LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 288 KEDIAMAN BARU DIVINE BEAST ( PART 2 )


“Guru Xue Yun, apakah anda juga merasa bahwa pria yang menggunakan jurus api itu mirip sekali dengan Long Bai,” tanya Xue Xian pada Gurunya sambil berdiri di atas panggung.


“Dia bukan hanya mirip tapi pria itu memang Long Bai. Berapa saat yang lalu, Master Sekte sempat memberitahu tentang kedatangan Long Bai ke tempat ini saat aku bertanya tentang pria tua yang ada di dalam ruang kultivasi. Tapi dia tidak mengijinkan Long Bai masuk ke dalam karena takut mengganggu konsentrasi para murid yang sedang belajar. Kau tahu sendirikan bahwa banyak sekali murid yang mengidolakan Long Bai setelah mendengar cerita tentang kehebatannya saat mengusir para iblis yang menyerang sekte kita,” jawab Guru Xue Yun sedikit berbisik.


“Apa?!” ucap Xue Xiang terkejut dan langsung menutup mulutnya dengan tangannya agar tidak menggundang perhatian murid lain. Kemudian dia lanjut bertanya pada Guru Xue Yun dengan suara yang juga sedikit berbisik. “Bagaimana mana bisa dia menguasai elemen api? Seingatku dia cuma menguasai jurus-jurus elemen es, angin dan petir. Apakah Master Sekte memberitahu anda dari mana asal kekuatan elemen api yang ada di dalam tubuh Long Bai?”


“Tidak, Master Sekte sama sekali tidak memberitahu tentang kekuatan yang dimiliki Long Bai saat ini dan aku juga tidak berani bertanya. Apakah kau tidak melihat bahwa hari ini wajah Master Sekte terlihat sangat bahagia? Aku takut jika aku bertanya hal yang aneh-aneh malah akan mengingatkan dia pada Xue Xianzi,” jawab Guru Xue Yun.


Xue Xiang langsung mengepalkan kedua tangannya dan raut wajahnya juga langsung berubah seperti orang yang sedang marah saat mendengar nama Xue Xianzi. “Anda benar. Setelah penyerangan bangsa iblis itu, Master Sekte terlihat selalu murung sampai akhirnya beberapa bulan yang lalu dia memutuskan untuk menjalani latihan tertutup setelah Long Bai dan rombongan Kaisar Xuan Wu meninggalkan Istana Suci Giok Salju ini. Aku tidak pernah menyangka bahwa Xue Xianzi itu adalah seorang mata-mata dari bangsa iblis yang telah menipu kita selama bertahan-tahun.”


“Apa yang akan kau lakukan jika suatu saat kau bertemu dengan Xue Xianzi?” tanya Guru Xue Yun menatap mata Xue Xiang.


“Aku tidak akan melakukan apa-apa. Aku hanya akan melupahkan gerakannya dan menyerahkannya kepada Master Sekte karena Master Sekte yang lebih berhak untuk menghukumnya,” jawab Xue Xiang menahan amarahnya.


“Bagus, itu tindakan yang sangat tepat karena Master Sekte'lah yang paling di buat sakit hati atas penghianatan Xianzi waktu itu. Dan untuk dapat melakukan hal itu maka kamu harus belajar dengan tekun di bawah bimbingan Master Sekte.” jawab Guru Xue Yun.


“Aku?!” ucap Xue Xiang terkejut sambil menunjuk jari telunjuk kanannya ke arahnya sendiri.


“Iya kamu. Tadi siang Master Sekte tiba-tiba menemuiku dan meminta izinku untuk menjadikan kamu sebagai murid pribadinya menggantikan posisi Xue Xianzi yang selama ini kosong. Sepertinya Master Sekte berniat untuk menjadikanmu sebagai penggantinya jika dia sudah pensiun.” jawab Guru Xue Yun.


“Kenapa harus aku?! Kan masih ada murid-murid lain yang memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi seperti Luo Yi,” ucap Xue Xiang yang masih tak percaya bahwa Xue Xian Hou akan menjadikannya murid pribadinya.


“Hati Luo Yi di penuhi dengan dendam karena itu Master Sekte tidak memilihnya, selain itu kamu adalah juara dari kompetisi terakhir karena Li Yi telah di diskualifikasi setelah terbukti dia adalah mata-mata dari Kerajaan Klan Iblis sama seperti Xue Xianzi,” jawab Guru Xue Yun.


“Tapi …”


“Sudah jangan banyak bertanya lagi. Seharusnya besok Master Sekte akan mengumumkan hal ini secara pribadi di depan umum dan kau harus siap karena ini menyangkut masa depan sekte kita. Sekarang kita nikmati saja pertunjukan yang dilakukan Long Bai sepertinya dia akan mulai mengeluarkan jurus apinya yang lain.”


Tadinya Xue Xiang ingin membantah perkataan Gurunya tapi Guru Xue Yun langsung memotong perkataanya sebelum dia sempat mengatakannya lalu Guru Xue Yun mengalihkan perhatiannya kembali kepada Heilong.


*


Heilong kembali mengangkat Pedang Bintang Api tinggi-tinggi lalu menyalurkan energi api dan energi angin dalam jumlah besar ke dalam pedangnya itu.


Para murid Sekte Giok Salju yang melihat aksi Heilong ini, ikut menjadi tegang. Mereka semua terdiam sambil menunggu jurus apa lagi yang akan di keluarkan Heilong karena sepertinya kekuatan jurus ini tidak kalah dari jurus yang pertama.


Angin yang sangat kuat segera terbentuk dan mengelilingi Pedang Bintang Api sampai membentuk sebuah angin tornado api yang mengelilingi pedangnya. Heilong kemudian menebaskan pedangnya kedepan secara vertikal.


“Pedang Amukan Badai Api.”


“Whoosh …”


Semburan tornado api yang sangat besar langsung masuk ke dalam lubang itu dan melelehkan bongkahan-bongkahan es yang ada di bawah sana.


Setelah semuanya selesai dia langsung kembali ke tempat Li Ziqi. “Guru, aku sudah selesai melakukan tugasku?”


“Aku sudah melihatnya. Pedang apimu itu sangat hebat karena pedang itu dapat menambah kekuatan apimu sampai empat kali lipat,” jawab Li Ziqi.


“Kenapa cuma pedangku saja yang di puji? lalu kemampuanku bagaimana?” protes Heilong.


“Kemampuanmu? Biasa-biasa saja, sama sekali tidak ada peningkatan selain kemampuan untuk menarik perhatian gadis-gadis,” jawab Li Ziqi sambil menunjuk ke arah panggung es yang di buat Xue Xian Hou.


Xue Xian Hou juga sempat tertawa saat mendengar Li Ziqi mengejek Heilong tapi dia segera menutup mulutnya karena di sebelah ada Kakeknya.


“Kalian berdua kemarilah dan berdiri di depanku,” ucap Li Ziqi menatap Heilong dan Xue Xian Hou.


Xue Xian Hou dan Heilong segera berjalan mendekat dan berhenti di depan Li Ziqi. Li Ziqi langsung menyentuh kening mereka dengan kedua tangannya yang memancarkan sinar. Heilong dan Xue Xian Hou langsung melihat gerakan-gerakan sebuah jurus yang sangat hebat di dalam pikiran mereka.


“Itu adalah gerakan dari Jurus Dua Belas Pilar Es. Setelah ini aku akan memusatkan seluruh konsentrasi dan kekuatanku untuk memindahkan Danau Es Seribu Pedang jadi aku tidak akan sempat untuk menggunakan jurus itu,” ucap Li Ziqi.


“Apakah Guru berniat untuk menopang Istana Es Seribu Pedang di atas Danau Es Seribu Pedang dengan menggunakan pilar-pilar es yang terbentuk dari Jurus Dua Bekas Pilar Es ini?” tebak Heilong.