
Long Bai kemudian mengeluarkan medali bambu hijau miliknya dan memberitahukan pada Guru Yi Shu bahwa mereka berdua sudah bisa keluar dari ruang rahasia itu.
Guru Yi Shu dan Shen Yu tampak lega setelah mendengar suara Long Bai karena sebenarnya mereka berdua sangat khawatir dengan keadaannya, apalagi setelah terjadi gempa beberapa kali disertai dengan suara ledakan yang saling bersautan.
Guru Yi Shu dan Shen Yu langsung melewati dinding pembatasan yang ada di pintu ke luar lorong itu dan melihat Long Bai sudah berdiri di sana tanpa ada luka sedikit'pun di tubuhnya.
“Di mana semua iblis penyamar itu? Apakah kau menghabisi semua iblis itu tanpa sisa seperti apa yang kau lakukan pada iblis penyamar yang ada di pintu gerbang perbatasan,” tanya Guru Yi Shu yang tidak melihat satupun mayat di sekitar sini padahal daerah di sekitar bukit ini sudah hancur sekitar empat puluh persen akibat pertarungan yang sangat dahsyat.
“Benar, aku telah menghancurkan semua iblis itu tanpa sisa kecuali iblis yang memiliki ukuran tubuh paling besar dan prajurit mata-mata milik Jenderal Long Yun yang berasal dari bangsa manusia,” jawab Long Bai.
“Kenapa kau tidak menghancurkan mayat mereka? Aku takut hawa iblis akan keluar dari mayat mereka dan mencemari tempat ini,” ucap Guru Yi Shu dengan nada sedikit gelisah.
“Untuk memusnahkan tubuh iblis yang memiliki ukuran hampir sebesar seekor Naga, aku membutuhkan kekuatan api dengan jumlah yang cukup besar. Tapi saat ini aku tidak boleh menggunakan kekuatan apiku karena Jenderal Long Yun sudah mengenali warna dari nyala apiku,” jawab Long Bai.
Guru Yi Shu langsung teringat dengan ucapan dari Long Yuyin saat mereka semua berada di Lembah Petir Abadi. Saat itu Long Yuyin sudah memperingatkan Long Bai agar dia tidak menggunakan kekuatan apinya yang berwarna putih, sebelum mereka berhasil menyelamatkan Shen Ai Zhi dan juga Shen Yu.
“Aku hampir lupa kalau ibumu sudah memberi peringatan sebelumnya. Jika kau tidak menghancurkan mayat mereka lalu di mana mayat mereka sekarang? Saat semua ini sudah selesai, aku sendiri yang akan membakar mayat mereka nanti,” lanjut Guru Yi Shu bertanya sambil matanya terus daerah sekitar untuk mencari tubuh para iblis itu.
“Aku sudah mengubur mereka di bawah tempat ini. Guru bisa menemukan tubuh mereka setelah menggali sedalam sepuluh meter,” jawab Long Bai sambil menunjuk tanah yang ada di bawah kakinya.
Guru Yi Shu mengerutkan keningnya saat mendengar ini. “Apakah itu tidak terlalu dalam?”
“Tidak Guru, bukankah aku tadi sudah mengatakan bahwa ada seekor iblis yang memiliki tubuh yang sangat besar, tubuh iblis itu hampir menyerupai tubuh seekor Naga,” jawab Long Bai.
“Apakah dia adalah iblis yang menyamar menjadi Master Sekte Yi Long?” ucap Guru Yi Shu dengan nada suara yang terdengar sedikit marah.
“Bukan, dia adalah iblis yang menjaga manusia yang menyamar menjadi Master Sekte Yi Long.”
“Manusia?!”
Jawaban dari Long Bai ini langsung membuat Guru Yi Shu dan Shen Yu menjadi sangat terkejut karena mereka berdua jelas-jelas merasa hawa iblis yang memancar dari tubuh tubuh Master Sekte Yi Long saat mereka bertemu.
“Tepatnya adalah manusia setengah iblis. Kalian berdua pasti akan terkejut saat aku memberitahukan siapa manusia setengah iblis itu karena kalian juga sangat mengenal orang ini,” jelas Long Bai.
“Apakah Dia Long Chen?” ucap Shen Yu menebak.
Tebakan Shen Yu ini membuat mata Guru Yi Shu dan juga Long Bai langsung mengarah padanya.
“Dari mana kau bisa tahu bahwa itu adalah Long Chen?” tanya Long Bai yang sekarang menjadi penasaran, padahal dia awalnya ingin membuat mereka berdua menjadi penasaran tapi Shen Yu telah mengacaukan rencananya.
“Apakah yang menyamar menjadi Master Sekte Yi Long itu benar-benar Long Chen?” tanya Guru Yi Shu menatap Long Bai untuk meminta kepastian.
Long Bai hanya menjawab dengan anggukan kepala dan tidak mengucapkan sepatah katapun karena dia masih menunggu jawaban dari Shen Yu.
“Saat dia sedang menahanku di ruangan bawah tanah. Dia sering mengucapkan padaku bahwa dia ingin membunuhmu karena kamu telah mempermalukan dia di depan umum dan membuat dirinya di usir,” jawab Shen Yu dengan menatap ke atas untuk mengingat setiap ucapan yang pernah di ucapkan oleh Long Chen saat menyamar menjadi Master Sekte Yi Long.
“Jika Long Chen berada di balik penyerangan yang terjadi di Sekte Awan Biru, itu berarti Long Sha juga berada di sekitar sini karena mereka berdua kabur secara bersama-sama tiga tahun yang lalu,” ucap Guru Yi Shu mondar-mandir di sekitar Long Bai dan Shen Yu sambil berpikir keras.
“Sepertinya Tetua Klan Naga Api yang sekarang adalah Paman Long Sha yang sedang menyamar menjadi paman Long Huo,” ucap Long Bai menebak.
“Kenapa kau bisa memiliki pemikiran seperti itu. Jika kau tidak memiliki bukti yang kuat, itu sama artinya kau sudah memfitnah orang yang tidak bersalah.”
Guru Yi Shu sebenarnya memiliki pemikiran yang sama dengan tembakan Long Bai karena dia juga melihat sikap Tetua Long Huo semakin hari semakin bertambah buruk. Tapi dia sengaja menguji Long Bai untuk mengetahui apakah alasan yang dimiliki Long Bai sama seperti hasil analisa miliknya.
Long Bai langsung mengeluarkan sebuah surat yang dia temukan dari tubuh Naga Hitam yang dia bunuh di pintu gerbang perbatasan.
“Guru bacalah isi surat ini,” ucap Long Bai sambil memberikan surat itu pada Guru Yi Shu.
Guru Yi Shu langsung membuka surat itu dan membacanya dalam hati. Di dalam surat itu dia menemukan bahwa Klan Naga Api sering menerima bantuan dari Jenderal Long Yun dan juga sebagian pajak dari orang-orang yang melewati pintu gerbang perbatasan.
“Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Klan Naga Api dengan uang hasil korupsi sebesar ini?” ucap Guru Yi Shu menutup gulungan surat itu dan mengembalikannya pada Long Bai.
“Tentu saja Klan Naga Api menggunakan semua uang hasil korupsi itu untuk membuat pasukan yang akan membantu pemberontakan yang akan sudah direncanakan oleh Jenderal Long Yun. Guru tahu sendirikan bahwa Paman Long Huo sangat membenci orang-orang yang melakukan korupsi, jadi bagaimana dia bisa tenang saja saat menerima uang hasil korupsi,” ucap Long Bai.