LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 331 SENJATA MAKAN TUAN


Long Bai terus memimpin rombongan itu naik ke atas. Ternyata sama sekali tidak ada penjagaan di perbatasan antara penjara lantai bawah tanah dengan lantai-lantai di atasnya.


“Guru, apakah di setiap lantai penjara ini memang tidak pernah ada penjagaan?” tanya Long Bai pada Guru Yi Shu sambil terus berlari.


“Seharusnya ada empat orang prajurit penjaga di setiap lantai. Mungkin mereka semua sedang berada di luar karena seminggu yang lalu aku mendengar kabar bahwa Jenderal Long Yun akan datang berkunjung ke Gerbang Perbatasan ini,” jawab Guru Yi Shu.


“Apakah menurut Guru, Jenderal Long Yun adalah otak di balik pemberontakan yang di lakukan oleh para prajurit penjaga perbatasan bagian utara ini?” lanjut Long Bai bertanya.


“Aku sama sekali tidak menemukan bukti keterlibatan Jenderal Long Yun pada pemberontak yang dilakukan oleh para prajurit penjaga perbatasan. Tapi aku menemukan bukti bahwa Long Huo dan Long Shui telah bersekongkol untuk merebut kursi Patriarch Klan Naga Langit. Long Huo juga memiliki hubungan dengan salah satu petinggi dari Kerajaan Klan Iblis,” jawab Guru Yi Shu.


“Paman Long Huo ?! Kenapa paman Long Huo yang baik hati tiba-tiba bisa berubah menjadi jahat?” ucap Long Bai terkejut karena waktu Long Bai masih kecil, Long Huo inilah yang mengajari Long Bai cara mengendalikan energi elemen api, jadi dia cukup dengan Long Huo.


“Ada banyak perubahan yang terjadi di Benua Timur ini ketika kau melakukan pengembaraan. Contoh kecilnya adalah Perguruan Awan Biru yang telah berubah menjadi Sekte Awan Biru,” jawab Guru Yi Shu.


“Kita lanjutkan pembicara ini setelah kita sampai di Lembah Petir Abadi,” ucap Long Bai mengakhiri pembicaraannya karena dia sudah sampai di pintu keluar dari penjara ini.


“Baik, aku akan menceritakan semua informasi yang aku dapat setelah kita sampai di Lembah Petir Abadi karena Divine Beast Seiryu juga harus tahu tentang semua ini. Yang harus kau lakukan sekarang adalah bunuh semua penjaga gerbang perbatasan itu dan jangan biarkan seorang'pun dari mereka hidup,” seru Guru Yi Shu sedikit geram.


Long Bai merasa sedikit aneh saat mendengar Guru Yi Shu mengatakan hal ini dan merasa orang yang sedang ada di sampingnya bukanlah Guru Yi Shu yang dia kenal karena Guru Yi Shu yang dia kenal adalah orang yang sangat penyayang dan baik hati. “Kenapa Guru memintaku untuk membunuh semua prajurit penjaga perbatasan itu? Apakah Guru sangat dendam pada mereka?”


“Karena para prajurit itu bukanlah manusia tapi para Iblis. Dan jika ada dari mereka yang selamat maka Long Hou pasti akan tahu jika aku masih hidup dan memerintahkan iblis yang lebih kuat lagi untuk memburuku agar semua rencananya tidak terbongkar,” jawab Guru Yi Shu perlahan dengan nada penuh amarah.


“Apa maksud Guru?” tanya Long Bai terkejut dan menghentikan langkah kakinya.


“Para prajurit penjaga perbatasan yang asli telah di bunuh oleh petinggi dari Kerajaan Klan Iblis, lalu dia menggantikan para prajurit yang asli dengan para iblis anak buahnya. Aku tidak tahu teknik apa yang di gunakan oleh petinggi dari Kerajaan Klan Iblis itu sehingga dia bisa menyembunyikan hawa iblis yang memancar dari tubuh para iblis itu dan menjadikan para iblis itu mirip seperti manusia,” jawab Guru Yi Shu menjelaskan.


“Lagi-lagi para iblis itu kembali berulah. Baiklah aku akan memusnahkan semua iblis itu agar tidak ada yang tahu jika Guru masih hidup,” jawab Long Bai yang sudah siap memegang Pedang Tarian Petir dengan kedua tangannya.


Heilong akhirnya sampai dan langsung berdiri di samping Long Bai dan memberi perintah pada semua rombongan yang ikut dengan Long Bai. “Kalian Semua mundurlah karena kami berdua akan menghancurkan pintu masuk penjara ini. Di balik pintu ini sudah menunggu ribuan prajurit penjaga perbatasan dengan senjata lengkap dan siap untuk menyerang kita semua begitu kita keluar dari penjara ini.”


Semua anggota Pavilliun Saung Bambu mundur dan mencari tempat yang lebih aman seperti perintah Heilong. Tapi Lin Chong Wei dan Guru Yi Shu yang memiliki kultivasi yang lebih tinggi dari rombongan itu, tetap berdiri di belakang Long Bai dan Heilong.


“Biarkan kami membantumu untuk membunuh para iblis itu karena jumlah mereka sangat banyak,” ucap Guru Yi Shu yang sudah mengeluarkan Tombak Petir Gunung miliknya.


Lin Chong Wei juga tidak mau kalah, dia langsung mengeluarkan Tombak Naga Angin miliknya dan berkata. “Tuan, aku juga ingin membantu membunuh para iblis itu karena semua penderitaan yang aku alami juga di sebabkan oleh bangsa Iblis.”


“Baiklah. Kalian berdua menyerang prajurit yang ada di tengah. Sedangkan kami akan menyerang dari sisi kiri dan kanan,” jawab Heilong, kemudian dia menatap Long Bai. “Kau hancurkan pintu itu. Aku akan membuat perisai pelindung dari energi es untuk menahan semua serangan mereka.”


Long Bai menganggukkan kepalanya dan langsung memasukkan energi petirnya ke dalam Pedang Tarian Petir.


“Tebasan Dewa Petir.”


“Swing … Swing …”


Ribuan anak panah dengan ujung yang terbakar dengan nyala api berwarna hitam langsung menuju ke arah penjara itu dan siap untuk membakar semua bangunan penjara itu beserta semua orang yang ada di dalamnya.


Heilong langsung berdiri di depan Long Bai dan meledakkan semua energi es yang ada di dalam tubuhnya sambil mengangkat Pedang Taring Putih menghadap ke langit. Seketika suhu udara di tempat ini langsung turun dengan sangat cepat dan turun hujan salju.


“Jadi kalian ingin membakar kami dengan panah-panah api. Sekarang rasakan'lah panah api kalian sendiri,” ucap Heilong menyeringai.


“Dinding Cermin Es.”


Jurus Dinding Cermin Es ini adalah gabungan antara Jurus Dinding Es dan Jurus Cermin Es yang secara tidak sengaja di keluar oleh Heilong saat dia berlatih tanding melawan Li Ziqi di dalam Dunia Gerbang Waktu.


Sebuah Dinding Es yang sangat besar langsung muncul di depan Heilong. Tinggi dinding es ini hampir sama dengan tinggi bangunan penjara ini.


Panah-panah api yang dilemparkan oleh para prajurit penjaga perbatasan langsung menghilang saat menyentuh permukaan dinding es itu.


Para prajurit penjaga perbatasan itu menjadi bingung saat melihat panah-panah api mereka menghilang di telan oleh dinding es itu. “Komandan apa yang harus kita lakukan? Dinding es itu telah menelan semua panah-panah yang kita lemparkan. Kita tidak bisa membunuh mereka jika dinding es itu tetap berada di sana.”


“Maju! hancurkan dinding es itu dengan serangan langsung,” seru komandan prajurit penjaga perbatasan memberi perintah.


“Siap komandan!” jawab para prajurit penjaga perbatasan yang langsung berlari menyerang dinding es itu dengan membawa senjata pedang, tombak dan gada.


Heilong kembali menyeringai saat melihat para prajurit penjaga perbatasan mendekat. Dia lalu mengayunkan Pedang Taring Putih ke Dinding Cermin Es.


Seketika, ribuan anak panah api yang tersimpan di dalam dinding cermin es langsung keluar dan menembaki para prajurit penjaga perbatasan tanpa ampun.


Para prajurit penjaga perbatasan itu langsung berlari untuk menghindari ribuan anak panah api yang keluar dari dinding es. Tidak sedikit dari mereka yang mati karena terkena senjata panah api mereka sendiri dan langsung terbakar sampai menjadi abu.


“Mundur!!” seru komandan penjaga perbatasan setelah melihat banyak prajuritnya yang mati.


“Tidak akan aku biarkan kalian melarikan diri.” teriak Long Bai garam lalu berlari ke tempat para prajurit penjaga perbatasan yang ada di sebelah kiri sambil membawa Pedang Tarian Petir.


Heilong menatap Lin Chong Wei dan Guru Yi Shu. “Sudah saatnya kita berpesta. Anggap semua iblis itu adalah seekor Beast yang akan kita jadikan menu makan malam.”


Heilong langsung berlari menyerang prajurit penjaga perbatasan yang ada di sebelah kanan dengan membawa kedua pedangnya.


Lin Chong Wei dan Guru Yi Shu juga ikut maju menyerang prajurit penjaga perbatasan yang ada di sisi tengah.