
Sebuah Simbol sihir bergambar Hexagram raksasa dengan gambar Naga Hitam di tengahnya muncul di atas kepala Xin Ye dan mengeluarkan sebuah bola energi berwarna hitam pekat. Bola energi ini langsung masuk ke dalam tubuh Xin Ye dan berusaha menyatu dengan tubuhnya.
Aura energi kegelapan berwarna hitam pekat dengan hawa iblis yang sangat kuat langsung memancar dari tubuh Xin Ye sehingga membuat tubuh Xin Ye seakan-akan menghilang di dalam energi kegelapan.
Li Ziqi bisa merasakan tekanan yang sangat menakutkan dari Aura energi kegelapan yang memancar dari tubuh Xin Ye. “Sepertinya Raja Iblis Dunia Bawah tidak ingin melihat Putrinya menghilang. Dia sengaja mengirimkan kekuatannya untuk mengembalikan semua kekuatan yang ada di dalam tubuh Xin Ye seperti seribu tahun yang lalu dan kembali mempengaruhi pikiran Xin Ye agar dia berubah kembali menjadi Dao Xue Lian yang ingin membunuh semua manusia. Seharusnya seluruh kekuatannya akan kembali setelah bola energi yang dikirimkan oleh Raja Iblis Dunia Bawah bisa menyatu dengan sempurna dengan tubuhnya. Saat itu semua terjadi maka dia akan kembali menjadi seorang iblis yang sempurna dan haus darah.”
“Padahal Dao Xue Lian sudah menyadari semua kesalahannya dan akan mengembalikan tubuh itu kepada Sherly tapi Raja Iblis dari Dunia Bawah itu malah datang mengganggu dan merubah kembali Xin Ye menjadi seorang Iblis,” ucap Heilong geram sambil mengepalkan kedua tangannya menahan amarah.
Li Ziqi mulai memusatkan konsentrasinya untuk melihat keadaan di dalam dunia pikiran Xin Ye. Mungkin dengan cara ini dia bisa menggagalkan proses Xin Ye menjadi Iblis sehingga tidak akan terjadi kerusakan yang lebih besar lagi karena dia sangat yakin bahwa planet ini tidak akan bisa menahan kekuatan sempurna dari Dao Xue Lian.
“Teknik Jendela Pikiran,” ucap Li Ziqi lirih.
Bayangan mata Li Ziqi langsung masuk ke dalam dunia pikiran Xin Ye. Di sana dia bisa melihat dua buah roh yang kedua tangannya sedang di rantai dengan rantai berwarna hitam pekat dan terlihat lebih kuat dari baja. Rantai itu berasal dari sebuah mata iblis berwarna hitam yang berada di depan mereka.
“Kedua roh itu pasti Roh Dao Xue Lian dan Roh Sherly. Rupanya Raja Iblis dunia bawah langsung menggunakan Jurus Ilusi Mata Raja Iblis untuk mengendalikan pikiran mereka berdua. Untung saja saat aku masih di alam dewa aku mempelajari cara untuk mematahkan pengaruh dari jurus ini,” ucap Li Ziqi sambil memusatkan energi cahaya ke bayangan matanya untuk menghancurkan rantai yang mengikat mereka berdua.
Tapi sebelum Li Ziqi bisa menghancurkan rantai itu, rupanya bola mata iblis yang ada di sampingnya berhasil merasakan kehadiran Li Ziqi. Kedua mata mereka langsung saling berhadapan dan menatap dengan tajam.
“Siapa kau? Kenapa kau mau mengganggu rencanaku? Apakah kau mengenal salah satu dari kedua orang ini atau kau ingin menyelamatkan pemuda itu?”
“Diam kau mata iblis. Kau tidak perlu tahu siapa aku karena aku akan memusnahkanmu. Aku tidak akan membiarkan kau merubah gadis ini kembali menjadi seorang iblis dan menyebarkan teror seperti seribu tahun yang lalu.”
Tanpa banyak bicara, Li Ziqi langsung menembakan energi cahayanya yang sejak tadi sudah siap di dalam bayangan matanya ke arah rantai berwarna hitam itu.
Bayangan mata Iblis itu tiba-tiba berpindah tempat dan langsung muncul di depan Roh Dao Xue Lian untuk melindungi rantai hitamnya yang mengikat mereka berdua. Dia kemudian menembakan energi kegelapan yang sangat kuat dari matanya.
“Boom …. !!”
Tembakan energi dari kedua mata itu saling bertabrakan dengan sangat kuat di dalam dunia pikiran Xin Ye dan menghasilkan suara ledakan yang sangat kuat seperti suara ledakan sebuah meriam. Ledakan yang sangat kuat itu sampai membuat seluruh dunia pikiran Xin Ye menjadi bergetar. Tubuh Xin Ye'pun ikut bergetar dan membuat aura kegelapan yang memancar dari tubuhnya menjadi kacau.
Heilong merasa ada sesuatu yang salah saat melihat aura kegelapan yang memancar dari tubuh Xin Ye bergerak tak beraturan.
“Hehe … Sepertinya kau sangat mengkhawatirkan nyawa gadis yang berada di dalam aura kegelapan itu. Apakah gadis itu memang benar-benar kekasihmu di kehidupanmu yang sebelumnya seperti apa yang telah dikatakan Divine Beast Genbu waktu itu,” Long Bai tiba-tiba muncul dan mengejutkan Heilong.
“Dia memang kekasihku saat aku masih berada di bumi. Kita selalu berbagi tubuh, seharusnya kau sudah melihat semua yang telah aku lakukan jadi kenapa kau masih bertanya,” jawab Heilong.
“Aku terlalu malas untuk melihat saat kau sedang bersama para gadis-gadis itu karena itu aku lebih memilih untuk membaca kitab-kitab ilmu pikiran yang diberikan oleh Guru,” jawab Long Bai.
“Jadi Guru selama ini memberimu ilmu untuk menjadi seorang peramal?! Mungkin guru telah melihat bahwa kamu lebih berbakat untuk menjadi seorang peramal daripada menjadi seorang pendekar makanya dia memberikan kitab-kitab ilmu pikiran itu padamu,” sindir Heilong.
“Bukan begitu. Ilmu ini juga sangat di butuhkan oleh seorang pendekar karena terkadang seorang pendekar harus berhadapan dengan musuh yang memiliki ilmu untuk mengacaukan pikiran musuhnya mirip seperti jurus ilusi,” bantah Long Bai.
“Sepertinya menarik. Apakah lain kali aku boleh meminjam kitab-kitab itu?” tanya Heilong berharap.
“Itu bisa kita bicarakan nanti. Saat ini kita harus menolong Guru karena Guru sedang bertarung sendirian melawan sebuah mata iblis yang ada di dalam dunia pikiran gadis itu. Aku yakin bahwa Guru pasti akan menang tapi Guru saat ini sengaja menahan kekuatannya karena takut kekuatan dari pertarungan mereka akan melukai kedua roh gadis itu,” ucap Long Bai.
“Apa yang harus aku lakukan? Aku sama sekali tidak tahu cara untuk masuk ke dalam dunia pikiran seseorang,” jawab Heilong.
“Aku tahu caranya. Aku akan membuat sebuah gerbang yang akan membawa kita masuk ke dalam dunia pikiran gadis itu, setelah sampai di sana kita harus menghancurkan rantai hitam yang membelenggu kedua gadis itu dan membawa mereka ke tempat yang lebih aman agar tidak terkena ledakan dari jurus yang akan di keluarkan oleh Guru. Jika kedua gadis itu sudah berada di tempat yang aman maka Guru bisa mengeluarkan semua kekuatannya untuk melawan bola mata iblis itu,” jelas Long Bai.
“Baik. Tapi apakah semua senjata pusaka yang aku miliki bisa aku bawa masuk ke dalam dunia pikiran Xin Ye karena aku membutuhkan semua senjataku untuk bisa menghancurkan rantai itu,” tanya Heilong.
“Semua senjata yang kamu miliki akan ikut terbawa karena aku akan mengirim semua tubuh ini tapi di sana kita akan memiliki tubuh sendiri-sendiri. Sekarang bersiaplah, aku akan segera membuat gerbang menuju ke dalam dunia pikiran gadis itu,” jawab Long Bai.
Long Bai langsung menggerakkan tangannya sambil membacakan sebuah mantra untuk menggunakan jurusnya.
“Jurus Gerbang Pikiran,”
Sebuah gerbang dari cahaya langsung muncul di depan tubuhnya dan menarik tubuhnya masuk ke dalam gerbang itu.