
Guru Xue Yun meminta bantuan ke empat muridnya untuk membawa tubuh Xue Xianzi yang pingsan ke ruang pengobatan dengan menggunakan tandu.
Setelah berjalan sekitar lima menit, akhirnya mereka sampai di ruang pengobatan.
Ruang pengobatan ini berada di kawasan Snow Moon House tetapi bangunan ini terpisah dari bangunan Snow Moon House. Tepatnya, bangunan ini berada di sebelah kanan dari Snow Moon House.
"Letakkan Xue Xianzi di sana. Setelah itu kalian bisa meninggalkan tempat ini.”
Guru Xue Yun meminta ke empat muridnya untuk meletakkan tubuh Xue Xianzi yang sedang pingsan ke salah satu tempat tidur yang ada di ruang pengobatan.
"Baik,guru," jawab keempat murid bersamaan.
Setelah meletakkan tubuh Xue Xianzi di tempat tidur, keempat murid itu lalu memberi hormat pada guru Xue Yun dan langsung pergi meninggalkan ruang pengobatan.
Guru Xue Yun mendekati tubuh Xue Xianzi dan menyalurkan tenaga dalamnya untuk memperlancar peredaran darah yang ada di kaki kiri Xue Xianzi. Setelah peredaran darah yang ada di kaki Xue Xianzi lancar, dia mulai memijat kaki kiri Xue Xianzi yang terkilir untuk mengembalikan tulang kakinya yang bergeser ke posisinya semula.
Setelah Xue Yun selesai memijat kaki kiri Xue Xianzi yang terkilir, dia lalu menutup pintu ruang pengobatan dan pergi dari sana untuk membiarkan Xue Xianzi beristirahat.
Beberapa saat setelah guru Xue Yun meninggalkan ruang pengobatan, tiba-tiba Xue Xianzi membuka matanya. Dia bangun dari tempat tidur dan segera meninggalkan ruang pengobatan setelah dia yakin bahwa tidak ada orang lain di ruangan ini.
**
Di dalam pesawat MZ-Z1 Max Lightning.
Heilong membuka pintu ruangan di mana Feng Tzuyu beristirahat dan melihat Feng Tzuyu yang telah sadar sedang duduk di atas tempat tidurnya sambil memperhatikan setiap sudut ruangan ini seperti orang ling lung.
“Tzuyu,ternyata kamu sudah sadar. Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Heilong.
"Keadaan sekarang sudah membaik dan aku bisa dengan bebas mengatur kekuatan api yang ada di dalam tubuhku meskipun sudah tidak ada lagi segel phoenix emas di tubuhku. Tapi di mana kita sekarang? Interior ruangan ini sangat indah, aku tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya," ucap Feng Tzuyu saat melihat kedatangan Heilong.
Heilong berjalan ke tempat Feng Tzuyu dan duduk di sebelahnya lalu berkata. "Tempat ini berada di dalam pesawat milikku."
"Pesawat..?! Tempat macam apa itu? Apakah itu nama sebuah istana?" tanya Feng Tzuyu terkejut.
Heilong yang bingung bagaimana cara menjelaskan tentang pesawat ini akhirnya memilih untuk diam sejenak. Dia sedang berfikir untuk mencari kata-kata yang tepat agar penjelasannya tentang pesawat ini mudah di pahami oleh Feng Tzuyu.
"Pesawat ini hampir mirip dengan kereta kuda. Kedua benda ini sama-sama alat transportasi, tapi ukuran dari pesawat ini jauh lebih besar dari kereta kuda. Pesawat ini bisa mengangkut banyak penumpang bahkan kita bisa menggunakan pesawat ini untuk tempat tinggal sementara dan gerakan pesawat ini seratus kali lebih cepat dari pada kereta kuda," jawab Heilong.
"Hmm … Aku mengerti sekarang. Lalu dari mana Bai gege mendapatkan benda ini?" tanya Feng Tyuzu.
"Pesawat ini adalah pemberian guruku," jawab Heilong.
Dia akhirnya teringat sesuatu, ketika dia sedang dalam keadaan koma. Dia dapat mengetahui dengan jelas bagaimana kegigihan Heilong untuk menyelamatkannya nyawanya di bawah ancaman serangan Buaya Iblis. Dia juga bisa merasakan betapa besarnya cinta Heilong pada dirinya.
Dia lalu mendekatkan tubuhnya ke arah Heilong dan memeluknya erat-erat seakan-akan mereka adalah ranting dan daun sebuah pohon yang tidak dapat dipisahkan.
"Bai gege, terimakasih," ucap Feng Tzuyu lembut.
"Ini sudah menjadi kewajibanku untuk melindungimu dan menjaga keselamatanmu. Kamu tidak perlu berterima kasih untuk itu," jawab Heilong.
"Pokoknya aku mau mengucapkan terimakasih padamu jangan menolak," ucap Feng Tzuyu manja.
"Baiklah," jawab Heilong pasrah.
"Bisakah kamu membawaku keluar dari sini? kita harus menguburkan jenazah paman Wong bersaudara," pinta Feng Tzuyu.
"Apa kamu sudah bisa berjalan," tanya Heilong memastikan keadaan Feng Tzuyu sebelum mengajaknya keluar dari pesawat.
Feng Tzuyu melepaskan pelukannya dan turun dari tempat tidur lalu berjalan mengitari ruangan sebentar. Dia ingin menunjukkan kepada Heilong bahwa keadaannya sekarang sudah benar-benar pulih dan bisa berjalan.
"Baiklah. Mari kita keluar dari pesawat ini," ajak Heilong sambil mengulurkan tangan kanannya.
Feng Tzuyu meraih tangan kanan Heilong dan memegangnya erat. Mereka berdua, berjalan bergandengan untuk keluar dari pesawat.
Li Ziqi tidak menunjukkan dirinya pada Feng Tzuyu ketika dia melihatnya keluar bersama dengan Heilong. Tapi dia memilih langsung mengubah wujudnya menjadi roh senjata dan kembali ke dalam Dunia Jiwa Heilong. Entah kenapa wajah Li Ziqi tampak sedikit kesal.
Setelah turun dari pesawat, Heilong segera menyimpan kembali pesawatnya ke dalam gelang galaxy. Lalu dia berjalan untuk mengumpulkan keenam jenazah Wong bersaudara yang telah mengorbankan nyawa mereka untuk melindungi Feng Tzuyu dan memakamkan mereka berenam di sebuah bukit yang tidak jauh dari sungai es berdarah.
Feng Tzuyu berlutut di depan makam mereka untuk memberi penghormatan dan berterima kasih atas jasa mereka.
"Paman Wong Gie, Paman Wong Gien, Paman Wong Ding, Paman Wong Shin, Paman Wong Thing dan Paman Wong Fei. Aku ucapkan terimakasih yang sangat tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam atas jasa kalian melindungiku selama ini. Kalian semua bahkan rela mengorbankan nyawa kalian hanya untuk menyelamatkan hidupku. Aku berjanji setelah aku kembali ke Kerajaan Red Phoenix, aku akan meminta ayahanda Kaisar untuk memberi kalian Gelar Pahlawan Api Emas dan menjamin kehidupan keluarga kalian," ucap Feng Tzuyu sedih.
Gelar Pahlawan Api Emas adalah gelar tertinggi yang di berikan oleh Kerajaan Red Phoenix kepada para kesatria yang mati untuk melindungi kerajaan.
Sesaat kemudian, Yang Zhu datang ke tempat Feng Tzuyu dengan beberapa orang prajurit. Dia sangat terkejut melihat tempat yang ada di sekitar Feng Tzuyu hancur dan di sana terdapat enam makam dengan nisan yang bertuliskan nama masing-masing anggota Wong bersaudara.
Yang Zhu lalu berlutut dan berkata. "Maafkan saya Tuan Putri, saya terlambat datang. Jika saya datang memberi bantuan lebih cepat, hal ini seharusnya tidak akan terjadi."
"Ini bukan kesalahanmu paman. Semua ini terjadi karena kecerobohanku yang ingin segera mendapatkan Mustika Air Buaya Salju tanpa memberitahukan kepada paman terlebih dahulu. Dalam hal ini akulah yang seharusnya di salahkan. Untuk menebus kesalahanku, aku ingin paman Yang Zhu membuat tempat ini menjadi tempat pemakaman yang sangat indah untuk paman Wong bersaudara sebagai tempat peristirahatan terakhir mereka dan berikan hak milik atas tanah ini kepada anggota keluarga Wong," ucap Feng Tzuyu.