LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 276 ANTARA CINTA DAN DENDAM ( PART 8 )


Sebuah pintu gerbang dari cahaya akhirnya muncul di dalam dunia pikiran Xin Ye. Li Ziqi sempat sedikit terkejut saat melihat pintu gerbang itu. “Apakah dia telah berhasil menguasai jurus itu, tapi ini sebenarnya masih terlalu cepat untuk dia menguasai jurus itu secara sempurna. Jangan-jangan dia terpaksa menggunakan jurus itu secara asal-asalan hanya untuk membantuku melawan mata iblis ini.”


Beberapa saat kemudian pintu gerbang itu akhirnya terbuka, sosok Heilong dan Long Bai langsung keluar dari dalam pintu gerbang itu dengan memegang pedang mereka masing-masing di tangan kanannya.


Heilong langsung bergerak menuju ke arah Sherly dan langsung menghancurkan rantai hitam yang mengikat kedua tangannya dengan menggunakan Pedang Blue Star Heaven Sword sedangkan Long Bai bergerak menuju ke tempat Dao Xue Lian dan menghancurkan rantai yang mengikat kedua tangannya dengan menggunakan Pedang Tarian Petir.


Mereka berdua langsung membawa Sherly dan Dao Xue Lian untuk menjauhi mata Iblis itu supaya Li Ziqi bisa dengan bebas menggunakan seluruh kekuatan kekuatan untuk menghancurkan mata Iblis.


Dunia pikiran Xin Ye ini sangat luas sehingga sangat mudah bagi mereka untuk berlari menjauh sejauh mungkin untuk mencari tempat yang aman. Setelah Heilong merasa sudah berlari cukup jauh, Heilong langsung membuat sebuah penjara es untuk melindungi Sherly dan Dao Xue Lian.


“Kenapa kau tidak ikut masuk ke dalam penjara es ini?” tanya Sherly pada Heilong.


“Sudah pasti karena dia ingin bisa bergerak bebas karena fungsi dari penjara es ini adalah untuk mengurung musuhnya,” sahut Dao Xue Lian dengan nada sinis.


“Aku tidak ingin mengurung kalian berdua dengan sengaja. Ini semua aku lakukan hanya untuk melindungi kalian berdua,” jawab Heilong.


“Jika kau benar-benar ingin melindungi kami kenapa kau tidak menggunakan Jurus Perisai Esmu tapi malah menggunakan Jurus Penjara Es,” tanya Dao Xue Lian penasaran.


“Aku tidak yakin kekuatan dari perisai es milikku akan mampu menahan ledakan energi yang berasal dari pertempuran kedua mata itu. karena itu aku lebih memilih untuk menggunakan Jurus Penjara Es yang memiliki dinding-dinding es yang lebih tebal daripada lapisan pelindung yang ada di dalam Jurus Perisai Es,” jawab Heilong menjelaskan agar Dao Xue Lian tidak salah paham terhadapnya.


“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?” lanjut Dao Xue Lian bertanya.


“Aku akan pergi untuk membantu Guruku menghancurkan mata iblis itu tapi aku sama sekali tidak tahu sedikitpun tentang mata iblis itu. Setelah sampai di sana mungkin aku akan mengamati mata iblis itu dengan teliti untuk mencari kelemahannya,” jawab Heilong.


“Mata iblis itu adalah sebuah mata yang terbentuk dari Jurus Ilusi Mata Raja Iblis. Di dalam mata itu terdapat hawa iblis yang sangat kuat yang dapat mempengaruhi pikiran seseorang. Dan satu-satunya cara untuk menghancurkan mata iblis itu adalah dengan menghancurkan inti dari mata iblis itu. Inti mata iblis itu terletak di tengah-tengah mata itu dan memiliki warna yang lebih gelap dari warna yang lain,”


Dao Xue Lian tiba-tiba menjelaskan tentang mata iblis dan kelemahan dari mata iblis itu kepada Heilong karena dia tidak ingin pikirannya dikendalikan oleh mata iblis itu dan kembali menjadi makhluk yang suka menebarkan teror di mana-mana.


“Sebenarnya ada suatu hal yang membuatku bingung,” ucap Dao Xue Lian tanpa sadar.


“Lebih baik kau katakan saja apa yang telah membuatmu menjadi bingung mungkin di antara kita akan ada yang bisa menjawab pertanyaanmu itu,” sahut Sherly yang dari tadi cuma diam melihat percakapan antara Heilong dan Dao Xue Lian.


“Bukankah Ayahmu yang telah memgirim bola energi kegelapan itu untuk membantu mengembalikan kekuatan aslimu dan Jurus Ilusi Mata Iblis Ini juga berada di dalam Bola energi kegelapan yang dikirimkan oleh Ayahmu. Seharusnya Ayahmu'lah yang mengirimkan jurus Ilusi ini, mungkin saja Ayahmu ingin kau kembali menjadi seorang Iblis seperti dulu,” jawab Heilong.


“Ayahku tidak akan mungkin mengirim jurus sekejam ini kepadaku karena dia sangat menyayangku. Ayahku pasti sudah tahu jika dia menggunakan Jurus ini untuk mencuci pikiranku maka aku akan melupakan semua kenangan tentangnya dan hanya akan menjadi seperti mayat hidup yang akan mematuhi semua perintah Tuanya. Sepertinya yang mengirimkan jurus Ilusi ini adalah Dark Etheroz.” tebak Dao Xue Lian.


“Lagi-lagi dia. Aku sudah sangat bosan mendengar nama Iblis itu. Aku ingin cepat menjadi kuat agar aku bisa membunuh iblis itu,” ucap Heilong geram saat mendengar nama Dark Etheroz.


“Sepertinya kau juga sangat membenci Dark Etheroz jadi aku tidak salah jika waktu itu aku memintamu untuk membunuh Dark Etheroz suatu saat nanti,” ucap Dao Xue Lian sambil tersenyum.


“Kamu jangan khawatir, aku pasti akan membunuh Dark Etheroz karena aku sudah bersumpah akan membunuh iblis itu dengan tanganku sendiri ,” ucap Heilong dengan mata berapi-api.


“Kalau begitu keluarkan aku dari sini. Biarkan aku membantumu untuk menghancurkan mata iblis itu karena aku tidak ingin melihatmu mati sebelum kau berhasil membunuh Dark Etheroz,” pinta Dao Xue Lian.


“Aku tidak bisa membawamu karena itu terlalu berbahaya. Yang di incar oleh mata iblis itu adalah kamu, jika kamu sampai jatuh ke tangannya maka sia-sia saja aku datang ke sini untuk menolongmu.” jawab Heilong.


“Kalau begitu keluarkan aku dari sini, aku ingin bisa membantumu kali ini karena kita sudah terlalu lama dipisahkan. Aku juga memiliki kultivasi jadi sepertinya aku tidak akan terlalu membebanimu,” sahut Sherly.


“Kamu juga sama, lebih baik kamu tetap di sini dan temanilah Dao Xue Lian. Kalian bisa saling mengobrol untuk menghilangkan kebosanan saat berada di dalam penjara es ini. Setelah aku dan Guruku berhasil menghancurkan mata Iblis itu maka aku akan langsung datang ke sini dan melepaskan kalian berdua dari penjara es,” jawab Heilong.


“Baiklah jika itu keputusanmu tapi izinkan aku memberikan sesuatu untuk melindungimu,”


Dao Xue Lian langsung menyentuh dinding penjara es itu dengan telapak tangan kanannya. Api berwarna hitam langsung muncul dari telapak tangannya dan melelehkan permukaan dinding es yang di sentuh oleh telapak tangannya sehingga muncul sebuah lubang yang bisa membuat tangan kanannya keluar dari dalam penjara es.


Heilong mengangkat alisnya karena terkejut. “Sebenarnya kekuatanmu mampu untuk menghancurkan penjara es yang aku buat lalu kenapa kamu meminta izinku agar aku membebaskanmu dari penjara es ini. Apakah kau hanya ingin mengujiku barusan?”


Dao Xue Lian tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Heilong. “Aku tidak ingin membuat penjara es yang kau buat dengan kekuatanmu ini menjadi sia-sia karena itu jika kau tidak mangijinkan aku untuk keluar dari sini maka aku akan tetap tinggal di sini dan akan keluar dari penjara es ini sampai kau membebaskanku sendiri.”


Sebuah cahaya berwarna hitam memancar dari telapak tangan Dao Xue Lian dan menyinari tubuh Heilong dengan cahayanya yang berwarna hitam. Cahaya itu kemudian berubah menjadi sebuah jubah perang yang langsung menempel di tubuh Heilong dan sebuah pedang yang ada di tangan kanannya.


“Aku berikan padamu senjata pusakaku yang paling berharga yaitu Jubah Perang Naga Eternal dan Pedang Naga Eternal. Kedua senjata pusaka itu muncul bersamaan dengan kelahiranku. Ibuku memberi nama kedua senjata pusaka itu dengan Naga Eternal karena kami berasal dari Ras Naga Eternal,” seru Dao Xue Lian.