
Tanpa terasa waktu dua hari telah berlalu. Selama dua hari ini, Heilong dan Guru Yi Shu menghabiskan waktunya hanya untuk bermeditasi di dalam kamar mereka.
“Sekarang sudah waktunya kita pergi menyelamatkan Shen Yu,” ucap Heilong sambil membuka kedua matanya dan mengakhiri meditasinya.
“Kita tunggu sebentar lagi. Biarkan murid dan guru pembimbing itu pergi agak jauh dulu,” balas Guru Yi Shu.
Guru Yi Shu telah mengakhiri meditasinya satu jam yang lalu karena dia tiba-tiba dikejutkan dengan suara gemuruh langkah kaki yang berasal dari Aula Dalam. Karena sangat penasaran, dia lalu pergi ke jendela yang ada di depan ruangnya dan melihat para peserta yang akan mengikuti kompetisi besar di Kerajaan Blue Dragon akan segera berangkat.
“Baiklah, kalau begitu kita makan dulu untuk memulihkan tenaga. Di dalam gelang penyimpananku ini sepertinya masih ada beberapa daging ikan yang aku tangkap di Hutan Northland,” ucap Heilong sambil menunjukkan gelang galaxy yang ada di tangan kirinya.
“Tapi di ruangan ini sama sekali tidak ada tempat ataupun peralatan untuk memasak. Jika kau ingin memasak, kau harus pergi ke dapur. Namun kau tidak bisa melakukan itu karena penyamaran kita bisa terbongkar sebab para prajurit pengintai sama sekali tidak pernah memasak,” ucap Guru Yi Shu melarang Heilong karena tindakan yang akan dia lakukan sangat bertolak belakang dengan kebiasaan para prajurit pengintai.
“Tenang saja Guru, aku bisa memasak di mana'pun aku berada karena aku memiliki kekuatan elemen api. Aku juga tidak membutuhkan dapur untuk memasak karena semua peralatan memasakku susah aku simpan di dalam gelang penyimpananku ini,” balas Heilong.
“Kalau begitu, aku akan duduk menunggu di sini sampai masakan yang kau buat itu siap untuk di makan,” ucap Guru Yi Shu yang langsung duduk di kursi ruang makan sambil mengeluarkan peta tempat.
“Guru, untuk apa kau mengeluarkan peta itu lagi? Bukankah kemarin kita sudah mengatur rencana ini dengan sangat matang,” tanya Heilong sambil mengeluarkan peralatan memasaknya satu-persatu.
“Kemarin kita hanya mengatur jalan tercepat untuk menuju ke tempat Shen Yu dikurung. Tapi kita sama sekali belum mengatur jalan keluar untuk meninggalkan sekte ini,” jawab Guru Yi Shu tapi pandangan matanya tetep tertuju pada peta yang ada di depannya.
“Untuk apa guru mengatur jalan keluar, bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku akan membunuh semua iblis penyamar ini,” balas Heilong mengingatkan kembali Guru Yi Shu.
“Apa kau mau mengajak Shen Yu bertarung melawan para iblis penyamar itu? Kita harus membawa Shen Yu keluar dari Sekte ini terlebih dahulu, baru kita akan bisa bertarung dengan bebas melawan para iblis penyamar itu,” jawab Guru Yi Shu menatap tajam ke arah Heilong.
Heilong tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar jawaban dari Guru Yi Shu karena semua yang di katakan oleh Guru Yi Shu adalah suatu kebenaran. Dia tidak bisa membahayakan nyawa Shen Yu dalam sebuah pertarungan melawan para iblis sebab jika terjadi sesuatu pada Shen Yu, bagian dirinya yang lain yaitu Long Bai pasti akan sangat marah pada dirinya. Dia tidak lagi mengganggu Guru Yi Shu yang sedang sibuk dengan peta yang ada di depannya.
Heilong kemudian mengeluarkan daging ikan yang cukup besar dari gelang penyimpanannya setelah dia menata semua peralatan masaknya dengan rapi di depannya.
Tidak butuh waktu lama, Heilong sudah memotong daging itu menjadi kotak kecil-kecil seperti sebuah dadu dengan menggunakan Pisau Taring Singa miliknya.
Sambil menunggu bumbu itu meresap, Heilong mengeluarkan sebuah kelapa salju yang dia ambil dari halaman belakang Sekte Giok Salju. Dia lalu memasukkan energi angin ke tangan kanannya dan memukul kelapa itu dengan sangat keras sampai kelapa itu hancur berkeping-keping seperti hasil parutan kelapa hanya dengan sekali pukulan.
“Dengan kultivasi ternyata semuanya jadi lebih mudah. Andai saja saat aku masih berada di Planet Bumi, aku sudah mengetahui tentang kultivasi dan berhasil mempelajarinya. Pasti aku akan menjadi seorang Koki yang sangat terkenal dengan sangat mudah dan tidak terlalu menghabiskan banyak tenaga saat memasak,” gumam Heilong dalam hati sambil tersenyum.
Waktu lima belas menit sudah berlalu, Heilong segera mengangkat daging sate ikan itu dalam rendaman bumbu lalu meletakkannya di atas parutan kelapa. Dia mulai melumuri daging sate ikan itu dengan parutan kelapa sampai semua bagian sate ikan itu tertutup semua dengan parutan kelapa.
Heilong kemudian mengulurkan tangan kirinya dan mengeluarkan kekuatan api putihnya. Tapi dia mengatur agar kobaran api yang ada di tangan kirinya tidak terlalu besar, kurang lebih hanya setinggi 10 cm saja.
Dia lalu membakar setiap potongan daging sate ikan itu di atas tangan kirinya. Seketika bau harum daging ikan bercampur dengan parutan kelapa langsung menyebar di seluruh bagian ruangan ini.
Konsentrasi Guru Yi Shu langsung terganggu saat dia mencium bau harum daging sate ikan yang sedang dibakar Heilong. Dia akhirnya menggulung peta itu dan memasukkannya kembali ke gelang penyimpanannya dan berjalan menghampiri Heilong.
“Makanan apa yang kau buat? Baunya sangat harum sekali. Baru pertama kali ini aku mencium bau masakan seenak ini. Selera makanku jadi langsung bangkit.”
Heilong langsung menoleh ke belakang. “Makanan ini namanya Sate Kelapa Ikan Terbang. Saat memakan sate ini, Guru akan merasa terbang di atas lautan yang sangat luas dan penuh dengan ikan yang menari-nari.”
“Apakah ada yang sudah matang?” tanya Guru Yi Shu sambil melihat beberapa tusuk sate yang ada di atas sebuah piring di samping Heilong.
Heilong langsung mengambil piring yang ada di samping dan memberikannya pada Guru Yi Shu. “Cuma ada lima tusuk sate saja yang sudah matang. Guru bisa mencicipi dulu untuk mengobati rasa penasaran Guru.”
Guru Yi Shu langsung mengambil piring itu dan mencicipinya. Raut wajahnya langsung berubah menjadi ceria saat di mencicipi sate kelapa Ikan itu. Dia seperti terbang di atas lautan yang sangat luas saat potongan daging sate ikan itu masuk ke dalam mulutnya karena selain rasanya yang sangat enak, potong sate daging ikan ini juga membawa rasa sejuk seperti hembusan angin yang ada di atas lautan yang sangat luas.
“Benar-benar makanan yang sangat enak. Semua yang kau katakan memang benar. Aku seperti tebang di atas laut saat daging ikan itu berada di mulutku,” ucap Guru Yi Shu mengagumi rasa makanan ini.
Semua sate kelapa ikan itu akhirnya matang. Heilong segera meletakkan semua sate itu di atas meja makan dan memakannya bersama dengan Guru Yi Shu.
Waktu satu jam akhirnya telah berlalu. Heilong dan Guru Yi Shu sudah menyelesaikan makannya. Mereka berdua lalu menyiapkan senjata yang akan mereka gunakan untuk bertarung dengan para iblis penyamar itu.