LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 81 PEDANG TARIAN PETIR


Bongkahan batu kecubung ungu yang sangat besar tiba-tiba muncul di hadapan mereka semua dan hampir memenuhi seisi ruangan ini.


"Apa aku sedang bermimpi?!”


Yang Shuo mengusap kedua matanya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


“Kamu tidak sedang bermimpi. Ini adalah batu kecubung ungu yang selama ini aku kumpulkan dan sudah lama aku simpan di dalam gelang penyimpanan milikku. Jika masih kurang aku akan memberimu lagi,” ucap Heilong.


“Tidak perlu, aku rasa bahan ini sudah lebih dari cukup. Aku akan segera meminta para pengrajinku untuk membuatkan seribu buah bola kristal ungu,” ucap Yang Shuo.


“Kira-kira kapan semuanya akan selesai?” tanya Heilong meminta kepastian.


“Aku membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan semua pesanan ini karena kami sudah terlanjur menerima pesanan senjata dari Raja Xuan Wu,” jawab Yang Shuo.


“Baiklah, dua bulan lagi aku akan kembali datang ke sini.” Heilong kemudian memberikan lima puluh ribu keping emas kepada Yang Shuo. “ini adalah ongkos pembuatan dari seribu buah bola kristal ungu.”


"Terimakasih, aku akan segera menyelesaikan pesanan anda. Dan ketika semua pesanan anda sudah jadi, aku akan segera menghubungi anda,” ucap Yang Shuo sambil menerima uang dari Heilong lalu memberinya sebuah medali giok berwarna hijau.


“Benda apa ini?” tanya Heilong sambil memegang medali itu dan mengamatinya dengan teliti.


“Itu adalah medali bambu hijau. Medali itu adalah bukti dari anggota keluarga Yang. Medali giok itu bisa digunakan sebagai alat transmisi suara jarak jauh sehingga dengan medali itu kami akan dengan mudah untuk menghubungi anda. Dan jika anda membawa medali itu anda bisa masuk ke semua tempat bisnis Keluarga Yang, yang tersebar di semua Benua,” jelas Yang Shuo.


Heilong segera menyimpan medali itu lalu mengajak Yang Tzuyu kembali. “Aku sudah puas melihat-tempat ini, Tzuyu ayo kita kembali.”


“Kakak, sepertinya kami harus kembali karena masih ada sesuatu yang harus kamu lakukan,” ucap Yang Tzuyu.


“Aku mengerti, anak muda yang lagi dimabuk asmara memang ingin selalu berdua'an,” ucap Yang Shuo.


“Uhuh ... Uhuk …” Heilong terbatuk.


“Kakak kamu mulai lagi,” ucap Yang Tzuyu malu.


×Aku cuma bercanda. Hahaha …” Yang Shuo tertawa terbahak-bahak melihat wajah adiknya yang sudah memerah.


Mereka bertiga lalu pergi meninggalkan gudang senjata. Tapi saat Heilong akan melewati pintu masuk gudang itu dia merasakan sesuatu yang aneh dari dalam gudang senjata.


Dia kemudian berhenti karena dia bisa merasakan aura energi petir yang sangat kuat dari dalam kotak hitam yang ada di sudut ruangan.


**


“Hei, apa kamu juga merasakan itu?”


“Ya, aku juga merasakannya. sepertinya Ini adalah aura dari sebuah senjata berelemen petir. Aku menginginkan senjata itu.”


"Baik, aku akan mencoba mendapatkannya.”


Heilong dan Long Bai sedang berbicara di dalam dunia pikirannya.


**


“Bai gege ada apa? Apakah ada sesuatu yang aneh,” tanya Yang Tzuyu yang tiba-tiba melihat Heilong terdiam.


“Aku merasakan aura sebuah senjata berelemen petir di sekitar sini.” Heilong lalu berjalan ke arah aura itu berasal. “Benda apa yang ada di dalam kotak ini?”


“Di dalam kotak itu ada sebuah pedang pusaka yang aku temukan di sebuah kuil yang sangat misterius. Sebab letak kuil itu berada di dalam sebuah makam kuno,” jawab Yang Shuo lalu dia membuka kotak itu.


Ujung pedang itu berbentuk runcing dan melengkung ke bawah seperti sebuah kail pancing. Dan di depan gagang pedangnya terdapat sebuah lapisan yang mirip dengan sebuah pisau berbentuk bulan sabit.


“Pedang ini namanya Pedang Tarian Petir. Sebenarnya aku akan melelang pedang ini di pelelangan pasar gelap. Tapi, jika anda menginginkan pedang ini. Aku akan memberikannya pada anda,” ucap Yang Shuo sambil memegang pedang tarian petir.


“Baiklah, kalau begitu aku akan membelinya,” ucap Heilong.


“Tidak perlu, aku akan memberikannya kepada anda secara gratis. Anggap saja itu sebagai hadiah kerjasama kita,” ucap Yang Shuo sambil memberikan pedang tarian petir itu ke Heilong.


Heilong segera mengambil pedang itu dan memperhatikan setiap bagian pedang itu dengan lebih teliti. “Pedang ini sangat bagus. Bahannya bisa menyerap energi petir dan energi petir itu digunakan untuk mempertajam permukaan bilah pedang ini.”


Heilong lalu menyimpan pedang itu ke dalam gelang galaxynya. Dia lalu menatap Yang Shuo. “Apakah kamu bisa memperbaiki sebuah senjata?”


“Senjata macam apa itu dan apa kerusakannya?” tanya Yang Shuo.


Heilong lalu mengeluarkan pedang Ocean Blue dari dalam gelang galaxynya. “Pedang ini bernama pedang Ocean Blue dan Roh pedang di dalamnya telah mati, apakah kamu bisa mengganti roh pedang yang ada dalam pedang ini?”


“Aku bisa melakukan itu tapi kamu harus menyiapkan sendiri roh pedang itu. Karena pemilik pedang harus memiliki kecocokan dengan roh pedangnya maka hanya kamu yang bisa memilih sendiri roh pedang yang paling sesuai untukmu,” jawab Yang Shuo.


“Kalau begitu aku akan menyimpan lagi pedangku ini. Setelah aku mendapatkan roh pedang yang cocok, aku akan mencarimu untuk memperbaiki pedangku,” ucap Heilong lalu dia menyimpan kembali pedang ocean bluenya ke dalam gelang galaxynya.


“Baiklah, aku berjanji akan memperbaiki pedangmu saat kamu mendapatkan roh pedang yang cocok,” ucap Yang Shuo.


Heilong dan Yang Tzuyu berpamitan pada Yang Shuo lalu mereka pergi meninggalkan Paviliun Saung Bambu.


Mereka berdua berjalan-jalan di kota tanpa tujuan. Mereka hanya berkeliling untuk melihat-lihat keadaan kota ini, setelah satu jam berjalan-jalan mereka berdua akhirnya berhenti di sebuah bukit yang cukup luas dan sepi.


“Tzuyu aku akan mencoba kemampuan pedang tarian petir ini. Kamu duduk disini dan jangan pergi kemana-mana,” Heilong.


“Baik, aku akan melihatmu dari sini,” jawab Yang Tzuyu lalu dia duduk di sebuah tempat duduk yang terbuat dari batu.


Heilong berjalan ke sebuah batu yang sangat besar yang berjarak dua puluh meter dari tempat mereka.


“Hei, bangun sudah saatnya kamu mencoba kemampuan pedang yang kamu inginkan,” ucap Heilong memanggil Long Bai.


“Ternyata kamu berhasil mendapatkan pedang itu. Baiklah aku akan keluar dan mencoba pedang itu,” jawab Long Bai.


“Kenapa kamu tidak mengambil alih tubuh ini sepenuhnya,” tanya Heilong ketika menyadari bahwa Long Bai hanya mengambil alih sebagian tubuhnya saja.


“Aku rasa separuh bagian tubuh saja sudah cukup. Dengan ini kamu bisa menggunakan jurus membelah raga dan kamu bisa kembali berkencan dengan gadis yang duduk di batu itu,” jawab Long Bai.


“Kamu memang paling pengertian. Baiklah kalau begitu,” Heilong berkonsentrasi penuh lalu menggunakan jurus membelah raga.


Tubuh mereka langsung terbagi menjadi dua dan Heilong kembali pergi ke tempat Yang Tzuyu.


“Bai gege, jurus apa itu kenapa tubuhmu bisa menjadi dua?” tanya Yang Tzuyu ketika melihat Heilong.


“Itu jurus membelah raga, aku merasa tidak nyaman meninggalkanmu sendirian di tempat yang sepi ini. Jadi aku memutuskan menggunakan jurus ini agar aku juga bisa melindungimu saat bayangan tubuhku sedang mencoba kekuatan pedang tarian petir,” ucap Heilong.


Di tempat berbeda Long Bai sudah mulai memasukkan energi petirnya ke dalam pedang tarian petir.


“Drrrrrt ... Drrrtttttt …. Drrrttttt ....”


Aura energi petir memancar dari pedang tarian petir dan menyelimuti pedang itu.