
"Aku akui keberanianmu karena menolak bantuan Jenderal itu dan melawanku sendirian. Tapi, aku jadi ragu kau memang berani atau kau ini termasuk bocah yang sombong hingga tidak bisa mengukur batas kekuatanmu sendiri," ejek Nash.
"Aku adalah seorang ksatria dan aku tidak suka main keroyokan seperti seorang pengecut," jawab Heilong.
"Katakan siapa namamu?" seru Nash menatap Heilong tajam.
"Apa kau tuli? bukankah sudah aku katakan dari tadi kalau namaku adalah Long Bai. Apa perlu aku ulangi kata-kataku lebih keras lagi supaya kamu bisa mendengarnya dengan jelas!!" balas Heilong mengejek sambil terus memegang pedang ditangan kanannya dengan waspada.
"Kau ..!!" ucap Nash geram.
Nash menjadi marah karena di ejek tuli oleh seorang bocah, dia mengepalkan tangan kanannya yang dalam sekejap telah di selimuti api hitam.
Heilong juga melakukan hal yang sama, dia juga mengumpulkan energi esnya di telapak tangan kirinya.
"Tinju Api Raja Naga."
"Tapak Es Pembeku Angin."
Mereka berdua melompat secara bersamaan dan saling bertukar pukulan di udara.
"Boom..."
Tinju api Nash dan tapak es Heilong saling berbenturan dengan sangat keras di udara dan menimbulkan suara ledakan yang cukup keras.
"Hehe … boleh juga kekuatanmu anak muda tapi itu saja belum cukup untuk melawanku," ucap Nash menyeringai.
Nash memusatkan seluruh energi apinya ke dantiannya lalu meledakkannya sekaligus dalam sekejap. Hal ini menyebabkan energi yang memancar dari titik-titik meridian di tubuhnya membentuk aura berwarna hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya dan terus berkobar-kobar seperti kobaran api yang sangat panas. Dia lalu mendorong tinju apinya yang tertahan oleh tapak es Heilong secara perlahan.
Heilong yang merasakan tekanan yang kuat dari aura api hitam Nash juga melakukan hal yang sama. Dia memusatkan energi es ke dantiannya lalu meledakkannya sekaligus. Dalam sekejap tubuhnya telah di selimuti oleh aura berwarna putih ke biru-biruan dan memancar dengan kuat seperti badai es. Dia juga mendorong telapak tangan kirinya ke depan untuk menahan tinju api Nash.
" Wuu...uunggg....Wuu...uuung....Wuuu.. uuung...," suara kedua energi yang sangat besar dan sama-sama kuat saling bertabrakan.
Aura api yang sangat panas dan aura es yang sangat dingin membuat suhu udara di sekitar tempat mereka bertarung menjadi tidak menentu.
Di tempat Nash berdiri, suhu udaranya menjadi sangat panas. Sedangkan di tempat Heilong berdiri, suhu udaranya menjadi sangat dingin. Langitpun mulai menjadi gelap seperti akan terjadi sebuah badai yang sangat besar dan tanah di bawah tempat mereka berdua sedang bertarung mulai retak karena tidak kuat menahan tekanan dari energi mereka berdua.
"Ini hanya pemanasan saja bocah. Sekarang aku akan mulai serius, lihatlah kekuatanku yang sebenarnya," Nash mendorong tubuhnya ke depan dan aura yang memancar dari tubuhnya menjadi semakin kuat.
Heilong juga tidak mau kalah, dia juga melakukan hal yang sama.
" Boom...Boom...Boom..."
Pilar-pilar energi berwarna merah dan pilar-pilar energi berwarna putih kebiru-biruan muncul secara bersamaan dari tanah di sekitar tempat mereka bediri dan bergerak menuju ke langit.
Ini adalah energi api dan es dari alam yang selama ini tersimpan di dalam tanah dan digunakan oleh para kultivator untuk berkultivasi.
Pilar-pilar energi ini muncul dari dalam tanah karena mendapat tekanan energi yang sangat kuat dari tabrakan kedua elemen energi yang berbeda dan memiliki kekuatan yang sama.
*
"Anak itu rupanya sangat kuat, sia-sia saja selama ini aku mengkwatirkannya. Lebih baik sekarang aku fokuskan pikiranku untuk membasmi pasukan setan merah ini," gumam Jenderal Lian Zhou.
Jenderal Lian Zhou mengarahkan senjatanya ke arah pasukan setan merah. Senjata jendral Lian Zhou ini sangat istimewa karena menurut buku sejarah yang ada di perpustakaan Kerajaan Green Tortoise.
Senjata berbentuk trisula dengan tongkat yang terbuat dari batu berlian dan dihiasi dengan gambar naga berwarna biru ini adalah senjata pemberian dari dewi laut kepada klan Lian karena telah menolong putri duyung kesayangan dewi laut. Dan senjata ini bernama Trisula Naga Biru.
"Teknik Badai Air Pemecah Gunung."
Jendral Lian Zhou berteriak dengan keras sambil memutar-mutar trisulanya dengan cepat dan kuat di atas kepalanya dengan menggunakan kedua tangannya. Sebuah pusaran angin bercampur dengan air yang sangat besar terbentuk di sekitar tempat Jenderal Lian Zhou saat dia memutar-mutar trisulanya.
Pusaran angin yang di buat Jenderal Lian Zhou dengan jurusnya membuat pasukan setan merah kocar-kacir berlarian menghindar karena mereka takut terjebak dalam pusaran angin itu.
Namun, ternyata banyak juga anggota pasukan setan merah yang terjebak dalam pusaran angin ini dan tubuh mereka dihancurkan oleh air yang ada di dalam pusaran angin seperti sebuah ombak yang sangat kuat sedang menghantam sebuah pohon yang kering.
Seluruh prajurit dan kapten menjadi bersemangat saat melihat jendral mereka ikut berperang dan berhasil membantai sebagian besar pasukan setan merah.
*
Nash terkejut karena Heilong bisa menandingi kekuatannya. Melihat Nash yang sedang tidak fokus, Heilong segera melompat sambil berputar lalu menggunakan kaki kanannya untuk menendang bagian wajah sebelah kanan Nash.
" Buk," tendangan Heilong mengenai pelipis mata sebelah kanan Nash dengan telak hingga membuat tubuhnya terpental.
" Bang..." tubuh Nash membentur sebuah batu besar sampai batu itu hancur sebelum dia mendarat di tanah.
Heilong yang merasa batas waktu satu jamnya sudah mulai habis tidak memberi kesempatan pada Nash untuk mengatur nafasnya. Dia segera berlari dengan cepat ke tempat Nash terjatuh dan segera mendudukinya lalu menghantamkan beberapa tinjunya ke wajah nash.
" Bak..Buk...Bak..Buk..."
Nash yang masih belum sepenuhnya sadar karena mendapat tendangan tiba-tiba Heilong yang mengenai pelipis mata sebelah kanannya tidak bisa menahan tinju Heilongkarena pandangannya masih kabur.
Tendangan tadi bukanlah tendangan biasa karena Heilong telah terlebih dulu melapisi kakinya dengan energi angin miliknya sebelum menendang Nash.
Nash hanya bisa menerima dengan pasrah setiap tinju yang dilancarkan oleh Heilong mendarat di wajahnya.
Melihat Nash yang sudah tak berdaya, Heilong segera mengangkat tubuh Nash dan membanting tubuhnya dengan kuat ke tanah.
" Bang..." suara benturan yang sangat keras terdengar dan meninggalkan bekas cekungan yang cukup dalam di tanah tempat tubuh Nash mendarat.
"Sekarang aku akan membalas apa yang telah kalian semua lakukan pada sekte snow moon ini," ucap Heilong dingin sambil menatap tubuh Nash yang tergeletak di tanah dengan tajam.
Heilong mengangkat pedangnya ke atas dan menggunakan semua energinya yang tersisa sebelum waktunya habis untuk mengeluarkan jurus pedang membelah bumi sekali lagi.
*****
Apakah yang akan terjadi pada Nash?