LEGENDA DEWA PEDANG

LEGENDA DEWA PEDANG
V3 # CH 373 MENGURUNG DIRI DALAM PENJARA ES


“Aku sangat menyesal dengan kejadian yang menimpa kalian. Aku juga sangat membenci perbuatan yang dilakukan oleh bangsa manusia itu, tapi tidak semua bangsa manusia yang memiliki sifat yang sama seperti mereka. Sebagai bagian dari bangsa manusia, aku mewakili mereka untuk meminta maaf,” ucap Heilong dengan sedikit membungkukkan badannya untuk menunjukkan ketulusannya saat meminta maaf.


“Apa hanya dengan meminta maaf, kalian berharap aku dan rakyatku akan melupakan perbuatan buruk yang telah kalian lakukan pada kami. Dengar anak muda! Hanya dengan meminta maaf saja tidak cukup untuk menghilangkan rasa sakit hati kami. Kalian para manusia harus menerima hukuman dari kami sampai rasa sakit yang ada di pikiran kami hilang.”


Raja Kepiting itu tidak mau menerima permintaan maaf dari Heilong. Dia bahkan membalas permintaan maaf itu dengan sebuah ancaman.


“Dasar kau Raja kepiting keras kepala! Aku sudah menunjukkan ketulusanku untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan bangsa kalian dengan mengakui semua perbuatan buruk yang telah dilakukan oleh bangsa manusia dan juga telah meminta maaf. Tapi kau masih tetap saja bersikeras untuk membalas dendam pada manusia,” seru Heilong geram sambil menunjuk Raja Kepiting itu.


“Jika hanya meminta maaf semua masalah bisa selesai. Maka untuk apa para Dewa mengajarkan tentang hukum pada para makhluk hidup. Dan untuk apa pula ada seorang hakim,” balas Raja Kepiting dingin.


“Sebagai seorang Raja, kau pasti mengetahui tentang hukum lebih baik dari pada yang aku pahami. Setiap makhluk hidup yang bersalah memang harus mendapat hukuman, tapi kita juga tidak bisa menghukum orang yang salah. Kau tidak mengetahui siapa manusia yang telah berbuat jahat pada bangsamu dan kau ingin menghukum setiap manusia yang kau temui. Itu jelas-jelas sebuah tindakan yang salah,” ucap Heilong geram karena emosinya mulai terpancing.


“Diam kau manusia! Aku akan tetap membunuhmu meskipun penjelasan yang kau berikan terdengar masuk akal. Tapi penjelasan itu hanyalah sekedar kata-kata untuk menutupi kesalahan yang telah diperbuat oleh bangsa manusia. Dan tidak akan pernah bisa mengembalikan kehidupan anak-anak kami yang telah kalian bunuh tanpa belas kasihan sedikit'pun. Terimalah ini …!!”


“Hujan Badai Jarum.”


Amarah Raja Kepiting itu semakin memuncak. Suhu udara yang ada di dalam Dunia Eksternal ini tiba-tiba berubah. Angin yang sangat dingin mulai berhembus tak terkendali di dalam Dunia eksternal ini seperti luapan kemarahan seseorang yang begitu dalam.


Awan mendung mulai terbentuk di atas kepala mereka, disertai dengan petir yang menyambar-nyambar tanpa henti.


“Kenapa bisa muncul awan mendung di dalam Dunia Eksternal ini? Bukankah ini adalah Dunia Bawah laut yang seharusnya berada di bawah lautan,” gumam Heilong dalam hati sambil melihat ke atas.


Hujan badai yang sangat besar langsung terjadi di tempat ini saat awan-awan mendung itu saling menyatu. Hanya dalam hitung menit, tempat ini sudah banjir setinggi mata kaki orang dewasa.


"Sepertinya Raja Kepiting ini memiliki kemampuan untuk mengendalikan cuaca yang ada di dalam Dunia Eksternal ini. Sial! Apakah keberuntunganku seburuk ini? Aku harus menerima kemarahan dari Raja Kepiting akibat kesalahan yang diperbuat oleh manusia lain.”


Aura energi es yang sangat kuat mulai memancar dari tubuh Heilong. Aura ini langsung mengubah air hujan yang menyentuh tubuh Heilong, menjadi butir-butiran es seperti salju. Suhu udara yang ada di sekitar Heilong juga berubah menjadi semakin dingin.


Heilong kemudian memasukkan sebagian energi es miliknya ke dalam Pedang Taring Putih untuk membuat sebuah pelindung yang melindungi tubuhnya dari tetesan air hujan yang seperti jarum ini.


Heilong mengangkat pedangnya yang sudah dipenuhi dengan energi es yang sangat dahsyat, menghadap ke langit.


“Perisai Es.”


Sebuah perisai yang terbuat dari es langsung terbentuk dan mengelilingi tubuh Heilong seperti sebuah cangkang telur.


Aura energi air memancar dari tubuh Raja kepiting itu tiba-tiba meningkat dengan sangat cepat. Kekuatan dari aura ini membuat hujan air yang seperti jarum ini menjadi semakin kuat dan berhasil membuat banyak sekali retakan di permukaan perisai es Heilong.


Ekspresi wajah Heilong langsung berubah menjadi cemas karena jurus pertahanan yang biasa dia gunakan, ternyata tidak mampu untuk menahan kekuatan dari jurus milik Raja Kepiting


"Gawat...!! Sepertinya yang dikatakan Guru sebelum aku memasuki Dunia eksternal ini memang benar. Kekuatan dari jurus energi es milikku, sama sekali tidak akan berguna untuk menghadapi kekuatan dari jurus elemen air. Tapi aku tidak punya cara lain karena aku belum mempelajari jurus elemen angin dan air yang baru saja Guru berikan padaku.”


“Pyar … ”


Perisai Es yang dibuat Heilong akhirnya hancur berkeping-keping karena sudah tidak mampu lagi menahan kuatnya tetesan air hujan dari Jurus Hujan Badai Jarum ini.


“Untung saja aku memakai Baju Perang Naga Eternal ini. Jika tidak, tubuhku pasti sudah hancur karena tertembus air hujan jarum ini. Sepertinya hanya jurus itu yang mampu untuk menahan jurus dari Raja Kepiting ini.”


Heilong kembali mengangkat Pedang Taring Putih yang ada di tangan kanannya menghadap ke langit. Dia kemudian meledakkan semua energi es yang ada di dalam tubuhnya hingga membuat air yang ada di bawah kakinya menjadi lantai es.


“Penjara Es.”


Enam buah dinding es yang sangat besar dan tebal langsung muncul di sekitar Heilong. Dinding-dinding es itu kemudian menyatu dan mengurung tubuhnya dalam penjara es.


Li Ziqi menjadi terkejut ketika melihat Heilong mengurung tubuhnya sendiri dalam jurus penjara es. Dia'pun memutuskan untuk keluar dari Dalam Dunia Jiwa dan menanyakan secara langsung apa sebenarnya alasan Heilong sampai mengurung tubuhnya sendiri dalam penjara es yang sangat menakutkan karena suhu udara yang ada di dalam penjara es ini sangat dingin.


Namun yang menjadi kekhawatiran Li Ziqi bukanlah itu. Tapi kekuatan yang berasal dari dalam akan sangat susah untuk menghancurkan penjara es ini karena di setiap permukaan dinding es ini, terdapat sebuah cermin es yang bisa memantulkan serangan.


“Apa alasanmu mengurung tubuhmu sendiri dalam penjara es ini. Apakah kau sudah putus asa dan berniat untuk bunuh diri dalam penjara es ini?” tanya Li Ziqi dingin menatap tajam mata Heilong.


“Justru karena aku belum ingin menyerah, maka aku memutuskan untuk mengurung diriku sendiri dalam penjara es ini,” jawab Heilong.


“Apa maksudmu?” balas Li Ziqi dengan tatapan bingung.


“Jurus perisai es milikku sudah tidak mampu lagi untuk menahan tetesan jarum-jarum air dari hujan badai ini. Saat ini hanya kekuatan dari dinding yang membentuk penjara es ini saja yang mampu untuk melindungiku dari serangan jurus milik Raja Kepiting itu,” jawab Heilong sambil menunjuk sisa-sisa dari perisai es miliknya yang sudah berubah menjadi butir es.


“Apakah kau yakin bahwa tubuhmu bisa menahan hawa dingin yang ada di dalam penjara es ini? Kau juga tidak bisa menggunakan kekuatanmu saat berada dalam penjara es ini karena kekuatan itu akan berbalik menyerang dirimu sendiri,” ucap Li Ziqi.


“Aku sangat yakin karena ini adalah jurus yang aku buat dari energi es milikku,” jawab Heilong yakin.