
“Ayah, Kenapa Ayah mengikutiku dari belakang? Lalu siapa yang menjaga Xin Ye jika Ayah berada di sini?”
“Aku juga penasaran sebenarnya apa penyebab dari fenomena aneh ini jadi aku sengaja mengikutimu untuk mendapatkan jawabnya. Tenang saya sekarang Xin Ye sedang berada di bawah perawatan Kaisar Xuan De, energi esnya lebih berguna untuk menahan energi Yin yang ada di tubuh Putrimu daripada energi angin Ayah.”
Kaisar Xin Feng sedikit terkejut karena ayahnya tiba-tiba saya muncul di belakangnya dan menjawab pertanyaan dari Divine Beast Byako. Sebenarnya yang dia khawatirkan adalah keadaan anaknya tapi sekarang dia merasa agak tenang setelah mengetahui anaknya berada di bawah perawatan orang yang tepat.
“Lalu apa yang harus kita lakukan dewa?” tanya Kaisar Xin Feng kembali mengalihkan perhatiannya pada bayangan Divine Beast Byako.
“Tidak ada. Sekarang saya bisa kalian hanya menunggu saja. Setelah proses kelahiran senjata pusaka itu selesai barulah kalian berdua bisa mendekati tempat itu dan mencari tahu siapa orang yang telah mendapatkan senjata pusaka itu. Pastikan bahwa orang yang mendapatkan senjata pusaka itu bukanlah orang jahat karena senjata pusaka yang memiliki kekuatan untuk mengguncang langit seperti ini, akan sangat berbahaya jika jatuh ke tangan orang jahat. senjata pusaka itu bisa menyebabkan sebuah bencana yang sangat mengerikan,” jelas Divine Beast Byako.
“Baik Dewa. Saya akan segera merebut senjata pusaka itu jika senjata pusaka itu ternyata jatuh ke tangan orang yang jahat. Jika orang itu berusaha melawan maka saya tidak akan segan-segan untuk menggunakan Tombak Giok Badai Angin untuk menghadapi orang itu,” ucap Kaisar Xin Feng.
“Aku juga akan membantumu jika ternyata yang mendapatkan senjata pusaka itu adalah orang yang jahat dan memiliki kekuatan yang sangat kuat,” sahut Kaisar Xin Wu.
“Bagus, aku sangat senang mendengarnya,” seru Divine Beast Byako. “Tapi jika yang mendapatkan senjata pusaka itu adalah orang yang baik maka aku minta kalian berdua untuk selalu menjaganya karena akan banyak sekali orang jahat yang akan berusaha untuk merebut senjata itu dari tangannya. Orang yang memiliki senjata pusaka dengan kekuatan sebesar itu akan sangat bagus jika berada di pihak kalian karena kekuatan dari senjata pusaka itu dapat menghancurkan ratusan pasukan iblis hanya dengan sekali serang.”
“Baik Dewa, saya akan mengingat perintah anda. Tapi bagaimana jika yang mendapatkan senjata itu adalah Long Bai?” tanya Kaisar Xin Feng sedikit malu.
“Tentu saja kau harus melindunginya kecuali kau berpikir bahwa Long Bai adalah orang yang jahat. Sekarang aku mau tanya padamu Long Bai itu orang baik atau jahat menurut penilaianmu?” jawab Divine Beast Byako balik bertanya.
“Dia memiliki hati yang baik tapi sifatnya sedikit buruk,” jawab Kaisar Xin Feng.
“Apa maksudmu Xin Feng? jangan bicara yang tidak-tidak di hadapan Divine Beast Byako,” tegur Kaisar Xin Wu.
“Aku bukan bicara yang tidak-tidak Ayah tapi dia berani menduakan cinta putriku dengan Cucu dari Kaisar Xuan De,” jawab Kaisar Xin Feng.
“Apakah kau lupa berapa jumlah selirmu yang ada di Istana Kerajaan White Tiger,” ucap Kaisar Xin Wu.
“Ayah!? Bagaimana ayah bisa tahu bahwa aku memiliki selir? Bukankah ayah selalu berada di tempat ini dan tidak pernah keluar selama ratusan tahun,” tanya Kaisar Xin Feng terkejut.
Kaisar Xin Wu mengulurkan tangan kanannya dan muncullah seekor burung elang berwarna putih yang sangat besar, warna bulu burung elang ini sangat mirip sekali dengan warna awan. Mungkin burung elang ini adalah jenis burung pengintai yang selalu memata-matai targetnya di balik awan.
“Kalian berdua tidak usah berdebat lagi. Jika yang mendapat senjata pusaka itu adalah Long Bai, kalian berdua tidak perlu melindunginya,” seru Divine Beast Byako.
Kaisar Xin Feng mengangkat alisnya karena terkejut. “Kenapa Dewa melarang kami untuk melindungi Long Bai? Apakah karena ucapku barusan? Maafkan aku dewa saat aku mengucapkan hal itu pikiranku sedang di penuhi dengan kebencian.”
“Bukan begitu. Saat ini Long Bai memiliki seorang Dewi yang selalu ada dekatnya, Aku yakin bahwa Dewi itu akan melindungi Long Bai lebih baik daripada kalian berdua. Lagipula sekarang Long Bai sudah menjadi satu-satunya kandidat dari pewaris kekuatan dari para Divine Beast, jadi kami akan datang untuk melindunginya jika dia dalam keadaan yang sangat bahaya hingga nyawanya terancam,” jawab Divine Beast Byako yang membuat Kaisar Xin Wu dan Kaisar Xin Feng terkejut.
**
Di Dalam Formasi Pelindung Dunia Es.
Sekarang kedua sisi dari bilah pedang pusaka yang ada di tangan Heilong itu menjadi semakin tajam setelah di serang oleh hujan petir ratusan kali. Pedang Pusaka itu seperti telah di tempa ulang oleh langit.
Sesaat kemudian sebuah sinar berwarna keemasan yang sejak tadi tertahan di langit-langit Goa pulau bagian dalam, akhirnya turun dan menyinari pedang pusaka dan tubuh Heilong. Sinar berwarna keemasan itu seakan-akan memberikan restu dari langit dengan cara memandikan tubuh Heilong dan pedang pusaka yang ada di tangannya dengan sinarnya yang sangat murni.
Pedang pusaka itu menyerap sinar ini dan secara perlahan mulai muncul aura berbentuk kilau kecil-kecil seperti bintang-bintang yang menghiasi langit malam. Aura seperti ini selalu muncul pada senjata pusaka yang memiliki kekuatan yang mendapat mengguncang langit sehingga memaksa langit untuk memberikan restunya seperti senjata pusaka yang berasal dari dua belas harta langit.
Setelah hujan petir dan sinar dari langit itu menghilang, pedang itu mulai menyerap kobaran api berwarna emas yang membakar pulau ini. Api berwarna emas itu terus masuk ke dalam bilah pedang pusaka itu sampai membuat warna bilah pedang pusaka itu menjadi berwarna merah seperti sebuah baja yang sedang di bakar dengan api dari tungku penempaan.
Proses ini akhirnya selesai setelah kurang lebih satu jam. Bilah pedang pusaka itu sekarang telah berubah warna menjadi merah dengan garis emas di tengah bilah pedang itu setelah di tempa ulang oleh petir dan sinar dari langit serta kobaran api berwarna emas yang menyembur dari mulut Naga Api Sayap Emas.
Di sisi kanan bilah pedang itu terdapat sebuah gambar naga, sedangkan di sisi kiri bilah pedang itu terdapat gambar burung Phoenix.
Heilong melihat pedang itu dengan penuh kekaguman. “Sungguh pedang yang sangat hebat. Aku akan menamakan pedang pusaka ini dengan nama Pedang Bintang Api karena bilah dari pedang ini bisa mengeluarkan aura seperti bintang yang ada di Pedang Blue Star Heaven Sword, pedang ini juga memiliki energi api yang sangat kuat.”
“Sekarang pedang pusaka yang ada di tanganmu itu hanya kurang roh senjata saja. Kau seharusnya sudah tahu apa yang harus kau lakukan sekarang,” ucap Li Ziqi memberi instruksi pada Heilong.
“Benar, aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku harus menundukkan Naga Api Sayap Emas itu dan memasukkannya ke dalam pedangku karena dia adalah roh senjata yang terbentuk saat pedang pusaka ini di ciptakan, jadi sudah menjadi takdirnya untuk menjadi roh senjata dari pedang pusaka ini,” jawab Heilong.