
“Ya, untuk membuat Istana Es Seribu Pedang bisa melayang di atas Danau Es Seribu Pedang maka di butuhkan bantuan suatu benda yang mampu menopang istana itu. Dan pilar-pilar es abadi yang terbentuk dari Jurus Dua Belas Pilar Es adalah benda yang paling cocok untuk menopang Istana Es Seribu Pedang,” jawab Li Ziqi.
“Aku juga bisa merasakan bahwa kekuatan dari jurus ini sangat kuat. Pasti di butuhkan energi es dalam jumlah yang sangat besar untuk menggunakan jurus ini,” ucap Heilong berpikir.
“Itulah alasanku mengajarkan jurus itu kepada kalian berdua karena gabungan dari kekuatan kalian berdua. Kalian berdua sama-sama memiliki energi es yang sangat besar di dalam tubuh kalian, jadi jika kalian menggabungkan kekuatan es yang ada di dalam tubuh kalian maka kekuatan es itu akan cukup untuk membuat dua belas pilar es abadi yang sangat kokoh dan kuat,”jawab Li Ziqi.
“Dengan kata lain semakin besar kekuatan es yang di gunakan untuk mengaktifkan jurus itu maka pilar-pilar es abadi yang terbentuk akan menjadi semakin padat dan kokoh,” sahut Xue Xian Hou.
“Tepat sekali, kau memang sangat pandai,” puji Li Ziqi pada Xue Xian Hou.
Li Ziqi Kemudian memejamkan matanya untuk melihat keadaan Makam Es Seribu Pedang saat ini. Dia melihat melalui mata dewanya bahwa Divine Beast telah berhasil membagi tempat itu menjadi dua.
“Genbu, apakah kau sekarang sudah siap untuk memindahkan kediamanmu ke belakang Sekte Giok Salju?” tanya Li Ziqi menggunakan telepati.
“Aku sudah siap Tuan Putri, setelah anda berhasil memindahkan Danau Es Seribu Pedang ini maka aku akan langsung menggunakan kekuatanku untuk menerbangkan Istanaku ini dan menggerakkannya agar terbang menuju ke gletser yang ada di belakang Sekte Giok Salju,” jawab Divine Beast Genbu.
Li Ziqi kemudian membuka matanya lalu melihat Xue Xian Hou dan Heilong. “Aku akan mulai memindahkan kediaman Divine Beast Genbu sekarang. Saat Danau Es Seribu Pedang berhasil aku pindahkan ke dalam lubang bekas gletser itu maka kalian berdua harus segera pergi ke atas Danau Es itu dan menggunakan Jurus Dua Belas Pilar Es yang baru saja aku ajarkan.”
“Baik,” jawab Xue Xian Hou dan Heilong bersamaan.
Li Ziqi kembali memejamkan matanya dan berkonsentrasi untuk menyelimuti ke dua telapak tangannya dengan kekuatan hukum ruang. Dia kemudian menaikkan telapak tangannya ke atas.
Danau Es Seribu Pedang yang ada di Makam Es Seribu Pedang langsung terangkat ke langit seperti terbang.
“Sepertinya sudah dimulai,” ucap Divine Beast Genbu yang saat ini masih berada di dalam Istananya yang ada di dalam Makam Es Seribu Pedang.
Divine Beast Genbu lalu mengalirkan energinya yang mengandung hukum ruang untuk menyelimuti seluruh bagian dari Istana Es Seribu Pedang. Sekarang setiap bagian dari Istana Es Seribu Pedang pedang telah di selimuti dengan aura berwarna hijau yang sangat kuat.
Li Ziqi lalu mengerakkan kedua telapak tangannya turun menghadap lubang gletser itu seperti gerakan orang yang melempar sesuatu ke dalam lubang itu.
Danau Es Seribu Pedang yang tadinya hanya terbang berputar di atas wilayah Makan Es Seribu Pedang langsung terbang melesat dengan sangat cepat ke arah Sekte Giok Salju.
Divine Beast Genbu juga melakukan hal sama. Dia langsung menggunakan kekuatan hukum ruangnya untuk menerbangkan Istana Es Seribu Pedang dan menyusul Danau Es Seribu Pedang dengan kecepatan yang hampir seimbang.
Tidak lama kemudian Danau Es Seribu Pedang itu telah sampai di atas langit Sekte Giok Salju dan terus melesat ke arah lubang bekas gletser itu.
“Saudari, lihatlah itu yang ada di langit, apakah aku tidak salah lihat? ada sebuah danau yang terbang di atas kepala kita.”
“Kau tidak salah lihat. Itu memang sebuah danau. Dan aku bisa merasakan aura yang sangat kuat memancar dari danau itu. Apakah di sana adalah tempat tinggal para iblis?”
Para murid Sekte Giok Salju di buat terkejut dengan kehadiran sebuah danau yang terbang di atas kepala mereka. Tidak sedikit dari mereka yang mulai merasa sedikit cemas dan khawatir karena mengira danau itu adalah markas dari bangsa iblis.
Guru Xue Yun langsung memberikan penjelasan tentang danau itu untuk menghilangkan kekhawatiran murid-muridnya. “Danau itu adalah Danau Es Seribu Pedang yang merupakan salah satu bagian dari kediaman Divine Beast Genbu jadi sangat wajar jika danau itu mengeluarkan aura yang sangat kuat karena biasanya Danau itu di gunakan untuk menguji orang yang akan menjadi murid dari Divine Beast Genbu.”
Danau Es Seribu Pedang itu akhirnya turun ke dalam lubang yang di buat Heilong dengan perlahan. Saat danau itu akan menyatu dengan tanah yang ada di tempat itu, tiba-tiba terjadi sebuah gempa yang getarannya cukup kuat sama seperti yang di ucapkan Li Ziqi sebelum memulai proses pemindahan kediaman Divine Beast ini.
Gempa itu langsung menghilang saat Danau Es Seribu Pedang berhasil menyatu dengan sempurna dengan tanah yang ada di tempat itu. Li Ziqi kemudian membuka matanya dan memberikan perintah pada Heilong dan Xue Xian Hou.
“Sekarang saatnya menggunakan Jurus Dua Belas Pilar Es. Ingatlah saat menggunakan jurus ini bukan hanya kekuatan kalian saja yang harus menyatu tapi pikiran dan perasaan kalian juga harus menyatu agar energi es yang memancar dari tubuh kalian berdua menjadi semakin besar.”
Xue Xian Hou dan Heilong langsung terbang di atas Danau Es Seribu Pedang. Mereka berdua berdiri saling berhadapan di atas Danau itu dan meledakkan seluruh kekuatan es yang ada di dalam tubuh mereka.
“Itu bukannya Master Sekte? Siapa pria yang ada di depannya itu? Sepertinya pria itu memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Master Sekte kita.”
Para murid Sekte Giok Salju kembali bergosip saat melihat Master Sekte mereka dan bertanya-tanya tentang Heilong. Hanya sedikit saja anggota Sekte Giok Salju yang pernah melihat wajah Heilong karena sebagian besar murid Sekte Giok Salju saat ini adalah murid baru. Sedangkan mereka yang tahu tentang identitas Heilong dan hubungan Heilong dengan Master Sekte mereka, memilih untuk diam dan tersenyum senyum.
Heilong dan Xue Xian Hou saling memandang mata mereka masing-masing dengan tatapan penuh cinta.
“Kau sudah siap?” tanya Heilong.
Xue Xian Hou menjawab dengan anggukan kepala.
Mereka berdua langsung mengulurkan tangan kanannya. Saat kedua tangan kanan mereka saling bersentuhan dan berpegang dengan erat, tiba-tiba energi es yang di dalam tubuh mereka berdua langsung meningkat dengan sangat tajam.
Tekanan kekuatan energi es mereka berdua membuat air danau ini menyembur ke atas. Ada dua belas semburan air di sekitar tempat mereka berdiri, semburan air itu membentuk pilar-pilar yang terbuat dari semburan air.
Heilong kemudian menarik tangan kanan Xue Xian Hou untuk mengelilingi Danau Es Seribu Pedang. Mereka berdua seperti sedang menari di atas danau yang airnya sangat dingin itu.
Gerakan mereka berdua sangat indah sampai membuat para murid-murid sekte yang melihatnya tak henti-hentinya berdecak kagum bahkan para guru pembimbing juga merasakan hal yang sama.
“Tidak ku sangka ternyata Master Sekte memiliki jurus dengan gerakan yang seindah ini tapi kekuatan dari jurus ini juga sangat menakutkan,” ucap Xue Xiang yang memberikan tepuk tangan lalu di ikuti oleh semua murid-murid sekte.
Heilong dan Xue Xian Hou terus mengitari danau es itu dengan gerakan-gerakan yang sangat indah seperti dua orang yang sedang bermain ice skating tapi mereka berdua bermain ice skating dia atas air bukan di atas es.
Setiap kali mereka berdua mengitari semburan air itu maka semburan air itu akan langsung berubah menjadi sebuah pilar es abadi yang sangat kuat dan kokoh.
Setelah dua belas menit, akhirnya mereka berdua berhasil membekukan dua belas semburan air itu sehingga terbentuklah dua belas pilar-pilar es yang akan menjadi penyangga dari Istana Es Seribu Pedang.
Heilong tidak ingin melepaskan tangan Xue Xian Hou meskipun jurus mereka sudah selesai. Dia manarik tangan Xue Xian Hou dan terbang kembali ke atas bukit.
“Lepaskan tanganku, ada Kakek di sana. Aku akan malu jika Kakek melihatnya,” bisik Xue Xian Hou saat mereka akan mendarat di atas bukit.
Heilong langsung mengerti dan melepas tangan Xue Xian Hou saat kaki mereka berdua mendarat di atas bukit sambil membisikkan kata-kata di dekat telinga Xue Xian Hou yang membuat wajahnya menjadi merah. “Saat ini aku bersedia melepaskan tanganmu tapi tiga tahun lagi aku tidak akan membiarkan tangan yang indah ini terlepas saat malam tiba.”
Setelah mereka kembali ke atas bukit, Istana Es Seribu Pedang tiba-tiba muncul dari arah selatan dan langsung mendarat di atas dua belas pilar es yang di buat Heilong dan Xue Xian Hou.
“Kerja yang sangat bagus. Akhirnya kita bisa memindahkan kediaman Divine Beast Genbu ke tempat ini,” seru Li Ziqi tersenyum pada Heilong dan Xue Xian Hou.