LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 413 LONG BAO VS LONG YUN ( PART 3 )


“Tebasan Naga Petir Pembeku Lautan.”


“Tebasan Taring Buaya Penghancur Lautan.”


Long Bao dan Jenderal Long Yun akhirnya saling mengayunkan senjata pusaka yang ada di tangan mereka untuk saling menyerang.


Tekanan energi yang sangat mengerikan akhirnya terlepas dari senjata pusaka masing-masing saat mereka melepaskan jurusnya untuk saling membunuh.


“Duar …”


“Whoost …”


“Boom …”


Suara gemuruh petir bercampur dengan badai salju membuat seluruh tempat ini berguncang saat berbenturan dengan suara pusaran ombak yang sangat kuat hingga menimbulkan suara ledakan yang sangat dahsyat.


Gempa yang sangat kuat akhirnya terjadi saat kedua kekuatan yang sangat dahsyat ini saling berbenturan hingga membuat tubuh mereka berdua sama-sama terpental cukup jauh karena kekuatan mereka berdua ternyata seimbang.


Long Bao segera berdiri dengan bertumpu pada Golok Naga Perkasa karena jurus yang baru saja dia gunakan telah menguras sebagian besar Qi miliknya.


“Apa yang sebenarnya terjadi?! Kenapa Jenderal Long Yun memiliki kekuatan yang bisa menahan serangan dari jurus gabungan antara aku dan roh senjata Golok Naga Perkasa?”


Ucapan Long Bao yang terdengar samar ini, ternyata bisa didengar dengan sangat jelas oleh roh senjata dari Golok Naga Perkasa yang memang berada di dekatnya. Roh senjata dari Golok Naga Perkasa akhirnya memberikan jawaban setelah dia mengamati senjata yang ada di tangan Jenderal Long Yun dengan sangat teliti.


“Musuhmu memiliki senjata pusaka yang setingkat denganku. Pedang pusaka yang ada di tangannya itu adalah sebuah pedang pusaka yang berasal dari Alam Dewa. Aku ingat betul bahwa senjata pusaka itu adalah Pedang Taring Buaya yang merupakan salah satu pedang pusaka milik Dewi Air.”


Long Bao mengerutkan keningnya. “Senjata pusaka milik Dewi Air?! Bagaimana benda seperti itu ada di Planet ini. Dan jika itu benar ada di Planet ini, dari mana dia mendapatkan senjata pusaka itu.”


Long Bao menjadi sangat terkejut karena berdasarkan catatan sejarah yang ada di Perpustakaan Kerajaan Blue Dragon, Dewi Air telah meninggalkan planet ini tanpa meninggalkan benda apapun setelah dia dan para Dewa yang lainnya memberikan sumber energi untuk mendukung kehidupan semua maklum yang ada Planet Dreamland ini.


Itulah alasan kenapa di planet ini sama sekali tidak ada kultivator dan Jurus-jurus ilmu beladiri elemen air. Namun, di depannya sekarang tiba-tiba muncul senjata pusaka berelemen air.


“Mungkin dia mendapatkan senjata pusaka itu dari tempat-tempat yang pernah di singgahi oleh Dewi Es,” ucap Roh Senjata Golok Naga Perkasa.


Ucap Roh senjata Golok Naga Perkasa membuat Long Bao menjadi semakin penasaran dan tidak bisa menahan untuk tidak bertanya.


“Apa hubungan antara Dewi Es dan Dewi Air? Jika Jenderal Long Yun benar-benar menemukan senjata pusaka itu di tempat Dewi Es, itu berarti ada hubungan yang sangat istimewa antara kedua Dewi itu.”


“Dewi Es dan Dewi Air memiliki hubungan kakak beradik. Mereka berdua adalah anak kembar dari Dewi Samudra dan Dewa Angin, bahkan mereka memiliki Beast tunggangan yang sama yaitu seekor Beast Naga Air Es,” jawab roh senjata Golok Naga Perkasa.


“Jadi begitu rupanya. Shen Ai Zhi pernah mengatakan padaku bahwa di sekitar sini ada makam dari Naga Air Es. Di tempat itu banyak sekali peninggalan dari Dewi Es, bahkan mereka benda pusaka milik Klan Naga Es juga di dapatkan dari tempat itu. Sepertinya Jenderal Long Yun mendapat senjata pusaka itu dari sana karena dia sama sekali tidak pernah pergi ke Benua Utara tempat Dewi Es pernah tinggal,” ucap Long Bao.


Long Bao mengangkat Golok Naga Perkasa dengan kedua tangannya karena beban dari Golok pusaka ini sekarang menjadi semakin berat saat Qi yang ada di dalam tubuhnya tinggal sedikit.


“Sepertinya kita harus berusaha lebih keras lagi untuk bisa mengalahkan Jenderal Long Yun karena senjata pusaka miliknya tidak masuk ke dalam hitunganku.”


Golok Naga Perkasa mulai memancarkan aura energi petir untuk merespon energi es yang diberikan Long Bao.


“Kau jangan khawatir karena pedang pusaka itu belum sempurna. Jadi kesempatan kita untuk menang masih terbuka lebar.”


“Apa maksudmu? Apa mungkin pedang pusaka yang memiliki tekanan sekuat itu adalah sebuah senjata yang belum sempurna. Terlebih lagi senjata pusaka itu adalah senjata pusaka milik seorang Dewi. Apa yang baru saja kau ucapkan membuatku menjadi semakin bingung.”


Roh senjata Golok Naga Perkasa tiba-tiba mengarahkan jari telunjuknya ke kening Long Bao.


Sebuah sinar yang mirip dengan sinar laser langsung muncul di ujung jarinya dan mengarah masuk ke dalam ingatan Long Bao.


“Itu adalah ingatanku tentang Pedang Taring Buaya dan senjata pusaka lain milik Dewi Air. Sekarang kau pasti tahu kenapa aku menyebut senjata pusaka itu adalah senjata pusaka yang tidak sempurna.”


Long Bao tiba-tiba menyeringai. “Jadi rupanya ada hal yang semacam itu. Pantas saja kau sangat yakin bahwa kita akan menang. Kalau begitu mari kita satukan kembali semua kekuatan kita untuk mengeluarkan Jurus Tebasan Naga Petir Pembeku Lautan yang lebih kuat lagi.”


“Baiklah. Aku akan mengeluarkan semua energi petir milikku ke dalam bilah Golok ini. Sedangkan kau, masukkanlah energi es milikmu ke dalam gagang pedang ini agar kekuatan kita berdua tidak saling berbenturan. Dan menyatu secara perlahan, supaya kita bisa mengeluarkan kekuatan sempurna dari jurus pedang ini.”


Long Bao mulai memasukkan energi es miliknya ke dalam gagang Golok Naga Perkasa sesuai instruksi dari roh senjata yang ada di dalam senjata pusaka itu.


Secara perlahan gagang dari Golok Naga Perkasa mulai membeku dan kelilingi oleh butiran-butiran salju. Energi Es itu mulai berjalan secara perlahan ke bagian bilah pedang dan menyatu dengan energi petir milik roh senjata Golok pusaka ini.


“Tring … Tring … Duar … Duar …”


Serpihan-serpihan es yang mirip dengan pisau-pisau tajam mulai muncul dan berputar-putar di permukaan bilah Golok Naga Perkasa.


Setiap kali Serpihan-serpihan es itu saling berbenturan, maka petir yang sangat kuat akan segera muncul.


“Whosh …”


Badai salju yang sangat dahsyat tiba-tiba muncul di sekitar tubuh Long Bao. Badai salju ini lebih kuat dari sebelumnya, sebab daerah yang ada di sekitar Long Bao berdiri langsung berubah menjadi hamparan salju tebal.


Ratusan petir-petir yang sangat kuat juga mengelilingi tubuh Long Bao.


“Jadi ini adalah kekuatan sempurna dari Jurus Tebasan Naga Petir Pembeku Lautan. Dengan keluarga sebesar ini aku sangat yakin bahwa aku pasti akan menang melawan Long Yun.”


Long Bao langsung mengayunkan serangannya ke tempat Jenderal Long Yun berdiri.


Serpihan-serpihan es tajam yang ada di sekitar Long Bao. Langsung berkumpul dan mengiringi serangan energi petir berbentuk bulan sabit yang mengarah lurus ke arah Jenderal Long Yun.


Setiap tempat yang dilalui jurus ini, seketika akan langsung terbakar karena sambaran petir. Lalu kemudian dibekukan oleh hawa dingin yang sangat ekstrem.


“Tekanan kekuatan dari serangan Long Bao kali ini lebih besar dari sebelumnya. Apa yang harus kita lakukan untuk menahan serangan itu?”


Jenderal Long Yun meminta pendapat pada roh senjata Pedang Taring Buaya karena pengalaman bertarung yang dimiliki oleh roh senjata itu harusnya lebih besar dari pengalaman yang dia miliki.


“Itu adalah Jurus andalan milik Divine Beast Seiryu. Namun, energi yang membentuk jurus itu sedikit berbeda. Seperti orang yang menggunakan Golok Naga Perkasa itu tidak memiliki kekuatan elemen petir jadi roh senjata yang ada di dalam Golok Naga Perkasa membantunya untuk sedikit memodifikasi cara penggunaan jurus itu.”


Jenderal Long Yun langsung tersenyum. “Jadi maksudmu, kekuatan dari jurus itu telah jauh berkurang karena energi petir yang membentuk jurus itu tidak maksimal.”


“Bukan berkurang. Namun ketajaman dari jurus ini telah dirubah dengan kekuatan. Inti dari jurus pedang elemen petir sebenarnya adalah ketajaman. Namun jurus pedang elemen petir yang ada di depanmu adalah jurus pedang yang sedikit tumpul. Tapi, memiliki kekuatan yang sangat keras. Seluruh tulang yang ada di tubuhmu akan langsung hancur berkeping-keping jika terkena serangan dari jurus itu. Sama seperti jika tubuhmu dihantam palu yang sangat besar.”