lin Chong Wei karena tak percaya.


“Apa kau tahu kenapa Iblis hanya menyerang pada saat malam hari, itu karena kekuatan para Iblis akan menjadi berlipat ganda saat mereka berada dalam kegelapan. Dengan menggunakan bola cahaya ini maka kita bisa menerangi kegelapan saat malam tiba jadi kekuatan para Iblis itu akan semakin berkurang. Apakah sekarang kau tau alasan kenapa aku ingin membuat bola cahaya ini dalam jumlah yang besar?” Heilong balik bertanya pada Lin Chong Wei.


“Jangan-jangan Tuan berniat ingin memberikan bola-bola cahaya itu pada para prajurit di setiap Benua agar mereka bisa lebih memperkuat kekuatan mereka di wilayah perbatasan sehingga para Iblis itu tidak akan bisa masuk dengan mudah ke dalam wilayah Kerajaan,” tebak Lin Chong Wei.


“Benar sekali. Dengan begitu aku akan merasa sedikit tenang saat meninggal Planet ini untuk pergi ke Benua Atlantis,” jawab Heilong.


“Baiklah, kalau begitu aku akan menuruti perintah Tuan. Aku akan segera pergi ke Pavilliun Saung Bambu dan mempercepat proyek pembuatan bola cahaya ini,” ucap Lin Chong Wei.


Lin Chong Wei pun langsung pergi meninggalkan Heilong tanpa banyak bertanya lagi. Dia memutuskan berlari menuju ke kota Waerebo karena jarak dari Hutan Jati Bersalju dan Kota Waerebo memang tidak jauh selain itu dia juga ingin mencoba kemampuan fisiknya yang baru setelah di tempat dalam latihan panjang di dunia gerbang waktu.


Sekarang hanya tinggal Heilong, Putri Xin Ye yang sedang dalam keadaan pingsan dan raja Harimau salju yang masih tersisa di Hutan jati bersalju.