
“Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi ke pulau itu. Kami berdua akan membuka formasi pelindung itu selama sepuluh nafas agar kamu bisa masuk ke dalam pulau. Tapi jika setelah dua belas jam, kamu belum juga mendapatkan tongkat dan pedang pusaka itu maka kami akan membawamu keluar dari pulau itu secara paksa karena keselamatanmu juga sangat penting,” ucap Kaisar Xuan De.
Heilong, Kaisar Xuan De dan Kaisar Xin Wu segera pergi menuju ke pulau yang paling besar tempat Tongkat Phoenix Angin angin itu berada.
Saat tiba di sana, Kaisar Xin Wu dan Kaisar Xuan De langsung memusatkan semua energi angin dan es milik mereka berdua ke kedua tangannya masing-masing. Kemudian mereka melakukan gerakan untuk membuka Formasi Pelindung Dunia Es.
Beberapa menit kemudian, lapisan bagian depan pada formasi pelindung itu mulai menipis dan terbentuklah sebuah lubang untuk masuk ke dalam pulau, lubang ini cukup untuk dilewati satu orang saja. Sehingga Naga itu tidak mungkin bisa melewati lubang itu seandainya dia melihatnya.
“Cepat'lah masuk ke dalam pulau. Kami hanya bisa menahan lubang itu selama sepuluh nafas saja. Setelah itu lubang ini akan menutup dengan sendirinya dan kami akan membukanya lagi setelah dua belas jam atau saat kamu berhasil mendapatkan tongkat dan pedang pusaka itu. Ingatlah kamu harus kembali hidup-hidup,” ucap Kaisar Xuan De pada Heilong tanpa menatapnya.
Heilong menganggukkan kepalanya dan langsung berlari masuk ke dalam pulau melalui lubang yang telah di buat oleh Kaisar Xin Wu dan Kaisar Xuan De. Lubang itu akhirnya mulai menutup secara perlahan setelah Heilong berhasil masuk ke dalam pulau. Tapi sebelum lubang itu berhasil menutup dengan sempurna, sebuah cahaya berwarna putih kebiru-biruan yang memiliki suhu sedingin es melesat masuk ke dalam lubang itu dengan sangat cepat. Dan akhirnya lubang itu tertutup sempurna setelah waktu sepuluh nafas yang diberikan Kaisar Xin Wu dan Kaisar Xuan De habis.
“Siapa yang masuk ke dalam pulau itu menyusul Long Bai?” tanya Kaisar Xin Wu pada Kaisar Xuan De karena dia merasa aura dari cahaya itu mirip seperti aura energi es yang memancar dari tubuh Kaisar Xuan De.
“Dia adalah Cucuku. Sebenarnya tadi aku ingin mencegahnya untuk menyusul Long Bai masuk ke dalam pulau. Tapi jika itu aku lakukan maka kau akan mendapat serangan balik dari energi yang kita gunakan untuk membuka formasi pelindung ini,” jawab Kaisar Xuan De dengan nada sedikit berat.
Kaisar Xin Wu menepuk pundak sahabatnya itu untuk menghilangkan kegelisahan yang ada di dalam pikirannya. “Jangan terlalu khawatir, kekuatan pemuda bernama Heilong dan Cucumu itu sangatlah hebat. Kekuatan mereka berdua sudah jauh di atas para pendekar pada umumnya. Seharusnya kau juga tahu itu karena kau juga melihat pertarungan antara mereka berdua melawan Naga Api Sayap Emas itu sebelum kita menunjukkan diri kita pada mereka berdua.”
“Yang kau katakan memang benar. Gabungan kekuatan mereka berdua tidak jauh lebih lemah dari kekuatan kita. Sebenarnya aku juga berpikir, seandainya aku bisa mencegah dia untuk menyusul Long Bai saat ini kemungkinan dia akan berusaha kembali untuk menerobos formasi pelindung ini dengan kekuatannya sendiri. Seperti kekuatan cinta telah membutakan pikiran Cucuku,” ucap Kaisar Xuan De sambil menggelengkan kepalanya.
**
Heilong akhir berhasil masuk ke dalam pulau tempat tongkat dan pedang pusaka itu berada setelah dia berhasil melewati lubang pada formasi pelindung yang di buat oleh Kaisar Xin Wu dan Kaisar Xuan De.
Dia berdiri tidak jauh dari dinding pembatas dan melihat seluruh isi pulau ini sudah terbakar oleh api berwarna emas, hanya daerah yang jaraknya beberapa meter dari dinding pembatas yang di buat oleh formasi pelindung saja yang tidak terbakar. Mungkin karena suhu udara di sekitar dinding pembatas itu sangat dingin jadi daerah itu bisa selamat dari amukan api berwarna emas.
“Kenapa kamu malah mengagumi kekuatan musuh kita? Aku bingung dengan jalan pikiranmu,” tegur Xue Xian Hou.
Heilong langsung membalikkan tubuhnya ke belakang saat dia mendengar suara Xue Xian Hou tiba-tiba muncul dari belakang tubuhnya. Dia sangat terkejut saat melihat Xue Xian Hou sudah berdiri di belakangnya sambil tersenyum.
“Ke-Kenapa kamu bisa ada di sini? bukankah seharusnya kamu berada di luar menjaga Xin Ye,” ucap Heilong gugup seperti melihat hantu.
“Kenapa kamu terlihat begitu terkejut saat melihat aku di sini sampai kamu menjadi gugup seperti itu? Apakah aku tidak boleh mengikutimu untuk mengambil tongkat dan pedang pusaka itu? Aku memutuskan untuk meninggalkan Putri Xin Ye karena sekarang di sana sudah ada Kakekku dan juga Kakek Xin Wu di dekatnya, Aku yakin mereka berdua bisa merawat Putri Xin Ye lebih baik dari pada aku karena pengalaman mereka berdua lebih banyak dari pengalaman yang aku miliki,” jawab Xue Xian Hou.
“Yang kamu katakan memang benar. Tingkat kultivasi kedua Kakek itu juga lebih tinggi dari kita berdua seharusnya kondisi Xin Ye akan jauh lebih baik saat berada di bawah perawatan mereka. Tapi tetap saja tempat ini sangat berbahaya untukmu, tidak seharusnya kamu mengikuti pergi ke tempat ini,” balas Heilong.
“Akan lebih berbahaya lagi jika kamu mati sebelum menikahiku,” balas Xue Xian Hou.
“...” Heilong tidak bisa berkata apa-apa untuk membalas ucapkan Xue Xian Hou.
“Sudah jangan berdebat lagi denganku. Tujuanku menyusulmu ke tempat ini adalah untuk membantumu mengambil kedua senjata pusaka itu. Jika kita terus berdebat kapan kita akan mendapatkan kedua benda itu. Di luar sana Xin Ye sedang menunggumu untuk membawakan Tongkat Phoenix Angin agar dia bisa tersadar kembali dari komanya,” ucap Xue Xian Hou manatap Heilong.
“Kamu benar. Kita hanya memiliki waktu dua belas jam saja untuk mengambil kedua senjata pusaka itu dan juga menundukkan Naga Api sayap Emas,” jawab Heilong. Lalu dia melihat daerah sekitar untuk mencari di mana keberadaan batu yang menjadi sarang dari Naga itu.
“Apa yang sedang kau cari. Naga itu berada di tengah-tengah pulau ini. Kau akan bisa melihatnya jika api di tempat ini padam atau kau masuk ke dalam kobaran api itu,” jawab Xue Xian Hou menujuk tangannya ke tengah-tengah pulau.
Heilong bisa melihat bayangan dari sebuah gunung batu berada di tengah-tengah kobaran api meskipun hanya terlihat secara samar-samar.