LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V1 # CH 64 GUDANG PUSAKA


Setelah berjalan sekitar sepuluh menit mereka akhirnya sampai di depan pintu masuk gudang pusaka.


Pintu itu terbuat dari batu berlian yang sangat tebal dan sangat susah untuk di hancurkan.


Di balik pintu masuk itu sekilas dia bisa menebak sepertinya akan ada sebuah tangga yang menuju ke ruang bawah tanah.


"Guru, apakah gudang pusaka itu ada di bawah istana ini?" tanya Heilong.


"Benar. Dan gudang itu luasnya sama dengan istana ini. Di sanalah tempatku menyimpan semua benda-benda berharga ketika aku dulu menjadi seorang dewi pedang," jawab Li Ziqi.


Li Ziqi mengulurkan tangan kanannya dan menekan batu besar itu untuk membuka pintu masuk gudang pusaka.


Setelah pintu berhasil dibuka mereka melihat sebuah tangga yang terbuat dari emas yang menuju ke bawah tanah, Heilong hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena heran dengan bahan-bahan mewah yang digunakan untuk membuat istana ini.


Setelah mereka menuruni tangga emas mereka sampai di ruangan yang sangat luas dan dibagi menjadi dua bagian.


Di sebelah kanan terdapat banyak rak-rak buku yang berisi buku tentang berbagai macam ilmu pengetahuan dan ilmu beladiri.


Di sebelah kiri terdapat rak yang berisi senjata dan benda-benda pusaka.


"Wah..!! Rak-rak buku ini sangat banyak. Aku pasti akan bingung untuk menemukan buku yang cocok untukku," ucap Heilong tanpa sadar melihat banyaknya rak buku di depannya.


"Rak-rak buku di tempat ini sudah di bagi menurut jenis dan tingkatnya masing-masing, kamu tinggal baca saja tulisan yang ada di atas masing-masing rak," ucap Li Ziqi tegas.


Heilong lalu melihat tulisan di atas masing-masing rak ada ilmu beladiri dari tingkat kultivasi rendah sampai tinggi, resep masakan, obat dan lain lain.


Li Ziqi lalu menuju ke sebuah yang bertulis Ilmu pedang tingkat emperor dia lalu mengambil dua buah buku berwarna biru, lalu dia pindah ke rak buku lain yang bertuliskan ilmu melatih tubuh dan mengambil buku berwarna merah.


Ketiga buku itu di berikan kepada Heilong.


"Ketiga kitab ini aku berikan untukmu. Aku memberikanmu kitab Jurus Pedang Membelah Tanah, Pedang Sambaran Kilat dan kitab ilmu Pembelah Raga. "


"Terima kasih guru."


Heilong segera menerima ketiga kitab itu dan mulai membacanya.


Sekilas dia mengetahui bahwa pedang membelah tanah ini menggunakan semua energi yang ada di tubuhnya lalu menghantamkan dengan kuat ke tanah, benturan energi yang kuat itu akan membentuk gelombang angin yang seolah-olah akan membelah bumi.


Pedang sambaran kilat mengandalkan kecepatan kita untuk mengeluarkan pedang dari sarungnya dan memotong bagian tubuh lawan.


yang terakhir adalah ilmu pembelah raga, jurus ini membagi tubuh seseorang menjadi dua bagian yang persis sama bagai pinang di belah dua selama beberapa saat sesuai kekuatan mentalnya.


Saat membaca kitab pembelah raga, Heilong sedikit terkejut dan bertanya.


"Guru kitab ini... "


Belum sampai Heilong menyelesaikan pertanyaannya, Li Ziqi segera memotong pertanyaan itu dengan sebuah jawaban. Sebab, Li Ziqi sudah bisa menebak apa yang akan di tanyakan Heilong.


"Jurus itu akan membagi tubuhmu menjadi dua bagian yang persis sama tanpa mengurangi kultivasimu. Aku rasa jurus ini akan sangat berguna untukmu. Dengan kepribadian ganda yang kamu miliki, kamu dapat mengunakan jiwa Long Bai yang asli untuk mengontrol tubuh yang satunya dengan begitu kekuatan mentalmu tidak akan berkurang dan akan memperpanjang waktu penggunaan jurus ini. "


"Jurus yang sangat hebat, kapan aku bisa mulai mempelajari semua jurus ini," tanya Heilong yang sudah terlihat sangat tidak sabar.


"Setelah kita menyimpan batu pelangi matahari itu kita bisa langsung keluar dari pesawat ini dan kamu bisa mulai mempelajari jurus itu."


Heilong segera menyimpan ketiga kitab yang ada di tangannya ke dalam cincin galaxy.


Li Ziqi lalu membawa Heilong ke rak di samping kiri dan menunjuk sebuah kotak kecil yang terbuat dari kristal. "Simpan batu pelangi matahari itu kedalam kotak kristal itu. "


Heilong segera menaruh batu pelangi matahari ke dalam kotak kristal itu dan bersiap untuk meninggalkan ruangan gudang pusaka tapi suara Li Ziqi menahannya.


"Tunggu sebentar kamu ambilah batu ilusi bunglon itu, batu itu memiliki kemampuan untuk meniru benda."


Li Ziqi menunjuk sebuah batu bulat transparan yang ada di rak atas.


"Untuk apa baru itu, Guru?" Long Bai penasaran.


"Tadi samar-samar aku merasakan energi iblis mengikutimu secara diam-diam ketika kamu masuk ke makam es itu, aku rasa dia sedang mengincar batu pelangi matahari. Aku ingin sedikit bermain main dengannya." Li Ziqi lalu mengambil batu ilusi bunglon dari tangan Heilong, dia mulai memasukkan energi api dan petirnya kedalam batu itu. "Saat iblis itu akan menyerap kekuatan batu ini, batu ini akan meledak. Haha … "


Dia lalu memberikan batu itu kepada Heilong. "Kamu tempelkan batu ini ke batu pelangi matahari."


Heilong mendengarkan perintah gurunya, dia segera menempelkan batu ilusi bunglon ke batu pelangi matahari dan batu ilusi bunglon langsung berubah bentuk menjadi batu ilusi matahari.


"Baiklah, urusan kita disini sudah selesai, mari kita pergi."


Mereka berdua segera meninggalkan ruangan gudang pusaka.


**


Ice Snow Palace


Xue Xian Hou duduk dengan tenang di tengah-tengah ruangannya, sudah lama dia bermeditasi untuk melatih tingkat kultivasi.


Beberpa bulan ini hari-harinya dihabiskan untuk melatih Xue Xianzi secara khusus.


Dia menghentikan kultivasinya dan membuka matanya. "Sudah lama aku tidak bermeditasi, rasanya sangat nyaman energi di dalam tubuhku seperti kembali penuh."


Xue Xian Hou berjalan ke dalam kamarnya dan menuju ke rak buku yang ada di sana, dia mengambil dua buah kitab berwarna merah bertuliskan Jurus Pedang Cinta Menggetarkan Langit.


"Ilmu pedang ini sangat kuat, ini adalah jurus pedang tertinggi milik Sekte Snow Moon. Sayang sekali jurus ini hanya bisa dipelajari oleh pasangan suami istri, jadi aku tidak bisa mempelajarinya. Mungkin dimasa depan aku akan memberikan kitab ini pada Xue Xianzi ketika dia menemukan pasangannya. Aku merasakan akan ada bahaya yang sedang mendekat, aku akan mengamankan kitab ini di cincin penyimpananku."


Xue Xian Hou lalu menyimpan kitab itu di cincin penyimpanannya.


**


Klan Iblis


Seorang pria berjubah hitam duduk dengan tenang di singgasananya, lalu tiga orang berjubah merah datang menghadap.


"Ada apa patriarch memanggil kami?" tanya seorang berjubah merah.


"Aku ingin kalian bertiga pergi ke Benua Utara untuk membantu penyihir es menghancurkan Sekte Snow Moon dan mengambil batu pelangi matahari. Selama di sana penyihir es lah yang akan menjadi pemimpin kalian, jadi kalian harus mematuhi semua perintah darinya dan jangan mengacaukan rencananya," ucap Patriarch Klan iblis tegas.


"Siap Patriarch, kami akan menjalankan tugas sesuai perintah," jawab ketiga orang berjubah merah.