
“Hehe ... Aku lupa kalau setahun di Dunia Gerbang Waktu sama seperti sehari di Dunia Nyata,” jawab Heilong terkekeh. Heilong tiba-tiba mengajukan pertanyaan yang aneh. “Apa Guru masih belum mau menunjukkan diri Guru pada mereka berdua.”
“Tidak perlu karena mereka berdua sama sekali tidak memiliki hubungan denganku. Aku cuma memberi mereka senjata dan beberapa kitab ilmu beladiri sesuai permintaanmu dan aku sama sekali tidak mengajari mereka. Mereka berdua berhasil menguasai jurus-jurus yang ada di dalam kitab itu karena kemampuan mereka sendiri. Tapi Lin Meylin itu bisa melihat keberadaanku karena energi cahaya yang ada di matanya,” jawab Li Ziqi sambil terbang dan mendarat di samping Lin Meylin.
Heilong menjadi terkejut dan hanya menatap Lin Meylin. Lalu bergumam dalam hati “Ternyata selama ini Meylin mengetahui tentang keberadaan Guru tapi dia memilih untuk diam dan pura-pura tidak tahu.”
Li Ziqi menyadari kekhawatiran Heilong lalu berkata sambil meletakkan tangannya di atas kepala Lin Meylin. “Tenang saja dia sudah berjanji padaku untuk tidak menceritakan apa yang dia lihat kepada orang lain termasuk ayahnya sendiri.”
Lin Meylin hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya sambil menatap Heilong untuk meyakinkannya. Dan Heilong membalasnya dengan anggukan juga, pertanda bahwa dia percaya pada apa yang telah di ucapkan Li Ziqi.
Heilong dan yang lainnya keluar dari ruang kultivasi dan pergi ke Taman yang ada di Belakang Istana. Saat sampai di sana dia langsung merasa hembusan angin sejuk dan udara yang sangat menyegarkan yang tidak dia dapatkan selama menjalani latihan di dalam Dunia Gerbang Waktu.
“Haaaa ... Sangat nyaman sekali berada di taman ini, meskipun taman ini berada di dalam pesawat tapi udaranya sebersih dan sesegar udara pegunungan,” ucap Heilong menarik dapat dalam-dalam untuk membuat tubuhnya santai.
“Benar sekali Tuan. Suatu saat nanti, aku berniat untuk membuat pesawat yang seperti ini.” sahut Lin Chong Wei dengan penuh semangat.
“Jangan lupa buatkan satu untukku ayah,” pinta Lin Meylin.
“Tenang saja. Pesawat pertama buatan ayah nanti akan ayah berikan pada putri ayah,” jawab Lin Chong Wei.
Heilong menjadi terkejut dan langsung menatap Lin Chong Wei. “Benarkah kamu berniat untuk membuat pesawat. Membuat pesawat itu bukanlah hal yang mudah karena ada banyak sekali bagian-bagian yang sangat rumit. Belum lagi program-program yang dibutuhkan untuk menjalankannya.”
Lin Chong Wei menganggukkan kepalanya lalu menjawab. “Benar aku berencana untuk membuat pesawat setelah proyek pembuatan lampu kita selesai. Aku sadar di Planet Dreamland yang sebagian besar penduduknya menguasai kultivasi, pesawat pasti tidak akan dibutuhkan di Planet ini.”
“Lalu kenapa kamu masih berniat untuk membuat pesawat jika kamu sendiri tahu bahwa pesawat tidak akan ada gunanya di Planet ini,” tanya Heilong penasaran.
“Itu hanya pemikiran lama dan sekarang pemikiranku telah berubah,” jawab Lin Chong Wei.
“Apa kau bisa jelaskan padaku maksud dari perkataanmu itu karena aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu,” sahut Heilong.
“Saat aku terluka parah dan kehilangan kultivasiku. Aku baru menyadari pentingnya tentang sebuah teknologi dan aku juga baru mengetahui tentang suatu kebenaran bahwa tidak semua manusia di Planet ini bisa menggunakan kultivasi contohnya anak-anak dan orang yang terluka parah atau orang yang sejak lahir ditakdirkan untuk menjadi sampah kultivasi.”
Saat Lin Chong Wei mengatakan tentang orang yang sejak lahir telah ditakdirkan untuk menjadi sampah kultivasi, Heilong langsung terdiam karena teringat pada Long Bai yang selalu mendapat perlakuan kasar dari teman-temannya karena dianggap terlalu lemah.
“Tidak ada yang salah dengan ucapanmu. Aku hanya merasa bahwa kita memiliki pemikiran yang sama. Aku ingin mendengar lebih banyak lagi alasanmu untuk mengembangkan teknologi di Planet ini, lanjutkan penjelasanmu,” jawab Heilong.
Lin Chong Wei menganggukkan kepalanya dan melanjutkan. “Waktu aku terjatuh ke dalam jurang. Aku sudah putus asa dan hampir menyerah karena luka dalamku yang sangat parah bahkan untuk berjalan saja aku mengalami kesulitan. Untung saja waktu itu putriku Meylin tidak mengalami luka dan dia membantuku masuk ke dalam Goa yang ada di dasar jurang. Di dekat pintu masuk Goa, aku menemukan sebuah benda yang sangat aneh namun benda itu sangat membantuku.”
Lin Chong Wei kemudian mengeluarkan sebuah kotak berbentuk kubus berukuran 50 cm dari dalam kalung yang dipakainya. Kalung ini memiliki fungsi yang sama dengan Cincin Penyimpanan ataupun Gelang Galaxy tapi ukuran ruang yang ada di dalam kalung itu berbeda. Seharusnya ruangan yang ada di dalam Kalung Penyimpanan ini lebih besar dari Cincin Penyimpanan tapi dan lebih kecil dari Gelang Galaxy.
Saat Lin Chong Wei menyentuh tombol yang ada di kotak itu, kotak itu langsung berubah menjadi mirip dengan sebuah Kursi Roda tapi sama sekali tidak ada roda pada benda itu, ini yang membuat Heilong menjadi bingung.
“Benda apa itu?” tanya Heilong.
“Ini namanya kursi terbang.” Lin Chong Wei langsung duduk di atas kursi itu dan menekan beberapa tombol yang ada bagian kanan.
Kursi terbang itu langsung terbang rendah dan berjalan sesuai dengan tombol-tombol yang di tekan oleh Lin Chong Wei.
“Setelah aku pelajari. Benda ini memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan pesawat tapi ukurannya lebih kecil. Di kursi ini ada beberapa baling-baling berukuran kecil yang bisa membuat kursi ini terbang sesuai dengan perintah yang kita berikan melalui remote kontrol yang ada di bagian kanan.” ucap Lin Chong Wei sambil menunjukkan sebuah layar kecil yang ada di bagian kanan.
“Dengan benda inilah aku bisa berjalan dalam keadaan yang terluka parah sampai akhirnya aku bisa pulih. Selain itu di dalam sini juga ada dua buah mesin jet yang bisa mempercepat jalannya benda ini.”
Lin Chong Wei menekan tombol berwarna kuning yang ada di layar dan dua buah mesin jet langsung muncul dari sebelah kanan dan kiri Kursi Terbang itu.
“Jadi tujuanmu untuk membuat pesawat dan mengembangkan teknologi di Planet ini adalah untuk membantu orang-orang yang tidak memiliki kultivasi. Apa benar begitu?” tebak Heilong.
“Benar sekali. Aku tidak ingin melihat orang yang hidup tanpa kultivasi selalu di tindas oleh orang yang memiliki kultivasi,” jawab Lin Chong Wei.
“Baiklah, aku mengerti sekarang dan aku sangat setuju dengan ucapanmu karena kita memiliki pemikiran yang sama.“ jawab Heilong. Kemudian Heilong kembali berkata. “Karena kita baru saja menyelesaikan latihan yang sangat keras dalam waktu yang cukup lama. Maka aku akan membuat masakan yang enak untuk merayakan keberhasilan kita. Aku rasa kalian juga sudah lama tidak makan enak.”
Lin Chong Wei dan Lin Meylin langsung menjawab dengan anggukan kepala karena mereka berdua juga sudah sangat lapar.
Heilong langsung pergi ke dapur bersama dengan Li Ziqi. Biasanya Li Ziqi selalu menolak jika di ajak Heilong untuk menemaninya pergi ke dapur tapi sekarang dia sendiri yang berinisiatif untuk mengikuti Heilong pergi ke dapur. Sepertinya ada sesuatu yang sangat penting yang ingin dia bicarakan dengan Heilong secara pribadi. Dia tidak bisa mengatakannya di dekat Meylin karena setelah kekuatan cahayanya meningkat, sekarang Lin Meylin bisa melihat dan mendengar apa yang di katakan Li Ziqi pada Heilong.