LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 129 KEHANCURAN SEKTE SNOW MOON ( PART 7 )


"Clang...Clang...Clang..."


Satu persatu pisau-pisau hitam milik Karzan yang membentuk jurus pisau jaring laba-laba kegelapan dihancurkan oleh pisau-pisau perak Shi Tian saat kedua kekuatan besar itu saling berbenturan.


Pertahanan Karzan pun akhirnya melemah dan hancur.


" Jleb...Jleb...Jleb..." suara pisau-pisau perak menghujani tubuh karzan seperti anak panah dan menembus tubuhnya.


"Kurang ajar kau kakek tua. Kau kira aku akan kalah dengan serangan seperti ini.S elama tubuhku tidak hancur aku bisa memulihkan tubuhku dengan cepat," ucap Karzan sombong, lalu dia mengeluarkan sebuah botol berwarna ungu dan meminum seluruh cairan yang ada di botol itu sampai habis.


Secara perlahan aura berwarna ungu memancar dari tubuhnya dan mulai menyembuhkan lukanya.


"Informasi yang sangat bagus anak muda. Kesombonganmu akan mempercepat kematianmu. Hehe …" ucap Shi Tian sambil tertawa.


"Informasi?! Aku tidak pernah memberitahumu apa pun," ucap Karzan terkejut karena dia merasa sama sekali tidak pernah mengatakan hal yang penting pada Shi Tian.


"Apa kamu tidak sadar karena sifat sombongmu itu secara tidak sadar kau telah mengungkapkan kelemahan terbesarmu." ucap Shi Tian.


"Kelemahan!! Haha … Bagaimana bisa aku mengatakan kelemahanku jika aku sendiri tidak memiliki kelemahan," ucap Karzan sambil tertawa terbahak-bahak.


"Dasar bocah sombong ..!! Apa kau telah lupa jika kau baru saja mengatakan bahwa selama tubuhmu tidak hancur maka tubuhmu akan bisa pulih dengan cepat. Sekarang aku tahu bagaimana caranya membunuhmu," bentak Shi Tian geram melihat kesombongan Karzan karena dia merasa dirinya adalah makhluk yang paling sempurna di dunia ini yang sama sekali tidak memiliki kelemahan.


"Pisau Pencakar Langit."


Shi Tian membuat gerakan memutar dengan kedua tangannya seperti seseorang yang melakukan gerakan seni bela diri Ta i Chi.


Gerakan tangan ini lamban dan lembut, tapi memiliki tenaga yang sangat kuat.


Pisau-pisau perak Shi Tian bergerak mengikuti gerakan kedua tangannya seperi sebuah boneka yang di gerakkan menggunakan tali dari jarak jauh. Pisau-pisau perak itu bergerak memutar di sekitar tubuh karzan lalu mencabik-cabiknya sampai lembut seperti sebuah mesin blender.


"Itu jurus yang sangat sadis," ucap Heilong ketika melihat jurus yang digunakan Shi Tian.


Di tempat Karzan berdiri, hanya terlihat darah yang berceceran di mana-mana sedangkan tubuh Karzan sudah benar-benar hancur menjadi bubur.


"Itu adalah jurus terlarang milik Klan Shi. Senior Shi Tian jarang sekali menggunakan jurus ini ketika bertarung, kecuali dia sedang dalam kondisi terdesak atau ada suatu keadaan khusus yang membuatnya terpaksa harus menggunakan jurus ini," jelas Jendral Lian Zhou karena dia tidak ingin Heilong menilai Shi Tian dengan buruk.


Shi Tian segera menarik pisau-pisau peraknya kembali ke dalam tubuhnya setelah dia berhasil membunuh Karzan. Dia terlihat sangat kelelahan karena kedua jurus terakhir yang dia gunakan untuk menghadapi Karzan sangat menguras begitu banyak energinya.


"Sepertinya aku memang benar-benar sudah sangat tua. Hanya menggunakan tiga jurus saja energiku sudah terkuras sebanyak ini," gumam Shi Tian.


Shi Tian lalu duduk di tanah untuk memulihkan energinya tanpa melihat daerah di sekelilingnya. Dia sudah tidak perduli lagi jika dia duduk di tengah medan perang karena dia memang tidak memiliki tenaga untuk itu,semua tenaganya memang benar-benar sudah terkuras habis.


Melihat Shi Tian yang sedang duduk di tanah dengan kehabisan energi, Nash seperti melihat sebuah makanan yang sangat enak.


"Dasar kakek sialan kau telah membunuh salah satu anak buahku yang paling setia. Sekarang aku akan menghancurkan kepalamu. Hehe …" ucap Nash tertawa jahat.


"Tinju Api Raja Naga."


Nash melompat ke tempat Shi Tian yang sedang duduk di tanah untuk memulihkan energinya sambil mengarahkan tinju di tangan kanannya yang sudah di selimuti oleh api berwarna hitam pekat yang sangat panas ke arah kepala Shi Tian.


"Perisai Es."


"Boom..." suara ledakan terdengar ketika tinju api Nash dan perisai es Heilong saling berbenturan.


Saat melihat Nash sedang melompat ke tempat Shi Tian yang sedang duduk untuk memulihkan energinya, Heilong secara reflek bergerak dengan cepat menggunakan jurus langkah angin pemecah badai dan dalam sekejap dia telah sampai di depan tubuh Shi Tian.


Heilong melihat bahwa api hitam yang ada di tangan kanan Nash bukanlah api biasa karena itu dia harus sangat hati-hati ketika menahan jurus ini, jika perhitungannya sampai salah maka dia juga akan membahayakan nyawa Shi Tian yang sedang duduk di belakangnya.


Heilong akhirnya memutuskan untuk menggunakan jurus perisai es untuk menahan tinju api Nash.


"Kurang ajar! beraninya kau menyerang orang tua yang sedang tak berdaya dari belakang. Apakah itu sifat seorang ksatria?" ucap Heilong dingin.


"Satria?! Siapa yang bilang kalau aku adalah seorang ksatria, aku adalah seorang pembunuh bayaran. Jadi hal apapun akan aku lakukan asalkan aku bisa membunuh targetku," jawab Nash tersenyum licik.


"Jika begitu aku tidak akan sungkan lagi," seru Heilong.


Jendral Lian Zhou melihat pertarungan antara Heilong dan Nash tidak seimbang karena saat ini Nash sudah berada di lapis grand emperor tingkat 6 sedangkan Heilong cuma di lapis Grand Emperor tingkat 1.


Namun mereka semua tidak ada yang tahu kecuali Heilong sendiri dan Li Ziqi. Jika sampai pedang Blue star heaven sword terlepas dari tangan Long Bai maka tingkat kultivasi Long Bai akan kembali ke tingkat asalnya yaitu lapis emperor tingkat 1.


"Anak muda, aku akan membantumu." teriak Jenderal Lian Zhou.


"Pasukan Setan merah dengarkan perintahku ..!!! Maju dan hancurkan istana yang ada di depan kalian, jangan biarkan satu bangunan pun tersisa," perintah Nash.


Nash pun tidak tinggal diam. Saat mengetahui Jendral Lian Zhou akan datang membantu Heilong, dia segera memerintahkan pasukan setan merahnya untuk bergerak menghancurkan sekte snow moon agar jendral Lian Zhou tidak datang membantu Heilong karena dia merasa dia akan kalah jika kedua pendekar ini bergabung untuk melawannya.


"Tidak perlu Jendral. Anda pusatkan saja perhatian anda untuk menghancurkan pasukan setan merah itu. Jika snow moon palace sampai hancur, maka murid-murid sekte snow moon yang sedang mengungsi tidak akan memiliki tempat untuk kembali pulang.Biarkan aku sendiri yang menghadapi iblis ini," teriak Heilong sambil menatap kearah jendral Lian Zhou.


Jendral Lian Zhou menganggukkan kepalanya pertanda di setuju, lalu dia bergabung dengan pasukannya untuk melawan pasukan setan merah yang sedang mendekati snow moon palace.