LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 350 HADIAH UJIAN


“Selamat! kau sudah berhasil lulus dari ujian yang aku berikan. Sekarang masuklah ke dalam Istana Kayu milikku ini. Aku sudah menunggu kedatanganmu di Aula Dalam bersama dengan Kakekmu.”


Suara Divine Beast Seiryu langsung muncul untuk memberi selamat karena Heilong telah berhasil lulus dalam ujian ini, meskipun waktu yang dibutuhkan oleh Heilong cukup lama karena dia harus mempelajari sebuah jurus baru untuk menghancurkan pintu gerbang kayu yang terbuat dari kayu yang berasal dari Alam Dewa.


Long Yuyin dan Guru Yi Shu yang ada di depan Heilong langsung berjalan menghampirinya.


“Selamat muridku. Kau telah menjadi semakin kuat sekarang. Aku tidak pernah menyangka bahwa kau memiliki elemen air di dalam tubuhmu,” ucap Guru Yi Shu sambil menepuk pundak Heilong


Long Yuyin yang penasaran tentang darimana Heilong mendapatkan elemen itu langsung mengajukan pertanyaan. “Dari mana kau mendapatkan elemen air itu. Apakah elemen itu adalah warisan dari salah satu Divine Beast? Tapi keempat Divine Beast yang menjaga Planet ini tidak pernah menggunakan kekuatan elemen air.”


“Ini adalah elemen yang aku dapatkan dari Divine Beast Genbu. Divine Beast Genbu memang tidak pernah menggunakan kekuatan elemen air ini untuk bertarung karena dia mendapatkan elemen ini dari Divine Beast Aurora. Dan Divine Beast Aurora hanya mengajari Divine Beast Genbu menggunakan elemen air ini untuk teknik penyembuhan saja,” jawab Heilong menjelaskan pada ibunya.


“Aku mengerti. Baiklah, mari kita pergi ke Aula Dalam. Divine Beast Seiryu dan Kakekmu sudah lama menunggu kedatangan kita di sana,” balas Long Yuyin.


Mereka bertiga segera melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Aula Dalam. Di setiap langkahnya, Heilong bisa melihat banyak sekali hiasan dan ornamen-ornamen yang sangat indah yang terbuat dari kayu berada di bagian kanan kiri istana ini. Hiasan-hiasan kayu ini membuat Istana Kayu yang terkesan sangat sederhana menjadi sebuah Istana Istana yang sangat mewah.


“Ibu, apakah Divine Beast Genbu membeli hiasan-hiasan kayu ini dari pedagang yang berada di Benua Timur?” tanya Heilong yang tatapannya tidak pernah lepas dari hiasan kayu yang menghiasi istana ini.


Long Yuyin langsung tertawa mendengar pertanyaan Putranya. “Haha … Kau ini konyol sekali. Mana mungkin seorang Dewa membeli barang buatan manusia. Divine Beast Seiryu membuat semua hiasan yang ada di dalam Istana ini dengan tangannya sendiri. Bahan untuk membuat hiasan-hiasan kayu ini juga berasal dari alam dewa karena itu tidak akan ada kerajinan kayu di Planet ini yang bisa menandingi keindahan hiasan kayu yang ada di dalam Istana ini.”


Heilong hanya tersenyum menahan malu setelah dia menyadari bahwa pertanyaannya itu adalah sebuah hal yang sangat konyol.


Mereka bertiga akhirnya sampai di Aula Dalam setelah berjalan selama lima menit. Mereka bertiga bisa melihat dua orang pria yang bertubuh sangat gagah dan otot-ototnya sangat kekar berdiri di sambil menatap mereka. Pria yang ada di sebelah kiri terlihat memiliki usia yang lebih tua dari pria yang ada di sebelah kanan.


Heilong sudah mengenal dengan sangat jelas pria tua yang berada di sebelah kiri karena dalam ingatan Long Bai, pria ini adalah Kakeknya yaitu Kaisar Long Jin. Namun Pria yang berada di sebelah kanan dan memiliki usia sekitar empat puluh tahunan dengan rambut berwarna menghadap ke langit, Heilong sama sekali tidak pernah melihat pria ini.


“Ibu, siapakah pria yang ada di sebelah kanan itu?” tanya Heilong berbisik pada Long Yuyin.


“Pria itu adalah wujud manusia dari Divine Beast Seiryu. Bukankah kau sudah sering bertemu dengan Divine Beast Seiryu, apakah kau sama sekali belum pernah melihat wujud manusia dari Divine Beast Seiryu?” jawab Long Yuyin balik bertanya.


“Tidak pernah. Divine Beast Seiryu selalu menemuiku dengan wujud aslinya yang masih dalam bentuk sebuah roh.


“Salam Divine Beast,” ucap mereka bertiga memberi hormat secara bersamaan.


“Berdirilah. Aku sudah lama menunggu kedatangan kalian bertiga,” seru Divine Beast Seiryu.


Divine Beast Seiryu langsung menjalankan menghampiri Guru Yi Shu dan menaruh tangan kanannya di pundak sebelah kiri Guru Yi Shu.


Aura berwarna biru keungu-unguan yang memancar dari tubuh Divine Beast Seiryu, langsung mengalir ke tubuh Guru Yi Shu dan menutupi seluruh tubuhnya dengan aura ini. Secara ajaib, semua luka dalam yang ada di tubuh Guru Yi Shu langsung sembuh.


“Terimakasih Dewa,” ucap Guru Yi Shu setelah merasa tubuhnya sehat kembali seperti sebelum dia di tahan oleh para iblis itu.


“Kau tidak perlu sungkan. Itu adalah sedikit kompensasi yang memang harus aku berikan karena aku'lah yang telah memberimu tugas untuk memata-matai pintu gerbang perbatasan bagian utara,” jawab Divine Beast Seiryu.


Divine Beast Seiryu kemudian menatap Long Yuyin yang berada di sebelah kanan Guru Yi Shu. “Sudah lama kau tidak berkunjung ke tempatku. Kau terakhir kali datang ke tempat ini sepuluh tahun yang lalu, saat itu kau hanyalah seorang pendekar yang berada di lapis King Emperor. Sekarang kau sudah berada di lapis Grand Emperor, sepertinya kau sudah berlatih dengan sangat keras. Kau memang layak menjadi putri dari Kerajaan Blue Dragon.”


“Ini semua berkat latihan keras yang di berikan oleh ayahku. Sebagai seorang putri kerajaan, aku harus bisa menjaga keselamatanku sendiri meskipun saat ini aku sudah memiliki seorang suami dan putra yang akan selalu melindungiku,” jawab Long Yuyin sopan.


Setelah puas mengobrol dengan Long Yuyin dan Guru Yi Shu, Divine Beast Seiryu membalikkan tubuhnya ke hadapan Heilong yang berdiri di samping Long Yuyin.


“Potensi dan kekuatan yang kau memiliki sangat luar biasa. Sepertinya tidak salah jika kami para Divine Beast telah memilihmu untuk menjadi pewaris dari kekuatan kami. Sekarang terimalah hadiah dari ujianmu.”


Divine Beast Seiryu meletakkan kedua tangannya di pundak Heilong. Sebuah bola cahaya berwarna biru keungu-unguan langsung keluar dari dahi Divine Beast Seiryu dan langsung masuk ke dalam dantian Heilong.


“Itu adalah bola inti energi petir milikku. Seraplah terlebih dahulu semua energi yang ada di dalam bola energi itu sebelum kau meninggalkan tempat ini,” ucap Divine Beast Seiryu.


Heilong langsung duduk bersila di depan Divine Beast Seiryu. Dia mulai memejamkan kedua matanya dan berkonsentrasi penuh untuk menyerap bola inti energi petir yang baru saja di berikan oleh Divine Beast Seiryu.


Suasana di dalam Istana Kayu ini langsung berubah menjadi hening. Mereka semua menjadi diam dan terus mengamati setiap perubahan yang terjadi di tubuh Heilong.


Long Yuyin terlihat sangat khawatir saat melihat tubuh Heilong mulai bergetar diikuti dengan aura energi petir yang sangat kuat memancar dari tubuhnya. Tapi Kaisar Long Jin segera berjalan menghampiri putri kesayangannya itu dan memberi isyarat agar jangan khawatir dia juga memberihu putrinya agar tetap tenang selama proses penyerapan bola inti energi petir ini berlangsung.