LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 74 TARUHAN


Heilong segera menuliskan beberapa nama bahan makanan beserta cara membuatnya lalu dia memberikan kertas itu pada Yang Tzuyu.


Yang Tzuyu mengerutkan keningnya. "Resep ini sangat sederhana cuma tahu, telur, petis dan saus kacang. Apa ini bisa menjadi sebuah makanan yang enak? Jangan-jangan kamu sedang mempermainkanku.”


“Aku berani jamin kalau ini akan menjadi makanan terenak yang pernah kamu makan. Jika kamu tidak percaya bagaimana kalau kita membuat sebuah taruhan?” tentang Heilong sambil menatap Yang Tzuyu.


“Taruhan??!! Taruhan seperti apa apa yang kamu inginkan,” jawab Yang Tzuyu balik menatap Heilong.


“Aku ingin separuh saham dari Restoran Bulan Merindu miliknuini,” jawab Heilong.


Yang Tzuyu berdiri dari tempat duduknya, wajahnya terlihat agak kesal. “Apa!!Apa kamu sedang bercanda. Apa kamu tau berapa nilai dari separuh saham restoran ini. Jika kamu sedang berusaha untuk menipuku, aku akan memanggil penjaga untuk menendangmu keluar dari restoran milikku.”


“Aku tidak sedang menipu. Aku tahu dengan pasti berapa nilai dari separuh saham restoran ini.”


Heilong lalu mengeluarkan koin emas dari gelang galaxynya. Koin emas ini sangat banyak sehingga hampir memenuhi seperempat dari ruangan ini.


Semua koin emas ini adalah sebagian harta yang diberikan oleh Li Ziqi bersamaan dengan gelang galaxy.


“Aku bertaruh seratus juta koin emas,” seru Heilong dengan wajah serius.


Yang Tzuyu terkejut melihat koin emas yang begitu banyak di depannya. “Masalah ini sangat besar, aku tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Ijinkan aku untuk mendiskusikan masalah ini dengan ayahku.”


"Baik, silahkan. Aku akan menunggu anda di sini,” jawab Heilong.


Yang Tzuyu segera pergi ke sebuah ruangan yang ada di lantai tiga, untuk menemui ayahnya yang bernama Yang Zhu.


“Tok ... Tok ... Ayah apa aku boleh masuk.”


“Masuklah,” sahut Yang Zhu di balik pintu.


Yang Tzuyu segera membuka pintu dan masuk.


"Ada apa kamu datang kemari, apa ada masalah yang tidak bisa kamu tangani?” tanya Yang Zhu setelah melihat kedatangan Yang Tzuyu.


“Benar, ayah. Di luar ada seorang pemuda yang sedang ingin melakukan taruhan dengan kita,” jawab Yang Tzuyu.


“Apa yang dia pertaruhkan?” tanya Yang Zhu.


“Seratus juta koin emas,” jawab Yang Tzuyu.


“Apa aku tidak salah dengar, apakah benar dia memiliki koin emas sebanyak itu? Mungkin saja dia cuma orang iseng yang ingin menipumu,” ucap Yang Zhu tak percaya.


“Tidak. Dia benar-benar memiliki semua koin-koin emas itu dan sekarang semua koin emas yang jumlahnya mencapai seratus juta itu sudah ada di lantai dua restoran kita,” balas Yang Tzuyu.


“Lalu apa yang dia inginkan dan benda apa yang kalian pertaruhkan?” tanya Yang Zhu menatap Putrinya.


“Dia menginginkan separuh dari saham restoran kita dan barang yang kami pertaruhkan adalah resep masakan yang dia buat,” jawab Yang Tzuyu.


“Separuh saham restoran kita?! apa kamu ingat wajah orang itu. Coba kamu lihat apakah pemuda itu wajahnya ada di buku ini.”


Yang Zhu memberikan sebuah buku yang di dalamnya terdapat gambar-gambar orang paling berpengaruh di seluruh Benua.


Yang Tzuyu membuka buku itu dan melihat halaman buku itu satu persatu, jarinya terhenti di sebuah halaman yang menunjukkan gambar anggota keluarga Kerajaan Blue Dragon.


Jari Yang Tzuyu menunjuk pada gambar seorang pemuda di sebelah kakek yang tubuhnya masih sangat gagah meski rambut dan jenggotnya telah memutih.


“Apa kamu yakin, pemuda di depan mirip dengan pria yang ada di gambar ini,” tanya Yang Zhu memastikan.


“Aku sangat yakin ayah. Karena aku sempat berbincang sebentar dengannya dari dekat. Memangnya siapa dia ayah?” tanya Yang Tzuyu penasaran.


Yang Zhu mengarahkan jarinya ke gambar yang ada di buku itu.


“Kakek tua di sebelah pria ini adalah Kaisar Long Jin, dia adalah penguasa Benua Timur. Dari semua benua, benua timur adalah benua yang penduduknya paling padat karena cuaca di sana sangat bagus. Beberapa kali ayah sudah mencoba untuk membuka cabang di sana tapi selalu gagal, karena di sana sudah ada sebuah restoran yang dikelola oleh salah satu anggota keluarga dari seorang Jenderal. Dan pemuda di samping kakek ini adalah cucu kesayangan kaisar Long Jin, dari desas desus yang aku dengar dialah yang nanti akan menjadi putra mahkota Kerajaan Blue Dragon.”


“Jadi rupanya pemuda itu adalah seorang Pangeran dari sebuah Kerajaan yang sangat besar. Pantas saja dia memiliki koin emas sebanyak itu,” ucap Yang Tzuyu.


“Menang atau kalah dalam taruhan ini, sepertinya restoran kita akan tetap diuntungkan,” ucap Yang Zhu.


“Kenapa bisa seperti itu,?” tanya Yang Zhuyu heran mendengar perkataan ayahnya.


“Coba kamu pikirkan, jika kita menang kita akan mendapat seratus juta koin emas. Namun jika kita kalah kita akan mendapat dukungan dari kerajaan Blue dragon, sebagai pemegang saham dia tentu akan membantu perkembangan restoran kita,” jawab Yang Zhu.


“Itu memang benar. Dengan begitu kita dapat membuka cabang restoran kita di Kerajaan Blue Dragon dan ini akan mempermudah kita jika ingin membuka cabang di kerajaan-kerajaan lain. Dan juga sepertinya dia juga pandai memasak, mungkin kita juga bisa mendapat beberapa resep makanan yang enak dari dia,” ucap Yang Tzuyu.


“Kalau begitu sudah diputuskan kita akan menerima taruhan ini,” seru Yang Zhu.


Mereka berdua keluar dari ruangan dan turun ke lantai dua.


**


Di Lantai dua.


“Apa kamu yakin bisa menang, jika kamu sampai kalah semua uangmu akan hilang,” tanya Xue Xianzi.


“Aku sangat yakin karena resep makanan ini belum pernah ada di sini,” jawab Heilong.


Resep makanan ini didapatkan Heilong dari buku resep masakan kerajaan langit. Jadi dia sangat yakin bahwa masakan ini rasanya pasti sangat enak karena disukai oleh para dewa.


“Lalu apa yang akan kamu lakukan dengan restoran ini jika kamu menang?” lanjut Xue Xianzi bertanya sambil menatap Heilong.


“Tentu saja aku akan mengembangkan restoran ini. Aku akan membuka cabang restoran ini di setiap benua dan menambahkan beberapa resep masakan yang belum pernah ada,” jawab Heilong.


“Jangan-jangan kamu berencana untuk menguasai restoran di semua benua dan memonopoli bisnis makanan di semua benua,” ucap Xue Xianzi lirih.


Heilong melirik Xue Xianzi, dia tidak menyangka bahwa gadis ini cukup pintar.


Tidak lama kemudian Yang Tzuyu datang bersama dengan seorang Pria paruh baya.


“Salam tuan muda, namaku adalah Yang Zhu. Aku adalah ayah dari Yang Tzuyu. Aku telah mendengar tentang taruhan ini dari putriku dan aku bersedia menerimanya,” ucap Yang Zhu dengan nada yang terdengar sangat sopan.


“Baiklah, kalau begitu kesepakatan sudah dibuat. Lebih baik kita jangan membuang-buang waktu lagi,” ucap Heilong.


“Pelayan kamu berikan resep makanan ini pada koki kita dan suruh dia membuat empat porsi makanan berdasarkan resep ini. Katakan padanya bahwa masakan yang dia buat harus sesuai dengan yang tertulis di dalam resep itu. Jika dia tidak bisa membuat makanan ini, maka aku akan mengangkat seorang koki baru besok,” ucap Yang Tzuyu sambil memberikan resep makanan itu pada pelayan yang berdiri disampingnya.


Mereka berempat lalu duduk dalam satu meja dan menunggu makan itu datang.