
“ Sepertinya kau sudah memutuskan untuk segera pergi ke pagoda raja api. Kenapa kau terlihat begitu bersemangat untuk segera pergi ke sana. Apakah kau ingin segera mendapatkan warisan api dari delapan raja api, pedang penguasa neraka atau kau ingin segera menikah dengan putri Bianca dan menghabiskan malam indahmu disana bersama istri barumu... ? ” tanya Li Ziqi sambil mendekatkan wajahnya ke Heilong untuk menggodanya.
“ Tentu saja aku ingin segera menikahi putri Bianca dan melepas keperjakaanku sambil menikmati malam yang indah bersama istri baruku di bawah sinar rembulan. Ha... Ha... ” jawab Heilong tertawa keras.
Li Ziqi langsung memukul kepala Heilong dengan keras karena kesal. “ Dasar manusia cabul...!! Dalam keadaan seperti ini bukannya memikirkan cara agar kau bisa lebih cepat bertambah kuat dan membunuh semua anggota klan iblis tapi malah memikirkan wanita. Kau memang pantas untuk dipukul. ”
Heilong menjawab sambil memegangi kepalanya yang sedikit benjol karena pukulan keras dari Li Ziqi. “ Sebenarnya aku tadi cuma bercanda guru. Tujuanku yang sebenarnya memang untuk mendapatkan warisan api dari delapan raja api dan pedang penguasa neraka. Tapi... ”
“ Tapi apa... ? ” tanya Li Ziqi dingin sambil melirik Heilong.
“ Tapi disana pernikahanku dengan Bianca sudah disiapkan oleh ibuku. Jadi aku harus tetap melaksanakan pernikahan itu setelah aku sampai di pagoda raja api seperti apa yang telah aku katakan pada ibuku. Anggap saja sambil menyelam minum air...He...He... ” jawab Heilong menyeringai.
“ Kalau begitu biar aku tenggelamkan saja kau agar kau bisa selamanya menyelam. ” Li Ziqi yang masih kesal karena menganggap Heilong yang tidak serius, kembali memukul Heilong dengan keras sampai tubuhnya terpental keluar dari makam es seribu pedang.
Li Ziqi kemudian melihat ke arah Long Bai yang sejak tadi lebih memilih untuk diam dan mendengarkan saat Heilong dan Divine Beast Genbu membahas tentang pagoda raja api dan pedang penguasa neraka.
“ Long Bai meskipun kau jarang muncul ke dunia nyata dan lebih banyak menghabiskan waktumu di dalam dunia pikiran. Aku bisa melihat bahwa kau juga mempunyai keinginan untuk menjadi pendekar yang lebih kuat lagi. Saat sedang ada di dunia pikiran kau bisa lebih fokus untuk berlatih dan membaca kitab-kitab ini. Sayang sekali kau tidak menguasai elemen angin jika kau memimiliki elemen angin aku akan memberikan kitab pedang amukan badai api padamu. ”
Li Ziqi memberikan enam buah kitab ilmu bela diri dengan jurus elemen api, petir dan es kepada Long Bai untuk dipelajarinya saat dia sedang berada di dalam dunia pikirannya karena dia ingin Long Bai juga bisa bertambah kuat lagi. Saat ini Heilong sudah mendapatkan informasi tentang dimana keberadaan tubuh aslinya dan mungkin saja sebentar lagi dia akan kembali ke tubuh aslinya. Saat Heilong kembali ke tubuh aslinya maka Long Bai harus bisa hidup mandiri dan melindungi dirinya sendiri agar tidak dikatakan manusia lemah.
Long Bai menerima kitab-kitab itu dan segera menyimpannya di balik bajunya.
“ Terima kasih guru. ” ucap Long Bai sambil menangkupkan tangannya kedepan untuk memberi hormat.
“ Sekarang kau kembalilah dulu ke tubuhmu. Si bodoh itu kemungkinan sudah mendarat di luar. Sebentar lagi aku akan segera menyusul kalian, aku masih ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada Divine Beast Genbu. ” ucap Li Ziqi.
Long Bai segera kembali ke tubuhnya yang ada pada Heilong setelah mendengar perintah dari gurunya.
“ Apa yang ingin putri bicarakan padaku..? ” tanya Divine Beast Genbu.
“ Aku ingin berbicara dengan ayahku sebentar. Seharusnya tubuh aslimu yang ada di alam para dewa selalu berada di dekat ayahku karena kau adalah Divine Beast tunggangan ayahku. ” jawab Li Ziqi.
“ Baiklah putri. Letakkan tangan kanan anda di punggungku maka anda akan bisa berbicara dengan ayah anda. Kebetulan saat ini dewa tertinggi sedang mengendaraiku dan mengamati keadaan portal yang menuju ke dunia bawah karena baru-baru ini bangsa iblis dari dunia bawah kembali mencoba menerobos masuk ke alam para dewa. ” ucap Divine Beast Genbu yang merubah tubuhnya kembali menjadi kura-kura raksasa.
“ Ayah apa kau bisa mendengarku. Jawablah aku jika ayah mendengar panggilanku. ”
**
ALAM DEWA
Seorang Pria tua yang memakai jubah seorang kaisar berwarna emas dan di kepala pria tua itu terdapat sebuah mahkota yang terbuat dari cahaya dan dihiasi dengan batu permata sedang berdiri di atas punggung Divine Beast Genbu.
Mata kiri pria tua itu ditutupi dengan logam tipis berwarna emas namun dari luar masih terlihat cahaya berwarna putih memancar dari mata itu meskipun hanya samar-samar.
Pria tua itu terus menatap ke dalam lubang hitam yang ada di danau putih abu-abu. Awalnya danau ini berwarna putih namun tiba-tiba sebuah lubang hitam yang membawa aura kegelapan yang hitam pekat muncul di tengah danau dan merubah warna danau yang awalnya putih menjadi abu-abu karena di danau itu energi cahaya dan energi kegelapan terus bertarung. Lubang hitam itu adalah portal yang di bangun oleh para iblis untuk menerobos masuk ke alam para dewa.
“ Hua... Ha... Ha... Akhirnya kita bisa menerobos masuk ke alam para dewa. Mari kita berpesta dan membuat kekacauan di alam para dewa ini saudara-saudaraku. ”
“ Benar sekali saudaraku. Aku dengar para bidadari di alam dewa ini juga sangat cantik dan indah seperti permata. Bagaimana kalau kita culik mereka dan kita bawa mereka ke dunia bawah lalu kita jadikan mereka budak-budak kita. ”
“ Hua... Ha... Ha... Itu ide yang sangat bagus sekali. Mari kita culik para bidadari itu dan kita hancurkan alam para dewa ini. ”
Segerombolan iblis dari dunia bawah tiba-tiba keluar dari lubang hitam itu. Mereka kurang lebih berjumlah sekitar lima ratus iblis. Mereka semua memiliki tubuh yang sangat besar seperti seorang raksasa dan memiliki sayap seperti sayap naga. Mata mereka merah seperti darah dan di dalam tubuh mereka memancarkan aura berwarna hitam yang sangat pekat.
“ Kurang ajar... !!! Kalian para iblis terkutuk, berani sekali kalian menerobos masuk ke alam para dewa. Kalian juga berencana untuk membuat kekacauan dan mengganggu ketenangan di alam para dewa ini. Musnahlah kalian sekarang juga. ” ucap pria tua itu geram saat mendengar percakapan para iblis.
“ Mata dewa pemusnah iblis ”
Pria Tua itu kemudian membuka penutup mata yang ada di mata kirinya. Cahaya lima warna yang sangat manyilaukan memancar dari mata kiri pria tua itu dan menghujani para iblis itu seperti anak panah yang terbuat dari meteor. Tubuh para iblis itu langsung terbakar dan hancur berkeping-keping saat terkena cahaya yang keluar dari mata kiri pria itu.
Saat semua gerombolan iblis itu musnah, sebuah mata berwarna hitam muncul dari lubang hitam dan memandang dewa tertinggi dengan tatapan ingin membunuh.
“ Li Ting berani sekali kau membunuh para anak buahku. ”
“ Kenapa aku tidak berani. Aku adalah penguasa alam para dewa, siapapun yang mencoba mengganggu ketenangan di alam dewa ini pasti akan aku musnahkan terutama iblis terkutuk sepertimu. ” seru Li Ting yang merupakan dewa tertinggi di alam para dewa sekaligus ayah dari Li Ziqi.