
Heilong langsung menggunakan jurus perisai es miliknya untuk menahan serangan bola api yang entah dari mana asalnya karena dia tidak dapat melihat apapun dari dalam celah itu, selain api berwarna emas yang sedang membakar seluruh bagian dalam pulau yang diselimuti kabut.
Tubuh Heilong langsung tersungkur beberapa meter ke belakang sampai keluar dari celah itu karena kuatnya tekanan dari serangan bola api yang berasal dari dalam celah.
“Untung saja aku menyadari serangan itu jika aku lengah sedikit saja aku pasti sudah mati di terjang oleh serangan bola api sebesar itu,” ucap Heilong lirih.
“Hati-hati! saat ini dia sedang bergerak menuju ke arahmu dengan membawa serangan yang lebih kuat dari sebelumnya,”
Tiba-tiba suara Li Ziqi muncul dari dalam dunia jiwanya dan memberi peringatan, Heilong pun langsung menjadi waspada dan langsung melindungi tubuhnya dengan aura energi es karena lawan dari api adalah es atau air.
Ternyata benar apa yang telah dikatakan oleh Li Ziqi. Beberapa saat kemudian, Heilong dapat melihat seekor Naga Api yang memiliki sepasang sayap berwarna emas sedang terbang menuju kearahnya dan langsung menyemburkan api yang membawa hawa panas seperti panas matahari ke tempat Heilong berdiri.
Heilong kembali menggunakan jurus perisai esnya untuk menahan serangan dari naga itu tapi naga itu terus menyemburkan apinya tanpa henti sehingga perisai es yang di buat Heilong mulai mencair.
Xue Xian Hou yang melihat dari jauh mulai merasa khawatir. “Kaisar Xin Feng, aku harus pergi ke sana dan menolong Long Bai. Naga api itu sangat kuat aku rasa jika hanya mengandalkan kekuatan es miliknya sendiri, itu tidak akan cukup untuk menahan serangan api dari naga itu.”
“Pergilah, aku juga merasakan hal yang sama. Jika dia terlalu lama menahan api itu sendirian, nyawanya bisa saja terancam karena naga itu bukanlah naga biasa tapi dia adalah perpaduan dari Naga Angin dan burung Phoenix Emas. Sayang sekali aku tidak bisa ikut membantu karena kekuatan elemen anginku akan membuat api itu menjadi semakin kuat,” jawab Kaisar Xin Feng sedikit kecewa.
“Tenang saja, gabungan dari kekuatan es kami berdua saja rasanya sudah cukup untuk menghentikan serangan dari Naga Api Sayap Emas itu. Apakah Naga Api Sayap Emas itu adalah seekor Beast?” tanya Xue Xian Hou.
“Bukan. Dia adalah sebuah roh senjata tapi aku tidak dapat melihat adanya senjata di dekatnya. Mungkin saja dia adalah roh senjata yang terlepas dari tempatnya atau roh senjata liar,” jawab Kaisar Xin Feng.
“Aku mengerti,” jawab Xue Xian Hou singkat laku dia terbang menuju ke dekat Heilong.
“Dinding Es,”
Xue Xian Hou yang sudah muncul di samping Heilong langsung mengeluarkan jurus dinding esnya untuk menahan serangan dari Naga api itu dan untuk menghadang naga itu agar tetap di dalam celah karena jika sampai Naga itu keluar dari formasi pelindung sepertinya akan ada bencana yang lebih dahsyat akan menimpa pulau ini.
“Kau?! kenapa datang kemari? di sini terlalu berbahaya untukmu, cepatlah kau kembali ke dekat Kaisar Xin Feng,” ucap Heilong menata Xue Xian Hou.
“Sudahlah jangan banyak bicara, mari kita gabungkan kekuatan kita untuk mengalahkan naga ini. Dia bukanlah naga biasa karena itu jangan kau anggap remeh dia,” jawab Xue Xian Hou.
“Dunia Es Abadi”
Xue Xian Hou langsung mengeluarkan jurus Hati Es Membekukan Bulan sebanyak dua kali untuk bisa membuat Dunia Es Abadi. Yang satu di arahkan ke langit dan yang satunya ketanah.
Dua buah simbol sihir berbentuk lingkaran berwarna putih yang sangat besar langsung muncul di atas langit dan di atas tanah tempat Xue Xian Hou menembakan jurusnya.
Kedua simbol sihir itu kemudian membentuk dunia tersendiri dengan area seluas sepuluh meter yang semuanya ditutupi dengan salju dan es yang sangat tebal, suhu udara di tempat ini juga turun dengan sangat ekstrem yang akan membawa keuntungan bagi para Kultivator elemen es saat mereka mengeluarkan jurusnya.
Xue Xian Hou langsung menatap Heilong dan memberinya perintah. “Cepat kau keluarkan pedang taring putihmu dan gunakan Jurus Pedang Membelah Bumi untuk membuat Naga Api Sayap Emas itu masuk kembali ke dalam pulau berkabut itu.”
Sesuai dengan instruksi yang diberikan Xue Xian Hou, Heilong segera mengeluarkan Pedang Taring Putihnya dan langsung menggunakan Jurus Pedang Membelah Bumi untuk menyerang naga api itu.
“Boom ….”
Serangan Jurus Pedang Api Membelah Bumi mengenai tubuh bagian depan Naga Api Sayap Emas dengan telak dan membuat Naga Api itu terpental masuk kembali ke dalam formasi pelindung. Kekuatan dari Jurus Pedang Membelah Bumi menjadi semakin berlipat ganda saat di gunakan secara bersamaan dengan Jurus Dunia Es Abadi milik Xue Xian Hou karena Jurus Pedang Membelah Bumi terbentuk dari gabungan energi elemen es dan angin.
“Roar ….”
Naga Api Sayap Emas menjadi marah dan meraung dengan ganas sambil menatap tajam ke arah Heilong dan Xue Xian Hou saat dia berdiri kembali. Naga itu meledakkan semua kekuatan api dan angin yang ada di dalam tubuhnya dan memancarkan aura api berwarna emas yang sama seperti dengan api yang membakar pulau ini.
Kemudian Naga itu langsung terbang menuju ke arah Heilong dan Xue Xian Hou untuk menyerang kembali dengan kekuatan yang berlipat ganda. Tapi saat naga itu akan sampai di celah yang di buat Heilong, dua orang Kakek turun dari atas langit dan langsung menggunakan kekuatannya untuk menutup celah itu.
Setelah berhasil menutup celah itu, kedua kakek itu langsung berbalik dan menatap Xue Xian Hou dan Heilong dengan tatapan yang sangat tajam dan mengandung hawa pembunuh yang sangat sangat kuat.
“Siapa di antara kalian berdua yang telah berani membuat celah pada Formasi Pelindung Dunia Es yang telah kami buat dengan susah payah untuk melindungi dunia ini dari serangan Naga api jahat itu. Apakah kalian tidak tahu betapa mengerikannya bencana yang akan ditimbulkan oleh naga api itu jika sampai dia berhasil keluar dari pulau ini.”
“Aku,” jawab Heilong dengan suara lantang. “Tapi tujuanku saat membuat celah itu hanyalah untuk mengambil Tongkat Phoenix Angin karena aku membutuhkan kekuatan dari tingkat pusaka itu untuk menyelamatkan nyawa seseorang.”
“Hanya untuk menyelamatkan nyawa satu orang tapi kamu membahayakan nyawa semua makhluk hidup yang tinggal di Planet ini. Sepertinya aku harus membunuhmu sekarang juga agar kau tidak menimbulkan masalah yang lebih besar lagi,” seru Kakek itu geram sambil menatap Heilong.