
Semburan hawa dingin yang keluar dari Mata Naga Es langsung memadamkan semburan api hitam milik Jenderal Long Yun.
Semburan hawa dingin terus bergerak menuju ke arah Jenderal Long Yun dan mulai membekukan tubuhnya sampai semua bagian tubuh Jenderal Long Yun membeku kecuali bagian kepalanya. Sebab, Shen Ai Zhi ingin mengajukan beberapa pertanyaan pada Jenderal Long Yun.
“Wanita Si*lan! Lepaskan aku dari belenggu es ini. Jika sampai aku berhasil bebas dengan kekuatanku sendiri, maka jangan pernah kau berharap bisa hidup dengan tenang,” ancam Jenderal Long Yun sambil menatap Shen Ai Zhi dengan tatapan penuh amarah.
“Kau sudah jatuh ke dalam jurusku dan tidak bisa bergerak lagi. Tapi, kau masih berani mengancamku. Sepertinya kau memang tidak pantas untuk diampuni. Untung saja aku masih memiliki pertanyaan yang harus kau jawab, jadi aku akan mengampuni nyawamu dan hanya menghancurkan semua ilmu beladiri yang kau miliki saja jika kau mau menjawab pertanyaanku ini,” ucap Shen Ai Zhi tersenyum sinis.
“Pertanyaan?! Jadi kau ingin aku mau menjawab pertanyaan darimu. Jangan mimpi! kita sekarang adalah musuh, mana mungkin aku akan menjawab pertanyaan darimu,” seru Jenderal Long Yun menolak sambil menggerakkan tubuhnya dengan kuat untuk menghancurkan bongkahan es yang mengurung tubuhnya.
“Sepertinya kau memang tidak akan pernah mau menjawab pertanyaanku, meskipun aku menyiksamu. Jadi aku terpaksa harus menggunakan cara ini karena aku harus mengetahui bagaimana bisa orang sepertimu mendapat pengakuan dari roh senjata dari Pedang Taring Buaya.”
Shen Ai Zhi menempelkan jari telunjuknya di kening Jenderal Long Yun.
“Teknik Cermin Pikiran.”
Sebuah sinar muncul di jari telunjuk Shen Ai Zhi dan mulai membaca ingatan milik Jenderal Long Yun.
Semua ingatan yang ada di pikiran Jenderal Long Yun, langsung dipantulkan ke dalam pikiran Shen Ai Zhi mirip seperti sebuah proyektor.
“Jadi ternyata begitu. Kau adalah orang yang telah mencuri salinan peta letak makam Naga Es yang ada di dalam makam leluhur Shen Zou. Kau juga telah menipu roh senjata dari Pedang Taring Buaya agar dia mau meminjamkan kekuatannya. Selain kejam, ternyata kau juga orang yang sangat licik. Kau benar-benar tidak layak untuk menjadi seorang Jenderal Perang dari Kerajaan Blue Dragon menggantikan ayahmu.”
Shen Ai Zhi menatap Jenderal Long Yun dengan sinis karena dia sudah kehilangan semua rasa hormatnya pada Jenderal Long Yun setelah membaca isi dari pikiran sang Jenderal. Padahal, dulu dia sangat menghormati Jenderal Long Yun karena Jenderal Long Yun telah berkali-kali membantu mengamankan wilayah Benua Timur dari serangan Bangsa Iblis.
“Dia memang tidak layak untuk menjadi seorang Jenderal Perang. Karena itu Kaisar Long Jin telah memberiku perintah untuk mengerti Jenderal Long Yun hukuman mati atas tuduhan pemberontakan pada Kerajaan Blue Dragon. Jadi aku harap kau tidak mengotori tanganmu untuk membunuh pengkhianat itu.”
Long Bao dan Long Yuyin segera mendekat ke tempat Shen Ai Zhi setelah mereka berdua melihat bahwa Jenderal Long Yun telah di kalahkan dengan sangat mudah oleh Shen Ai Zhi berkat kekuatan dari Pusaka Mata Naga Es.
Long Yuyin menatap benda pusaka yang saat ini telah berpindah ke tangan kiri Shen Ai Zhi. “Ada yang ingin aku tanyakan padamu.”
Shen Ai Zhi kemudian mengangkat tangan kirinya. “Kau pasti ingin bertanya kenapa Mata Naga Es ini masih berada di tanganku. Padahal sebelumnya aku telah memberikan benda pusaka ini pada Putramu.”
Long Yuyin menganggukkan kepalanya.
“Apakah kau lupa dengan gambar yang ada di dalam catatan kuno yang pernah kita lihat sebelumnya. Di dalam catatan kuno itu ada gambar sepasang bola yang merupakan gambar dari Mata Naga Es,” ucap Shen Ai Zhi.
( Catatan kuno ini ada di Ch. 395 )
Long Yuyin langsung mengingat kembali gambar yang ada di catatan kuno yang pernah dia lihat bersama dengan Putranya dan Shen Ai Zhi saat berada di dalam kamar Shen Ai Zhi.
“Jadi maksudmu Mata Naga Es itu sebenarnya ada dua,” ucap Long Yuyin dengan wajah sedikit terkejut.
“Tapi roh senjata yang ada di dalam Pedang Taring Buaya telah mengakui Jenderal Long Yun sebagai Tuannya. Sedang Pedang Paus berada di tangan Putraku. Jadi sangat mustahil kedua pedang itu bisa menyatu,” balas Long Yuyin.
“Roh senjata Pedang Taring Buaya sama sekali tidak pernah mengakui Jenderal Long Yun sebagai Tuannya. Tapi dia hanya meminjam kekuatannya karena tertipu dengan ucapan Jenderal Long Yun. Kau akan segera melihat apa yang akan dilakukan oleh roh senjata Pedang Taring Buaya setelah aku mengatakan kejadian yang sebenarnya padanya.”
Shen Ai Zhi kemudian berjalan mendekati tubuh Jenderal Long Yun yang telah membeku dan mengambil Pedang Taring Buaya yang ada di genggaman tangannya.
“Apa yang akan kau lakukan dengan pedang pusaka milikku itu. Cepat kembalikan pedang pusaka itu. Dasar kau wanita Si*lan!!” umpat Jenderal Long Yun geram saat Shen Ai Zhi merebut pedang yang ada di genggaman tangannya secara paksa.
Shen Ai Zhi melirik Jenderal Long Yun dengan tatapan sinis. “Budak Bangsa Iblis sepertimu tidak cocok untuk memiliki senjata milik Dewa.”
Shen Ai Zhi kemudian meletakkan Mata Naga Es di dekat Pedang Taring Buaya.
Dan kejadian yang sama seperti saat Heilong meletakkan Pedang Paus Biru di dekat Mata Naga Es langsung terjadi.
Mata Naga Es itu secara perlahan mulai menyatu dengan Pedang Taring Buaya dan membuat pedang pusaka itu menjadi semakin tajam dan kuat.
Saat proses penggabungan antara Mata Naga Es dan Pedang Taring Buaya, Shen Ai Zhi juga memasukkan ingatan dari Jenderal Long Yun ke dalam Mata Naga Es.
Kekuatan roh senjata Pedang Taring Buaya langsung pulih setelah proses penggabungan ini selesai, bahkan kekuatan juga mengalami peningkatan. Hal ini bisa dilihat dengan sangat jelas dari aura energi air yang memancar dari Pedang Taring Buaya
Pedang Taring Buaya langsung bergetar dengan sangat kuat saat terbang melayang di depan Shen Ai Zhi.
“Terima kasih karena kau telah membantu memperkuat kekuatanku dan memberi tahuku kebenaran yang selama ini tidak pernah aku ketahui.”
Pedang Taring Buaya langsung melesat terbang ke arah Jenderal Long Yun. Dan berhenti tepat di depan Jenderal Long Yun sambil mengarahkan unjuk pedangnya yang sangat tajam ke arah leher Jenderal Long Yun
“Kurang ajar kau! Ternyata selama ini kau telah menipuku. Kau juga adalah bagian dari Bangsa Iblis. Seperti apa yang telah aku katakan sebelumnya. Aku akan membunuhmu sekarang juga sebagai hukuman atas semua tindakan burukmu,” seru roh senjata Pedang Taring Buaya geram.
“Memangnya apa yang bisa kau lakukan padaku. Dalam wujud manusia setengah iblis ini, kulitku sudah berubah menjadi sekeras kulit seekor Naga. Kau tidak akan pernah bisa melukaiku. Haha …” ucap Jenderal Long Yun tertawa terbahak-bahak.
“Apa benar begitu!”
Bayangan seekor Buaya raksasa dengan gigi taring yang sangat tajam langsung muncul di atas Pedang Taring Buaya dan menerkam kepala Jenderal Long Yun.
Seketika Jenderal Long Yun langsung meninggalkan karena di mangsa oleh roh senjata dari senjata pusaka miliknya sendiri.
Pedang Taring Buaya segera kembali terbang dan mendarat di tangan Shen Ai Zhi. Karena kebaikan yang telah di lakukan oleh Shen Ai Zhi, sepertinya roh senjata Pedang Taring Buaya ini sudah mengakuinya sebagai Tuannya.
Shen Ai Zhi segera menggenggam Pedang Taring Buaya dan menatapnya dengan sedikit aneh. “Kenapa kau kembali ke tanganku? Aku sudah memiliki sebuah senjata pusaka yang cocok denganku. Lagi pula aku sama sekali tidak memiliki kekuatan elemen air, jadi kita tidak mungkin akan cocok.”