
“Apa benar kekuatan formasi pelindung ini sekuat itu? coba kau gunakan kekuatanmu untuk membuat sebuah lubang di formasi pelindung ini agar kita bisa masuk,” ucap Heilong.
“Akan aku coba Tuan, meskipun aku juga tidak yakin jika seranganku akan sanggup untuk melubangi formasi pelindung ini,” jawab Gremlin.
Gremlin langsung menyemburkan serangan api, es dan angin yang sangat kuat dari ketiga kepalanya namun serangan ini langsung membeku dan menghilang saat menyentuh permukaan dari formasi pelindung itu.
“Lihatlah Tuan, aku sudah menggunakan seluruh kekuatan dari masing-masing kepalaku tapi seranganku itu masih tidak mampu untuk melubangi formasi pelindung ini,” ucap Gremlin.
“Aku sudah melihatnya. Aku akan memikirkan cara lain untuk melubangi formasi pelindung ini sehingga kita bisa masuk ke dalam,” jawab Heilong.
“Aku pernah membaca buku tentang formasi pelindung ini. Di dalam buku itu tertulis bahwa perisai ini lemah terhadap serangan petir,” sahut Xue Xian Hou.
“Petir?! Tapi di antara kita bertiga tidak ada yang memilih kekuatan elemen petir. Jika itu cuma kekuatan elemen es, api dan angin yang kuat maka kita bisa menggabungkan kekuatan kita bertiga unik untuk menghancurkan formasi pelindung ini,” balas Kaisar Xin Feng.
“Long Bai memiliki kekuatan elemen petir karena dia adalah cucu dari Kaisar Long Jin dan aku juga pernah melihat kemampuan serangan pedang elemen petirnya itu,” jawab Xue Xian Hou.
“Apa!? jadi kamu juga memiliki elemen petir juga?” ucap Kaisar Xin Feng terkejut sambil menunjuk Heilong.
Heilong tidak bisa mengatakan bahwa yang memiliki kekuatan elemen petir itu adalah Long Bai karena itu pasti akan terdengar aneh di telinga mereka berdua karena yang mereka lihat sekarang ada tubuh Long Bai.
Heilong menganggukkan kepalanya dan menjawab. “Benar, aku menguasai elemen petir tapi aku tidak bisa menggunakan serangan ini di dekat kalian. Aku akan menurun kalian di pulau itu dulu sebelum aku menyerang formasi pelindung ini,” ucap Heilong sambil menunjuk sebuah pulau kecil yang hanya berjarak lima meter saja dari pulau berkabut.
Gremlin langsung terbang ke bawah dan mendarat di pulau yang di tunjuk Heilong lalu menurunkan mereka bertiga. Setelah itu Heilong terbang bersama dengan Gremlin mendekati formasi pelindung itu lagi.
“Hei, bangun aku membutuhkan bantuan kekuatan petirmu saat ini,” teriak Heilong di dunia pikirannya untuk membangunkan Long Bai yang sedang bermeditasi.
“Aku sudah mendengarnya dari tadi, kamu tidak usah berteriak-teriak seperti itu,” jawab Long Bai.
“Jika kamu benar-benar sudah mendengarnya tadi kenapa kamu tidak langsung muncul dan menolongku?” tanya Heilong sedikit kesal.
“Sesuai kesepakatan yang telah kita buat di Makam Es Seribu Pedang, saat kamu sedang bersama dengan wanita-wanitamu maka aku tidak akan muncul kecuali kamu panggil. Begitu juga sebaliknya,” jawab Long Bai.
“Baik sekarang keluarlah, ayo kita gunakan jurus Pedang Badai Petir Mengguncang Angkasa untuk menghancurkan formasi pelindung ini,” seru Heilong.
Long Bai langsung keluar dari dunia pikirannya dan mengambil alih tubuh bagian kiri sedangkan Heilong yang bagian kiri. Saat ini Heilong juga sudah mengeluarkan pedang Blue Star Heaven Sword dan memegangnya erat dengan kedua tangan.
Long Bai langsung mengalirkan energi elemen petirnya kedalaman pedang yang ada di tangan mereka berdua, sedangkan Heilong mengalirkan energi elemen angin dan es.
“Formasi pelindung ini sangat kuat. Aku rasa hanya dengan mengandalkan kekuatan kalian berdua saja, itu tidak akan cukup untuk bisa merusak formasi itu. Aku akan membantu kalian berdua dengan sedikit kekuatan cahaya bintang ungu yang aku miliki,” ucap Li Ziqi.
Berkat bantuan dari kekuatan Li Ziqi yang ada di dalam Pedang Blue Star Heaven Sword karena dia adalah roh dari pedang itu, maka sekarang Pedang Blue Star Heaven Sword telah diselimuti dengan aura dari energi petir, angin, es dan kilauan bintang berwarna ungu yang mengandung energi cahaya dan api yang sangat kuat.
Heilong kemudian melakukan gerakan untuk mengeluarkan jurus Pedang Badai Petir Mengguncang Angkasa dan langsung menebaskannya ke arah formasi pelindung yang ada di depannya secara vertikal.
Jurus pedang dari gabungan kekuatan Heilong, Long Bai dan Li Ziqi ini memiliki kekuatan yang sangat dahsyat hingga menimbulkan suara ledakan yang mengguncang seluruh pulau, bahwa laut yang mengitari seluruh pulau itu juga ikut berjolak dengan hebat sampai membentuk gelombang tsunami setinggi dua belas meter.
Formasi pelindung itu akhirnya berhasil terbelah dan meninggalkan celah sepanjang lima meter yang cukup untuk dilewati mereka semua.
Heilong langsung berjalan mencoba untuk melihat bagaimana keadaan di dalam pulau berkabut itu karena dari celah itu dia hanya melihat api berwarna emas sedang berkobar-kobar dan membakar apa'pun yang ada di sana. Warna api ini hampir mirip dengan warna api yang digunakan oleh Feng Tzuyu saat dia menempa tubuh Kirin es menjadi pedang taring putih.
“Api ini sangat tidak asing bagiku, aku pernah melihat api seperti ini sebelumnya. Apakah karena api berasal dari Tongkat Phoenix Angin yang dibuat dari Batu Permata Phoenix maka warna api yang muncul dari tongkat itu mirip sekali dengan warna api Phoenix. Jika benar begitu mungkin saja Feng Tzuyu bisa menyelamatkan Xin Ye andai aku gagal untuk mengambil tongkat pusaka itu,” gumam Heilong.
“Apa kamu pikir semua wanita yang dekat denganmu akan seperti Xue Xian Hou yang dengan senang hati akan rela menolong wanita yang menjadi saingan cintanya. Sebagai seorang laki-laki kau terlalu naif,” tegur Li Ziqi dengan nada sinis.
“Mungkin saja Yu'er juga memiliki sifat seperti Xue Xian Hou karena mereka sama-sama berasal dari pecahan roh Dewi Xi Shi,” jawab Heilong santai.
“Lebih baik kau jangan terlalu berharap. Meskipun mereka berasal dari pecahan dari roh Dewi Xi Shi tapi mereka memiliki sifat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Setiap manusia yang terlahir dari pecahan roh Dewi Xi Shi memiliki pemikiran dan sifat mereka sendiri,” balas Li Ziqi.
“…” Heilong tak berkata apa-apa lagi karena sebenarnya dia malas untuk berdebat dengan Li Ziqi.
“Karena kita sudah berhasil membelah formasi pelindung ini, berarti kau sudah tidak membutuhkan bantuanku lagi. Bisakah aku kembali sekarang karena latihanku belum selesai,” ucap Heilong.
“Latihan apa? aku tadi hanya melihatmu sedang meditasi sampai tertidur pulas. Apa itu yang di namakan latihan,” ucap Heilong.
“Itu bukan tidur tapi aku sedang melatih teknik jiwa setenang air,” balas Long Bai.
“Teknik macam apa itu? aku juga mau kelihatannya itu teknik yang manarik,” tanya Heilong.
“Jika kau mau mempelajari teknik itu, minta saja sama guru karena guru yang telah memberikan teknik itu padaku,”
Setelah memberikan jawaban, Long Bai langsung kembali ke dunia pikirannya untuk melanjutkan meditasinya yang tertunda.
Heilong juga menyimpan kembali pedangnya ke dunia jiwanya karena dia sudah tidak membutuhkan itu lagi saat ini. Kemudian dia mencoba bertanya pada Li Ziqi tentang teknik yang dipelajari Long Bai.
“Guru, teknik jiwa setenang air itu teknik seperti apa? Apakah teknik itu berhubungan dengan pengendalian pikiran, ” tanya Heilong.
“Benar. Teknik itu membuat pikiran kita menjadi setenang air sehingga kita bisa mendengarkan suara dari pikiran orang lain,” jawab Li Ziqi.
“Menarik sekali, dengan teknik itu berarti kita bisa membaca pikiran orang lain. Aku mau mempelajari teknik itu,” pinta Heilong.
“Percuma, kau tidak akan berhasil mempelajari teknik itu karena pikiranmu terlalu kotor,” sahut Li Ziqi dan suaranya tak terdengar lagi.
Setelah mendapat penolakan dari Li Ziqi, Heilong mulai melanjutkan perjalanan untuk memasuki celah yang baru saja dia buat.
Saat dia baru menginjakkan kakinya ke dalam celah, sebuah bola api raksasa yang sangat panas langsung menyembur ke arahnya.