
“Dinding Cermin Es”
Sebuah Dinding es yang sangat besar dan tebal langsung muncul di depan Heilong. Di permukaan Dinding Es itu terdapat sebuah cermin es yang luasnya hampir sama dengan luas dinding es itu yaitu sepuluh meter.
Ini adalah sebuah teknik baru yang ditemukan oleh Heilong secara tidak sangaja ketika dia sedang berlatih tanding melawan Li Ziqi saat mereka berada di dalam Dunia Gerbang Waktu. Teknik ini adalah penggabungan dari Jurus Dinding Es dan Cermin Es, jika diteruskan lebih jauh lagi maka akan menjadi Jurus Penjara Es.
Heilong mulai merasakan tekanan dari kekuatan yang sangat besar sedang mendekat kearahnya, kekuatan ini berasal dari bola energi yang di buat oleh Xin Ye. Tapi dia tidak merasa takut sedikit'pun karena dia sangat yakin bahwa kekuatan dari Dinding Cermin Esnya akan mampu untuk melawan jurus Lappatah.
“Bang …. ”
Bola energi kegelapan itu akhirnya membentur permukaan dari Dinding Cermin Es dengan sangat keras, tapi tidak ada kerusakan pada permukaan Dinding Cermin Es itu hanya tubuh Heilong saja yang sedikit terdorong ke belakang akibat dari kuatnya tekanan dari energi kegelapan yang dipancarkan oleh bola energi itu.
Dinding Cermin Es secara perlahan mulai menelan bola energi kegelapan itu masuk ke dalamnya sampai akhir bola energi itu menghilang tanpa jejak.
Xin Ye menjadi terkejut sampai mengangkat kedua alisnya saat melihat semua ini. “Kekuataan macam apa itu?! Mustahil ada jurus di Dunia ini yang bisa menelan bola energi yang terbentuk dari Jurus Lappatah'ku. Pantas saja kau sangat percaya diri saat menantangku, ternyata kau menyembunyikan jurus yang sangat hebat. Sepertinya aku terlalu meremehkan kemampuanmu tapi aku tidak dapat menarik kata-kata yang sudah aku ucapkan. Bagaimanapun caranya aku harus bisa membunuhnya.”
Heilong bisa mendengar apa yang diucapkan Xin Ye dengan sangat jelas. Dia'pun menjawab dengan sindiran. “Apakah kau telah lupa dengan apa yang telah kau ucapkan? seharusnya sekarang kau sudah menarik kata-katamu yang mengatakan aku lemah. Jangan-jangan seluruh Iblis yang ada di dunia ini memiliki sifat yang sama sepertimu yaitu selalu mengingkari perjanjian yang telah dia ucapkan dengan mulutnya sendiri atau jangan-jangan kau telah lupa bahwa kau memiliki mulut. Hehe …. ”
“Memangnya siapa yang sudah berjanji padamu? Aku sama sekali tidak ingat jika aku telah melakukan perjanjian denganmu. Kau hanya kebetulan saja bisa menahan jurusku karena aku tidak menggunakan kekuatan penuhku saat menggunakan jurus itu. Kau telah membuatku sangat marah. Kau adalah orang pertama yang akan menjadi sasaran untuk melampiaskan dendamku pada seluruh manusia yang ada di Planet ini,” ucap Xin Ye marah sampai wajahnya yang seputih giok itu menjadi merah.
“Benarkah itu?! Katakan itu setelah kau menerima hadiah dariku,” ucap Heilong tersenyum meremehkan.
“Kejutan .... ” ucap Heilong seperti orang yang sedang memberi hadiah ulang tahun sambil menghentakkan Perisai Cermin Es ke arah Xin Ye.
Bola energi kegelapan yang tadi di telan oleh Dinding Cermin Es sekarang dikeluarkan lagi untuk menyerang ke arah Xin Ye. Bola energi itu langsung melesat ke arah Xin Ye dengan kecepatan yang sama saat bola energi itu menyerang Heilong.
Xin Ye kembali di buat terkejut. “Mustahil ada jurus yang seperti itu. Jurus itu seperti membalikkan semua seranganku. Saat ini, tubuhku masih terlalu lemah untuk dapat menahan serangan dari jurus Lappatah. Aku harus menggeser arah pergerakan dari bola energi itu agar tidak melukai tubuh ini.”
Xin Ye langsung menampar bola energi itu ke samping dengan sekuat tenaga saat bola energi itu sampai di depannya.
Bola energi itu langsung berubah arah menuju ke pulau yang paling besar setelah di tampar oleh Xin Ye. Sebuah ledakan besar'pun terjadi saat bola energi itu menghantam pulau itu hingga membuat semua daratan di tempat ini menjadi bergetar dengan sangat kuat dan meninggalkan sebuah lubang yang sangat besar dan dalam di tengah-tengah pulau itu seperti habis di hantam oleh sebuah meteor.
Xin Ye terus memegangi tangan kanannya karena tangan kanannya itu sekarang sedang terluka parah akibat terkena jurus Lappatah miliknya sendiri. Dia terus mengalirkan energi kegelapannya untuk menyembuhkan luka itu tapi proses penyembuhan luka ini sedikit melambat jika dibandingkan dengan seribu tahun yang lalu karena semua kekuatannya belum benar-benar pulih sebelum dia bisa memusnahkan Sherly dari tubuh itu.
Heilong tiba-tiba menyeringai. “ Bagaimana rasanya hadiah kejutanku yang barusan. Apakah kamu suka dengan hadiah itu?”
“Aku pasti akan membunuhmu setelah semua luka yang ada di tangan kananku ini sembuh,” ucap Xin Ye dengan suara sedikit bergetar menahan amarah.
“Apakah kau pikir aku akan memberimu kesempatan untuk menyembuhkan semua luka-luka yang ada di tanganmu itu sehingga kau memiliki kesempatan untuk membunuhku dan berbuat kejahatan lagi! Sayangnya aku tidak sebaik yang kau pikirkan,” seru Heilong.
“Memangnya apa yang akan kau lakukan? Dengan kekuatanmu yang hanya sebatas itu, kau tidak akan pernah bisa membunuhku,” ucap Xin Ye menatap Heilong dingin.
“Aku mungkin tidak bisa membunuhmu tapi aku bisa mengurungmu sampai kau mati dengan sendirinya.”
Heilong langsung mengangkat pedang taring putihnya tinggi-tinggi mengarah ke langit dan meledakkan energi esnya. Dia sama sekali tidak memberi kesempatan Xin Ye untuk memulihkan diri.
Heilong masih ingat dengan pesan dari Li Ziqi untuk mengulurkan pertarungannya dengan Xin Ye selama mungkin sambil terus memancing emosi Dao Xue Lian agar Sherly memiliki kesempatan untuk memulihkan kesadarannya kembali. Saat itulah satu-satunya kesempatan untuk menghancurkan roh Dao Xue Lian.
Empat buah dinding es yang sangat tebal langsung turun dari langit dan mengurung tubuh Xin Ye. Heilong kemudian menggerakkan pedang taring putihnya ke depan, dua buah dinding es yang lain muncul untuk menutup bagian atas dan bawah dari dinding-dinding es itu.
“Aku akan mengurungmu dalam penjara es milikku ini sampai kau bersedia untuk meninggalkan tubuh itu atau kau mengalami siksaan yang panjang di dalam penjara itu,” ucap Heilong.
“Lebih baik aku mati di dalam penjara es ini dari pada mengaku kalah dan meninggalkan tubuh ini. Lagipula apakah ada perbedaan jika aku meninggalkan tubuh ini dengan kau membunuhku secara langsung. Kau tidak bisa menjawab pertanyaanku ini'kan?” ucap Xin Ye menatap Heilong.
“Jika kau meninggalkan tubuh itu. Itu artinya kau telah melakukan sebuah kebaikan karena memberi kesempatan kepada banyak orang untuk bisa hidup dengan tenang. Aku yakin setelah kau berhasil keluar dari sini kau akan membunuh banyak sekali manusia hanya untuk melampiaskan dendammu itu,” jawab Heilong.
“Kebaikan!? lebih baik simpan omong kosongmu itu. Sejak kapan bangsa Iblis perduli dengan yang namanya kebaikan,” balas Xin Ye.