LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 259 PEDANG API BARU ( PART 7 )


Heilong melihat ke atas di mana Xue Xian Hou berada. Dia berniat untuk bertanya pada Xue Xian Hou, sejak kapan dirinya mengetahui tentang keberadaan Li Ziqi tapi Heilong mengurungkan niatnya itu setelah melihat Xue Xian Hou sedang berkonsentrasi penuh mengatur energinya untuk menjaga Dunia Es Abadi yang di buat agar tidak menghilang.


Heilong langsung menggenggam gagang pedang pusaka yang menancap di gunung batu itu dengan kedua tangannya dan mengalirkan energi apinya ke pedang pusaka itu seperti yang telah diperintahkan oleh Li Ziqi.


Delapan buah rantai api yang membelenggu pedang pusaka itu langsung terlihat. Heilong bisa melihat ujung dari rantai-rantai api itu menancap ke delapan buah formasi kecil berbentuk pentagram yang ada di puncak gunung batu.


“Guru apa kau tahu formasi apa itu? Aku belum pernah melihat ada formasi seperti ini,” tanya Heilong pada Li Ziqi.


“Itu adalah Formasi Segel Belenggu Delapan Dewa Api,” jawab Li Ziqi.


“Bagaimana cara menghancurkan formasi itu?” lanjut Heilong bertanya.


“Formasi itu termasuk dalam formasi segel tingkat tinggi. Butuh tenaga ekstra dan cara yang sedikit rumit untuk memecahkan kedelapan formasi segel itu. Kau harus menggunakan elemen esmu untuk menghancurkan empat formasi segel yang ada di arah utara, barat, timur dan selatan. sedangkan keempat formasi segel sisanya, kau harus menggunakan kekuatan elemen airmu untuk menghancurkannya. Kedelapan formasi segel itu harus di hancurkan dalam waktu yang bersamaan, jika ada satu saja yang tersisa maka formasi segel itu akan langsung terbentuk kembali,” jelas Li Ziqi.


“Susah sekali. Bagaimana aku bisa melakukan itu? tanganku cuma ada dua, sedangkan formasi segel yang harus aku hancurkan secara bersamaan ada delapan. Meskipun aku menggunakan kakiku masih tersisa empat segel lagi,” protes Heilong.


“Protes aja terus! Berapa jumlah jari yang ada di kedua tanganmu?” tanya Li Ziqi sedikit kesal.


“Sepuluh,” jawab Heilong santai.


“Itu lebih dari cukup jika kau gunakan untuk menghancurkan ke delapan formasi segel itu, bahkan jarimu masih tersisa dua. Bentuk dari formasi segel yang mengeluarkan ke delapan rantai api itu tidak terlalu besar jadi hanya dengan menggunakan satu jari saja, aku rasa itu sudah cukup untuk menghancurkan kedelapan formasi segel itu. Pusatkan semua energi es dan air yang ada di tubuhmu agar mengarah ke ujung jarimu,” seru Li Ziqi.


“Aku mengerti,” jawab Heilong.


Heilong mengulurkan kedua tangannya ke depan dan membuka telapak tangannya. Dia mengalirkan energi es ke tangan kanannya dan energi air ke tangan kirinya. Dia mencoba untuk memusatkan energi itu di ujung jari-jari tangannya. Memang terasa sedikit susah karena ini adalah pertama kalinya Heilong mencoba melakukan hal ini.


Di percobaan pertama dia gagal karena energi yang dia saluran ternyata menyelimuti seluruh telapak tangannya. Dia harus benar-benar memusatkan energinya di ujung jarinya karena antara satu titik dengan titik yang lain saling bersebrangan.


Heilong mencoba kembali menjernihkan pikirannya dan memusatkan konsentrasinya. Setelah pikirannya cukup tenang, dia mencoba mengalirkan kembali energi es dan airnya ke telapak tangannya dan memusatkan energi itu agar menuju ke setiap ujung jarinya.


“Jadi rupanya teknik ini memiliki nama. Aku pikir ini hanya teknik untuk mengendalikan Qi secara asal-asalan saja,” balas Heilong mengejek.


“Dasar murid tidak tahu terima kasih. Sudah di beri teknik yang bagus malah mengatakan teknik itu adalah teknik asal-asalan,” tegur Li Ziqi sedikit kesal lalu dia kembali terdiam di dalam dunia jiwa Heilong.


Heilong meletakkan tangan kanannya di atas pedang pusaka itu dengan posisi telapak tangannya menghadap ke bawah. Lalu dia mengatur posisi dari keempat jarinya agar tepat di atas di atas formasi segel yang harus dia hancurkan dengan kekuatan elemen es.


Kemudian dia meletakkan tangan kirinya di atas tangan kanannya dengan posisi yang sama yaitu telapak tangannya menghadap ke bawah. Kemudian dia mengatur posisi dari keempat jari yang ada di tangan kirinya agar tepat di atas formasi segel yang harus dia hancurkan dengan kekuatan elemen air.


Heilong tidak menggunakan jari kelingkingnya untuk menghancurkan segel karena jangkauan dari jari kelingking terlalu susah. Setelah ke delapan jarinya berada di posisi yang tepat, Heilong langsung menembakan energi yang tersimpan di ujung jarinya untuk menyerang kedelapan formasi segel itu.


Kedelapan formasi segel itu langsung hancur secara bersamaan setelah di terjang oleh aura berbentuk tombak yang muncul dari ujung jari-jari Heilong. Kedelapan rantai api yang membelenggu pedang pusaka itu juga langsung menghilang setelah Heilong berhasil menghancurkan Formasi Segel Belenggu Delapan Dewa Api.


“Akhirnya sekarang tidak ada lagi yang menghalangiku untuk mengambil pedang pusaka itu,” ucap Heilong tersenyum gembira dengan kedua tangannya yang mencoba meraih pedang pusaka itu.


Tanpa menunggu lagi, Heilong langsung menarik pedang itu keluar. Aura yang sangat menindas langsung memancar dari pedang pusaka itu setelah berhasil di tarik Heilong.


Fenomena aneka'pun mulai terjadi. Heilong bisa mendengar suara langit yang bergemuruh seakan-akan langit itu mau runtuh, padahal saat ini dia sedang berada di pulau bagian dalam yang sama artinya saat ini dia sedang berada di bawah tanah.


Tanah pun mulai berguncang dengan sangat kuat sehingga membuat seluruh pulau yang ada di pulau bagian dalam ini menjadi bergetar.


“Pedang macam apa ini. Tekanan kekuatannya saja bisa mengguncang langit dan tanah di planet Dreamland ini,” ucap Heilong.


“Fenomena aneh ini adalah pertanda dari kelahiran sebuah senjata dewa yang kekuatannya bisa mengguncang langit. Cepat kau suruh Xue Xian Hou untuk menghentikan jurus Dunia Es Abadinya. Jika perkiraanku tepat, seharusnya sebentar lagi akan ada hujan petir yang akan menghujani pedang pusaka itu sebagai bentuk restu dari langit. Jika gadis itu tidak menghentikan jurusnya maka hujan petir itu akan menyerang tubuhnya,” ucap Li Ziqi memberi perintah.


Heilong langsung berteriak sekeras mungkin ke arah Xue Xian Hou. “Hou'er cepat hentikan jurusmu. Keadaannya akan menjadi semakin berbahaya jika kau tetap menggunakan jurusmu itu, aku akan menjelaskannya semuanya nanti.”


Xue Xian Hou langsung menghentikan kekuatan esnya yang dia gunakan untuk mempertahankan jurus Dunia Es Abadi setelah mendengar teriakan Heilong. Beberapa saat kemudian Dunia Es itu hancur dan menghilang. Kobaran api berwarna emaspun akhirnya kembali muncul dan membakar tempat di sekitar Heilong berdiri.