LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V2 # CH 168 PERATURAN BERUSIA JUTAAN TAHUN


“ Tapi ayah...?? Apa sebenarnya kesalahan bangsa manusia. Bukankah selama ini bangsa unicorn tidak pernah bermusuhan dengan bangsa manusia, ” sambil menangis Bianca menanyakan alasan kenapa ayahnya melarang bangsa unicorn memiliki hubungan dengan manusia.


“ Itu semua bukanlah peraturan yang dibuat olehku. Bukankah barusan aku sudah mengatakan padamu bahwa peraturan yang melarang hubungan pernikahan antara bangsa unicorn dan bangsa manusia terjalin adalah peraturan yang dibuat langsung oleh dewa unicorn, " jawab raja unicorn sambil menatap putrinya.


“ Tapi kenapa dewa unicorn membuat peraturan seperti itu..? Ayah adalah seorang raja unicorn jadi ayah pasti tahu alasan dibalik dibuatnya peraturan seperti itu, ” Bianca terus menanyakan alasan pada ayahnya tentang dibuatnya larangan seperti itu.


“ Dewa unicorn mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang sombong dan suka berperang. Dengan sesama bangsanya sendiripun mereka saling berperang dan saling menghancurkan satu sama lain hingga membuat kedua planet tempat tinggal mereka mengalami kurasakan yang sangat parah. Pada akhirnya bangsa manusia mendapat hukuman karena murka dari sang pencipta. Karena alasan itulah maka dewa unicorn membuat peraturan seperti itu agar tidak ada keturunan dari bangsa manusia di planet kita. Ini semua di lakukan dewa unicorn agar petaka yang sama tidak akan pernah terjadi pada bangsa unicorn, ” jelas raja unicorn pada anaknya.


“ Bukankah bangsa kita juga melakukan hal yang sama ayah..?? Beberapa ratus tahun yang lalu, ayah memerintahkan bangsa unicorn untuk berperang dengan bangsa pegasus dan membuat planet tempat bangsa pegasus menjadi hancur. Apakah ayah tidak takut jika bangsa kita akan menerima murka dari sang pencipta, ” ucap Bianca menyindir perintah ayahnya.


Sebenarnya Bianca adalah putri yang paling menentang penyerangan ke planet tempat tinggal bangsa pegasus karena Bianca mempunyai sahabat dekat yang merupakan putri dari bangsa pegasus. Dia sudah beberapa kali mencoba memohon pada ayahnya agar permasalahan antara bangsa pegasus dan bangsa unicorn di selesaikan dengan jalan damai tapi ayahnya selalu menolak.


Raja unicorn menjadi semakin marah karena ucapan putrinya. “ Lancang...!!! Sebagai putri kesayanganku bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu. Sepertinya pikiranmu benar-benar telah diracuni oleh bangsa manusia itu. ” Raja unicorn kemudian berteriak memberi perintah pada para prajuritnya. “ Prajurit..!!! Cepat rantai putri Bianca dan bawa dia kembali ke kamarnya. Aku akan memenjarakan dia di kamarnya dan tanpa ijin dariku tidak ada yang boleh membebaskannya. ”


Para prajurit yang sudah berada di sana sejak tadi, langsung mengikat kedua tangan dan kaki Bianca dengan rantai setelah mendengar perintah dari sang raja. Bianca pun hanya diam dengan menatap ayahnya tanpa menunjukkan perlawanan apapun saat kedua tangan dan kakinya di rantai oleh para prajurit karena pada dasarnya Bianca sangat menghormati ayahnya.


“ Berhenti..!! Apa yang sedang kalian lakukan. Dia adalah putri dari raja kalian kenapa kalian merantainya seperti seorang budak. ”


Tiba-tiba suara seorang wanita muncul dari langit dan menegur para prajurit yang sedang merantai kedua tangan dan kaki Bianca. Kemudian kelopak-kelopak bungai teratai muncul dari tempat suara itu berasal, lalu menembaki sampai hancur semua rantai-rantai yang mengikat kedua tangan dan kaki Bianca.


Seorang dewi berbaju putih dengan paras yang sangat cantik dan rambutnya yang sehitam malam turun dari langit dengan mengendarai seekor unicorn berwarna emas. Kecantikan dewi ini tidak kalah dengan kecantikan Bianca, meskipun wajah dewi ini sedikit keibuan.


Raja unicorn dan Bianca serta para prajurit yang ada istana segera berlutut memberi hormat saat melihat kedatangan dewi ini.


“ Salam hormat kepada dewi teratai putih dan dewa unicorn. " ucap seluruh penghuni istana serempak.


“ Bangunlah. Kalian pergilah dari ruangan ini, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan secara pribadi dengan raja unicorn dan putri Bianca. ”


Dewi teratai putih memerintahkan para prajurit untuk meninggalkan ruangan istana raja unicorn. Prajurit yang mendengar perintah sang dewi langsung keluar dari ruang istana raja satu per satu.


Setelah semua prajurit pergi meninggalkan ruangan ini, dewi teratai putih turun dari punggung punggung unicorn emas dan berjalan ke arah raja unicorn. Sedangkan unicorn emas itu berubah menjadi sesosok pria paruh baya dengan rambut putih namun tubuhnya masih kekar seperti pemuda berumur tiga puluh tahun.


“ Raja unicorn apakah kau bisa menceritakan padaku kenapa kamu memerintahkan para prajurit untuk merantai putrimu sendiri. ” tanya dewi teratai putih.


“ Maafkan saya dewi saya tidak bisa menceritakan masalah ini kepada anda karena ini adalah masalah pribadi keluarga hamba. ” jawab raja unicorn sambil menundukkan kepala.


“ Lancang sekali kau...!!! Hai kau Vechio apakah kau tidak memandang keberadaanku di sini. Wanita yang ada di hadapanmu itu adalah seorang dewi yang ditunjuk langsung oleh dewa tertinggi untuk melindungi bangsa unicorn. Aku yang seorang dewa unicorn saja sangat hormat pada dewi teratai putih, bagaimana kau yang hanya seorang raja bisa begitu kurang ajar. ” Bentak dewa unicorn dengan sangat marah pada raja unicorn. Nyali raja unicorn pun langsung menciut saat di bentak oleh dewa unicorn.


“ Ampuni saya dewa unicorn... Maafkan saya dewa, saya tidak sadar jika perkataan saya telah menyinggung dewi teratai putih, ” ucap raja unicorn minta ampun pada dewa unicorn sambil bersujud berkali-kali.


“ Tenanglah sahabatku. Raja unicorn mungkin tidak sengaja mengatakan hal itu dan aku telah memaafkannya sebelum dia meminta maaf kepadaku, ” ucap dewi teratai putih pada dewa unicorn sambil tersenyum.


Raja unicorn langsung menghadap dewi teratai putih dan bersujud memohon ampun. “ Ampuni saya dewi... Saya mengaku bersalah. Sebagai seorang raja saya telah gagal, saya tidak bisa menghormati dewi yang telah melindungi bangsa kami. ”


Dewi teratai putih lalu mengulurkan tangan kanannya dan meminta raja unicorn untuk berdiri.


“ Bangunlah, aku sudah memafkanmu. ”


Dewi teratai putih kemudian menegur raja unicorn dengan nada yang halus. “ Sebagai seorang raja dan seorang kepala rumah tangga wajar saja jika kamu menganggapku tidak pantas untuk mencampuri urusan pribadi dalam keluargamu karena itu aku sama sekali tidak merasa tersinggung ataupun marah dengan perkataanmu barusan. Namun perlu kau ketahui bahwa dewa tertinggi telah memerintahkanku agar aku membantu dewa unicorn untuk menjaga kalian, yaitu bangsa unicorn agar terhindar dari segala macam bentuk masalah yang bisa memicu perdamaian antar sesama bangsa kalian. Jadi mau tidak mau aku harus menyelesaikan setiap masalah yang ada di bangsa kalian. Jangan katakan padaku jika itu hanyalah sebuah masalah kecil karena sebuah masalah kecil tidak akan membuatmu sampai harus menghukum putri kandungmu sendiri dengan cara dirantai seperti seorang budak. Dan apakah kau tidak sadar jika perbuatanmu kali ini juga sudah diluar batas kewajaran, tindakanmu kali ini bisa saja memancing orang-orang yang selama ini menyayangi putri Bianca untuk memberontak melawanmu. ”


“ Terima kasih dewi karena mengampuni semua kesalahan saya, dan saya juga ingin mengucapkan terima kasih karena dewi telah berbaik hati untuk mengingatkan saya. Saya benar-benar tidak tahu jika perbuatan saya yang memerintahkan untuk merantai putri saya sendiri bisa memicu terjadinya pemberontakan, ” ucap raja unicorn lalu dia berdiri dan menjelaskan kesalahan yang sudah dibuat oleh Bianca. “ Sebenarnya putri saya telah melanggar sebuah peraturan yang dibuat oleh dewa unicorn selama jutaan tahun, ”


Dewi teratai putih mengagkat alisnya karena penasaran. “ Peraturan seperti apa itu...? Saat dewa tertinggi memberikan tugas padaku, dia tidak pernah mengatakan bahwa ada peraturan yang berumur selama itu di tempat bangsa unicorn. ”


“ Peraturan itu berbunyi bahwa bangsa unicorn dilarang untuk memiliki hubungan pernikahan dengan bangsa manusia. Dan putriku beberapa hari yang lalu telah jatuh cinta pada seorang manusia. Saya menghukumnya karena dia telah melanggar peaturan ini dan bersikeras untuk menikah dengan manusia itu. ” jawab Raja unicorn.


Dewi teratai putih melirik dewa unicorn yang berdiri di sebelahnya dan bertanya. “ Apa benar kau telah membuat peraturan seperti itu sahabatku...? ”


“ Benar dewi. Saya memang membuat peraturan seperti itu setelah saya melihat sebuah pertempuran yang sangat dahsyat antar sesama bangsa manusia jutaan tahun yang lalu. Saya tidak perbuatan mereka ditiru oleh bangsa kami sehingga menyebabkan murka dari sang pencipta. ” jawab dewa unicorn.


Dewi teratai putih berjalan mendekat ke tempat putri Bianca dan mengelus rambutnya dengan lembut sambil bertanya. “ Putri, apa semua yang dikatakan oleh ayahmu itu adalah benar. ”


“ Benar dewi, saya memang telah jatuh cinta pada seorang mamusia, ” jawab putri Bianca lembut sambil menundukkan kepalanya, dia merasa bersalah karena telah melanggar peraturan bangsa unicorn.


Dewi teratai putih kemudian memegang dagu putri bianca dan menggerakkannya sedikit keatas agar dia bisa melihat wajahnya. “ tatap mataku baik-baik. Sekarang aku mau bertanya dan aku minta kau bisa menjawab pertanyaan ini dengan jujur dari lubuk hatimu yang paling dalam. ” Dewi teratai putih kemudian menatap putri Bianca dengan tajam dan bertanya dengan nada dingin seperti seseorang yang sedang mengancam musuhnya. “ Jika aku menghukummu dengan hukuman yang sangat berat seperti membakar tubuhmu dengan api neraka atau menyambar-nyambar tubuhmu dengan petir langit, apakah kamu bisa melupakan cintamu pada manusia itu. ”


Mendengar ancaman dari dewi teratai putih. Bianca sama sekali tidak merasakan takut sedikitpun, tanpa ragu-ragu dia menjawab. “ Maafkan saya dewi, mungkin jawaban saya ini terdengar sedikit lancang. Meskipun tubuh saya hancur tapi cintaku tidak akan pernah padam, saya akan membawa rasa cintaku pada manusia itu sampai saya mati. Ini adalah simbol dari kesucian cinta yang dimiliki oleh seorang wanita dari bangsa unicorn. ”


Mendengar jawaban putri Bianca yang tidak menunjukkan keraguan sedikitpun pun pads matanya, Dewi teratai putih menjadi tersenyum. “ Bagus putri, memang keteguhan hati seperti itulah yang harus dimiliki oleh seorang wanita. ”


Dewi teratai putih putih kemudian berjalan ke arah dewa unicorn dan meminta sesuatu.


“ Pertempuran antar sesama bangsa manusia sudah berakhir jutaan tahun yang lalu dan bangsa manusia juga telah mendapat hukuman dari sang pencipta. Sampai saat ini sang pencipta masih terus membatasi tingkat kultivasi dari bangsa manusia. Setelah mendapat hukuman dari sang pencipta, bangsa manusia sudah mulai melakukan banyak perubahan. Sebagian besar dari mereka telah berubah menjadi manusia yang selalu hidup berdampingan dengan damai. Mereka selalu hidup bekerja sama secara gotong royong, saling menghormati dan saling menyanyi antar sesama manusia. Dengan mempertimbangkan semua ini dan sebagai dewi yang berasal dari bangsa manusia, bisakah aku memintamu untuk menghapus peraturan yang telah kau buat jutaan tahun yang lalu...? ”


Dewa unicorn terdiam merenung, sambil dia menerawang keadaan manusia yang ada di planet Bumi dan planet Dreamland dengan mata dewanya.