
"Oh ... Pemuda itu sudah lama pergi. Dia kemari hanya untuk menyampaikan pesan dari Roh Divine Beast Genbu. Dan untuk Jubah Master Sekte ini, tadi aku sempat bertarung dengannya untuk menguji kemampuan ilmu bela dirinya.
Ternyata dia mendapat warisan ilmu bela diri elemen air dari Roh Divine Beast Genbu. Saat aku memancarkan auraku, secara tidak sengaja jubah itu jatuh ke lantai dan jurus-jurus airnya membuat pakaian ibu basah seperti ini," jawab Xue Xian Hou mencari alasan sebisanya.
"Hmm ... jadi begitu," ucap Xue Xianzi setengah tidak percaya.
"Kamu tidak berpikir bahwa ibu telah melakukan hal yang tidak-tidak kan... ??" Xue Xian Hou melirik putrinya.
"Tidak, aku percaya selama ini ibu tidak pernah tertarik dengan laki-laki lain selain ayah," jawab Xue Xianzi.
"Baguslah. Sebenarnya ada masalah apa sehingga kamu kembali datang kesini? bukankah tadi ibu menyuruhmu untuk ke Snow Moon Training," tanya Xue Xian Hou.
"Aku ingin melanjutkan latihan kita," jawab Xue Xianzi.
"Latihan itu untuk sementara ini kita hentikan dulu. Beberapa hari ini ibu akan melakukan kultivasi tertutup. Tapi kamu tidak perlu khawatir, aku akan hadir saat ujian penentuan peringkat. Aku harap kamu menjadi yang peringkat teratas," ucap Xue Xian Hou sambil mengelus kepala putrinya.
"Baik ibu, kalau begitu aku akan berlatih di Snow Moon Training. Aku pergi dulu."
Xue Xianzi segera pergi meninggalkan ibunya di ruangan itu dengan perasaan curiga.
Xue Xian Hou hanya terdiam ketika melihat putrinya meninggalkan Ice Snow palace. "Maafkan ibu, ibu terpaksa berbohong. Aku tidak bisa menceritakan kebenaran tentang Makam Es karena belum saatnya kamu tahu. Dan selama beberapa hari ini aku harus tetap menjaga tempat ini, ibu takut jika tiba-tiba pemuda bernama Long Bai itu tidak bisa mengendalikan kekuatan dari batu pelangi matahari dan menyebabkan kekuatan batu itu meledak."
**
Di dalam makam es.
Heilong merentangkan kedua tangannya untuk menyerap energi dari batu pelangi matahari.
Dia masuk kedalam keadaan meditasi.
Energi yang memancar dari Batu Pelangi Matahari, terus mengalir seperti air kedalam tubuh Heilong melalui titik-titik meridian yang ada di tubuhnya.
"Energi batu itu sangat melimpah aku harus menyerapnya dengan cepat agar kultivasiku bisa naik dengan cepat," ucap Heilong lirih.
"Hei, bukankah wanita tadi memintamu untuk menyerap energi yang ada di dalam batu ini secara bertahap," suara Long Bai tiba-tiba muncul di dalam pikiran Heilong.
"Kesempatan bagus seperti ini tidak datang dua kali. Saat ini aku membutuhkan kekuatan yang lebih besar. Kamu diamlah dulu di sana jangan mengganggu konsentrasiku," seru Heilong dan jiwa Long Bai kembali tertidur.
Tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi.
Energi di yang ada dalam dantian Heilong mulai membentuk sebuah pusaran angin yang sangat kuat.
Dia merasakan semua titik-titik meridian yang ada di tubuhnya berdenyut-denyut dengan sangat keras.
Hal ini menyebabkan aura di tubuhnya melonjak dengan sangat kuat dan tidak beraturan, sehingga menyebabkan terjadi gempa bumi yang dahsyat di dunia jiwanya.
"Apa yang terjadi dengan bocah ini," ucap Li Ziqi di dalam dunia jiwa Heilong.
Li Ziqi segera keluar dari dalam Dunia Jiwa Heilong setelah dia merasa keanehan yang ada di tubuh Heilong. Dia sedikit terkejut karena tempat ini tidak menolak kehadirannya.
Tatapan Li Ziqi langsung tertuju pada batu pelangi matahari yang ada di depan Heilong.
"Itu?! Bukankah itu batu pelangi matahari milik dewi cahaya surga, kenapa batu itu ada di planet ini. Batu itu telah dikabarkan hilang dari alam dewa sejak sepuluh ribu tahun yang lalu, banyak dewa telah mengitari alam semesta untuk mencari batu ini namun mereka tidak ada yang membuahkan hasil. Tapi kenapa bentuk batu itu tidak sebesar dulu," gumam Li Ziqi dalam hati.
Heilong mulai panik ketika merasakan aura yang memancar dari tubuhnya mulai meledak-ledak tak beraturan seperti sebuah laut yang diterjang badai.
Jika kamu menyerap secara paksa seluruh energi yang ada dalam batu itu, seluruh tubuhmu akan meledak. Tenangkan pikiranmu aku akan membantumu menstabilkan energi yang ada di dalam tubuhmu dan mulailah menyerap dua puluh lima persen dari kekuatan batu itu tidak boleh lebih."
Li Ziqi lalu meletakkan tangannya dipunggung Heilong, energi yang mengalir dari tangan putri Li Ziqi mulai menenangkan aura yang memancar dari tubuh Heilong.
Setelah aura tubuh Heilong mulai tenang, dia segera menarik kembali tangannya. "Sekarang seraplah energi itu secara perlahan. Tapi ingat! tubuhmu yang sekarang cuma bisa menampung seperempat dari kekuatan batu itu."
Heilong mematuhi perkataan Li Ziqi, dia mulai menyerap energi itu secara perlahan.
Aura di tubuh Heilong mulai melonjak dengan stabil tidak meledak- ledak tak beraturan seperti sebelumnya.
Cahaya energi yang dikeluarkan batu pelangi matahari telah menyelimuti tubuh Heilong sepenuhnya dan segera di serap secara perlahan.
Seluruh titik meridian di tubuh Heilong mulai bereaksi dengan cepat untuk menyerap energi yang melimpah ini dan energi di dalam dantiannya mulai meluap-luap seperti sebuah magma gunung berapi yang akan meletus.
"Anak ini akan menerobos. Aku harus membuat medan pelindung di sekelilingnya."
Li Ziqi mengulurkan tangan kanannya dan sebuah pelindung yang cukup kuat muncul mengitari Long Bai.
Aura yang memancar dari tubuh Heilong akhirnya meledak dan terus naik seperti akan mencapai langit. Heilong akhirnya mulai menerobos ke tingkat yang selanjutnya.
" General tingkat 4 "
" General tingkat 5 "
" General tingkat 6 "
" General tingkat 7 "
" General tingkat 8 "
" General tingkat 9 "
" General tingkat 10 "
Aura yang memancar dari tubuh Heilong belum menunjukkan tanda akan berhenti, malah semakin bertambah kuat dan menyebabkan tekanan energi di tempat ini semakin bertambah besar sehingga membuat tempat ini bergetar.
" Emperor tingkat 1 "
Heilong akhirnya berhasil menerobos ke tingkat emperor. Keseluruhan proses ini menghabiskan waktu dua puluh empat jam.
"Sungguh anak yang sangat beruntung, dia berhasil menerobos ke Lapis Emperor hanya dalam satu malam," ucap Li Ziqi ketika melihat tingkat kultivasi Heilong.
Heilong perlahan-lahan membuka matanya dan dia sedikit terkejut bercampur gembira ketika melihat tingkat kultivasinya saat ini.
"Apakah ini bukan mimpi. Aku benar-benar tidak percaya telah mencapai tingkat emperor dalam satu malam."
"Plak!!"
Tiba- tiba Li Ziqi menampar pipi kanan Heilong
"Kenapa kamu menamparku?" protes Heilong sambil memegang pipi kanannya.
"Untuk memastikan bahwa kamu sedang tidak bermimpi, bukankah kamu sendiri yang memintanya tadi," ucap Li Ziqi acuh tak acuh.