LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 335 MANTRA PEMBANGKIT ROH SENJATA


Di sisi tengah, Lin Chong Wei dan Guru Yi Shu sedang melakukan pertarungan yang sangat sengit melawan para prajurit penjaga perbatasan yang telah berubah menjadi Iblis Manusia Serigala. Mereka berdua menggabungkan kekuatannya karena jumlah iblis yang ada di sisi tengah ini lebih banyak dari iblis yang ada di sisi kanan dan kiri.


Lin Chong Wei langsung mengangkat Tombak Naga Angin ke atas kepalanya. Dia lalu memutar-mutar tombaknya dengan gerakan yang sangat cepat dan bergerak berlawanan arah dengan arah jarum jam.


Sebuah angin tornado yang sangat besar mulai terbentuk mengelilingi tubuh Lin Chong Wei dan Guru Yi Shu. Angin tornado ini memiliki arah putaran yang bisa menyedot semua benda yang ada di sekitarnya agar masuk kedalam pusaran angin itu.


“Pusaran Angin Kematian.”


Semua Iblis Manusia Serigala yang mengepung Lin Chong Wei dan dan Guru Yi Shu, secara perlahan mulai tertarik masuk ke dalam pusaran angin tornado kematian yang memiliki kekuatan pusaran angin seperti ribuan pedang tajam yang bisa memotong-motong apa'pun yang masuk ke dalam pusaran angin itu.


Guru Yi Shu yang ada di depan Lin Chong Wei tidak mau berdiam diri saja. Dia lalu mengeluarkan senjata pusakanya yang juga berbentuk sebuah tombak.


“Ternyata kau juga memiliki sebuah tombak yang bagus,” ucap Lin Chong Wei melirik tombak pusaka yang ada di tangan Guru Yi Shu.


“Tombak pusaka yang aku miliki ini, tidak sebagus tombak pusaka yang ada di tanganmu,” ucap Guru Yi Shu mendekatkan tombak pusakanya ke wajah Lin Chong Wei dan agar dia bisa melihatnya dengan jelas.


“Tombak pusaka yang ada di tanganmu itu sebenarnya memiliki kekuatan yang setara dengan tombak pusaka milikku. Tapi roh senjata yang ada di dalam tombak pusakamu itu masih tertidur, jika kau mampu membangunkan roh senjata yang ada di dalam tombak itu maka kau akan bisa melihat kemampuan tombakmu yang sebenarnya. Ngomong-ngomong darimana kau mendapat tombak pusaka itu?” tanya Lin Chong Wei menyelidiki.


“Tombak ini adalah pemberian dari Kekasihku. Saat kami berdua melakukan pengembaraan, secara tidak sengaja kami menemukan sebuah Goa kuno di mana banyak sekali senjata pusaka di dalamnya termasuk tombak pusaka yang ada di tanganku ini. Tapi saat kekasihku itu masuk ke dalam Goa dan mengambil tombak ini, pintu Goa itu langsung tertutup dan dia terkurung di dalam Goa itu. Namun sebelum pintu Goa itu tertutup sempurna, kekasihku itu sempat melempar tombak pusaka ini keluar dari Goa itu,” jawab Guru Yi Shu.


“Apakah kekasihmu itu masih hidup?” lanjut Lin Chong Wei dan bertanya sambil terus memutar-mutar tombaknya agar para Iblis Manusia Serigala itu masuk ke dalam pusaran angin tornado buatannya.


“Dia masih hidup dan setiap bulan aku selalu mengunjungi Goa itu dan berusaha menghancurkan pintu Goa yang sangat keras itu. Tapi aku tidak pernah bisa melakukan hal itu, bahkan untuk menggores pintu Goa itu saja aku tidak mampu. Kekasihku selalu memintaku untuk pulang jika dia melihat aku sudah mulai kelelahan,” jawab Guru Yi Shu.


“Setelah masalah di tempat ini selesai, aku akan menemanimu untuk menghancurkan pintu Goa itu. Tapi aku ingin meminta sedikit bagian dari harta karun yang ada di dalam Goa itu,” ucap Lin Chong Wei.


“Kau boleh mengambil semua harta karun yang ada di dalam Goa itu karena aku hanya ingin kekasihku itu kembali,” jawab Guru Yi Shu menatap mata Lin Chong Wei agar Lin Chong Wei bisa melihat bahwa guru Yi Shu tidak sedang berbohong.


“Aku bukan orang yang serakah. Aku hanya akan mengambil sedikit saja untuk biaya kehidupanmu selama aku berada di dunia luar. Sisanya tetap akan menjadi milikmu dan juga kekasihmu karena kalian berdualah yang telah menemukan Goa itu. Sekarang mendekatlah padaku, aku akan mengajarimu sebuah mantra untuk membangkitkan roh senjata yang sedang tertidur,” seru Lin Chong Wei.


Guru Yi Shu langsung mendekatkan telinganya ke mulut Lin Chong Wei dan Lin Chong Wei langsung membisikkan sebuah mantra dengan bahasa yang sangat aneh. Guru Yi Shu hanya menganggukkan kepalanya dan mendengar baik-baik mantra ini saat Lin Chong Wei membacakan mantra ini dengan sedikit lambat agar Guru Yi Shu mampu mengingat setiap kata yang ada pada mantra ini.


“Terimakasih atas petunjuknya. Sekarang aku akan mencoba membangkitkan roh senjata yang ada di dalam tombak pusakaku.”


Guru Yi Shu langsung meletakkan tombak pusakanya itu di atas tanah tempatnya berdiri dan langsung menggambarkan segel kontrak senjata agar tombak pusaka itu langsung mengikat kontrak dengannya setelah roh senjatanya berhasil di bangkitlah.


“Sorto! O spirito che dormi là dentro.”


Tombak pusaka itu langsung terbang di depan Guru Yi Shu dan berhenti saat sejajar dengan bahunya. Aura energi petir yang sangat kuat mulai memancar dari tombak pusaka itu dan membuat langit yang ada di atas mereka menjadi mendung.


“Kwak … Kwak …”


Sebuah bayangan Beast Berbentuk Elang yang terbuat dari petir langsung muncul di atas tombak pusaka milik Guru Yi Shu. Bayangan Beast Elang Petir itu langsung masuk kembali kedalam tombak pusaka saat Guru Yi Shu memegang tombak itu.


“Ternyata roh senjata dari tombak pusakaku adalah seekor Beast Elang Petir. Baiklah akan aku beri nama tombak pusakaku ini dengan nama Tombak Elang Petir,” ucap Guru Yi Shu memegang tombak pusakanya erat-erat.


“Apakah kau tidak ingin mencoba kekuatan barudari tombak pusakamu itu. Mumpung banyak Iblis Manusia Serigala yang bisa kau jadikan sebagai kelinci percobaan di sekitar sini,” ucap Lin Chong Wei karena dia sangat dendam sekali dengan ras iblis yang satu ini.


“Itu ide bagus. Sekarang kau hentikan jurusmu itu dan berikan aku kesempatan untuk beraksi. Kau sudah hampir membunuh separuh dari Iblis Manusia Serigala yang ada di sekitar sini dengan pusaran angin tornadomu itu,” balas Guru Yi Shu.


“Baiklah,” jawab Lin Chong Wei yang langsung menghentikan Jurus Pusaran Angin Kematian miliknya.


Lin Chong Wei tersenyum saat melihat ratusan mayat Iblis Manusia Serigala yang berhasil dia bunuh dengan Jurus Pusaran Angin Kematian. Rasa sakitnya pada Jenderal Iblis Jiro sedikit terobati saat melihat mayat para Iblis Manusia Serigala.


“Auuu ….. !”


Ratusan Manusia Serigala yang tersisa langsung melolong dengan suara dingin dan menatap dengan tatapan yang sangat mengerikan ke arah Lin Chong Wei dan Guru Yi Shu.


Semua Iblis Manusia Serigala itu langsung melompat ke arah Guru Yi Shu dan Lin Chong Wei sambil mengarahkan cakar mereka yang sangat tajam dan kuat.


Guru Yi Shu langsung memasukkan semua energi petir yang ada di dalam tubuhnya dan mengangkat tombaknya ke atas dengan ujung tombak menghadap ke langit.


“Jurus Elang Petir Menyambar Iblis,”


Ratusan bayangan burung elang yang terbuat dari energi petir, langsung turun dari langit dan menyambar Iblis Manusia Serigala itu satu per satu dengan kekuatan energi petir yang sangat kuat.


“Boom … Boom … Boom …”


Suara ledakan yang sangat kuat mulai muncul berkali-kali di sekitar tempat Guru Yi Shu berdiri karena suara ledakan ini berasal dari benturan antara elang petir dendam Iblis Manusia Serigala.