
Dengan menggunakan kecepatan lari dari Jurus Sambaran Dewa Petir miliknya, Long Bai berhasil menyusul para prajurit penjaga pintu gerbang yang berusaha melarikan diri ke arah kiri dan menghadang jalan mereka untuk kabur.
“Mau kabur kemana kalian? apakah kalian pikir, aku akan membiarkan kalian kabur begitu saja setelah kalian menyiksa Guruku di penjara bawah tanah,” ucap Long Bai geram.
“Apa yang akan kau lakukan? Kau pikir kami takut dengan ancamanmu! Kau hanya seorang diri, sedangkan kami berjumlah ratusan. Kau pikir kau mampu melawan kami semua. Haha …” ucap salah seorang prajurit penjaga pintu gerbang itu tertawa terbahak-bahak mengejek Heilong.
Aura energi petir mulai muncul kembali di kedua kaki Long Bai. Dalam sekejap, dia mengaktifkan kembali jurus Sambaran Dewa Petir miliknya.
Seketika tubuh Long Bai langsung menghilang dari pandangan para prajurit penjaga pintu gerbang dan hanya meninggalkan kilatan-kilatan saja saat dia bergerak.
Long Bai tiba-tiba muncul di depan prajurit penjaga pintu gerbang yang tadi mengejeknya dan langsung meninju mulut penjaga pintu gerbang itu dengan sangat keras.
“Boom …. ”
“Ah …. ”
Prajurit penjaga pintu gerbang yang tadinya tertawa terbahak-bahak, langsung terdiam dan hanya terdengar suara jerit kesakitan saja saat tinju Long Bai yang telah diselimuti dengan aura energi petir mengenai mulutnya yang sedang terbuka dengan telak.
Prajurit penjaga pintu gerbang itu langsung tersungkur beberapa meter ke belakang. Dia berusaha berdiri dengan susah payah dan dibantu oleh teman-temannya. Semua giginya telah rontok sehingga dia tidak bisa bicara dengan jelas, yang bisa dia lakukan hanyalah menunjuk Long Bai dengan penuh amarah dan tatapan yang tajam seperti binatang buas.
“Sekarang kau sudah lihat apa yang bisa aku lakukan. Aku bisa membungkam mulutmu untuk selama-lamanya. Jangan pernah kalian berpikir untuk kabur karena aku tidak akan membiarkan siapa'pun yang telah menyakiti Guruku, untuk hidup dengan tenang,” ucap Long Bai mengacungkan Pedang Tarian Petir miliknya ke arah para prajurit penjaga istana itu.
“Apa yang harus kita lakukan kapten?” tanya prajurit penjaga pintu gerbang yang lain pada seorang pria bertubuh tinggi besar di belakangnya.
“Komandan mengijinkan kita untuk menunjukkan wujud asli kita jika keadaan kita sedang terancam. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan wujud kita yang sebenarnya pada bangsa manusia, lalu gunakan kekuatan penuh kalian untuk membunuh pemuda yang berani mengancam kita,” ucap Kapten dari para prajurit penjaga pintu gerbang sambil menunjuk ke arah Long Bai.
Semua prajurit penjaga pintu gerbang yang ada di depan Long Bai, langsung berubah menjadi Vampir yang memiliki mata berwarna merah seperti darah dan memiliki taring yang sangat panjang berwarna perak. Sekilas penampilan para Vampir ini mirip seperti Last, Jenderal Kerajaan Klan Iblis yang pernah bertarung melawan Heilong di Benua Utara.
“Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Guru Yi Shu. Kalian semua bukanlah manusia tapi para iblis. Sekarang aku tidak punya alasan lagi untuk tidak memusnahkan kalian,” seru Long Bai.
Para prajurit penjaga perbatasan yang sudah berubah menjadi Vampir, langsung berlari menyerang Long Bai dengan menggunakan senjata yang ada di tangan mereka.
Long Bai hanya bergerak untuk menghindari setiap serangan yang mengarah pada dirinya sambil berusaha untuk memecah para vampir itu agar tidak bergerak secara berkelompok.
Setelah cukup lama, usahanya ini mulai menunjukkan hasil. Pergerakan vampir itu mulai terpecah menjadi beberapa kelompok kecil karena fokus untuk mengejar Long Bai yang berlari dengan kecepatan yang sangat tinggi. Tidak ada di antara mereka yang berhasil menangkap Long Bai.
Long Bai lalu berkonsentrasi penuh untuk memusatkan energi petirnya pada satu titik yaitu Dantiannya. Setelah itu, dia langsung mengalirkan energi petir yang sangat besar itu ke seluruh titik-titik meridian yang ada di tubuhnya. Seketika aura energi petir yang sangat kuat memancar dari tubuh Long Bai dan membuat seluruh tubuhnya dikelilingi oleh petir.
Pedang Tarian Petir juga ikut bergetar saat Long Bai meledakkan energi petir yang ada di dalam tubuhnya karena kuatnya tekanan aura energi petir ini. Dalam sekejap, seluruh bagian dari Pedang Tarian Petir juga diselimuti dengan aura energi petir yang sangat kuat.
“Sambaran Dewa Petir Tanpa Bayangan.”
Tubuh Long Bai tiba-tiba menghilang dari pandangan semua vampir. Kali ini gerakan yang di lakukan Long Bai lebih cepat daripada saat dia menggunakan Jurus Sambaran Dewa Petir.
Para vampir itu menjadi kebingungan karena mereka sama sekali tidak bisa melihat gerakan Long Bai. Dan sama sekali tidak ada jejak kilat petir yang tertinggal seperti tadi.
Tiba-tiba kelompok kecil vampir yang ada di sebelah kiri merasakan aura energi petir yang sangat kuat di belakangnya. Dalam sekejap mata, Long Bai sudah ada di belakang mereka dan menebaskan Pedang Tarian Petir ke tubuh para vampir itu.
Semua vampir yang ada di kelompok kecil sebelah kiri, langsung mati karena jantung mereka berhasil dihancurkan oleh tebasan pedang yang mengandung kekuatan petir yang sangat kuat.
“Swing …. ”
Long Bai kembali menghilang setelah berhasil membunuh ratusan vampire yang ada di kelompok kecil sebelah kiri. Sekarang hanya tersisa kelompok vampir yang ada di sebelah kanan saja. Tapi rupanya, kelompok vampir ini memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari vampir yang berhasil di bunuh oleh Long Bai.
Vampir-vampir ini langsung berubah menjadi kelelawar-kelelawar raksasa seukuran tubuh manusia dan terus terbang di sekitar tempat Long Bai terakhir terlihat. Kelelawar-kelelawar itu mengeluarkan suara-suara aneh yang membuat Long Bai merasa mengantuk.
Long Bai berusaha keras menahan rasa kantuknya. “Rupanya kelelawar-kelelawar ini menguasai jurus hipnotis. Untung saja aku telah mempelajari sebuah teknik yang mampu menangkal jurus hipnotis.”
Long Bai memusatkan konsentrasinya dan mengalirkan energi murninya untuk membersihkan pikirannya yang telah tercemar oleh mantra-mantra hipnotis yang berasal dari mulut kelelawar vampir itu.
“Kalian ini aku akan membakar kalian semua dan merubah kalian menjadi kelelawar bakar karena kalian berani menyerangku dengan jurus hipnotis,” ucap Long Bai menyeringai melihat para kelelawar vampir yang terbang di depannya.
Long Bai segera mengeluarkan semua energi api yang ada di dalam tubuhnya dan membuat tubuhnya tenggelam dalam aura energi api berwarna merah.
( Aura energi api milik Long Bai berwarna merah. Sedangkan aura energi api milik Heilong berwarna putih seperti cahaya matahari )
Dia kemudian memasukkan energi api itu ke dalam Pedang Tarian Petir dan membuat pedang itu berkobar dengan nyala api yang sangat panas dengan petir yang menghiasi sekelilingnya.
“Pedang Bayangan Api.”
Long Bai kembali menghilang dan bergerak dengan sangat cepat menuju ke arah kerumunan kelelawar vampir itu sambil menebaskan pedangnya yang telah diselimuti dengan aura energi api yang sangat kuat berkali-kali.
Bayangan pedang api seperti sebuah ilusi muncul saat Long Bai mengayunkan pedangnya.
Bayangan-bayangan pedang api itu langsung menyerang kelelawar vampir itu tanpa ampun. Kelelawar-kelelawar vampir itu tidak dapat menghindar karena gerakan bayangan pedang api ini sangat cepat.
Dalam sekejap, semua kelelawar-kelelawar vampir sudah menjadi abu dan menghilang bersama hembusan angin.
“Akhirnya tugasku sudah selesai, aku sudah membunuh semua iblis yang berusaha melarikan diri ke arah kiri. Sekarang tinggal giliran Heilong, Lin Chong Wei dan Guru Yi Shu,” ucap Long Bai duduk di tanah karena kelelahan.