
Heilong sempat sedikit terkejut saat melihat kekuatan api yang muncul dari mulut Naga Api Sayap Emas tapi kemudian dia langsung tersadar dan segera menggunakan Jurus Perisai Es miliknya untuk menahan semburan api itu.
Saat semburan api itu menyentuh permukaan perisai es, semburan api itu langsung berubah menjadi uap lalu menghilang karena diterpa angin yang berhembus kencang di sekitar tempat ini. Meskipun tubuh Heilong sedikit terdorong kebelakang tapi dia sama sekali tidak mendapatkan luka di tubuhnya.
“Apakah kau benar-benar yakin ingin bertarung melawan Naga itu sendirian? Jangan malu-malu jika ingin meminta bantuanku,” tanya Xue Xian Hou saat melihat Heilong sedikit tersudut padahal ini baru serangan pertama.
“Aku sangat yakin! Kekuatanku sendiri saja masih lebih dari cukup untuk menundukkan Naga ini. Aku sama sekali tidak memerlukan bantuanmu, lebih baik kau duduk tenang saja di sana sambil membuatkan aku secangkir teh. Kemungkinan aku akan sangat haus setelah bertarung melawan Naga ini,” jawab Heilong tersenyum.
“Aku sama sekali tidak percaya dengan ucapanmu. Baru saja aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa kamu sedikit kesulitan untuk menahan semburan api yang dikeluarkan oleh Naga itu. Itu baru serangan pertama tapi bisa membuatmu terpojok, untung saja gerakan refkekmu bagus sehingga kamu tidak mengalami luka di tubuhmu,” seru Xue Xian Hou mengejek.
“Kalo begitu duduk dan tenanglah di sana, jangan berbicara sedikitpun karena itu bisa mengganggu konsentrasiku. Akan aku perlihatkan kemampuanku yang sebenarnya sehingga kamu bisa percaya dengan kekuatanku,” seru Heilong.
Heilong segera maju untuk menyerang Naga Api Sayap Emas dengan menggunakan Pedang Bintang Api yang ada di tangan kanannya, meskipun belum memiliki roh senjata tapi pedang itu sudah cukup kuat karena di buat dari bahan dengan kualitas terbaik dan telah di tempa ulang dengan kekuatan dari langit.
Di sisi lain Naga Api Sayap Emas juga sudah bersiap untuk melakukan serangan kembali. Naga itu menatap Heilong dengan tajam sambil mengalirkan energi apinya ke kedua sayapnya yang berwarna emas. Kedua sayap itu'pun langsung menyala dengan kobaran api berwarna emas yang mirip sekali dengan sayap burung Phoenix.
Naga Api Sayap Emas itu lalu mengepak-ngepakkan sayapnya dengan kuat ke arah Heilong sehingga menciptakan hembusan angin bercampur dengan api yang sangat kuat bergerak menuju ke tempat Heilong berada.
Heilong langsung berlari kesamping dengan menggunakan jurus Super Sonic Dance miliknya untuk menghindari semburan api itu. Setelah semburan api itu berhenti, Heilong langsung melesat dengan sangat cepat ke arah Naga itu dan dalam sekejap dia sudah sampai di samping Naga itu.
Heilong kemudian mengangkat Pedang Bintang Api tinggi-tinggi lalu menyalurkan energi api dan energi angin ke dalam pedangnya itu untuk mengeluarkan Jurus Pedang Amukan Badai Api.
Angin yang sangat kuat segera terbentuk dan mengelilingi Pedang Bintang Api sampai membentuk lapisan angin tornado yang mengelilingi pedang itu. Tidak lama kemudian api juga muncul dan bersatu dengan angin tornado itu. Heilong kemudian menebaskan kedepan secara vertikal.
“Pedang Amukan Badai Api.”
“Whoost …. ”
Angin tornado api yang tadi menyelimuti Pedang Bintang Api, langsung bergerak maju kedepan untuk menyerang Naga Api Sayap Emas. Angin tornado api itu semakin lama menjadi semakin besar dan menerjang apapun yang dilewatinya sampai hancur menjadi abu.
Saat akan menghantam tubuh Naga Api Sayap Emas, angin tornado api yang terbentuk dari jurus pedang Heilong ini sudah setinggi sepuluh meter. Tinggi angin tornado api ini dua kali lipat dari tinggi Naga Api Sayap Emas.
Naga Api Sayap Emas yang memiliki kecerdasan yang sangat tinggi ini dapat dengan mudah menyadari kedatangan serangan Heilong. Dia langsung mengepakkan sayapnya dengan kuat lalu terbang tinggi sampai hampir menyentuh dinding pembatas Formasi Pelindung Dunia Es untuk menghindari serangan tornado api.
Naga Api Sayap Emas menatap ke bawah dengan tatapan yang dipenuhi niat membunuh yang sangat kuat. Naga itu lalu kembali menyemburkan Apinya untuk menyerang Heilong dari atas.
Xue Xian Hou sempat merasa khawatir dan akan berlari ke tempat Heilong untuk menyelamatkannya tapi dia menghentikan langkahnya saat melihat sebuah bongkahan es yang sangat tebal berada di dalam kobaran api berwarna emas. Rupanya sesaat sebelum semburan api itu mengenai tubuhnya, ternyata Heilong sudah menggunakan Jurus Perisai Es untuk melindungi dirinya.
Heilong kemudian mengeluarkan cambuk tali kolor pusakanya dengan tangan kirinya dan langsung terbang ke atas menuju ke arah Naga Api Sayap Emas berada.
Setelah menguasai Jurus Super Sonic Dance, sekarang Heilong memiliki kemampuan untuk terbang meskipun cuma sebentar karena saat menggunakan jurus ini berat tubuhnya menjadi sangat ringan bahkan lebih ringan dari sebuah kapas tetapi jurus ini juga menguras energi angin yang ada di tubuh Heilong dengan sangat cepat sehingga dia tidak bisa lama-lama saat menggunakan jurus ini.
“Sudah saatnya kau untuk turun karena kau sudah terlalu lama kau berada di atas. Aku takut jika kau nanti mabuk udara dari menyemburkan apimu dengan tak terkendali. Hehe …,” ucap Heilong menyeringai sambil mengayunkan cambuknya.
Naga Api Sayap Emas menatap Heilong dengan aneh karena dia sama sekali tak mengerti dengan apa yang telah di ucapkan Heilong tapi hal itu tidak berlangsung lama karena tiba-tiba punggungnya terasa sangat sakit karena terkena serangan cambuk Heilong.
“ Ceeteeer.... ”
“Roar …. ” jerit kesakitan Naga Api Sayap Emas saat cambuk Heilong menyerang punggungnya.
Tubuh Naga itu langsung terjatuh dan berhenti setelah membentur tanah dengan sangat keras sampai meninggalkan lubang sedalam dua meter.
Heilong mendarat dengan perlahan dan santai tidak jauh dari tempat Naga itu terjatuh sambil terus mengamati apakah Naga itu akan melakukan serangan balasan atau Naga itu memilih untuk menyerah setelah mendapat cambukan darinya.
Naga itu mulai berdiri dengan perlahan dan tidak sedikit'pun menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan menyerah tapi Naga itu malah menunjukkan emosinya yang semakin meledak sampai seluruh tubuhnya sekarang diselimuti dengan api berwarna emas.
“Hehe … Jadi rupanya kau masih berani untuk melawanku,” ejek Heilong.
Naga Api Sayap Emas menjawab ejekan Heilong dengan semburan api yang keluar dari mulutnya. Heilong refleks bergerak menghindar ke samping setelah menyadari serangan itu tapi Naga itu masih tidak mau menyerah untuk melukai Heilong.
Naga itu terbang ke arah Heilong dan berniat untuk menyerang Heilong dengan menggunakan tanduk yang ada di kepalanya karena hanya tanduk inilah bagian dari tubuh Naga yang memiliki kekuatan dan ketajaman seperti sebuah tombak pusaka.
Heilong merubah cambuk pusaka yang ada di tangan kirinya menjadi seperti sebuah tali yang biasa digunakan oleh seorang pemburu untuk menangkap buruannya. Dia langsung melempar tali itu ke tanduk Naga saat dia melompat di atas tubuh Naga Api Sayap Emas untuk menghindari serangan tanduknya yang sangat tajam dan diselimuti dengan api.
Setelah tali yang terbuat dari cambuk pusaka itu berhasil mengikat tanduk Naga dengan sempurna, Heilong langsung menarik tali cambuknya dengan ke kekuatan penuh ke arah yang berlawanan. Tubuh Naga itu langsung tertarik seperti di banting ke belakang sampai kembali terjatuh ke tanah.
Heilong lalu berlari mengitari tubuh Naga itu untuk mengikat seluruh tubuh Naga Api Sayap Emas sebelum dia bangkit kembali dan ternyata rencananya itu berhasil, sekarang Naga itu tidak dapat bergerak karena cambuk pusaka ini mengikatnya dengan sangat kuat. Terlebih lagi cambuk pusaka ini memiliki keistimewaan tidak bisa putus dan ukurannya dari cambuk pusaka ini bisa berubah sesuai perintah Heilong.