
Jangan lupa tekan Like ya 🙏
Oh, iya. Kalau boleh tahu, para reader yang membaca karyaku ini berasal dari daerah mana ya?
Silahkan tulis di kolom komentar ya.
Terima Kasih 🙏
*****
Heilong kemudian menggambar sebuah simbol sihir untuk memulai proses kontrak senjata dan meletakkan Pedang Taring Buaya di atas simbol sihir itu.
Simbol sihir itu langsung mengeluarkan cahaya berwarna merah seperti warna darah, saat Heilong meneteskan sedikit darahnya di atas Pedang Taring Buaya.
Cahaya berwarna merah itu lalu menyinari Pedang Taring Buaya dan membentuk sebuah benang roh berwarna merah yang menghubungkan roh senjata Pedang Taring Buaya dengan Dunia Jiwa Heilong.
Ignis melihat apa yang sedang di lakukan Heilong kemudian dia menyeringai.
“Dasar manusia Bod*h! Sepertinya dia benar-benar meremehkanku. Berani-beraninya dia mengabaikanku dan melakukan ritual kontrak senjata saat bertarung denganku. Tapi, ini adalah kesempatanku untuk menyerangnya. Aku harus memanfaatkan kondisi ini sebaik mungkin karena saat ini dia sedang lengah, sebab semua perhatiannya sedang terfokus pada ritual kontrak senjata yang sedang dia lakukan.”
Ignis langsung mengepalkan tangan kanannya yang sudah di penuhi dengan kekuatan energi api dan energi kegelapan.
Air berwarna hitam pekat kembali muncul di tinju tangan kanan Ignis.
“Semburan Cobra Api Penghancur Gunung Es.”
Ignis langsung menyerang tempat Heilong melakukan ritual kontrak senjata dengan menggunakan tinju api miliknya.
“Boom …”
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi saat tinju api milik Ignis menghantam tempat itu. Kepulauan asap tebal langsung muncul dan menutupi daerah sekitar tempat Heilong berdiri.
“Akhirnya aku berhasil membunuhmu. Yang mulia Dark Etheroz pasti akan memberiku hadiah yang sangat besar saat aku kembali ke Kerajaan Klan Iblis. Hehe …”
Namun, senyuman Ignis tidak berlangsung lama. Dia langsung terkejut saat melihat ada sebuah medan pelindung berwarna merah darah yang melindungi tempat Heilong melakukan ritual kontak senjata setelah kepulan asap yang menutupi tempat itu menghilang.
“I-itu …?! Jangan-jangan itu adalah ritual Kontrak Darah. Itu adalah teknik kontrak senjata tingkat tinggi yang biasa digunakan di Alam Dewa dan Alam Iblis. Bagaimana seorang manusia bisa mengetahui tentang teknik itu? Apa mungkin rumor yang mengatakan bahwa pemuda itu adalah murid para Divine Beast adalah suatu kebenaran?”
Ignis sangat terkejut saat melihat medan pelindung itu bahkan kedua matanya sampai melotot seperti ingin keluar karena sangat terkejut.
Tidak ada yang bisa dia lakukan untuk menghancurkan medan pelindung itu karena medan pelindung itu mengandung hukum ruang tingkat tinggi yang susah di hancurkan oleh seorang Dewa sekalipun.
“Kalau begitu aku akan menunggu sampai dia selesai melakukan ritual kontak senjata itu dan langsung menyerangnya dengan sekali serangan.”
Ignis mulai memasukkan energi api dan kegelapan miliknya ke kedua tangannya sambil menunggu Heilong selesai menyelesaikan ritual kontrak senjata.
**
Di bawah tempat Ignis dah Heilong bertarung, Long Yuyin menjadi sangat khawatir saat dia mendengar suara ledakan beruntun yang berkali-kali terjadi di udara.
Suara ledakan itu sangat dahsyat dan lebih kuat dari suara ledakan petir, sampai-sampai seluruh wilayah Istana Giok Biru menjadi bergetar saat ledakan itu terjadi.
“Suami, apakah kau yakin bahwa kita tidak perlu datang ke sana dan membantu Putra kita bertarung melawan Patriarch Klan Iblis itu?” tanya Long Yuyin melirik Long Bao.
“Yang dikatakan suamimu itu benar, Yuyin. Konsentrasi Putramu pasti akan terganggu jika kau mendekati tempat pertarungan mereka. Lebih baik kita diam di sini sambil menyaksikan pertarungan itu. Lagipula Putramu bukanlah pendekar sembarangan, saat ini dia adalah murid para Divine Beast. Kau harus percaya dengan kemampuan yang dimiliki oleh Putramu,” sahut Shen Ai Zhi.
Ucap dari Shen Ai Zhi ini langsung membuat pikiran Long Yuyin menjadi tenang karena dia tahu bahwa Shen Ai Zhi memiliki kemampuan untuk melihat masa depan.
**
Butuh waktu sekitar lima menit untuk menyelesaikan ritual kontrak senjata ini. Dan selama proses kontrak senjata ini berlangsung, tubuh Heilong selalu berada di bawah perlindungan medan pelindung khusus yang berasal dari simbol sihir ritual kontrak senjata.
Simbol sihir itu langsung menghilang setelah benang merah itu terhubung secara sempurna dengan Dunia Jiwa Heilong. Itu adalah pertanda bahwa proses kontrak senjata antara Pedang Taring Buaya dan Heilong sudah selesai.
Heilong langsung menggenggam Pedang Taring Buaya yang melayang di depannya dengan menggunakan tangan kirinya karena di tangan kanannya masih ada Pedang Paus Biru.
“Sekarang kau sudah resmi menjadi milikku. Aku berjanji tidak akan menggunakanmu untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan kejahatan. Dan hanya akan menggunakanmu di saat terdesak saja.”
“Aku percaya dengan semua ucapanmu. Bagaimana kalau sekarang anda mulai menyatukan aku dengan Pedang Paus Biru karena iblis yang anda hadapi sepertinya memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Kekuatan yang dia miliki hampir menandingi kekuatan yang dimiliki oleh Dewa,” jawab roh senjata Pedang Taring Buaya.
“Baik, mari kita mulai.”
Heilong segera mengangkat Pedang Paus Biru dan Pedang Taring Buaya secara bersamaan menghadap ke langit.
Aura energi air yang sangat dahsyat langsung memancar dari tubuh Heilong dan juga kedua pedang pusaka yang ada di tangannya.
Pusaran air yang sangat kuat, langsung muncul di udara dan mengitari tubuh Heilong. Secara perlahan, pusaran air itu menjadi semakin kuat dan menabrak tubuh Ignis.
Pusaran air yang sangat kuat ini menyulitkan Ignis untuk mendekati tempat Heilong berada karena pusaran air ini mengandung tekanan kekuatan energi air yang sangat mengerikan. Padahal Ignis sudah mempersiapkan segalanya untuk menyerang Heilong begitu medan pelindung yang melindungi tubuhnya menghilang.
“Fenomena apa lagi ini! Kenapa susah sekali untuk mendekati tubuhnya saat ada kesempatan yang sangat bagus. Sepertinya Sang Pencipta juga melindungi kehidupan pemuda itu,” gumam Ignis dalam hati.
Ignis akhirnya menyerah untuk mendekati tempat Heilong berada dan kembali menuju ke Bola hitam raksasa yang mengurung roh Long Bai. Karena dia yakin bahwa Heilong akan segera mendekati Bola kegelapan itu setelah fenomena aneh ini menghilang.
Heilong mulai mendekatkan kedua pedang pusaka yang ada di tangannya sampai kedua pedang pusaka itu benar-benar menempel.
“Whoost …”
Semburan hawa dingin yang sangat kuat segera muncul dari kedua Mata Naga Es yang menempel di masing-masing pedang pusaka itu.
Hawa dingin itu langsung membekukan energi air yang memancar dari Pedang Paus Biru dan Pedang Taring Buaya, lalu membuat kedua pedang pusaka berelemen air itu saling menempel dengan kuat seperti dua buah sungai yang di satukan setelah dibekukan oleh sebuah badai salju.
“Crack … Crack …”
“Pyar …”
Lapisan es yang menutupi kedua pedang pusaka itu secara perlahan mulai retak dan akhirnya hancur.
Sebuah pedang pusaka dengan bagian bilah pedang berwarna biru yang sangat indah langsung muncul. Warna biru pada bagian bilah pedang itu seperti warna lautan yang ada di Planet Dreamland.
Pusaran Air yang mengelilingi tubuh Heilong secara perlahan mulai menghilang setelah proses penggabungan kedua pedang pusaka itu selesai.
Heilong memegang pedang pusaka itu dengan erat di tangan kanannya dan memperhatikan setiap bagian dari bentuk pedang pusakanya yang baru.
“Jadi ini adalah Pedang Penguasa Laut. Benar-benar pedang yang sangat indah, namun pedang ini bisa memancarkan tekanan energi yang sangat besar seperti tekanan ombak.”