LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 186 GENIUS


Setelah membunuh ular salju jantan itu, Heilong segera membawa mayat ular salju jantan itu ke daratan bersamanya lalu dia letakkan di samping mayat ular salju betina.


Heilong duduk bersantai di samping mayat kedua ular salju itu dengan bersandar pada tubuh ular salju jantan untuk menghilangkan kelelahannya.


“ Huff... Akhirnya selesai juga tugasku membunuh kedua ular salju yang membuat keributan di sungai yang tenang ini, dengan ini aku harap sungai ini akan aman selamanya. Tapi kenapa kedua ular salju itu menolak untuk meninggalkan sungai ini, padahal jika mereka mau pergi mungkin aku tidak akan membunuh mereka. Pasti ada sesuatu di sungai ini yang membuat mereka enggan meninggalkan sungai ini, ” ucap Heilong sambil menarik nafas panjang.


“ Tuan... ” teriak Lin Chong Wei memanggil Heilong.


Lin Chong Wei, Lin Meylin dan sekelompok harimau salju berjalan mendekat ke arah tempat Heilong duduk.


“ Tuan apa kau baik-baik saja..? ” tanya Lin Chong wei terdengar sedikit cemas.


“ Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja, sama sekali tidak terdapat luka yang serius di tubuhku, ” jawab Heilong sambil berdiri dan memutar tubuhnya di depan Lin Chong Wei agar dia bisa memperhatikan dengan jelas.


Lin Meylin mengacungkan jempolnya pada Heilong sambil tersenyum. “ Tuan, memang yang terhebat. Mulai sekarang tuan adalah pahlawanku. ”


“ Panggil saja aku Long Bai biar terdengar lebih akrab. Jangan panggil aku tuan karena kalian bukanlah pelayanku, ” ucap Heilong pada Lin Chong Wei dan Lin Meylin.


“ Baiklah, Long Bai. Rasanya aku pernah mendengar nama ini dari Yang Shuo, ” ucap Lin Chong Wei mencoba menggingat-ingat dan akhirnya dia berhasil mengingatnya. “ Benar, rupanya anda adalah orang yang mempunyai ide untuk membuat bola cahaya dan kotak listrik itu. ”


“ Sepertinya Yang Shuo telah menceritakan banyak hal tentangku padamu. Benar juga, aku belum menanyakan apa tujuanmu datang ke pavilliun saung bambu..? ” tanya Heilong ingin tahu.


“ Sebenarnya aku tertarik dengan bola cahaya dan kotak listrik itu. Terutama kotak listrik, prinsip kerja kotak listrik ini hampir sama dengan batrei yang berhasil aku buat berdasarkan catatan yang ada di dalam buku yang aku temukan di benua tengah yaitu menyimpan energi liatrik untuk sementara agar bisa digunakan sewaktu-waktu. Namun antara batrei dan kotak listrik ini ada perbedaan dari mendapatkan sumber listriknya. ”


“ Apa perbedaannya..? ” tanya Heilong penasaran


Lin Chong Wei terdiam sejenak untuk mengingat kembali prinsip kerrja kedua benda itu dengan baik sebelum dia mulai menjelaskan.


“ Baterai yang aku buat itu memiliki dua kutub yaitu positif dan negatif. Dan di dalam batrei itu terdapat dua buah bahan kimia sebagai elektrolit yang di sebut elemen kering. Kedua bahan kimia itu adalah mangan dioksida dan potasium hidroksida. Kedua bahan kimia ini akan menghasilkan suatu reaksi kimia yang disebut aliran elektron. Aliran elektron inilah yang menjadi sumber listrik dari batrei. Banyak yang tidak mengetahui dari mana aku mendapatkan kedua bahan kimia ini, tapi sebenarnya kedua bahan kimia ini banyak terdapat di bawah tanah benua timur. Sedangkan kotak listrik yang ada di pavilliun saung bambu, mendapatkan energi listrik dari petir dan para kultivator elemen petir yang disimpan dalam sebuah batu penyimpanan yang mereka sebut batu kecubung unu dengan perbandingan tertentu. ”


“ Jadi begitu rupanya, aku baru tahu perbedaan kedua benda itu karena sebenarnya yang membuat kotak listrik itu bukanlah aku tapi seorang ilmuan yang berada di pavilliun saung bambu yang bernama Dianchi. Akan hanya merubah model bentuk kotak listrik yang awalnya berbentuk bulat seperti bola lalu aku ubah menjadi bentuk kotak agar bisa di satukan dengan bola cahaya dan tidak memakan banyak ruang jika di simpan, ” ucap Heilong pura-pura tidak mengerti padahal sebelumnya Yang Shuo sudah menjelaskan kedua benda ini saat dia berada di pavilliun saung bambu. Heilong lalu lanjut bertanya. “ Yang Shuo mengundang anda pasti memiliki tujuan tertentu yang berhubungan dengan bola cahaya dan kotak listrik. Apa tebakanku ini benar... ? ”


“ Benar sekali. Beberapa bulan yang lalu Yang Shuo berhasil menemukanku dan mengajakku untuk mengembangkan bola cahaya, aku menyetujuinya namun aku tidak bisa langsung pergi waktu itu karena aku masih memiliki sedikit urusan dan mengatakan akan pergi ke pavilliun saung bambu bulan depan. ” jawab Lin Chong Wei.


“ Kebetulan yang mendapatkan ide membuat bola cahaya itu memang aku dan aku ingin memproduksi bola cahaya itu secara massal jadi aku membutuhkan bantuan seorang ilmuwan sepertimu dan sepertinya kamu sudah mengetahui prinsip kerja dari bola cahaya ini. Di buku yang kau temukan itu pasti ada catatan tentang benda yang memiliki prinsip kerja seperti bola cahaya ini dan benda itu bernama lampu. Apa benar tebakanku ini... ? ” tanya Heilong menatap mata Lin Chong Wei untuk melihat keterkejutannya.


“ Be... Benar... Bagaimana anda tahu...? Apakah anda adalah manusia yang sudah hidup selama jutaan tahun atau anda adalah reinkarnasi dari salah satu penduduk di planet ini jutaan tahun yang lalu. ” tanya Lin Chong Wei terkejut sampai tubuhnya bergetar.


Heilong menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tertawa. “ Ha.. Ha.. Aku bukan keduanya. Tapi aku memilki seorang guru yang pernah menemukan buku yang hampir mirip dengan buku yang telah kau temukan di dalam goa di benua tengah itu dan dia mewariskan semua pengetahuannya padaku. ”


Heilong sengaja berbohong untuk menutupi identitasnya, kalau dia sebenarnya adalah reinkarnasi seseorang yang berasal dari bumi karena meskipun berkata jujur belum tentu Lin Chong Wei akan mempercayainya. Heilong kemudian mengeluarkan pesawat Max-Lightning dari gelang galaxynya dan menunjukkan pada Lin Chong Wei.


“ Ini adalah pesawat yang diberikan oleh guruku. Seharusnya di bukumu juga ada catatan tentang benda ini juga, ” ucap Heilong.


Lin Chong Wei dan Lin Meylin terkagun-kagum melihat pesawat yang begitu besar muncul di depannya mereka sampai tidak bisa berkata apa-apa selain. “ Waow.. ”


“ Bzzzz..... ”


Pintu pesawat itu kemudian terbuka.


“ Ayo kita masuk, akan aku tunjukkan bagian dalam dari pesawat ini, ” Ajak Heilong pada Lin Chong Wei dan Lin Meylin, tapi pandangan Heilong tiba-tiba tertuju pada tubuh kedua ular salju itu. “ Aku akan menyimpan mayat kedua ular salju ini sebelum di curi orang lain. ”


Heilong kemudian menyimpan mayat kudua ular salju itu ke dalam gelang galaxuynya. Setelah itu dia memimpin jalan Lin Chong Wei dan Lin Meylin masuk ke dalam pesawat. Sementara para harimau salju berjaga di luar pesawat.


Saat memasuki bagian dalam pesawat Lin Chong Wei dan Lin Meylin tidak henti-hentinya berdecak kagum. Terutama saat dia masuk ke dalam bagian dalam kokpit pesawat.


“ Ini adalah surga teknologi. Aku tidak menyangka bahwa aku bisa melihat pesawat dengan peralatan-peralatan canggih dalam hidupku, ” ucap Lin Chong Wei berdecak kagum.


Sementara Lin Meylin mendekati sebuah tabung kaca yang menarik perhatiannya karena di dalam tabung kaca itu terdapat seorang gadis kecil yang seumuran dengannya, padahal itu adalah hologram dari mito.


“ Halo namaku Meylin, siapa kah namamu..? " ucap Meylin dengan tersenyum ramah dan melambaikan tangannya ke arah mito.


“ Selamat datang di pesawat Max-Lightning. Namaku adalah Mito si komputer pintar, ” jawab Mito tanpa ekspresi.


“ Mie to.. namamu terdengar seperti makanan. lebih enak mie goreng atau mie ayam dari pada mie to, ” ucap Lin Meylin sambil meletakkan jari telunjuk kanannya di dagunya seperti gadis kecil yang imut.


“ Namaku MITO... M... I... T... O... buka M.. I.. E.. T.. O.. Apakah anda sudah ingat nona kecil, ” jawab mito mengeja namanya.


Heilong tiba-tiba muncul di belakang Lin Meylin dan melatakkan tangannya di atas kepala Lin Meylin. “ Apa yang kau lakukan gadis kecil, jangan mengganggu mito terus. ”


“ Eh kakak.. Aku tadi hanya berkenalan dengan gadis yang ada di tabung kaca ini saja, " jawab Lin Meylin.


“ Kakak...??!! ” Heilong terkejut saat Lin Meylin memanggilnya kakak.


“ Karena anda melarangku memanggil anda dengan sebutan tuan maka aku memutuskan untuk memanggil anda dengan sebutan kakak karena aku tidak mungkin memanggil anda hanya dengan nama anda saja sebab usia anda jauh lebih tua dariku. Atau anda mau dipanggil dengan sebutan kakek.. He.. He.. " jawab Lin Meylin tertawa menyindir.


“ Jangan... jangan... pangil saja aku kakak itu lebih baik dari pada kakek, ” ucap Heilong sambil melambaikan tangannya di depan dadanya untuk menolak. Heilong menyentuh hidung Lin Meylin dengan jari telunjuknya sambil berkata. “ Dengarkan aku baik-baik gadis kecil. Suatu saat nanti aku pasti akan menjadi seorang legenda di planet Dreamland ini. Jika kamu memanggilku kakek dari sekarang maka saat aku menjadi seorang legenda nanti, kamu pasti akan memanggilku dengan sebutan kakek legend. Aku tidak mau itu, itu terdengar sangat tua sekali. ”


Lin Meylin kembali meletakkan jari telunjuk kanannya di dagunya dan pandangannya mengarah keatas seperti sedang memikirkan sesuatu.


“ Kakek legend terdengar bagus. Baiklah aku akan memanggil kakak dengan sebutan kakek legend. Hai kakek legend... kakek legend... kakek legend... kakek legend... kakek legend... ”


Lin Meylin terus menggoda Heilong dengan memanggilnya kakek legend berulang-ulang sambil berlarian di sekutarnya. Heilong pun mengejar Lin Meylin untuk menangkapnya seperti seorang anak-anak yang sedang bermain kejar-kejaran.


Sementara di sisi lain tak jauh dari tempat Heilong dan Lin Meylin bermain. Lin Chong Wei sedang fokus mengamati setiap bagian komputer yang ada di depannya sambil mengeluarkan buku yang dia temukan di goa yang ada di benua tengah. Di buku itu juga tertulis juga tentang komputer mulai dari merakitnya sampai mengoperasikannya. Lin Chong Wei mulai membaca buku itu untuk mengetahui cara menghidupkan komputer.


“ Pertama nyalakan tombol power di layar monitor, "


Lin Chong Wei lalu mencari letak tombol power itu dan dia melihat di monitor itu ada sembilan buah tombol, dia kemudia membaca tombol itu satu persatu dan menemukan bahwa tombol yang paling besar adalah tombol power. Dia lalu menekam tombol itu dan layar monitor itu langsung menyala tapi layar itu gelap, sama sekali tidak muncul apapun. Dia lanjut membaca buku itu lagi.


“ Tekan tombol power pada kotak CPU yang ada di bawah monitor dan tunggulah sebentar. ”


Lin Chong Wei segera melihat sebuah kotak persegi panjang yang terbuat dari besi, ukuran kotak itu kira-kira 60 cm X 30 cm. Lin Chong Wei langsung menekan tombol powet yang ada di sana dan menunggunya sebentar.


Tidak lama kemudian muncul sebuah logo bertuliskan Max di layar komputer.


“ Akhirnya aku berhasil menyalakan komputer ini, ” Lin Chong Wei langsung tersenyum gembira karena berhasil menyalakan komputer itu.


“ kena kau.. !! ”


Tidak jauh dari sana, Heilong yang sejak tadi berlarian mengejar Lin Meylin yang terus mengodanya akhirnya bisa menangkap tubuh kecil Lin Meylin dan mengangkat ke atas tinggi-tinggi.


“ Kakek turunkan aku.. Apa kau mau menyakiti seorang gadis kecil yang imut ini, " ucap Lin Meylin.


“ Tidak akan aku turunkan sebelum kau memanggilku kakak, ” jawab Heilong.


“ Baiklah. Kakak turunkan aku, ” ucap Lin Meylin.


Heilong langsung menurunkan Lin Meylin sambil tertawa, sementara Lin Chong Wei hanya tersenyum melihat keakraban putrinya dengan Heilong padahak baru beberapa jam mereka berkenalan.


“ Ayo kita pergi ketempat ayahmu, sepertinya kita sudah cukup lama bermain-main di sini, " ucap Heilong.


“ Baik, ayo kak cepat. Sepertinya ayah sejak tadi asyik memainkan benda itu sendiriam, ” jawab Lin Meylin yang melihat ayahnya sedang asyik bermain komputer dari kejauhan.


Mereka berdua pun segera pergi menghampiri Lin Chong Wei yang sedang asyik bermain komputer di dekat pintu masuk kokpit pesawat ini.


“ Sepertinya kamu sudah sangat mahir mengoperasikan sebuah komputer. Apakah sebelumnya kamu sudah pernah membuat benda yang sama dengan ini..? ” tanya Heilong saat melihat Lin Chong Wei sudah mahir mengoperasikan komputer padahal seharusnya dia baru pertama kali melihat konputer di planet ini.


“ Tidak, aku belum pernah membuat benda yang seperti ini sebelumnya dan ini jugw pertama kalinya aku melihat komputer. Tapi semua cara-cara mengoperasikan komputer ini tertulis di dalam buku yang aku temukan di benua tengah. Aku hanya membaca isi yang tertulis di buku itu saja sambil mempraktekkanya mumpung ada sebuah komputer di depanku ” jawab Lin Chong Wei sambil menunjukkan bukunya pada Heilong dan buku itu sangat-sangat tebal.


Heilong kemudian terpikir sesuatu dan memerintahkan mito.


“ Mito.. Bisakah kau memunculkan soal-soal tes IQ yang sesuai dengan keadaan manusia di planet Dreamland, ”


Setelah Heilong selesai berbicara, di layar komputer yang ada di depan Lin Chong Wei langsung muncul dua ratus pertanyaan tes IQ yang sesuai dengan kehidupan penduduk di planet Dreamland.


“ Jawablah semua pertanyaan itu dengan santai, aku akan melihat hasilnya, " ucap Heilong menepuk pundak Lin Chong Wei.


Lin Chong Wei segera membaca pertanyaan itu dengan teliti dan menjawab semua pertanyaan itu dengan mudah. Hanya dalam waktu lima belas menit Lin Chong Wei berhasil menjawab dua ratus pertanyaan itu. Tidak lama kemudian hasilnya muncul di layar


“ 180 \= Genius "


“ Gen.. Genius...??!! ” Heilong dibuat terkejut dengan hasil tes IQ Lin Chong Wei yang jauh lebih tinggi dari IQnya sendiri yang hanya sebesar 130.